slide show

Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" />
Selamat datang di blogspot lisboa369
Tampilkan postingan dengan label dki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dki. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Juli 2016

Penyetopan Reklamasi Pulau G, Rizal Ramli Mengacu Perintah Presiden



Lisboa369.com - Komite Gabungan yang dikomandoi Menko Bidang Kemaritiman Rizal Ramli memutuskan menghentikan secara permanen proyek reklamasi Pulau G di Teluk Jakarta. Ada tiga alasan jadi pertimbangan, salah satunya merujuk perintah Presiden Presiden Joko Widodo.

Seperti disampaikan menteri yang dikenal dengan sebutan si ‘Rajawali Kepret’ itu, evaluasi Komite yang pertama yang jadi pertimbangan adalah mengenai kepentingan negara di proyek reklamasi.

“Yaitu agar resiko sekecil mungkin, lingkungan hidup diperhatikan, jalur lalu lintas daripada kapal tetap bisa ada,” ujar Rizal di Jakarta, Jumat (1/7) malam.

Pertimbangan kedua, menyangkut kepentingan nelayan. Komite Gabungan menyimpulkan pulau-pulau hasil reklamasi ini seperti menjadi tempat ekslusif yang hanya dikuasai orang-orang kaya saja. Komite Gabungan tidak menginginkan hal itu terjadi ke depan, sebelum pengembang mengakomodir kepentingan nelayan.

Adapun pertimbangan ketiga, terkait kepentingan investor. Di sini, Rizal merujuk pada perintah Presiden Joko Widodo agar pelaksanaan reklamasi Teluk Jakarta diatur atau dikendalikan oleh negara, bukan oleh swasta.

“Sesuai dengan perintah Presiden, bahwa reklamasi itu harus di-drive oleh negara bukan oleh kepentingan swasta,” begitu kata dia.

Evaluasi Komite Gabungan berlangsung selama 2,5 bulan yang anggotanya dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Pemprov DKI.

Hasilnya, komite menemukan berbagai bentuk pelanggaran di reklamasi Teluk Jakarta. Mulai pelanggaran ringan, sedang, hingga berat. Pulau G yang digarap pengembang PT Muara Wisesa Samudera (MWS), anak perusahaan PT Agung Podomoro Land (APL), kedapatan lakukan pelanggaran berat. Karena membahayakan lingkungan, meningkatkan resiko banjir dan mengganggu lalu lintas kapal.

Sedangkan yang diidentifikasi lakukan pelanggaran sedang adalah Pulau C dan D yang digarap pengembang PT Kapuk Naga Indah, anak perusahaan PT Agung Sedayu Group. Bentuk pelanggarannya, kedua pulau harusnya terpisah. Kenyataannya, saat sidak, kedapatan kalau kedua pulau malah digabung.

“Kami minta agar supaya dibongkar supaya ada kanal dengan jarak 300km dan kedalaman 8 meter. Supaya kalau ada banjir air itu bisa langsung ke laut, supaya ada lalu lintas, supaya biota lingkungan bagus,” imbuh Rizal.

Pengembang Pulau C dan Pulau D menyetujui pembongkaran, meski harus merogoh kocek lebih. Lantaran harus mengangkut material 300 ribu meter kubik yang mengurug laut. Soal itu, Rizal memastikan pengembang tidak rugi, melainkan hanya berkurang keuntungan.

Sedangkan yang ketiga, adalah pelanggaran yang dianggap ringan. Ini menyangkut pengembang yang izinnya belum beres, proses administrasi tidak benar dan sebagainya. “Untuk pelanggaran ringan ini kami beri waktu untuk penyesuaian,” kata dia.

Rizal juga menyampaikan dalam kurun waktu dua minggu setelah Lebaran Komite Gabungan juga akan kembali lakukan evaluasi terhadap 13 pulau lainnya. Komite juga diminta lakukan sinkronisasi aturan agar tidak saling tumpang tindih.



Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas

silahkan hubungi kami melalui:
Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Jumat, 17 Juni 2016

Ahok Segera Angkat 1.694 Guru Bantu Jadi PNS



Lisboa369.com - Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta akan menaikkan status kepegawaian 1.694 guru bantu menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), dalam kurun 2016.

Pengangkatan tersebut merupakan agenda Dinas Pendidikan untuk mengapresiasi jasa para guru bantu di wilayah Ibu Kota.

"Sekarang sedang penyelesaian, tanda tangan dokumen yang harus dilengkapi. Saya harus kerja keras untuk menyelesaikan," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta Sopan Adrianto di ruang kerjanya, gedung Dinas Pendidikan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (16/6/2016).

Sopan menjelaskan, pihaknya memiliki target mengangkat 5.416 guru bantu jadi PNS, hingga masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berakhir pada 2017.

"Para guru bantu kita targetkan sebanyak 5.416 orang, akan kita angkat sampai 2017," ujar dia.

Sopan berharap, Ahok dapat terpilih kembali pada periode selanjutnya, 2017-2022. Karena Ahok adalah figur yang mampu membenahi sistem dan memajukan bidang pendidikan di Jakarta.

"Saya berharap beliau terpilih lagi nanti. Beliau ini memikirkan pendidikan dan dapat membenahi pendidikan di Jakarta," tutup Sopan.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Minggu, 29 Mei 2016

Puti Guntur Soekarno Putri Siap Dicalonkan Sebagai Gubernur DKI Jakarta



Lisboa369.com - Cucu Presiden pertama RI, Puti Guntur Soekarno Putri menegaskan, siap dicalonkan sebagai Gubernur DKI Jakarta apabila mendapatkan penugasan dari partainya, PDI Perjuangan.

"Pokoknya intinya saya siap (maju DKI 1), sebagai kader partai saya siap," kata Puti di acara pagelaran Wayang Kulit di lapangan Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.

Meski demikian, dia mengaku sejauh ini belum ada komunikasi dengan internal partai terkait siapa calon yang akan diusung oleh partainya. Menurut dia, pengusungan calon ada mekanismenya.

"Belum ada komunikasi," kata dia.

Ditanya pendapat pribadi mengurus Jakarta, Puti enggan berandai-andai. Soalnya, dia mengaku masih sebagai warga Jakarta yang kini sedang diurus oleh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Saya masih diurusin sama pemimpin itu (Ahok)," ucapnya.

Seperti diberitakan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hingga saat ini belum menentukan bakal calon Gubernur DKI Jakarta 2017. Sebab, PDIP masih melakukan proses penjaringan dan penjajakan terhadap parpol lain sebelum menentukan siapa yang akan diusung.

"Kita ini punya prosedur dan mekanisme, dan tahapan penjaringan selesai, maka masuk penyaringan. Penyaringan ini dilakukan oleh DPP dengan instrumen," ujar Ketua Plt DPD PDIP DKI Jakarta Bambang DH, saat menghadiri acara HUT PDI Perjuangan yang ke 43, bertema 'Banteng Music Festival 2016 DKI Jakarta', di Hotel Arion Swiss-Bell, Jalan Kemang Raya No 7, Jakarta Selatan,

Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473 

Rabu, 11 Mei 2016

Isu Sara Pilgub DKI Jakarta




Lisboa369.com - Indostrategi melakukan survei terkait potensi konflik sosial yang mungkin muncul jelang Pilgub DKI Jakarta 2017. Hasilnya, lebih dari setengah responden yakin bahwa warga Jakarta tak akan terpengaruh oleh isu-isu SARA yang dapat memantik konflik sosial.

Hasil survei dipaparkan oleh Direktur Eksekutif Indostrategi Andar Nubowo dalam jumpa pers di Hotel Alia, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (10/5/2016). Hadir dalam jumpa pers yakni Peneliti LIPI Ahmad Najib Burhani dan Pendiri Public Virtue Institut Usman Hamid.

"Sebanyak kira-kira 29% responden yakin bahwa masyarakat DKI Jakarta bisa terbelah oleh isu-isu SARA, yang menentang keyakinan ini sebanyak 59%, dan sisanya sebanyak 10% adalah ragu-ragu," kata Andar.

Survei dilakukan pada 1-12 April 2016 dengan melibatkan 1.200 responden yang dipilih secara acak. Tujuan survei terutama untuk mengetahui tanggapan masyarakat terhadap isu SARA yang kerap ditemui.

"Survei menunjukkan kecenderungan hubungan yang baik di antara warga DKI Masyarakat Jakarta adalah masyarakat yang cukup dewasa dalam melihat perbedaan etnik, agama, dan bangsa," jelas Andar.

Selain potensi kerusuhan, Indostrategi juga menanyakan kepada responden mengenai kemungkinan terjadinya kerusuhan seperti Mei 1998 dalam moment Pilkada 2017. Hasilnya, mayoritas berpandangan kemungkinan tersebut tak akan terjadi.

"Mayoritas warga DKI menampik kemungkinan ini yakni sebesar 62,25%, yang berpandangan sebaliknya yakni sebesar 24,2%, dan sisanya ragu-ragu sebesar 14,6%," jelas Andar.

Andar pun meminta para kandidat yang maju di Pilkada DKI 2017 agar tak menggunakan isu SARA selama kampanye. Hal tersebut dianggap justru dapat memberi efek buruk pada kerukunan warga DKI.

"Isu kampanye SARA belum tentu efektif dalam mempengaruhi pilihan politik, justru bisa berakibat buruk kepada persatuan masyarakat DKI Jakarta," ujar Andar.

"Apalagi, akhir-akhir ini, setidak-tidaknya, muncul isu-isu identitas yang berpotensi membelah kebhinekaan, persatuan dan kesatuan bangsa, yakni soal agama, etnik, ras golongan, dan bangkitnya komunisme," jelasnya.

Jumat, 06 Mei 2016

Pertumbuhan Ekonomi DKI Anjlok



                      Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta mengungkapkan realisasi pertumbuhan ekonomi di ibu kota Jakarta selama triwulan I 2016 sebesar 5,62 persen, lebih rendah dibanding triwulan IV 2015 dan di bawah perkiraan BI.
“Perekonomian DKI Jakarta pada triwulan I 2016 tumbuh 5,62 persen secara tahunan (yoy) lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, yaitu 6,48 persen (yoy), dan berada di bawah perkiraan BI,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta Doni P Joewono dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (5/5).
                Menurut Doni, optimisme konsumen yang semakin kuat dengan peningkatan pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada triwulan I 2016 tidak diikuti dengan perbaikan kinerja belanja pemerintah dan kinerja ekspor.
Kedua komponen ini justru tumbuh lebih rendah sehingga secara keseluruhan mengakibatkan pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan ini menjadi lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya.
Melemahnya kinerja belanja pemerintah pusat mengkontribusi penurunan konsumsi pemerintah pada triwulan ini.
                Serapan belanja APBD DKI Jakarta yang cukup baik pada triwulan I 2016 tidak diimbangi dengan penyerapan belanja APBN melalui kementerian/lembaga yang optimal.
Relatif besarnya peran belanja kementerian/lembaga dalam komponen pengeluaran pemerintah di Provinsi DKI Jakarta dan lemahnya kinerja penyerapan belanja APBN oleh kementerian/lembaga berdampak pada lebih rendahnya pertumbuhan konsumsi pemerintah di Jakarta.
Meskipun lebih rendah dibanding triwulan IV 2015 dan perkiraan BI, namun realisasi angka pertumbuhan ekonomi triwulan I 2016 sebesar 5,62 persen itu lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015 yang tercatat sebesar 5,54 persen (yoy).
Sementara itu, masih lemahnya perkembangan ekonomi global berdampak pada terkontraksinya kinerja ekspor dari DKI Jakarta.
                Perkembangan ini terutama terjadi pada penurunan ekspor barang dan berdampak pada melambatnya kinerja industri pengolahan pada triwulan I 2016.
Namun demikian, konsumsi rumah tangga masih terus menunjukkan perbaikan seiring dengan perbaikan optimisme konsumen dan membaiknya daya beli masyarakat.
“Hal ini tidak terlepas dari adanya peningkatan UMP dan turunnya harga beberapa komoditas akibat penyesuaian harga BBM dan tarif tenaga listrik (TTL),” kata Doni.
Menurut dia, peningkatan konsumsi rumah tangga tersebut juga tercermin dari meningkatnya penjualan mobil, aktivitas impor barang konsumsi dan aktivitas lapangan usaha perdagangan.
Sementara itu, perilaku investor swasta yang masih cenderung menunggu (wait and see) berdampak pada masih lemahnya kegiatan investasi di triwulan ini.
                Perkembangan ini terutama terjadi pada investasi bangunan sektor swasta di tengah membaiknya realisasi pembangunan infrastruktur oleh pemerintah.
Dengan besarnya dominasi sektor swasta, hal ini mengakibatkan turunnya kinerja lapangan usaha konstruksi dan konsumsi semen di Jakarta.
Pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan membaik pada triwulan II 2016. Kondisi tersebut didukung oleh adanya implementasi Paket Kebijakan Ekonomi Pemerintah, terus meningkatnya realisasi pembangunan proyek infrastruktur dan masih kuatnya konsumsi rumah tangga, sebagaimana diindikasikan oleh peningkatan optimisme konsumen pada Indeks Tendensi Konsumen (BPS) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (BI).
               Selain itu, realisasi belanja APBD Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta belanja APBN lewat kementerian/lembaga yang ada di Jakarta diperkirakan akan berkinerja lebih baik pada triwulan II 2016.

“Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta akan terus memonitor berbagai perkembangan baik di tingkat regional, nasional, maupun eksternal, sekaligus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta,” kata Doni Joewono.

Rabu, 04 Mei 2016

Ahok Ajak Pantau Reklamasi Teluk Jakarta Dari Udara



                  Proyek reklamasi Teluk Jakarta yang dianggap menyimpang membuat Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mengajak beberapa menteri Kabiner Kerja seperti Menko Maritim Rizal Ramli, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Kelautan, dan Menteri Perikanan Susi Pudjiastuti akan menyambangi proyek tersebut.
                Pemantauan itu akan dilakukan dari udara. Jika memang ada yang penyimpangan amdal (analisis mengenai Dampak Lingkungan), maka pengerjaan tersebut akan resmi diberhentikan sementara.
"‎Iya besok. Ada surat dari Pak Rizal Ramli. Akan naik heli dari Halim sama ibu Siti Nurbaya dan Ibu Susi. Kami berempat akan meninjau langsung," kata Ahok di Balai Kota, kemarin.
              Rencananya, mereka berempat akan berangkat melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur dengan menggunakan helikopter. Sebelumnya, proyek reklamasi 17 pulau di Pantai Utara Jakarta masih dibekukan oleh Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya. Penundaan ini akan berlangsung sampai ada aturan hukum yang pasti dan sepaham mengenai hal itu.
               Untuk itu, telah dibentuk joint committe antara Pemprov DKI, Kemenko Kemaritiman dan Sumber Daya, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup untuk mengkaji segala aturan yang selama ini berbenturan terkait reklamasi Teluk Jakarta.
"Kami berempat akan meninjau langsung. Karena kalau sudah tinjau kan sekarang di lapangan sudah bekerja, akan dilihat ada laporan. Berita acara dari amdal. kalau memang mereka melanggar dari yang ditulis di amdal, maka akan dilakukan penyetopan sementara," bebernya.
              Langkah Ahok memboyong sejumlah menteri itu untuk meyakinkan kepada para pengambil kebijakan itu sehingga nantinya mendukung dan memuluskan program reklamasi tersebut.
Jika memang proyek tersebut benar melanggar amdal, tentu ini akan jadi pembelajaran bagi mantan Bupati Belitung Timur itu untuk memperbaiki dan baru lanjut bangun jika sudah benar.

"‎Makanya nanti itu biar amdal yang putuskan. Apa nanti dipotong atau apa. Pasti akan dipotong itu teknik kerja dia bilang, makanya biar sesuai enggak dengan dokumen amdalnya. Penghentian sementara ini bisa jadi momentum untuk memperbaiki pelanggaran yang terjadi. Setelah berhenti, perbaiki Amdal, baru lanjut bangun,” tutupnya.

Kamis, 14 April 2016

Satu Jengkal Lahan Reklamasi Pulau Sertifikatnya Tetap Milik DKI



  Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan bahwa  sertifikat hak pengelola lahan (HPL) pulau-pulau yang akan direklamasi tetap milik Pemprov DKI.
Untuk diketahui, banyak pihak yang menganggap keputusan Basuki memberi izin swasta untuk reklamasi pulau di utara Jakarta berpihak kepada salah satu pengembang, yakni Agung Podomoro Group, dan mengakibatkan Jakarta tenggelam. 

"Ingat, 17 pulau (reklamasi) itu begitu jadi, seluruh sertifikat HPL adalah milik Pemprov DKI, catat baik-baik. Seluruh pulau, satu jengkal tanah pun, sertifikatnya milik DKI," kata Basuki kesal menanggapi pertanyaan salah seorang wartawan di Balai Kota.

Ahok, sapaan Basuki, menampik bahwa dia berpihak kepada Agung Podomoro Group untuk menjalankan proyek reklamasi pulau. Hal ini terkait penerbitan keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 2238 Tahun 2014 yang memberikan izin pelaksanaan reklamasi pulau kepada PT Muara Wisesa Samudra, anak usaha Agung Podomoro Land.
Reklamasi pulau ini merupakan bagian dari pengembangan properti Pluit City yang investasinya diperkirakan mencapai Rp 50 triliun.

Menurut dia, izin pengembang melakukan reklamasi pulau bukanlah atas izin dia. Basuki menjelaskan, reklamasi pulau ini merupakan realisasi Keppres Nomor 52 Tahun 1995 yang dikeluarkan oleh Presiden Soeharto waktu itu.

Dalam Keppres tersebut diberikan kewenangan kepada Gubernur DKI Jakarta untuk menyelenggarakan reklamasi kawasan Pantai Utara Jakarta.

Keppres ini ditindaklanjuti dengan Perda DKI Nomor 8 Tahun 1995 tentang Penyelenggaraan Reklamasi dan Rencana Tata Ruang (RTRW) Pantai Utara Jakarta.

Sementara itu, Perda DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 1999 tentang RTRW Jakarta 2010 juga ikut memberikan panduan kebijakan terhadap penyelenggaraan reklamasi Jakarta.

"Banyak media salah menduga, reklamasi 17 pulau ini bukan giant sea wall (GSW). Enggak ada hubungannya sama sekali dan juga kami masih menunggu kajian dari Belanda. Nah, 17 pulau ini adalah Keppres tahun 1995, yang hampir setengahnya (pulau) diberikan kepada BUMD, (pulau) yang lainnya juga perusahaan anaknya Pak Harto sebenarnya," kata Basuki. 

"Kemudian, sebagian mereka (pengusaha) kerja sama dan yang namanya Agung Sedayu Group dan Agung Podomoro Group ini adalah grup-grup yang dari dulu sudah dapat hak beli pulau," ujarnya.

Sebanyak tujuh hingga sembilan pulau direklamasi oleh BUMD DKI, yakni PD Pembangunan Saran Jaya, PT Jakarta Propertindo, PT Pembangunan Jaya Ancol, dan PT Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Dalam keppres yang diterbitkan Presiden Soeharto tercantum kewajiban pengembang untuk membantu mengantisipasi banjir di daratan Jakarta.

"Sekarang kan gini, air sungai kan datang dari selatan ke utara, terus kamu bikin pulau 300 meter di atas (utara Jakarta), ini ada ngehambat jalur air Anda enggak? Ya enggak ada urusan dengan Anda, justru dia menahan ombak. Sekarang saya mau tanya, ruginya di mana sih bikin pulau," kata Basuki dengan nada tinggi.


www.lisboa369.com
Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Senin, 04 April 2016

Persaingan Sengit Dari Ahmad Dhani


Dari hari ke hari beberapa bakal calon penantang Ahok di pemilihan gubernur (pilgub) DKI 2017  justru semakin terobsesi dengan Ahok, gejala-gejala itu terlihat nyata, yaitu mereka semakin lama-semakin terlihat gelisah, uring-uringan, seperti cacing kepanasan, marah-marah sendiri, tuding sana-tuding sini, sampai kayaknya sudah mulai ada yang berhalusinasi.
Yang mungkin sudah mengalami halusinasi adalah Adhyaksa Dault, ketika hanya gara-gara melihat ada seorang warga yang mengenakan baju kaos bertuliskan “KTP Gue Buat Ahok”, hari Minggu lalu, di kawasan Car Free Day di Bundaran HI, Jakarta Pusat, yang dialihat adalah relawan Teman Ahok sedang berkampanye dan mengumpulkan KTP pendukung Ahok.
Lalu, siapakah yang saking terobsesi dengan Ahok, sampai sudah seperti cacing kepanasan, uring-uringan, marah-marah sendiri, tuding sana tuding sini?
Dia adalah musisi Ahmad Dhani.
 
Saking terobsesinya Ahmad Dhani terhadap Ahok, sampai-sampai dia mengadu kepada Adhyaksa Dault, kekhawatirannya terhadap Ahok, yang muncul setiap hari di televisi.
 Hal tersebut diceritakan sendiri Adhyaksa, pada 17 Maret lalu.   "Ahmad Dhani bilang ke saya, 'Bang gimana nih, Bang, Ahok kayaknya di TV terus.' Apanya yang gimana, ya santai saja," kata Adhyaksa, saat berbincang dengan Kompas.com, di Mal fX Senayan, Jakarta Pusat, 17 Maret 2016. Bagaimana Ahmad Dhani tidak mengalami penderitaan bathin seperti itu, melihat Ahok hampir setiap hari di banyak televisi, sedangkan ia sendiri paling-paling hanya laku di TV One. 

Padahal fantasinya untuk menjadi gubernur DKI Jakarta sangatlah besar. Belum lagi dengan sedemikian banyaknya portal berita yang memberitakan tentang Ahok secara berkesinambungan, dan hampir semuanya positif. Popularitas Ahok pun semakin meroket, sebaliknya Ahmad Dhani semakin menukik.

Dia berusaha memanfaatkan media untuk meningkatkan popularitasnya dengan berbagai aksi dan pernyataannya, tetapi yang diperoleh justru cemoohan dan cercaan dari para netizen. 

Salahnya sendiri karena ketidakmampuannya membuat aksi dan pernyataan yang cerdas dan berbobot, yang ada malah menyebarkan kebencian SARA, tetapi yang disalahkan justru media, yang ditudingnya sudah berpihak kepada Ahok.

Media pun diumpat, berkicaulah dia di akun Twitter-nya dengan geramnya kepada media sehingga menulis "media" dengan huruf kapital semua. Kompas.com pun menjadi sasarannya.

"Wahai MEDIA yg berdaulat kpd Penguasa...silakan potong kelamin kalian spy jelas jenis kelamin kalian....ADP" 

Twitter Ahmad Dhani

 "Sy suruh @kompascom tanya ahok ,ahok ke bos yg mana waktu imlek...Mereka diem aja...apa ini media yg berdaulat pd penguasa? curiga" Nafsu Ahmad Dhani untuk menjadi gubernur atau wakil gubernur DKI semakin tinggi, tetapi sampai detik ini belum ada juga partai politik yang memastikan akan mengusungnya – tanda-tanda untuk itu justru semakin lama semakin pudar, sebaliknya dengan Ahok. Dukungan kepada Ahok yang maju lewat jalur independen dengan Teman Ahok, semakin lama semakin menguat, apalagi dengan adanya dua partai politik; NasDem dan Hanura yang telah secara resmi menyatakan mendukungnya.
Ahmad Dhani pun nyaris frustrasi, sehingga ia pun semakin uring-uringan.
 
Tanpa mau bercermin terlebih dahulu, Ahmad Dhani pun menjadi kalap, semakin lama semakin tak bisa mengendalikan dirinya, tanpa alasan yang jelas, ia mengumbarkan segala macam amarah kebenciannya kepada Ahok, dan kepada siapa saja yang mendukung Ahok, menuding ini-menuding itu, lewat media berita dan media sosial. Dari situ pula kita semakin tahu kwalitas dan karakter asli seorang Ahmad Dhani, yang ternyata sering mengalami gagal paham, sesat berpikir,  sangat rasis, dan sangat tidak toleran,  menolak mengakui hak-hak konstitusional WNI yang tidak seagama dengan dia.

Semua yang tidak berpihak dan tidak sepaham dengannya dicaci-maki dan dihujat sekeras-kerasnya. Jika punya kekuatan lebih, bisa jadi orang seperti ini akan semakin beringas dengan semua orang yang dianggap sebagai lawan dan ancaman bagi dirinya.

Maka etnis dan agama Ahok pun ditonjolkan untuk diserang bahkan dihina, parpol yang mendukung Ahok pun, dicaci sebagai parpol penjilat Ahok, sesama musisi yang mendukung Ahok disebut sebagai cecunguk tak berotak, sesama Muslim yang mendukung Ahok dituduh sebagai penjual aqidah Islam, dan seterusnya.

Dari satu pernyataan ke pernyataannya yang lain isinya hanyalah serangan demi serangan yang berupa tudingan-tudingan tanpa bukti, hujatan demi hujatan  (terutama menyangkut etnis dan agama) kepada Ahok dan para pendukungnya.

Bukanlah lebih baik jika dia berbicara tentang dirinya sendiri, tentang kemampuanya memimpin, tentang ide-ide apa yang dia punya yang lebih bagus daripada apa yang dimiliki Ahok, dan lain-lain, agar bisa meyakinkan sebanyak mungkin warga DKI untuk mendukungnya

Ahmad Dhani di acara Indonesia Lawyers Club, pernah bilang, dibandingkan dengan Ahok, yang katanya hanya pakai otak kiri, dia menggunakan otak kiri dan kanan. Tapi, entah bagaimana cara penggunaannya, kurang jelas. Mungkin saja yang sebenarnya telah terjadi saat mencoba menggunakan otak kanan dan kirinya itu,  terjadilah korsleting di antara kedua otaknya itu. Maka itu perilakunya menjadi seperti sekarang ini.

Perilaku Ahmad Dhani ini mengingatkan saya kepada pernyataan yang pernah dikatakan Eleanor Roosevelt (istri dari Presdien AS ke-32 Franklin D Roosevelt): “Small brain dicuss people, but big brain discuss idea."

Sama dengan para lawan Ahok yang lain, yang kerap mengatakan Ahok itu tidak santun, bicaranya kasar, padahal mereka sendiri, jika merasa tersinggung, terdesak, dan tertekan, pasti langsung marah dengan mengumpat kata tak kasar yang bahkan melebihi Ahok sendiri, yang justru akhir-akhir ini mulai dapat mengendalikan dirinya.

Umpatan “kebun binatang”, rasis, dan menistakan agama dan keyakinan orang lain, bukan sesuatu yang tabu bagi mereka. Contoh, anggota DPRD DKI yang pernah memaki Ahok dengan umpatan: “Gubernur goblok!, dan “Cina anjing!”.

Demikian juga dengan Ahmad Dhani. Ia juga selalu mencela Ahok yang tidak santun, kasar bicaranya, tetapi umpatan-umpatannya sendiri kepada Ahok dan pendukung Ahok melebihi apa yang pernah diucapkan Ahok.   

Contoh terbaru adalah apa yang dikicaukan di akun Twitter-nya, @AHMADDHANIPRAST, Selasa ini (29/3). Sedemikian dia membenci Ahok karena agamanya, Ahmad Dhani sampai menyebut yang namanya pimpinan non-Muslim itu sama dengan LGBT (Lesbian, Gay, Biseks, dan Transesksual) dan babi!

Kpd online yg jual2 nama Islam.Pemimpin Non muslim itu sama haramnya dgn LGBT &Babi...masukin tu ke online lu @Islamnkri2014

 Saking bencinya dia dengan Ahok dan agamanya itu, Ahmad Dhani sampai lupa bahwa ibu kandungnya sendiri, Joyce Teresa Pamela adalah seorang non-Muslim, seorang Kristen. Demikian juga, dia lupa kalau iNews TV, televisi tempat dia menjadi host acara “Logika Ahmad Dhani” itu dimiliki dan dipimpin oleh seorang nonMuslim (Kristen), boss MNC Group, Hary Tanoesoedibjo. 
Kicauan Ahmad Dhani ini dengan sendirinya berlaku juga buat semua WNI suku apa pun dia yang bukan beragama Islam, bukan hanya berlaku untuk Ahok, atau etnis Tionghoa saja. 

Kicauannya itu sangat tidak pantas bagi seorang yang ingin menjadi seorang pimpinan, seorang gubernur DKI Jakarta. Mungkin jika babi bisa berbicara, bicaranya seperti yang ditulis Ahmad Dhani di kicauannya tersebut di atas.


Tak puas menghujat Ahok dengan agamanya itu, Ahmad Dhani pun menghakimi para pendukung Ahok yang Muslim sebagai penjual aqidah Islam. Ini kicauannya:

"Apakah QS An nisa 144 bisa di tafsirkan berbeda dr teks Quran oleh Ulama utk memuluskan jalan Ahok jd Gubernur DKI???"


Ya Allah berilah hidayah kpd pasukan yg rela menjual akidah dan akhlaq nya hanya utk sebuah nasi bungkus...ADP

“Sedih sekali ada online yg bawa2 nama Islam hanya utk sesuap nasi.Murah sekali harga agama hanya seharga nasi bungkus @Islamnkri2014”

 Dari kicauannya ini dapat disimpulkan bahwa Ahmad Dhani adalah orang yang tidak toleran terhadap perbedaan keyakinan. Ia tidak bisa menerima orang lain yang juga beragama islam, tetapi mempunyai pemahaman atau tafsir yang berbeda terhadap keimanannya tentang Islam, khususnya dalam konteks ini tentang gubernur DKI yang non-Muslim. 
Orang Islam yang punya pemahaman atau tafsir sendiri terhadap ayat Al Quran itu disebutnya sebagai sesat dan penjual agama Islam demi bisa dekat dengan kekuasaan (Ahok).

Bagi dia semua orang Muslim yang mendukung Ahok, termasuk yang di Teman Ahok, sesama musisi, atau siapa saja yang mendukung Ahok adalah Islam sesat penjual Islam.

Padahal sebagai seorang NU, Ahmad Dhani seharusnya tahu bahwa salah satu tokoh besar NU,  Abdurrachman Wahid atau Gus Dur justru adalah “Bapak Pluralisme Indonesia.” Gus Dur pula yang membuka jalan bagi WNI minoritas seperti Ahok bisa menjadi gubernur, di Ibu Kota pula.

Di masa hidupnya, Gus Dur bahkan pernah meramalkan, suatu ketika Ahok yang nota bene berasal dari suku dan agama minoritas akan menjadi gubernur di suatu wilayah di Indonesia, sebagaimana pernah dikisahkan oleh Menteri ‎Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, yang juga adalah orang NU (sumber).

Pada 24 Januari 2016, sebagai Gubernur DKI Jakarta yang dianggap berprestasi, tegas dalam pemberantasan korupsi, Ahok juga diberi penghargaan Gus Dur Award 2016 untuk kategori tokoh politik dan pemerintahan oleh keluarga Gus Dur, yang diserahkan langsung oleh putri Gus Dur, Yenny Wahid.

Pada 24 Februari 2015, pendiri Maarif Institute Syafii Maarif dan Menteri Agama Lukman Hakim juga pernah berbicara tentang pimpinan non-Muslim.  

Pada kesempatan itu Buya Syafii meminta masyarakat agar meningkatkan rasa toleransinya terhadap pemimpin yang beda keyakinan dengan sebagian besar masyarakatnya.

Buya Syafii mengharapkan umat Muslim mampu mengkaji secara mendalam terkait fikih dalam Islam. Kajian itu akan menghindarkan klaim tunggal mengenai kebenaran.
 
Sedangkan Menteri Agama Lukman Hakim yang nota bene juga adalah tokoh NU  mengatakan kecenderungan penolakan terhadap pemimpin beda keyakinan itu menunjukkan rendahnya komitmen masyarakat terhadap kebhinnekaan, pluralisme, toleransi dan perlindungan terhadap segenap warga negara (sumber).

Sumber-sumber Islam lain yang mempunyai tafsiran berbeda dengan Ahmad Dhani tentang pimpinan non-Muslim itu bisa juga di baca di sumber-sumber ini:12345, dan 6.

Sangat penting pula yang Ahmad Dhani harus sadar bahwa NKRI yang diasebut berulang-ulang dalam kicauan Twitter-nya itu adalah NKRI yang berbhineka tunggal ika, yang artinya negara ini terdiri dari WNI yang beraneka ragam etnis, agama, budaya, suku, dan sebagainya, dan negara yang berasaskan Pancasila dengan konstitusi yang bernama UUD 1945 mengakui dan melindungi kesamaan hak dan kewajiban semua  WNI-nya itu, tanpa kecualinya, di dalam satu kesatuan negara yang bernama Republik Indonesia, atau disingkat NKRI.

Tanpa Pancasila dan UUD 1945, NKRI itu tidak mungkin bisa eksis seperti sekarang ini. NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, NKRI bukan negara yang berdasarkan agama Islam.

Artinya, negara hanya mengakui dan melaksanakan hukum, termasuk hukum ketatanegaraan yang mengatur mengenai tata pemerintahaan,  yang sifatnya nasional yang dibuat berdasarkan konstitusi, bukan berdasarkan hukum agama apa pun.   

UUD 1945 sebagai konstitusi negara dengan tegas dan jelas menyebutkan menjamin semua WNI mempunyai hak dan kewajiban yang sama, termasuk menjadi pemimpin di pemerintahan. Anda harus mengubah dasar negara dan konstitusi negara ini, jika ingin menerapkan hukum agama di negara ini, dan untuk itu Anda harus berhadapan dengan seluruh kekuatan bangsa ini sebagai musuh.

Saya percaya sepenuhnya bahwa dengan kekuatan Pancasila dan UUD 1945 yang dikawal dengan jiwa dan raga segenap unsur-unsur dalam bangsa Indonesia, mulai dari Presiden, TNI dan Polri dan rakyat Indonesia, NKRI itu akan tetap ada, semakin maju, dan semakin kuat.

Pancasila dan UUD 1945 bukan semata-mata barang pajangan!

Dengan berbagai persepsi  Ahmad Dhani tersebut di atas,  kita semakin tahu seperti apa orang ini; nilai-nilai kepimpinan dan kenegarawaan sama sekali tidak ada pada dirinya. 

Bagaimana bisa menjadi pimpinan yang baik, yang mengayomi semua golongan di Ibu Kota yang sangat heterogen penduduknya ini, termasuk dan terutama dengan etnis dan agamanya, jika dia sendiri anti terhadap WNI beretnis dan beragama tertentu, dalam konteks ini adalah etnis Tionghoa dan Kristen?

Sangat mengherankan juga jika tokoh selevel Yusril Ihza Mahendra atau Sandiaga Uno mau menerima Ahmad Dhani sebagai calon pendampingnya di pilgub 2017 itu, apakah yang bisa diandalkan dari seorang musisi yang hanya bisa setiap hari mengumpat orang-orang yang dianggap lawan dan musuhnya, rasis dan antiagama tertentu itu? Apakah sudah tidak ada orang lain lagi, yang jauh lebih pantas?

Dalam salah satu kicaunnya, Ahmad Dhani juga berkicau demikian:

“Pemimpin yg di ciptakan oleh MedSos itu seperti kambing di make-up in dan di paksa jd perempuan cantik...ADP”


Jika dia mau bercermin, maka dia pasti melihat dia itu sendiri malah seperti seekor katak yang hendak menjadi lembu. Tidak punya kapastias sama sekali menjadi pimpinan, apalagi di DKI Jakarta, tapi tetap ngotot memaksa diri.

Ketika Ahmad Dhani mengejek NasDem dan Hanura sebagai parpol penjilat Ahok, karena mereka mendukung Ahok, Sekretaris Fraksi Hanura Dadang Rusdiana menjawabnya dengan jawaban yang telak sekali: "Kita pun tidak mau menjadi partai sontoloyo karena mendukung calon yang rendah di kualitas dan jeblok pula di elektabilitas."

Ahmad Dhani juga menuding Ahok itu sebetulnya pura-pura independen saja, padahal di belakangnya diam-diam dibekingi oleh sedikitnya lima konglomerat Cina, dengan misi untuk menguasai Indonesia. Indonesia akan dibuat menjadi cabang dari RRC, katanya.

"Indonesia ini di titik krusial. Indonesia ini sangat genting. Ada asing yang berusaha ambil alih. Konglomerat itu ada kaitannya dengan asing. Kita khawatir, negara ini akan menjadi RRC cabang Indonesia. Nenek moyang kita ini sudah marah-marah. Kenapa Indonesia mau didikte orang asing?" kata dia.

Ini jelas hanya merupakan daur ulang dari fitnah SARA yang sama yang pernah dipakai untuk menyerang Jokowi di Pilpres 2014. Bedanya, kalau tempo hari untuk Jokowi dipakai sebutan ada “9 Naga konglomerat Cina yang menjadi beking Jokowi, untuk menguasai Indonesia” maka untuk Ahok didaur ulang menjadi “ada 4-5 konglomerat Cina yang membekingi Ahok, untuk menguasai Indonesia.

Padahal, sebenarnya, sepanjang itu tidak melanggar hukum, semua WNI berhak mendukung siapa saja calon pimpinannya, termasuk para konglonmerat.

Lucunya, fitnah Ahmad Dhani ini, dijadikan rujukan oleh beberapa  kompasianer anti-Ahok untuk membenarkan argumen-arguen mereka, di antaranya dia yang memakai nama samaran “Revaputra  Sugito.” 

Sama dengan ketika terjadinya kekonyolan yang teramat sangat, sehingga membikin banyak netizen sakit perut karena tertawa terguling-guling menyaksikan serius bin lebay-nya Ahmad Dhani dan putranya, Al Ghazali Kohler, saat merespon beredarnya meme yang mengedit foto asli Al Gahazli menjadi seolah-olah dia memegang selembar kertas putih dengan tulisan: “Saya Ahmad Dhani Saya Pilih Ahok.”

Siapa pun yang tak asing dengan kebiasaan para netizen yang suka iseng-iseng mengotak-ataik gambar-gambar asli  menjadi berbeda dengan yang sebenarnya dengan nuansa kocak terkait suatu peristiwa aktual tertentu, yang disebutmeme itu, begitu melihat meme Al Ghazali dengan tulisan mendukung Ahok itu, pasti spontan tahu bahwa itu hanyalah sebuah meme iseng kerjaan netizen, seperti apa yang pernah terjadi sangat ramai terjadi pada Haji Lulung dengan berbagai meme lucu bertaggar “#SaveHajiLulung” itu.

Tetapi lkonyolnya, meme tersebut ditanggapi dengan super serius oleh Ahmad Dhani, Al Ghazali, dan para pendukungnya, sampai-sampai mereka mengadakan konferensi pers khusus untuk membantah kebenaran meme itu, tak lupa tentu saja mengecam Ahok dan para pendukungnya. Padahal tidak ada yang percaya kalau itu benar-benar dibuat untuk memanipulasi kebenaran demi keuintungan Ahok. Apalah artinya seorang Ahmad Dhani, apalagi putranya di mata Ahok?

TV One, yang diduga sebagai pendukung Ahmad Dhani pun meliput secara khusus tentang meme itu, dengan mengadakan wawancara “eksklusif” dengan Ahmad Dhani tentang meme tersebut. Dalam kesemptan itu pun Ahok dan para pendukungnya dikecam, telah menghalalkan segala cara, dan sebagainya, untuk mendapat dukungan.

Beberapa kompasianer anti-Ahok, seperti Revaputra  Sugito, pun tak mau ketinggalan, dengan menulis analisa-analisa serius mereka tentang “kasusmeme” yang lucu itu, yang menurut mereka telah dengan telak mempermalukan Ahok dan para pendukungnya itu. 

Padahal semakin banyak mereka berbicara dengan serius tentang meme itu, semakin kelihatan konyolnya. 

Berikut beberapa kicauan yang ditulis Ahmad Dhani tentang meme anaknya itu:

“Foto di-edit2 sesuai dgn mau nya...pemimpin idolanya jg do edit2 spy keliatan bagus...hidup dalam dunia fantasi”

 (Padahal dia yang sedang hidup dalam dunia fantasi, bermimpi menjadi gubernur DKI). 

“Mrk yg percaya foto editan @Alkohler7 dukung ahok adalah mrk yg tdk sadar kalo sedang mengalami gangguan jiwa...ADP”


Sedang Al Ghazali sendiri me-mention Ahok di Twitter, dengan kata-kata seolah-olah Ahok-lah yang kurang kerjaan yang membuat meme itu itu, dia benulis kepada Ahok: "Ini yang asli jangan di edit lagi ya om @basuki_btp”, lengkap dengan fotonya yang sedang memegang kertas bertuliskan : “Nama saya ... Al Ghazali Tidak Mungkin Pilih Ahok!”

Betapa lucu dan konyolnya, tak heran kicauan bapak-anak ini malah membuat netizen tertawa terpingkal-pingkal, terguling-guling di lantai sambil menahan perutnya alias “l.o.l.” Hal itu  tercermin dari begitu banyaknya tanggapan netizen yang malah menertawai kicauan-kicauan mereka tentang meme itu.

Orang iseng kok ditanggapi sampai super serius seperti itu.
 
‏Ahmad Dhani juga berkicau:

Mrk yg percaya foto editan @AlKohler7 dukung ahok adalah mrk yg tdk sadar kalo sedang mengalami gangguan jiwa...ADP


Padahal, siapa sebetulnya yang mengalami gangguan jiwa, saking terobsesinya dia dengan Ahok, dan  begitu tingginya nafsunya untuk menjadi gubernur DKI Jakarta dengan kwalitasnya yang begitu rendahitu? Bagaimana bisa katak hendak menjadi lembu? Jika terus dipaksakan akibatnya “katak” bisa mengalami gangguan jiwa (gangguan jiwa itu tidak sama dengan gila,lho).
 Namun demikian, harus diakui penampilan Ahmad Dhani dengan berbagai aksi dan pernyataannya itu cukup menghibur bagi kita yang mengikuti perkembangan di seputar bakal calon gubernur penantang Ahok itu.  Maka, tak heranlahlah di Kompas.com, berita dan pernyataan-pernyataan Ahmad Dhani itu hampir selalu ditempatkan di rubrik “Entertainment,” karena memang lebih pas ketimbang dimasukkan di rubrik politik. Konyol dan lucu lebih cocok di rubrik “Entertainment,” alias hiburan. Menanggai netizen yang malah mem-bully-nya ramai-ramai itu, Ahmad Dhani pun membalasnya dengan mengumpat para netizen dengan sebutan “monyet-monyet”, sesuatu yang akan lain ceritanya jika yang menyebuit “monyet” itu adalah Ahok: 

Sy pernah di bunuh karakternya oleh bbrp infotaintment,tp tdk mati....apa monyet2 medsos bs membunuh karakter sy?ha..ha...buat lucu2an aja.



Twitter Ahmad Dhani 8/3/2016

Padahal dialah yang paling lucu, yang membuat netizen terhibur di tengah-tengah serius dan semakin memanasnya persaingan di ajang pilgub DKI 2017 itu (baca: Ahmad Dhani Panen Hujatan Diminta Belajar Disuruh Ngaca Hingga Diketawain Kecebong).
Untuk hal ini, kita memang harus akui, tidak ada Ahmad Dhani, Pilkada DKI bakalan nggak seru dan lucu. *****

sumber: kompasiana.com/Daniel. H.T



www.lisboa369.com
Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473