slide show

Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" />
Selamat datang di blogspot lisboa369
Tampilkan postingan dengan label jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jakarta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Juni 2016

Pernyataan Risma Ketika Ditanya Kesiapan Pilgub DKI



Lisboa369.com - Nama Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, masih sering dikaitkan dengan Pilgub DKI pada 2017 mendatang. Meskipun dia sudah berulang kali menyatakan tak akan meninggalkan Kota Pahlawan.

Dalam beberapa survei, elektabilitas Risma disebut-sebut hampir mendekati calon incumbent, Basuki Tjahaja Purnama. Namun dia tak mau menanggapi survei tersebut sebagai peluang maju pilgub.

"Peluang apa loh? Peluang itu endak (tidak) tahu," kata Risma usai hadiri persidangan di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (7/6).

Risma membantah telah menolak Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri maju di Pilgub DKI. Sejauh ini, kata dia, Mega hanya berpesan untuk maju sebagai gubernur DKI harus memiliki 3 hal.

"Bukan pinangan. Ibu itu ngomongnya, Mba Risma kalau maju harus pakai ini (menunjuk kepala), pakai ini (menunjuk hati), pakai ini. Gitu lho," ujar Risma kepada wartawan.

"Maksudnya aku harus rela (untuk maju di Pilgub). Enggak bisa aku ohh dipaksa gini, itu enggak bisa," tambahnya.

Risma mengaku tidak rela harus meninggalkan Surabaya yang tengah dipimpinnya.

"Enggak rela. Uwis to reek..reek. Aku sudah matur (bilang) sama ibu," kata Risma sambil tertawa.



Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473 

Minggu, 29 Mei 2016

Puti Guntur Soekarno Putri Siap Dicalonkan Sebagai Gubernur DKI Jakarta



Lisboa369.com - Cucu Presiden pertama RI, Puti Guntur Soekarno Putri menegaskan, siap dicalonkan sebagai Gubernur DKI Jakarta apabila mendapatkan penugasan dari partainya, PDI Perjuangan.

"Pokoknya intinya saya siap (maju DKI 1), sebagai kader partai saya siap," kata Puti di acara pagelaran Wayang Kulit di lapangan Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.

Meski demikian, dia mengaku sejauh ini belum ada komunikasi dengan internal partai terkait siapa calon yang akan diusung oleh partainya. Menurut dia, pengusungan calon ada mekanismenya.

"Belum ada komunikasi," kata dia.

Ditanya pendapat pribadi mengurus Jakarta, Puti enggan berandai-andai. Soalnya, dia mengaku masih sebagai warga Jakarta yang kini sedang diurus oleh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Saya masih diurusin sama pemimpin itu (Ahok)," ucapnya.

Seperti diberitakan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hingga saat ini belum menentukan bakal calon Gubernur DKI Jakarta 2017. Sebab, PDIP masih melakukan proses penjaringan dan penjajakan terhadap parpol lain sebelum menentukan siapa yang akan diusung.

"Kita ini punya prosedur dan mekanisme, dan tahapan penjaringan selesai, maka masuk penyaringan. Penyaringan ini dilakukan oleh DPP dengan instrumen," ujar Ketua Plt DPD PDIP DKI Jakarta Bambang DH, saat menghadiri acara HUT PDI Perjuangan yang ke 43, bertema 'Banteng Music Festival 2016 DKI Jakarta', di Hotel Arion Swiss-Bell, Jalan Kemang Raya No 7, Jakarta Selatan,

Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473 

Senin, 23 Mei 2016

Langkah TemanAhok Capai Target 1 Juta KTP



Lisboa369.com - Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sudah mantap  maju dalam Pilkada DKI 2017 melalui jalur independen. Keputusan tersebut dibuat Ahok berkat adanya dukungan penuh dari relawan yang tergabung dalam TemanAhok.

Saat ini mereka sudah mengumpulkan sebanyak 869.706 dukungan melalui  pengumpulan KTP. Jumlah tersebut telah melampaui syarat minimum dukungan untuk calon independen, yaitu 532.213 data KTP seperti yang disyaratkan KPU DKI Jakarta.

Kendati demikian, TemanAhok menargetkan dukungan hingga mencapai 1 Juta. Hal itu juga menjadi syarat yang diberikan Ahok bila para relawan menginginkan dirinya maju melalui jalur independen.  

"Kami optimis. Kami akan terus mengusahakan bisa menggenapi 1 juta KTP," ucap Amalia, Senin (23/5/2016).

Salah satu langkah yang dilakukan demi tercapainya 1 juta KTP, kata Amelia, yaitu dengan semakin memperbanyak posko atau stan pengumpulan KTP. Selain itu, pihaknya juga menggelar berbagai acara hiburan seperti TemanAhok fair yang digelar dalam waktu dekat ini.

"Akhir bulan ini kami akan menyelanggarakan TemanAhok Fair dengan tema Sejuta Teman, Sejuta Harapan. Rencananya tanggal 28-29 Mei di Hall B, Gudang Sarinah Ecosystem, Pancoran," ungkap Amalia.

Dengan acara itu, dia berharap akhir Juni, target 1 juta KTP itu sudah terkumpul.
"Kami berharap bida secepatnya, akhir Mei kalau bisa. Tapi kalau enggak bisa, ya akhir Juni. Yang jelas awal Agustus sudah harus siap diserahkan ke KPUD DKI," kata Amalia.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : https://secure.livechatinc.com/licence/7243931/open_chat.cgi
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Sabtu, 14 Mei 2016

Ahok mengancam akan mengguat PT Agung Podomoro Land (APL) dan Harian Tempo


Lisboa369.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengancam akan mengguat PT Agung Podomoro Land (APL) dan Harian Tempo karena menyebut dirinya menerima barter dana kontribusi tambahan dengan sejumlah proyek di DKI Jakarta salah satunya penggusuran kawasan prostitusi Kalijodo.
“Saya akan gugat, lu dapat darimana tulisan ini. Karena ini penggirangan opini yang bagi saya, ini bajingannya luar biasa. Saya enggak tahu siapa yang bikin ini,” ujar Ahok di Balai Kota, Jumat (13/5).
                      Dalam dokumen yang beredar disebutkan dana yang dikeluarkan oleh PT APL sebagai bagian dari kontribusi tambahan izin reklamasi Teluk Jakarta mencapai Rp392 miliar. Menurut Ahok pemberitaan itu tidak benar. Ahok juga meminta KPK mencari tahu pihak internal yang membocorkan data penyidikan.
“Kan di berita ditulis dari penyidik, informan di KPK, ditulis sama Tempo. Berarti Tempo punya informan di KPK. Tapi aku enggak tahu, penyidik enggak ngeluarin kertas ini lho ke aku? Berarti ini siapa yang fitnah? Kamu ingat enggak Abraham Samad kenapa dipecat? Karena membocorkan BAP (berita acara pemeriksaan), sprindik. Kok Tempo bisa dapat ini?” kata dia.
Dalam dokumen yang beredar disebutkan ada 13 proyek yang dikerjakan oleh PT APL sebagai bagian dari dana kontribusi tambahan, yakni:
1. Rusunawa Daan Mogot dengan nilai Rp92.035.448.182
2. Furnitur Rusunawa DM dengan nilai Rp909.885.000
3. Kali Ciliwung dengan nilai Rp24.278.813.300
4. Rumah Pompa dengan nilai Rp1.378.880.800
5. Kali Mookevart Tahap I dengan nilai Rp27.594.600.000
6. Kali Tubagus Angke dengan nilai Rp37.235.000.000
7. Kali Item Kemayoran dengan nilai Rp37.510.000.000
8. Kali Apuran Tahap I dengan nilai Rp62.150.000.000
9. Kali Sekretaris dengan nilai Rp23.375.000.000
10 Kali Mookevart Tahap II dengan nilai Rp33.550.000.000
11. Kali Apura Tahap II dengan nilai Rp45.925.000.000
12. Pengadaan Tiang PJU Kali Ciliwung dengan nilai Rp729.900.000
13. Penertiban Kali Jodo dengan nilai 6.000.000.000
Dalam dokumen itu kewajiban yang sudah dibayar mencapai Rp218.715.943.217 sisah yang belum dilunasi Rp173.956.584.065


www.lisboa369.com
Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Kamis, 12 Mei 2016

PDIP Jagokan Risma, 33 Pendaftar Lain Munkin Bakal Jadi Korban PHP



Lisboa369.com - Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Jalan Menteng, Jakarta Pusat, dipadati puluhan orang yang mendaftarkan diri menjadi bakal calon Gubernur DKI Jakarta. Beberapa wajah tak asing lagi. Ada mantan menteri era SBY, Yusril Ihza Mahendra, ada pengusaha muda Sandiaga Uno, dan politisi lain.
Mereka mulai menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test. Setelah itu mereka akan menjalani test psikologi. Dari 34 orang bakal calon, akan diseleksi menjadi hanya 5 orang. Setelah itu barulah seluruh calon kepala daerah yang diusung oleh PDIP diharuskan mengikuti semacam pelatihan. Dalam sekolah tersebut akan dipaparkan materi menyoal seputar reformasi birokrasi. Setelah semua proses dijalani, hasil penjaringan akan disodorkan ke petinggi PDIP.
                        Pengamat politik dari The Political Literacy Institute Jakarta Gun Gun Heryanto menyarankan semua bakal calon yang sudah mendaftarkan diri ke PDIP tidak terlalu berharap banyak. Sebab, proses penjaringan bakal calon gubernur DKI yang dilakukan PDIP hanya sebagai strategi politik untuk memilih calon alternatif.
"Belum tentu yang mendapat nilai tertinggi dalam fit and proper test otomatis jadi kandidat calon gubernur yang diusung PDIP. Karena keputusan terakhir masih ada Bu Mega (Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri)," ujar Gun Gun saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu (11/5) malam.
Gun Gun menuturkan, semua proses yang dijalankan PDIP bukan untuk memilih calon utama, melainkan hanya calon alternatif saja. Keputusan politik PDIP bisa saja berubah di detik-detik akhir. Apalagi masih ada peluang memberi 'tiket' pada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk bertarung di Pilgub DKI Jakarta.
"Oleh karena bergantung Bu Mega, maka siapapun yang ikut fit and proper test belum tentu jadi kandidat de facto PDIP. Injury time berubah, bisa saja Bu Risma. Jadi jangan terlalu berharap. Ya bisa jadi PHP (Pemberi Harapan Palsu)."
                     Dia menganalisa sikap politik PDIP yang semula memberikan prioritas utama pada calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang kemudian berubah karena konstalasi iklim politik. Kemudian muncul nama Risma yang digadang-gadang calon kuat untuk melawan Ahok. Peluang Risma semakin besar karena kader asli PDIP.
Gun Gun memahami banyak politisi dan pengusaha berbondong-bondong datang dan rela mengikuti proses penjaringan PDIP karena partai berlambang banteng moncong putih ini satu-satunya yang berhak mengajukan calon sendiri. Karena besarnya peluang PDIP mengajukan calon sendiri, banyak yang berharap merebut tiket emas dari Megawati. Padahal, kata dia, proses penjaringan secara terbuka yang dilakukan PDIP, juga bisa dipandang sebagai bagian dari strategi politik menarik perhatian warga DKI Jakarta. "Jadi panggung PDIP juga," ucapnya.
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menegaskan bahwa Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berpeluang besar untuk diusung partainya dalam persaingan Pilgub DKI 2017. Maka dari itu kemungkinan besar PDIP akan mempersiapkan Risma untuk melawan petahanan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
"Ada peluang kalau saya kira, cuma masih fifty-fifty," kata Andreas di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu (11/5).

Menurut Andreas, nama Risma bisa dimunculkan secara mudah melalui proses internal PDIP. "Ini kan ibaratnya main kartu. Lu kasih keluar kartu yang mana, gue kasih keluar kartu yang mana," tuturnya.

Rabu, 11 Mei 2016

Isu Sara Pilgub DKI Jakarta




Lisboa369.com - Indostrategi melakukan survei terkait potensi konflik sosial yang mungkin muncul jelang Pilgub DKI Jakarta 2017. Hasilnya, lebih dari setengah responden yakin bahwa warga Jakarta tak akan terpengaruh oleh isu-isu SARA yang dapat memantik konflik sosial.

Hasil survei dipaparkan oleh Direktur Eksekutif Indostrategi Andar Nubowo dalam jumpa pers di Hotel Alia, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (10/5/2016). Hadir dalam jumpa pers yakni Peneliti LIPI Ahmad Najib Burhani dan Pendiri Public Virtue Institut Usman Hamid.

"Sebanyak kira-kira 29% responden yakin bahwa masyarakat DKI Jakarta bisa terbelah oleh isu-isu SARA, yang menentang keyakinan ini sebanyak 59%, dan sisanya sebanyak 10% adalah ragu-ragu," kata Andar.

Survei dilakukan pada 1-12 April 2016 dengan melibatkan 1.200 responden yang dipilih secara acak. Tujuan survei terutama untuk mengetahui tanggapan masyarakat terhadap isu SARA yang kerap ditemui.

"Survei menunjukkan kecenderungan hubungan yang baik di antara warga DKI Masyarakat Jakarta adalah masyarakat yang cukup dewasa dalam melihat perbedaan etnik, agama, dan bangsa," jelas Andar.

Selain potensi kerusuhan, Indostrategi juga menanyakan kepada responden mengenai kemungkinan terjadinya kerusuhan seperti Mei 1998 dalam moment Pilkada 2017. Hasilnya, mayoritas berpandangan kemungkinan tersebut tak akan terjadi.

"Mayoritas warga DKI menampik kemungkinan ini yakni sebesar 62,25%, yang berpandangan sebaliknya yakni sebesar 24,2%, dan sisanya ragu-ragu sebesar 14,6%," jelas Andar.

Andar pun meminta para kandidat yang maju di Pilkada DKI 2017 agar tak menggunakan isu SARA selama kampanye. Hal tersebut dianggap justru dapat memberi efek buruk pada kerukunan warga DKI.

"Isu kampanye SARA belum tentu efektif dalam mempengaruhi pilihan politik, justru bisa berakibat buruk kepada persatuan masyarakat DKI Jakarta," ujar Andar.

"Apalagi, akhir-akhir ini, setidak-tidaknya, muncul isu-isu identitas yang berpotensi membelah kebhinekaan, persatuan dan kesatuan bangsa, yakni soal agama, etnik, ras golongan, dan bangkitnya komunisme," jelasnya.

Minggu, 08 Mei 2016

Mau Mendengarkan Saran Sandiaga Uno , Ahok Tunda Penggusuran


              Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akan menunda penggusuran permukiman liar hingga Lebaran. Dengan demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak akan menggusur permukiman liar pada bulan Ramadhan.
"Kalau memang masih bisa tunda pekerjaan setelah Lebaran, kami akan (gusur) setelah Lebaran," kata Ahok, di Balai Kota, Sabtu.
Meski demikian, ia kembali menyebut penertiban dilakukan setelah unit rumah susun tersedia.

"Semua tergantung rusun," kata Ahok.

Ahok sebelumnya telah menertibkan kawasan Kalijodo dan Pasar Ikan. Rencananya, dua kawasan tersebut akan dijadikan sebagai ruang terbuka hijau (RTH).
Imbauan agar Ahok tidak menertibkan permukiman liar pada bulan Ramadhan juga datang dari bakal calon gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Pemprov DKI Jakarta harus lebih mendekatkan diri kepada warga sebelum melakukan penggusuran.

 Bakal calon gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk tidak lagi menggusur pemukiman warga karena sudah akan masuk bulan Ramadhan.
Dia mengimbau, komunikasi harus ditekankan oleh Ahok sebelum menertibkan pemukiman warga.
"Sekarang saya kira, (Ahok) cooling down, ini sudah mau masuk bulan Ramadhan, terakhir bulan Rajab dan masuk bulan Ramadhan. Kita cooling down dululah," kata Sandiaga di sela kunjungannya di Tanjung Duren, Jakarta Barat, Jumat (6/5/2016).

Pengusaha itu menyebutkan kelemahan Pemprov DKI Jakarta adalah komunikasi. Dia mengimbau Ahok agar mendengar aspirasi warga dan melakukan konsultasi publik. Kemudian, lanjutnya, wali kota dan camat harus duduk bersama dengan warga.
"Kalau tujuan dan niatnya ikhlas dan nawaitunya itu tulus membangun dan bermanfaat bagi khususnya warga menengah ke bawah, pasti akan diterima kok. Rakyat itu mendukung upaya-upaya pemerintah selama berpihak kepada mereka," kata Sandiaga.

Dia menyebutkan, salah satu insiden kurangnya komunikasi adalah kericuhan yang terjadi beberapa waktu lalu saat Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah menyambangi kawasan Luar Batang, Jakarta Utara.
Seorang personel satpol PP luka-luka akibat amukan massa.

"Karena mungkin kondisinya yang sangat emosional yang sangat tinggi. Oleh karena itu saya sarankan untuk cooling down dulu, disejukkan dulu, dengan program-program yang enggak usah dibicarakan dulu," tutur Sandiaga.


Jumat, 06 Mei 2016

Pertumbuhan Ekonomi DKI Anjlok



                      Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta mengungkapkan realisasi pertumbuhan ekonomi di ibu kota Jakarta selama triwulan I 2016 sebesar 5,62 persen, lebih rendah dibanding triwulan IV 2015 dan di bawah perkiraan BI.
“Perekonomian DKI Jakarta pada triwulan I 2016 tumbuh 5,62 persen secara tahunan (yoy) lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, yaitu 6,48 persen (yoy), dan berada di bawah perkiraan BI,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta Doni P Joewono dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (5/5).
                Menurut Doni, optimisme konsumen yang semakin kuat dengan peningkatan pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada triwulan I 2016 tidak diikuti dengan perbaikan kinerja belanja pemerintah dan kinerja ekspor.
Kedua komponen ini justru tumbuh lebih rendah sehingga secara keseluruhan mengakibatkan pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan ini menjadi lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya.
Melemahnya kinerja belanja pemerintah pusat mengkontribusi penurunan konsumsi pemerintah pada triwulan ini.
                Serapan belanja APBD DKI Jakarta yang cukup baik pada triwulan I 2016 tidak diimbangi dengan penyerapan belanja APBN melalui kementerian/lembaga yang optimal.
Relatif besarnya peran belanja kementerian/lembaga dalam komponen pengeluaran pemerintah di Provinsi DKI Jakarta dan lemahnya kinerja penyerapan belanja APBN oleh kementerian/lembaga berdampak pada lebih rendahnya pertumbuhan konsumsi pemerintah di Jakarta.
Meskipun lebih rendah dibanding triwulan IV 2015 dan perkiraan BI, namun realisasi angka pertumbuhan ekonomi triwulan I 2016 sebesar 5,62 persen itu lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015 yang tercatat sebesar 5,54 persen (yoy).
Sementara itu, masih lemahnya perkembangan ekonomi global berdampak pada terkontraksinya kinerja ekspor dari DKI Jakarta.
                Perkembangan ini terutama terjadi pada penurunan ekspor barang dan berdampak pada melambatnya kinerja industri pengolahan pada triwulan I 2016.
Namun demikian, konsumsi rumah tangga masih terus menunjukkan perbaikan seiring dengan perbaikan optimisme konsumen dan membaiknya daya beli masyarakat.
“Hal ini tidak terlepas dari adanya peningkatan UMP dan turunnya harga beberapa komoditas akibat penyesuaian harga BBM dan tarif tenaga listrik (TTL),” kata Doni.
Menurut dia, peningkatan konsumsi rumah tangga tersebut juga tercermin dari meningkatnya penjualan mobil, aktivitas impor barang konsumsi dan aktivitas lapangan usaha perdagangan.
Sementara itu, perilaku investor swasta yang masih cenderung menunggu (wait and see) berdampak pada masih lemahnya kegiatan investasi di triwulan ini.
                Perkembangan ini terutama terjadi pada investasi bangunan sektor swasta di tengah membaiknya realisasi pembangunan infrastruktur oleh pemerintah.
Dengan besarnya dominasi sektor swasta, hal ini mengakibatkan turunnya kinerja lapangan usaha konstruksi dan konsumsi semen di Jakarta.
Pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan membaik pada triwulan II 2016. Kondisi tersebut didukung oleh adanya implementasi Paket Kebijakan Ekonomi Pemerintah, terus meningkatnya realisasi pembangunan proyek infrastruktur dan masih kuatnya konsumsi rumah tangga, sebagaimana diindikasikan oleh peningkatan optimisme konsumen pada Indeks Tendensi Konsumen (BPS) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (BI).
               Selain itu, realisasi belanja APBD Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta belanja APBN lewat kementerian/lembaga yang ada di Jakarta diperkirakan akan berkinerja lebih baik pada triwulan II 2016.

“Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta akan terus memonitor berbagai perkembangan baik di tingkat regional, nasional, maupun eksternal, sekaligus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta,” kata Doni Joewono.

Minggu, 24 April 2016

Yusril Komentari Gaya Kepimpinan Ahok




                     Bakal calon gubernur DKI Jakarta Yusril Ihza Mahendra mengkritik Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang kerap memarahi, memaki-maki dan mempermalukan pejabat bawahannya di depan umum. Cara-cara seperti itu, kata Yusril, tidak patut dilakukan oleh seorang pemimpin karena dapat mengganggu suasana kerja dan menurunkan prestasi aparat secara keseluruhan.
“Walikota, kepala dinas, camat, atau PNS bawahan lainnya adalah pejabat administratif yang bekerja menjalankan kebijakan gubernur. Kalau mereka salah tidak sepantutnya dimaki-maki dan dipermalukan di depan umum,” ujar Yusril kepada wartawan di Jakarta, Minggu (24/4).
                    Pernyataan Yusril ini menanggapi tudingan Ahok bahwa Walikota Jakarta Utara Rustam Effendi bersokongkol dengannya. Rustam  sempat curhat melalui akun facebook-nya dan mengatakan bahwa tuduhan dan fitnah dari Ahok sebagai pimpinan sangat menyakitkan hati.
                  Yusril membantah membela Rustam Effendi karena ia mengaku tidak kenal dan tidak pernah berkomunikasi dengan walikota Jakarta Utara itu. Yusril mengaku prihatin atas tuduhan yang diterima walikota Jakarta Utara melakukan persekongkolan dengan dirinya terkait dengan rencana penggusuran kawasan Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara.
                  Yusril mencatat banyak pejabat di DKI Jakarta yang dimarah-marahi Ahok di depan umum dan diancam akan dipecat dari jabatannya. Menurut Yusril mengevaluasi kinerja dan memberhentikan pejabat bawahannya adalah wewenang gubernur sebagai atasan. Namun, lanjut Yusril, tidak harus mempermalukannya di depan publik, bahkan disiarkan di televisi.
“Kalau mau menegur, mengkritik atau memarahi bawahan ya jangan di muka umum. Itu akan membuat mereka merasa diinjak-injak harga dirinya. Lagi pula kan bisa ditegur dan kemudian diingatkan agar mereka bisa bekerja lebih baik lagi,” papar Yusril.
                   Menurut Yusril, para pejabat dan PNS di DKI Jakarta merupakan aset penting yang menentukan berhasil tidaknya  kebijakan yang dibuat oleh gubernur. Mereka harus dirangkul dan didorong untuk menghasilkan kinerja yang optimal. Jika selalu ditakut-takuti dengan ancaman pemecatan dan kata-kata tidak senonoh, mereka tidak akan berani mengambil inisiatif dalam rangka melaksanakan kebijakan gubernur.

“Berilah mereka kebebasan untuk melaksanakan tanggung jawabnya. PNS DKI yang jumlahnya ribuan perlu ‘di-wongke’ dan diperlakukan  secara beradab,” pungkas Yusril


www.lisboa369.com
Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473 



Jumat, 22 April 2016

Ahok Memutuskan Blusukan Karena Jakarta Masih Banjir


                Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok kembali meradang karena Jakarta dikepung banjir. Ahok meluapkan emosinya pada anak buahnya lantaran kerja jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tidak sesuai harapannya dalam menanggulangi banjir.
Satu persatu anak buahnya diceramahi saat rapat penanganan dan antisipasi pencegahan banjir bersama SKPD dan petugas pintu air di ruang Smart City lantai 3, Balai Kota. Mulai dari Wali kota Jakarta Utara, Rustam Effendi, Wali kota Jakarta Pusat Mangara Pardede dan jajaran BPBD DKI Jakarta.
Ahok akhirnya memutuskan blusukan terlebih dahulu sebelum tiba berkantor Balai Kota. Tak seperti biasanya, hari ini (22/4/2016)  Ahok baru tiba di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, pukul 09.15 WIB. Biasanya dia datang pukul 08.00 atau 08.30 WIB. Ternyata, dia blusukan alias turun ke lapangan terlebih dahulu.

Wilayah yang disoroti Ahok adalah banjir yang terjadi di Pademangan, Jakarta Utara dan Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Karena banjir ini juga, dia sampai harus meninjau langsung pintu air marina Ancol dan Gunung Sahari pagi ini.
"Jadi maaf saja nih, aku banyak suudzon sama orang karena aku dikerjain terus ini soal air. Capek ini sudah puluhan tahun Jakarta banjir," kata Ahok di Balai kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (22/4).
Dari pengamatan Ahok, penyebab banjir di Pademangan dan Gunung Sahari bukan karena air laut yang pasang tapi karena air kiriman tidak dialirkan ke waduk Pluit atau Pasar Ikan. Padahal kapasitas Waduk Pluit jauh lebih besar lengkap dengan pompa barunya. Pernyataan Ahok kali ini berbeda dibanding kemarin di mana dia menyebut penyebab banjir karena air laut pasang.
"Dia harusnya kan agak buang ke arah tangki. Kalau dia buang ke tangki langsung masuk ke Pluit, Pasar Ikan, Waduk pluit 2. Jadi ngapain air semua diarahkan ke Gunung Sahari? Ke marina Ancol? Yang membebani Pademangan. Sedangkan kapasitas pompa baru, waduknya dalem sudah dikeruk lagi dua juta kubik, Kok enggak dikasih air?," bebernya.
Ahok menegaskan tidak benar alasan banjir karena air laut pasang dan pompa tidak berfungsi. Sebab, katanya, tanggul jauh lebih tinggi. Tinggi tanggul 2,8 meter sedangkan ketinggian air pasang 1,6 sampai 1,7 meter saja.
"Wali kota bilang air masuk, aku pikir air enggak mungkin masuk karena pengalaman kami di DKI, air pasang tertinggi itu 2,6 meter tahun lalu," jelasnya.

www.lisboa369.com
Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473 

 

Jumat, 01 April 2016

Tri Rismaharini berpotensi Mengikuti Pilgub DKI

Bursa bakal calon Gubernur DKI Jakarta 2107 kian memanas. Sejumlah nama mencuat dan berlomba mengambil simpati publik, mulai dari politikus, pengusaha sampai selebriti ikut mencalonkan diri pada Pilkada DKI 2017. Di antaranya, Yusril Ihza Mahendra, Sandiaga Uno, Ahmad Dhani. Dari nama-nama yang muncul, hingga saat ini belum ada yang bisa menandingi elektabilitas incumbent Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Hal ini berdasarkan survei Charta Politika Indonesia.
Namun, ada satu sosok tokoh yang dianggap bisa menandingi elektabilitas Ahok di Pilgub DKI nanti, yakni Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Dari segi peta kekuatan politik, Risma sudah cukup kuat karena memiliki pengusung partai PDI Perjuangan. Akan tetapi, beberapa waktu lalu Risma secara tegas menyampaikan penolakannya itu secara langsung ke Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, untuk diusung maju pada Pilgub DKI 2017.
Meski demikian, publik DKI terlihat masih menyebut nama Risma dalam daftar favorit pilihan untuk melawan Ahok.
Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya mengatakan, nama Risma selalu muncul dalam setiap survei yang dilakukannya. Risma itu bisa menjadi momok bahkan kuda hitam bagi Ahok, jika PDIP mengusungnya.
Jika diuji elektabilitas head to head dengan Ahok, Tri Rismaharini berpotensi menjadi kuda hitam," kata Yunarto di Jakarta Selatan, Rabu (30/3).
Yunarto memaparkan, hasil survei head to head dari jumlah 400 responden yang tersebar di lima wilayah kota administrasi dan Kepulauan Seribu, nama Risma memperoleh 19,3 persen tingkat keterpilihan.
Apalagi, sambung Yunarto, partai pendukung Risma yakni PDI Perjuangan memiliki basis massa yang sangat besar di DKI Jakarta. Bahkan, dia menilai, Ahok akan kewalahan jika menghadapi Risma dan PDI Perjuangan pada pertarungan pilkada mendatang.
"Basis terbesar PDI Perjuangan itu di Jakarta," tandasnya.
Namun demikian, berdasarkan survei, Ahok masih memiliki elektabilitas jauh di atas Risma head to head. Menurut dia, elektabilitas Ahok mencapai 60 persen, sedangkan Risma hanya 19,3 persen.
Survei ini dilakukan pada 15-20 Maret 2016 melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuisioner terstruktur. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 400 responden yang tersebar di lima wilayah kota administrasi dan Kepulauan seribu.
urvei ini menggunakan metode bertingkat (Multistage random sampling) dengan tingkat kesalahan (margin of Error) 4,9 persen pada tingkat kepercayaan.
Lebih jauh Yunarto menegaskan meskipun kalah survei dari Ahok, Risma mempunyai peluang kuat untuk menjadi penantang kuat melawan Ahok. Alasannya, kata dia, Risma mendapat dukungan penuh dari PDIP dan kinerjanya sudah terbukti di Surabaya.
"Bu Risma sejauh ini bisa menjadi saingan kuat Ahok. Dia dapat dukungan penuh dari PDIP dan track recordnya sudah bagus," ujar Yunarto.
Sebab itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mempertimbangkan nama Risma untuk diusung menjadi calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017. Namun Risma mengaku keberatan dengan wacana tersebut.
Risma sejauh ini tak mau ambil pusing soal niat PDIP mengusungnya di Pilgub DKI. Dia mengaku ingin lebih konsentrasi di periode kedua menjabat sebagai orang nomor satu di Kota Pahlawan.
"Ndaklah. Wong ini Surabaya aja belum dilantik. Kok mikir itu, Saya konsentrasi ke Surabaya. Kasihan warga Surabaya," tukas Risma beberapa waktu lalu.
Sementara itu, saat ditanya apabila memang partainya memutuskan untuk mengusungnya di Pilgub DKI, dia menyatakan dengan tegas akan menolaknya karena cinta dengan warga Surabaya.
"Ndak. Saya kan harus hargai warga Surabaya. Nanti saya akan sampaikan. Karena ini ada saling menghargai lah ya," ucap Risma.
Kendati demikian di dunia politik tidak ada yang mustahil, Risma bisa saja berubah pikiran atau bersedia diusung maju bersaing melawan Ahok memperebutkan kursi orang nomor satu di DKI Jakarta pada Pilkada 2017.


www.lisboa369.com
Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Kamis, 24 Maret 2016

Ahok Orang Pertama Yang Mendapat Buku

Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) menjadi orang pertama yang mendapatkan buku, langsung dari tangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Menanggapi hal ini, Ahok mengaku memang akrab dengan Megawati, melebihi sekat-sekat partai politik.
Buku yang diserahkan bertajuk "Megawati dalam Catatan Wartawan, Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat", diluncurkan di Gedung Arsip Nasional, Jl Gadjah Mada, Jakarta Pusat.
"Ada 10 buku yang mau kita bagikan. Dari huruf A saja, yang sekarang jadi hot news, untuk tetap belajar tentang perjuangan dan berpolitik, saya pilih Pak Ahok," kata salah satu penulis buku, Ninil WDA dari Tempo.
Buku yang ditulis oleh 22 wartawan dan disunting oleh Kristin Samah. Setelah ditunjuk untuk menerima buku, Ahok yang berbatik cokelat bercorak hitam ini maju ke atas panggung.
Senyum terkembang, kemudian bersalaman dengan Megawati yang sama-sama tersenyum. Sekitar 30 detik di atas panggung, Ahok lantas turun dari panggung.
Setelah Ahok, sejumlah tokoh dan kader juga menerima buku. Ada mantan Kepala BIN Hendropriyono yang menjadi penerima buku urutan kedua. Penerima buku lainnya adalah Kepala BIN Sutiyoso, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf yang dulu adalah sopir Megawati, dan Wakil Presiden ke-11 Ri Boediono.
Terakhir, putri Megawati yang kini duduk sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani ditunjuk langsung Megawati untuk menerima buku.
"Saya sih senang (dapat buku giliran pertama). Kan saya hubungan dengan Bu Mega kan kayak kakak-adik, yang melampaui kayak hubungan parpol," kata Ahok usai peluncuran buku 'Megawati dalam Catatan Wartawan, Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat', di Gedung Arsip Nasional No 111, Jalan Gajah Mada, Jakarta
Bahkan ketika dirinya bersitegang dengan PDIP-pun, Ahok tetap dekat dengan Megawati. Meski Ahok bukan kader PDIP, namun itu tak menjadi penghalang kedekatannya dengan putri proklamator Soekarno ini.
"Makanya (saat) parpol PDIP marah sama saya, saya bilang 'Gue (Saya) kan bukan orang PDIP'. Gue bilang saja, 'Gue orangnya Bu Mega'," ujar Ahok.
Soal buku ini, Ahok menilai 22 wartawan penulisnya bisa menuangkan yang mereka rasakan saat bersama Megawati. Buku ini bisa menjelaskan siapa Megawati sebenarnya.
"Ini bagian dari catatan sejarah buat bangsa ini, bagaimana orang bisa menilai Bu Megawati. Selama ini orang menilai salah terhadap beliau, saya kebetulan dekat dengan beliau, dan saya kira banyak orang yang salah," kata Ahok.
Dalam acara tersebut, Megawati menceritakan dirinya yang marah soal pelesetan lambang PDIP yakni banteng moncong putih yang diberi anting. Megawati menyeru juga kepada Ahok dengan seruan yang sama saat dia marah atas perkara yang menurutnya menyerempet isu LGBT dan pelesetan lambang PDIP.
"Jadi saya ke Pak Ahok ya begitu, 'Yang jantan dong!'," kata Megawati setengah berteriak dan disambut tepuk tangan para hadirin. Banyak elite PDIP di situ.
"Tapi saya bingung, saya kan bukan jantan," sambung Megawati saat derai tawa dan tepuk tangan ratusan hadirin masih terdengar.

Sabtu, 19 Maret 2016

Langkah Transparansi Anggaran Di Pemprov DKI

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal menambah 3 layanan baru berbasis elektronik bagi warga DKI. Tiga sistem informasi elektronik yang dimaksud, yakni Sistem Informasi e-Retribusi, sistem informasi e-Aset dan sistem informasi Buku Kas Umum (e-BKU).
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama didampingi oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta Heru Budihartono, dan Direktur Utama (Dirut) PT Bank DKI Kresno Sediarsi siang tadi meluncur 3 layanan ini ke publik.
Usai peluncuran, Heru mengatakan 3 sistem baru ini dikenalkan kepada warga DKI karena Pemprov DKI ingin lebih terbuka terutama soal pengelolaan aset dan transaksi keuangan.
"Intinya, ketiga sistem informasi ini untuk mempermudah transparansi dan pengelolaan aset," kata Heru di Balai Kota, Jakarta Pusat.
Dalam kesempatan yang sama, Ahok sapaan Basuki menambahkan dengan adanya 3 sistem ini, Pemprov DKI ingin meminta kepada warga DKI untuk ikut berperan dalam pengawasan soal keuangan Pemerintah Daerah.
"Saya ingin semua aplikasi dapat diawasi masyarakat. Makanya kita bikin semuanya dalam bentuk elektronik," terangnya.
Selain itu, pengawasan internal yang bakal dilakukan Ahok adalah menghapus sistem tarik uang secara kontan semisal untuk belanja daerah. Sistem yang dilakukan ada transfer sehingga akan lebih mudah dikontrol dan dilacak.
"Sekarang di DKI tidak bisa menarik uang kontan satu rupiah pun, semua harus transfer. Jadi kalau ada apa-apa, saya lacaknya gampang," tandas mantan politisi Gerindra ini.
Ditambahkannya, ketiga sistem ini sebenarnya sudah berjalan, namun dia ingin 3 aplikasi ini lebih dimanfaatkan secara optimal oleh jajaran SKPD maupun UKPD di lingkungan Pemprov DKI.
Untuk diketahui, e-Retribusi sendiri adalah aplikasi yang mempermudah warga DKI untuk membayar retribusi secara langsung melalui bank. Nantinya retribusi yang dibayarkan akan langsung tercatat dalam laporan keuangan Bank DKI.
Sedangkan, e-BKU adalah aplikasi yang mempermudah laporan transaksi keuangan daerah tiap harinya. Laporan keuangan itu sendiri dapat langsung dipantau oleh Gubernur dan Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah, dan Asisten Sekretaris Daerah.
Ketiga, E-Aset, sistem aplikasi ini dibuat untuk memberikan kemudahan bagi pimpinan SKPD dan UKPD ataupun BUMD DKI dalam memasukkan laporan aset mereka dalam sistem digital yang dapat diakses semua orang.


www.lisboa369.com
Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473 

Kamis, 17 Maret 2016

Jakarta Butuh Sistem Bukan Figur

Keputusan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk maju melalui jalur independen dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 dinilai beresiko tinggi. Segala kemungkinan bisa terjadi.
Termasuk kemungkinan relawan pendukungnya, "Teman Ahok" tak berhasil mengumpulkan target satu juta fotokopi KTP. Namun, Basuki mengaku tak ambil pusing menghadapi Pilkada DKI 2017.
Tugasnya kini hanya bekerja dan mempersiapkan sistem agar pemerintahan DKI Jakarta tetap berjalan. Ia ingin meninggalkan kesan yang baik bila nantinya dia tidak terpilih lagi menjadi Gubernur DKI Jakarta.
"(Kepemimpinan) saya sampai Oktober 2017 pun kamu akan lihat bedalah Jakarta. Tahun ini kamu lihat Jakarta beda lah, saya jamin," ujar Ahok beberapa waktu lalu.
Di samping itu, Ahok menginginkan gubernur selanjutnya dapat menerapkan standar tinggi dalam melayani warga Jakarta. Salah satu sistem yang tengah dibangunnya adalah sistem penyusunan penganggaran melalui e-budgeting hingga satuan ketiga.
Gubernur penggantinya tidak dapat lagi mengutak-atik sistem yang ia bangun dan warga dapat mengawasinya. Bahkan, menurut dia, Gubernur yang mencoba mengubah sistem yang sudah dia bangun, akan berdampak buruk bagi mereka.
"Saya jamin sistem yang saya bangun, (gubernur) yang gantiin saya pun kalau dia ubah sembarangan pasti dicaci maki orang, langsung jatuh dia. Saya buat standar tinggi," kata Basuki.
"Kamu tahan enggak jadi gubernur tiap hari datang masuk pagi pukul 07.30 WIB sampai pulang malem, Sabtu-Minggu bawa pulang koper. Liburan bawa pulang koper. Mana ada disposisi saya yang lebih dari seminggu," kata Basuki lagi.
Jakarta butuh sistem bukan figur
Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran, Muradi, melihat tidak akan ada perubahan yang signifikan ketika Jakarta berganti kepemimpinan. Termasuk jika Basuki tidak memimpin ibu kota kembali.
Muradi menjelaskan, sistem pemerintahan DKI Jakarta tetap akan berjalan, meskipun berganti kepemimpinan.
"Siapapun pemimpinnya tidak masalah, sistem tetap berjalan. Shock di awal pasti ada, tapi itu terjadi normatif saja," kata Muradi.
Ia mengatakan, berbagai sistem seperti e-budgeting, pembelian barang dan jasa melalui e-katalog, serta pengusulan anggaran melalui e-musrenbang tetap akan berjalan. Yang dibutuhkan hanyalah pengawasan dari gubernur, satuan kerja perangkat daerah, DPRD DKI, serta warga Jakarta sendiri.
"Selama dibangun sistem, individu bukan lagi menjadi unsur kuat. Berganti kebijakan, birokrasi tetap akan dibangun dan berjalan. Karena yang dibutuhkan itu adanya sebuah sistem bukan figur," kata Muradi.

Senin, 29 Februari 2016

Wagub DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat tinjau Kalijodo

Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat meninjau Kawasan Kalijodo beberapa jam menjelang eksekusi. Beliau tiba sesaat setelah kebakaran di sebuah rumah di Kalijodo berhasil dipadamkan.

Djarot tiba di lokasi sekitar pukul 22.30 WIB. Ia sejenak berkeliling Kalijodo ditemani Wali Kota Jakarta Barat Anas Efendi.

"Tadi beliau ngecek-ngecek persiapan saja. Buat besok," ucap Anas menjelaskan maksud kedatangan Djarot, di Kawasan Kalijodo, Jakarta Barat, Minggu (28/2/2016).

Djarot berada di kawasan Kalijodo sekitar 30 menit. Tak lama, ia pun meninggalkan lokasi.

Selain Anas, tampak pula Kapolsek Tambora Kompol Wirdhanto Hadicaksono.

Kamis, 25 Februari 2016

Ridwan Kamil: Mau Maju atau Tidak ke Pilgub DKI, Tunggu Senin Depan

Ungkapan bela sungkawa Ridwan Kamil atas berpulangnya Habib Selon. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mulai memberikan sinyal, terkait pencalonannya dalam Pilgub DKI Jakarta 2017. Pria yang karib disapa Kang Emil itu akan mengumumkan keputusan itu pada Senin 29 Februari mendatang.

"Saya pengumuman Senin ya, pengumuman maju atau tidaknya Senin," ujar Kamil usai bertemu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Balai Kota Jakarta, Kamis (25/2/2016).

Kamil mengatakan, masih harus bersilaturahmi dengan beberapa tokoh untuk memantapkan keputusannya maju pada Pilkada DKI. Sehingga masih butuh waktu lebih untuk berpikir lebih dalam.
"Saya hitung Senin karena ada deadline di bulan April, saya hormati dan Senin saya ambil keputusan. Saya masih ada 1 silaturahim lagi di weekend ini," beber lulusan Teknik Arsitektur ITB itu.

Namun, suami Atalia Praratya Kamil itu enggan menyebutkan siapa saja tokoh yang akan dimintai pendapat dan pandangan, untuk memantapkan langkahnya 'hijrah' ke Jakarta.

"Banyak ke tokoh nasional, minta aspirasi juga lah," pungkas Kamil.

Ridwan Kamil disebut-sebut menjadi calon kuat gubernur DKI Jakarta yang diusung Partai Gerindra, untuk melawan Ahok pada Pilkada DKI 2017. Sedangkan April merupakan target penetapan calon gubernur dari Gerindra.