slide show

Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" />
Selamat datang di blogspot lisboa369
Tampilkan postingan dengan label pilgub dki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pilgub dki. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 September 2016

Peta politik Pilgub DKI 2017


Situs Cashmarket Agen Resmi Maxbet , Agen Resmi Sbobet Dan Casino online terpercaya di indonesia Mitra Resmi Ionclub(Agen khusus Ionclub atau agen ioncasino)


Lisboa369.com - Peta politik Pilgub DKI 2017 semakin dinamis. Kini menguat opsi tiga pasang calon di Pilgub DKI yang akan dihelat Februari tahun depan itu.

Awalnya, pertarungan di DKI hanya akan diperebutkan partai yang mendukung Ahok dan yang menolak Ahok. Bahkan sudah ada deklarasi DPD PDIP, Gerindra, Demokrat, PKS, PAN, PPP dan PKB dengan nama koalisi kekeluargaan untuk melawan Ahok.

Jauh hari, Golkar, NasDem dan Hanura menyatakan dukungan kepada Ahok. Dua kutub ini yang tinggal selangkah lagi akan berebut kursi DKI 1 dan DKI 2. Sayang, konstelasi politik kemudian berubah.

PDIP dikabarkan bakal merapat ke Ahok dengan asumsi duet bersama Djarot Saiful Hidayat. Gerindra pun langsung mendeklarasikan usung Sandiaga Uno sebagai Cagub DKI, tak lagi berharap dengan PDIP untuk memajukan Tri Rismaharini.

Dua minggu jelang pendaftaran jalur parpol Pilgub DKI dibuka, konstelasi berubah lagi. Partai-partai yang hendak melawan Ahok berpotensi pecah menjadi dua bagian. Hal ini merujuk PKS mendeklarasikan Mardani Ali Sera untuk jadi cawagub DKI Sandiaga Uno.

Sebelum ada deklarasi dukung Mardani, enam partai yakni Gerindra, PAN, PKS, PKB, PPP dan Demokrat bersatu dukung Sandiaga Uno, tinggal mencari pendampingnya. Namun setelah deklarasi Mardani ini, kondisi berubah.

PKB malah ingin mencabut dukungan buat Sandiaga Uno. Hal ini karena klaim PKS yang menyatakan Gerindra sudah sepakat dukung pasangan Sandiaga-Mardani.

"Kayaknya PKB tarik dukungan dari Sandiaga Uno," kata Abdul Aziz.

Bahkan sehari setelah kabar PKS mengusung Mardani, bakal calon gubernur DKI Jakarta yang sempat meredup, Yusril Ihza Mahendra sesumbar. Dengan menggandeng Sekda DKI Saefullah, Yusril yakin akan ada poros baru di DKI. Dia yakin mendapat dukungan Demokrat dan PAN maju sebagai cagub DKI.

"Sejak beberapa minggu yang lalu Pak SBY turun tangan, Pak Amien Rais juga turun tangan, dengan kapasitas masing-masing yang ada pada beliau dan merangkai kekuatan-kekuatan politik ke partai-partai dan hasilnya sudah ada walaupun tidak berhasil meyakinkan partai Gerindra dan PKS," ujar Yusril di Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (10/9).

Menurut Yusril, SBY dan Amien Rais saat sedang menggalang dukungan dari dua partai lain yakni PPP dan PKB. Yusril menyebut pada tanggal 15 September mendatang sudah ada kepastian soal pencalonan dirinya.

LISBOA369 AGEN RESMI SBOBET SERTA AGEN KHUSUS IONCLUB ATAU IONCASINO UNTUK LIVE GAME ONLINE, JUGA AGEN RESMI MAXBET YANG TERPERCAYA SAAT INI NO 1 DI INDONESIA.

Hitung-hitungan politik tiga poros

Merujuk pada Undang-Undang nomor 8 tahun 2015 Tentang Pemilihan Kepala Daerah. Parpol sekurang-kurangnya punya 20 persen kursi atau 25 persen suara di Pemilu 2014.

Total kursi di DPRD DKI Jakarta ada 106 kursi. Sehingga batas minimal partai politik untuk mengusung calon gubernur yakni 21 kursi di DPRD DKI.

Ahok didukung oleh Golkar 9 kursi, NasDem 5 kursi dan Hanura 10 kursi, total 24 kursi, sudah cukup untuk mencalonkan cagub.

Sementara Sandiaga Uno dan Mardani Ali Sera dengan sinyal dukungan koalisi Gerindra 15 kursi dan PKS 11 kursi, total 26 kursi. Sudah cukup untuk mengusung Sandiaga-Mardani.

Poros ketiga, dengan dukungan Demokrat 10 kursi, PPP 10 kursi, PKB 6 kursi dan PAN 2 kursi, total 28 kursi. Sudah cukup untuk mencalonkan Yusril Ihza Mahendra dan Saefullah.

Hanya PDIP yang bisa mencalonkan sendiri dengan kekuatan 28 kursi di DPRD DKI. Namun hingga kini, PDIP belum memutuskan. Kabar terkhir, akan mendukung Ahok.

Namun hitung-hitungan di atas hanya prediksi. Konstelasi politik masih sangat dinamis dan dapat berubah jelang pendaftaran di KPU DKI pada 21 September nanti. Baru Golkar, NasDem dan Hanura yang sudah memastikan diri mendukung Ahok.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
 
silahkan hubungi kami melalui:
Livechat : Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Jumat, 02 September 2016

Pilgub DKI Belum Dimulai, Perperangan Ahok-Sandiaga Uno Makin Panas


Situs Cashmarket Agen Resmi Maxbet , Agen Resmi Sbobet Dan Casino online terpercaya di indonesia Mitra Resmi Ionclub(Agen khusus Ionclub atau agen ioncasino)


Lisboa369.com - Saling kritik antar bakal calon gubernur DKI semakin intens terjadi. Padahal, pendaftaran bagi para bakal cagub-cawagub dari parpol baru akan dibuka KPU DKI pada, 21 September mendatang.

Adalah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan calon pesaingnya Sandiaga Uno yang kerap berbalas serangan kata-kata di media. Beberapa waktu lalu Sandiaga Uno yang bakal diusung Gerindra di Pilgub DKI nanti menyindir sikap ngotot Ahok yang menolak cuti dari posisi gubernur DKI saat kampanye Pilgub DKI.

Dia menilai alasan Ahok menolak cuti kampanye karena ingin memantau langsung pembahasan APBD DKI 2017 sangat berlebihan. Dia melihat alasan Ahok menolak cuti kampanye karena takut digembosi dalam pembahasan APBD tak masuk akal karena semua pembahasan rapat sudah transparan.

Tak cuma itu, Sandiaga menyebut Ahok menolak cuti hanya agar bisa memanfaatkan fasilitas negara untuk kampanye.

"Saya justru khawatir bahwa ini adalah sebuah rencana untuk menggunakan fasilitas negara dalam berkampanye. Jadi saya khawatir itu, siapa yang bisa membedakan dia sedang berkampanye atau dia sedang menjalankan tugasnya sebagai Gubernur? Hukum kita sudah mengatur bahwa ke depan untuk melakukan pemisahan fungsi dia sebagai gubernur atau petahana dipidahkan sehingga tidak menggunakan fasilitas negara," kata Sandiaga di Kantor DPP PAN, Jalan Senopati, Jakarta, Selasa (23/8) malam.

Pernyataan Sandiaga pun mendapat tanggapan dari Ahok. Mantan anggota DPR ini justru balik menyindir Sandiaga tak paham hukum.

LISBOA369 AGEN RESMI SBOBET SERTA AGEN KHUSUS IONCLUB ATAU IONCASINO UNTUK LIVE GAME ONLINE, JUGA AGEN RESMI MAXBET YANG TERPERCAYA SAAT INI NO 1 DI INDONESIA.

"Gini aja lah, nanti tunggu di sidang MK ajalah. Berdebat sama orang di media, enggak ngerti hukum, ngapain. Di MK saja kita debatnya," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (1/9).

Sebelumnya, Sandiaga juga kerap mengritik keras Ahok. Sandiaga menyayangkan kinerja Ahok. Berbagai permasalahan terjadi di Ibu Kota Jakarta, mulai dari harga bahan pokok yang semakin meningkat hingga kemacetan yang semakin parah.

"Tiga bulan terakhir, khususnya satu bulan ini, kemacetan semakin akut. Dalam hal ini, pemerintah gagal, pemerintah ingkar janji mengatasi masalah kemacetan," ucap Sandiaga Uno kepada awak media di Hotel Cemara 2, Jakarta Pusat, Minggu (19/6) lalu.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan sosok Gubernur baru yang peduli terhadap masyarakat. Gubernur yang dapat menurunkan harga bahan pokok agar masyarakat kembali sejahtera.

"DKI tahun 2017 membutuhkan Gubernur baru," tegasnya.

Selain permasalahan kemacetan dan harga bahan pokok yang semakin melambung tinggi, Sandiaga Uno juga menyoroti permasalahan kesehatan dan pendidikan yang ada di Ibukota. Menurutnya, banyak warga yang mengeluhkan tentang jaminan sosial di bidang kesehatan.

"BPJS misalnya, banyak keluhan dari warga Ibu kota tentang jaminan sosial di bidang kesehatan itu dari mulai birokrasi kepengurusannya sampai pada premi yang dibayarkan," kata Sandiaga.

Sementara itu, Ahok juga pernah menyindir Sandiaga Uno tak berpengalaman di DKI. Karenanya Ahok mendukung jika Sandiaga duet dengan Sekda DKI Saefullah di Pilgub DKI nanti.

"Karena Sandi kan tidak pengalaman, dan Sekda sudah ikut saya sekian lama, siapa tahu Tuhan mengizinkan dia terpilih. Apalagi Sandi sudah yakin, ini bakal jadi kantor dia di 2017," kata Ahok, usai menjadi pembicara Young On Top (YOT) Nation Conference 2016, di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (13/8).

Tak cuma itu, Ahok juga menyindir Sandiaga hingga saat ini tak punya ide dan program untuk DKI. Menurutnya, Sandiaga hanya mengadopsi dan mendukung program yang dimiliki Ahok. Karenanya, Saefullah pilihan yang tepat untuk menjadi wakil Sandiaga.

"Toh Sandi sampai hari ini tidak melahirkan ide-ide program hebat apa, hanya mendukung semua program saya, ya sudah cocok Sekda jadi wakil," ujarnya.

"Sekda sudah akan siap, kalau dia tidak bodoh, tidak menerima suap, harusnya dia bisa melanjutkan apa yang saya lakukan," tandasnya.



Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
 
silahkan hubungi kami melalui:
Livechat : Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Sabtu, 23 Juli 2016

Sambut ibu Risma, Pendukung: Bu Mega, Kami Siap Menangkan ibu Risma di Pilgub DKI

Dukungan terus mengalir untuk membawa Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) maju ke Pilgub DKI 2017. Petang ini, puluhan orang yang mengatasnamakan sebagai pendukung Risma membawa spanduk berisi dukungan untuk Risma.


Situs Cashmarket Agen Resmi Maxbet , Agen Resmi Sbobet Dan casino online terpercaya di indonesia Mitra Resmi Ionclub (Agen Khusus Ioncasino atau agen ionclub)

Hari ini, Kamis (21/7/2016) Risma membuka pameran lukisan anak berkebutuhan khusus dan anak jalanan binaan Dinas Sosial Pemerintah Kota Surabaya di Bentara Budaya Jakarta. Pantauan detikcom, para pendukung Risma berdiri di depan Bentara Budaya Jakarta dan membawa bendera serta spanduk.

“Bu Mega kami siap menangkan Ibu Risma menjadi Gubernur DKI Jakarta,” demikian kalimat yang tertulis di salah satu spanduk.

Masa yang terdiri dari kelompok Tanah Merah Bersama Risma (Tameris) ini juga tak henti berorasi menyerukan dukungan. “Risma gubernur DKI Jakarta,” seru mereka.

Spanduk lainnya bertuliskan, “Pilgub 2012 kami menangkan Pak Jokowi, Pilgub 2017 kami akan menangkan ibu Risma.”

LISBOA369 MITRA RESMI SBOBET SERTA MITRA RESMI MAXBET  DAN AGEN KHUSUS IONCLUB ATAU IONCASINO UNTUK LIVE GAME ONLINE, YANG TERPERCAYA SAAT INI NO 1 DI INDONESIA.

Risma sendiri belum memastikan langkahnya untuk ikut meramaikan Pilgub DKI 2017. Dia mengaku belum ada persiapan khusus untuk untuk mengikuti pilgub dki 2017.

“Apa siap? Kayak jadi aturan aja siap. Enggak lah, nggak ada yang siap jadi pemimpin itu,” jawab Risma saat ditanya soal kesiapannya memimpin Jakarta, di sela-sela pemaparan soal e-planning di kantor Kemendagri, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (20/7/2016).

www.lisboa369.com
Kami melayani pembukaan akun, Maxbet, sbobet, ibcbet, ionclub, poker, tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369

WhatsApp : +66924855473

Jumat, 15 Juli 2016

Gerindra Melirik Budi Waseso Untuk Pilgub DKI


Situs Cashmarket Maxbet , Sbobet Dan casino online terpercaya di indonesia Mitra Resmi Ionclub (Agen Ioncasino atau agen ionclub)

Lisboa369.com - Meski sudah mengumumkan tiga nama bakal calon Gubernur DKI Jakarta yang lolos penjaringan, Partai Gerindra masih membuka peluang terhadap nama lain. Kepala BNN Budi Waseso sempat dilirik karena dinilai memiliki popularitas tinggi. Namun sayangnya niatan itu ditolak mentah-mentah oleh Budi Waseso.

Saat dimintai tanggapannya atas keinginan Gerindra yang ingin mengusungnya di Pilgub DKI, mantan Kabareskrim itu menyatakan ingin fokus menjalankan tugasnya sebagai Kepala BNN. Apalagi, ungkap Budi, Partai Gerindra belum sekalipun menjalin komunikasi untuk penjajakan membahas Pilgub DKI.

"Saya belum ada komunikasi apapun ya, karena bagaimanapun saya sekarang masih kepala BNN. Dan kegiatan-kegiatan saya itu kan kalau di luar dari kepentingan BNN harus seizin bapak Presiden. Saat ini belum ada yang mendekati," kata Budi Waseso di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/7).

Budi menyatakan bahwa dirinya tak kenal dengan Politikus Gerindra Sandiaga Uno yang ingin dipasangkan dengannya di Pilgub DKI. "Saya malah belum kenal. Tapi kalau dipasang-pasangkan namanya orang berharap kan boleh lah," ujarnya.

LISBOA369 AGEN RESMI SBOBET SERTA AGEN RESMI DAN AGEN KHUSUS IONCLUB ATAU IONCASINO UNTUK LIVE GAME ONLINE, JUGA AGEN RESMI MAXBET YANG TERPERCAYA SAAT INI NO 1 DI INDONESIA.

Nama Budi Waseso pertama kali dimunculkan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. Dia langsung memasangkan nama Budi Waseso dan Sandiaga Uno menjadi cagub dan cawagub di Pilgub DKI Jakarta.

Dasco menilai Budi Waseso memiliki sikap tegas dan mempunyai pengalaman sehingga sangat layak untuk memimpin ibu kota. "Calon yang masuk radar ada Budi Waseso. Dia tegas, tidak arogan, integritas tinggi, berprestasi, tidak pandang bulu dan bersih," kata Dasco beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Ketua Penjaringan Gerindra DKI Jakarta Syarif mengatakan, partainya telah memiliki langkah untuk memenangkan Pilkada DKI 2017 siapapun tokoh yang akan diusung nantinya.

"Ahok bukan sosok yang tidak terkalahkan. Hitungan politik saya, Ahok kalah, tapi saya tidak mau mendahului takdir Allah. Dengan kerja keras Gerindra, Ahok bisa dikalahkan," katanya saat dihubungi wartawan, Kamis (14/7).

Seperti diketahui, Gerindra telah memiliki tiga nama bakal calon Gubernur DKI Jakarta hasil dari penjaringan, mereka adalah mantan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, pengusaha Sandiaga Uno dan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra.

"Mereka bertiga, ditambah Pak Buwas jika jadi diputuskan, adalah kader anak bangsa yang bisa memberi koreksi kepemimpinan Ahok. Kemudian menjadi perekat kembali soliditas warga Jakarta membangun Jakarta bersama-sama," jelas anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta ini.

Syarif meyakini langkah partainya mengusung calon Gubernur DKI Jakarta akan mendapatkan sambutan dari masyarakat. Mengingat partai berlambang Burung Garuda ini ingin membangun ibukota tanpa menyakiti, partisipatif, humanis dan taat hukum.

"Sejak awal masyarakat sudah tahu bahwa Gerindra ingin pembangunan di DKI jakarta tanpa menyakiti, partisipatif, humanis dan taat hukum. Itu semua sangat minim di Ahok," tutupnya.



Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas

silahkan hubungi kami melalui:

Livechat :Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Senin, 20 Juni 2016

Ustad Yusuf Mansur Menjulang di Survei Manilka, Popularitas Salip Risma Terkait Pilkada DKI




Lisboa369.com - Survei yang dilakukan lembaga riset dan konsultasi Manilka terkait Pilkada DKI 2017 munculkan hasil cukup mengejutkan. Yakni meroketnya nama Ustad Yusuf Mansur di antara nama-nama bakal calon lain yang sejauh ini sudah lebih dulu ‘seliweran’.

Bagaimana tidak, dari tiga kriteria yakni elektabilitas, popularitas dan kesukaan responden, nama Yusuf mengalahkan nama-nama besar lainnya.

Untuk elektabilitas misalnya, Yusuf bertengger di posisi empat dengan raihan 6,5 persen. Di bawah Yusril Ihza Mahendra 6,8 persen, Ridwan Kamil 9,3 persen dan Ahok 49,3 persen. Dan Yusuf unggul atas Risma yang meraih 6 persen, Sandiaga Uno 2,5 persen, Adhyaksa Dault 0,8 persen. Bahkan unggul atas Wagub DKI Djarot Saipul Hidayat 0,5 persen dan Sjafrie Sjamsoeddin: 0,3 persen.

Lebih hebat lagi di popularitas. Nama Yusuf bahkan menyalip Ridwan Kamil yang hanya meraih 77,5 persen. Sedangkan Yusuf meraup 78,5 persen. Di bawah Abraham Lunggana 82,3 persen, Yusril Ihza Mahendra 82,8 persen, dan Ahok 98,8 persen. Selain Ridwan, untuk urusan popularitas, Yusuf juga menyalip Risma yang meraup 71,8 persen, Sandiaga Uno 37 persen dan Sjafrie 28,8 persen.

Yusuf makin tidak terbendung di urutan kesukaan responden survey Manilka. Dia menempati posisi tiga dengan raupan 60,3 persen. Menempel ketat Ridwal Kamil 61,3 persen dan Ahok 62,5 persen. Mengalahkan nama-nama seperti Risma 58,5 persen, Yusril 43,8 persen dan Djarot 24,8 persen. Begitu juga Sandiaga 22,8 persen dan Sjafrie 15,5 persen.

Direktur Pelaksana Manilka, Herzaky Mahendra Putra sendiri mengakui moncernya nama Yusuf Mansur di hasil surveinya. “Elektabilitas Yusuf Mansur cukup mengagetkan,” kata dia, Minggu, (19/6).

Survei dilakukan wawancara tatap muka 400 responden periode 2-7 Juni 2016. Responden dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error 4,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden penduduk DKI berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Proporsi gender responde laki-laki dan perempuan adalah berimbang 50:50.

Elektabilitas:
Ahok : 49,3 persen
Ridwan Kamil: 9,3 persen
Yusril Ihza Mahendra: 6,8 persen
Yusuf Mansur: 6,5 persen
Tri Rismaharini: 6 persen
Sandiaga Uno: 2,5 persen
Adhyaksa Dault: 0,8 persen
Djarot Hidayat: 0,5 persen
Sjafrie Sjamsoeddin: 0,3 persen.

Popularitas:
Ahok: 98,8 persen
Yusril Ihza Mahendra: 82,8 persen
Abraham Lunggana: 82,3 persen.
Yusuf Mansur: 78,5 persen
Ridwan Kamil: 77,5 persen
Tri Rismaharini: 71,8 persen
Sandiaga Uno: 37 persen
Sjafrie Sjamsoeddin: 28,8 persen

Kesukaan Responden:
Ahok : 62,5 persen
Ridwal Kamil: 61,3 persen.
Yusuf Mansur: 60,3 persen
Tri Rismaharini: 58,5 persen
Yusril Ihza Mahendra: 43,8 persen
Djarot Hidayat: 24,8 persen
Sandiaga Uno : 22,8 persen
Sjafrie Sjamsoeddin: 15,5 persen


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Senin, 04 April 2016

Persaingan Sengit Dari Ahmad Dhani


Dari hari ke hari beberapa bakal calon penantang Ahok di pemilihan gubernur (pilgub) DKI 2017  justru semakin terobsesi dengan Ahok, gejala-gejala itu terlihat nyata, yaitu mereka semakin lama-semakin terlihat gelisah, uring-uringan, seperti cacing kepanasan, marah-marah sendiri, tuding sana-tuding sini, sampai kayaknya sudah mulai ada yang berhalusinasi.
Yang mungkin sudah mengalami halusinasi adalah Adhyaksa Dault, ketika hanya gara-gara melihat ada seorang warga yang mengenakan baju kaos bertuliskan “KTP Gue Buat Ahok”, hari Minggu lalu, di kawasan Car Free Day di Bundaran HI, Jakarta Pusat, yang dialihat adalah relawan Teman Ahok sedang berkampanye dan mengumpulkan KTP pendukung Ahok.
Lalu, siapakah yang saking terobsesi dengan Ahok, sampai sudah seperti cacing kepanasan, uring-uringan, marah-marah sendiri, tuding sana tuding sini?
Dia adalah musisi Ahmad Dhani.
 
Saking terobsesinya Ahmad Dhani terhadap Ahok, sampai-sampai dia mengadu kepada Adhyaksa Dault, kekhawatirannya terhadap Ahok, yang muncul setiap hari di televisi.
 Hal tersebut diceritakan sendiri Adhyaksa, pada 17 Maret lalu.   "Ahmad Dhani bilang ke saya, 'Bang gimana nih, Bang, Ahok kayaknya di TV terus.' Apanya yang gimana, ya santai saja," kata Adhyaksa, saat berbincang dengan Kompas.com, di Mal fX Senayan, Jakarta Pusat, 17 Maret 2016. Bagaimana Ahmad Dhani tidak mengalami penderitaan bathin seperti itu, melihat Ahok hampir setiap hari di banyak televisi, sedangkan ia sendiri paling-paling hanya laku di TV One. 

Padahal fantasinya untuk menjadi gubernur DKI Jakarta sangatlah besar. Belum lagi dengan sedemikian banyaknya portal berita yang memberitakan tentang Ahok secara berkesinambungan, dan hampir semuanya positif. Popularitas Ahok pun semakin meroket, sebaliknya Ahmad Dhani semakin menukik.

Dia berusaha memanfaatkan media untuk meningkatkan popularitasnya dengan berbagai aksi dan pernyataannya, tetapi yang diperoleh justru cemoohan dan cercaan dari para netizen. 

Salahnya sendiri karena ketidakmampuannya membuat aksi dan pernyataan yang cerdas dan berbobot, yang ada malah menyebarkan kebencian SARA, tetapi yang disalahkan justru media, yang ditudingnya sudah berpihak kepada Ahok.

Media pun diumpat, berkicaulah dia di akun Twitter-nya dengan geramnya kepada media sehingga menulis "media" dengan huruf kapital semua. Kompas.com pun menjadi sasarannya.

"Wahai MEDIA yg berdaulat kpd Penguasa...silakan potong kelamin kalian spy jelas jenis kelamin kalian....ADP" 

Twitter Ahmad Dhani

 "Sy suruh @kompascom tanya ahok ,ahok ke bos yg mana waktu imlek...Mereka diem aja...apa ini media yg berdaulat pd penguasa? curiga" Nafsu Ahmad Dhani untuk menjadi gubernur atau wakil gubernur DKI semakin tinggi, tetapi sampai detik ini belum ada juga partai politik yang memastikan akan mengusungnya – tanda-tanda untuk itu justru semakin lama semakin pudar, sebaliknya dengan Ahok. Dukungan kepada Ahok yang maju lewat jalur independen dengan Teman Ahok, semakin lama semakin menguat, apalagi dengan adanya dua partai politik; NasDem dan Hanura yang telah secara resmi menyatakan mendukungnya.
Ahmad Dhani pun nyaris frustrasi, sehingga ia pun semakin uring-uringan.
 
Tanpa mau bercermin terlebih dahulu, Ahmad Dhani pun menjadi kalap, semakin lama semakin tak bisa mengendalikan dirinya, tanpa alasan yang jelas, ia mengumbarkan segala macam amarah kebenciannya kepada Ahok, dan kepada siapa saja yang mendukung Ahok, menuding ini-menuding itu, lewat media berita dan media sosial. Dari situ pula kita semakin tahu kwalitas dan karakter asli seorang Ahmad Dhani, yang ternyata sering mengalami gagal paham, sesat berpikir,  sangat rasis, dan sangat tidak toleran,  menolak mengakui hak-hak konstitusional WNI yang tidak seagama dengan dia.

Semua yang tidak berpihak dan tidak sepaham dengannya dicaci-maki dan dihujat sekeras-kerasnya. Jika punya kekuatan lebih, bisa jadi orang seperti ini akan semakin beringas dengan semua orang yang dianggap sebagai lawan dan ancaman bagi dirinya.

Maka etnis dan agama Ahok pun ditonjolkan untuk diserang bahkan dihina, parpol yang mendukung Ahok pun, dicaci sebagai parpol penjilat Ahok, sesama musisi yang mendukung Ahok disebut sebagai cecunguk tak berotak, sesama Muslim yang mendukung Ahok dituduh sebagai penjual aqidah Islam, dan seterusnya.

Dari satu pernyataan ke pernyataannya yang lain isinya hanyalah serangan demi serangan yang berupa tudingan-tudingan tanpa bukti, hujatan demi hujatan  (terutama menyangkut etnis dan agama) kepada Ahok dan para pendukungnya.

Bukanlah lebih baik jika dia berbicara tentang dirinya sendiri, tentang kemampuanya memimpin, tentang ide-ide apa yang dia punya yang lebih bagus daripada apa yang dimiliki Ahok, dan lain-lain, agar bisa meyakinkan sebanyak mungkin warga DKI untuk mendukungnya

Ahmad Dhani di acara Indonesia Lawyers Club, pernah bilang, dibandingkan dengan Ahok, yang katanya hanya pakai otak kiri, dia menggunakan otak kiri dan kanan. Tapi, entah bagaimana cara penggunaannya, kurang jelas. Mungkin saja yang sebenarnya telah terjadi saat mencoba menggunakan otak kanan dan kirinya itu,  terjadilah korsleting di antara kedua otaknya itu. Maka itu perilakunya menjadi seperti sekarang ini.

Perilaku Ahmad Dhani ini mengingatkan saya kepada pernyataan yang pernah dikatakan Eleanor Roosevelt (istri dari Presdien AS ke-32 Franklin D Roosevelt): “Small brain dicuss people, but big brain discuss idea."

Sama dengan para lawan Ahok yang lain, yang kerap mengatakan Ahok itu tidak santun, bicaranya kasar, padahal mereka sendiri, jika merasa tersinggung, terdesak, dan tertekan, pasti langsung marah dengan mengumpat kata tak kasar yang bahkan melebihi Ahok sendiri, yang justru akhir-akhir ini mulai dapat mengendalikan dirinya.

Umpatan “kebun binatang”, rasis, dan menistakan agama dan keyakinan orang lain, bukan sesuatu yang tabu bagi mereka. Contoh, anggota DPRD DKI yang pernah memaki Ahok dengan umpatan: “Gubernur goblok!, dan “Cina anjing!”.

Demikian juga dengan Ahmad Dhani. Ia juga selalu mencela Ahok yang tidak santun, kasar bicaranya, tetapi umpatan-umpatannya sendiri kepada Ahok dan pendukung Ahok melebihi apa yang pernah diucapkan Ahok.   

Contoh terbaru adalah apa yang dikicaukan di akun Twitter-nya, @AHMADDHANIPRAST, Selasa ini (29/3). Sedemikian dia membenci Ahok karena agamanya, Ahmad Dhani sampai menyebut yang namanya pimpinan non-Muslim itu sama dengan LGBT (Lesbian, Gay, Biseks, dan Transesksual) dan babi!

Kpd online yg jual2 nama Islam.Pemimpin Non muslim itu sama haramnya dgn LGBT &Babi...masukin tu ke online lu @Islamnkri2014

 Saking bencinya dia dengan Ahok dan agamanya itu, Ahmad Dhani sampai lupa bahwa ibu kandungnya sendiri, Joyce Teresa Pamela adalah seorang non-Muslim, seorang Kristen. Demikian juga, dia lupa kalau iNews TV, televisi tempat dia menjadi host acara “Logika Ahmad Dhani” itu dimiliki dan dipimpin oleh seorang nonMuslim (Kristen), boss MNC Group, Hary Tanoesoedibjo. 
Kicauan Ahmad Dhani ini dengan sendirinya berlaku juga buat semua WNI suku apa pun dia yang bukan beragama Islam, bukan hanya berlaku untuk Ahok, atau etnis Tionghoa saja. 

Kicauannya itu sangat tidak pantas bagi seorang yang ingin menjadi seorang pimpinan, seorang gubernur DKI Jakarta. Mungkin jika babi bisa berbicara, bicaranya seperti yang ditulis Ahmad Dhani di kicauannya tersebut di atas.


Tak puas menghujat Ahok dengan agamanya itu, Ahmad Dhani pun menghakimi para pendukung Ahok yang Muslim sebagai penjual aqidah Islam. Ini kicauannya:

"Apakah QS An nisa 144 bisa di tafsirkan berbeda dr teks Quran oleh Ulama utk memuluskan jalan Ahok jd Gubernur DKI???"


Ya Allah berilah hidayah kpd pasukan yg rela menjual akidah dan akhlaq nya hanya utk sebuah nasi bungkus...ADP

“Sedih sekali ada online yg bawa2 nama Islam hanya utk sesuap nasi.Murah sekali harga agama hanya seharga nasi bungkus @Islamnkri2014”

 Dari kicauannya ini dapat disimpulkan bahwa Ahmad Dhani adalah orang yang tidak toleran terhadap perbedaan keyakinan. Ia tidak bisa menerima orang lain yang juga beragama islam, tetapi mempunyai pemahaman atau tafsir yang berbeda terhadap keimanannya tentang Islam, khususnya dalam konteks ini tentang gubernur DKI yang non-Muslim. 
Orang Islam yang punya pemahaman atau tafsir sendiri terhadap ayat Al Quran itu disebutnya sebagai sesat dan penjual agama Islam demi bisa dekat dengan kekuasaan (Ahok).

Bagi dia semua orang Muslim yang mendukung Ahok, termasuk yang di Teman Ahok, sesama musisi, atau siapa saja yang mendukung Ahok adalah Islam sesat penjual Islam.

Padahal sebagai seorang NU, Ahmad Dhani seharusnya tahu bahwa salah satu tokoh besar NU,  Abdurrachman Wahid atau Gus Dur justru adalah “Bapak Pluralisme Indonesia.” Gus Dur pula yang membuka jalan bagi WNI minoritas seperti Ahok bisa menjadi gubernur, di Ibu Kota pula.

Di masa hidupnya, Gus Dur bahkan pernah meramalkan, suatu ketika Ahok yang nota bene berasal dari suku dan agama minoritas akan menjadi gubernur di suatu wilayah di Indonesia, sebagaimana pernah dikisahkan oleh Menteri ‎Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, yang juga adalah orang NU (sumber).

Pada 24 Januari 2016, sebagai Gubernur DKI Jakarta yang dianggap berprestasi, tegas dalam pemberantasan korupsi, Ahok juga diberi penghargaan Gus Dur Award 2016 untuk kategori tokoh politik dan pemerintahan oleh keluarga Gus Dur, yang diserahkan langsung oleh putri Gus Dur, Yenny Wahid.

Pada 24 Februari 2015, pendiri Maarif Institute Syafii Maarif dan Menteri Agama Lukman Hakim juga pernah berbicara tentang pimpinan non-Muslim.  

Pada kesempatan itu Buya Syafii meminta masyarakat agar meningkatkan rasa toleransinya terhadap pemimpin yang beda keyakinan dengan sebagian besar masyarakatnya.

Buya Syafii mengharapkan umat Muslim mampu mengkaji secara mendalam terkait fikih dalam Islam. Kajian itu akan menghindarkan klaim tunggal mengenai kebenaran.
 
Sedangkan Menteri Agama Lukman Hakim yang nota bene juga adalah tokoh NU  mengatakan kecenderungan penolakan terhadap pemimpin beda keyakinan itu menunjukkan rendahnya komitmen masyarakat terhadap kebhinnekaan, pluralisme, toleransi dan perlindungan terhadap segenap warga negara (sumber).

Sumber-sumber Islam lain yang mempunyai tafsiran berbeda dengan Ahmad Dhani tentang pimpinan non-Muslim itu bisa juga di baca di sumber-sumber ini:12345, dan 6.

Sangat penting pula yang Ahmad Dhani harus sadar bahwa NKRI yang diasebut berulang-ulang dalam kicauan Twitter-nya itu adalah NKRI yang berbhineka tunggal ika, yang artinya negara ini terdiri dari WNI yang beraneka ragam etnis, agama, budaya, suku, dan sebagainya, dan negara yang berasaskan Pancasila dengan konstitusi yang bernama UUD 1945 mengakui dan melindungi kesamaan hak dan kewajiban semua  WNI-nya itu, tanpa kecualinya, di dalam satu kesatuan negara yang bernama Republik Indonesia, atau disingkat NKRI.

Tanpa Pancasila dan UUD 1945, NKRI itu tidak mungkin bisa eksis seperti sekarang ini. NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, NKRI bukan negara yang berdasarkan agama Islam.

Artinya, negara hanya mengakui dan melaksanakan hukum, termasuk hukum ketatanegaraan yang mengatur mengenai tata pemerintahaan,  yang sifatnya nasional yang dibuat berdasarkan konstitusi, bukan berdasarkan hukum agama apa pun.   

UUD 1945 sebagai konstitusi negara dengan tegas dan jelas menyebutkan menjamin semua WNI mempunyai hak dan kewajiban yang sama, termasuk menjadi pemimpin di pemerintahan. Anda harus mengubah dasar negara dan konstitusi negara ini, jika ingin menerapkan hukum agama di negara ini, dan untuk itu Anda harus berhadapan dengan seluruh kekuatan bangsa ini sebagai musuh.

Saya percaya sepenuhnya bahwa dengan kekuatan Pancasila dan UUD 1945 yang dikawal dengan jiwa dan raga segenap unsur-unsur dalam bangsa Indonesia, mulai dari Presiden, TNI dan Polri dan rakyat Indonesia, NKRI itu akan tetap ada, semakin maju, dan semakin kuat.

Pancasila dan UUD 1945 bukan semata-mata barang pajangan!

Dengan berbagai persepsi  Ahmad Dhani tersebut di atas,  kita semakin tahu seperti apa orang ini; nilai-nilai kepimpinan dan kenegarawaan sama sekali tidak ada pada dirinya. 

Bagaimana bisa menjadi pimpinan yang baik, yang mengayomi semua golongan di Ibu Kota yang sangat heterogen penduduknya ini, termasuk dan terutama dengan etnis dan agamanya, jika dia sendiri anti terhadap WNI beretnis dan beragama tertentu, dalam konteks ini adalah etnis Tionghoa dan Kristen?

Sangat mengherankan juga jika tokoh selevel Yusril Ihza Mahendra atau Sandiaga Uno mau menerima Ahmad Dhani sebagai calon pendampingnya di pilgub 2017 itu, apakah yang bisa diandalkan dari seorang musisi yang hanya bisa setiap hari mengumpat orang-orang yang dianggap lawan dan musuhnya, rasis dan antiagama tertentu itu? Apakah sudah tidak ada orang lain lagi, yang jauh lebih pantas?

Dalam salah satu kicaunnya, Ahmad Dhani juga berkicau demikian:

“Pemimpin yg di ciptakan oleh MedSos itu seperti kambing di make-up in dan di paksa jd perempuan cantik...ADP”


Jika dia mau bercermin, maka dia pasti melihat dia itu sendiri malah seperti seekor katak yang hendak menjadi lembu. Tidak punya kapastias sama sekali menjadi pimpinan, apalagi di DKI Jakarta, tapi tetap ngotot memaksa diri.

Ketika Ahmad Dhani mengejek NasDem dan Hanura sebagai parpol penjilat Ahok, karena mereka mendukung Ahok, Sekretaris Fraksi Hanura Dadang Rusdiana menjawabnya dengan jawaban yang telak sekali: "Kita pun tidak mau menjadi partai sontoloyo karena mendukung calon yang rendah di kualitas dan jeblok pula di elektabilitas."

Ahmad Dhani juga menuding Ahok itu sebetulnya pura-pura independen saja, padahal di belakangnya diam-diam dibekingi oleh sedikitnya lima konglomerat Cina, dengan misi untuk menguasai Indonesia. Indonesia akan dibuat menjadi cabang dari RRC, katanya.

"Indonesia ini di titik krusial. Indonesia ini sangat genting. Ada asing yang berusaha ambil alih. Konglomerat itu ada kaitannya dengan asing. Kita khawatir, negara ini akan menjadi RRC cabang Indonesia. Nenek moyang kita ini sudah marah-marah. Kenapa Indonesia mau didikte orang asing?" kata dia.

Ini jelas hanya merupakan daur ulang dari fitnah SARA yang sama yang pernah dipakai untuk menyerang Jokowi di Pilpres 2014. Bedanya, kalau tempo hari untuk Jokowi dipakai sebutan ada “9 Naga konglomerat Cina yang menjadi beking Jokowi, untuk menguasai Indonesia” maka untuk Ahok didaur ulang menjadi “ada 4-5 konglomerat Cina yang membekingi Ahok, untuk menguasai Indonesia.

Padahal, sebenarnya, sepanjang itu tidak melanggar hukum, semua WNI berhak mendukung siapa saja calon pimpinannya, termasuk para konglonmerat.

Lucunya, fitnah Ahmad Dhani ini, dijadikan rujukan oleh beberapa  kompasianer anti-Ahok untuk membenarkan argumen-arguen mereka, di antaranya dia yang memakai nama samaran “Revaputra  Sugito.” 

Sama dengan ketika terjadinya kekonyolan yang teramat sangat, sehingga membikin banyak netizen sakit perut karena tertawa terguling-guling menyaksikan serius bin lebay-nya Ahmad Dhani dan putranya, Al Ghazali Kohler, saat merespon beredarnya meme yang mengedit foto asli Al Gahazli menjadi seolah-olah dia memegang selembar kertas putih dengan tulisan: “Saya Ahmad Dhani Saya Pilih Ahok.”

Siapa pun yang tak asing dengan kebiasaan para netizen yang suka iseng-iseng mengotak-ataik gambar-gambar asli  menjadi berbeda dengan yang sebenarnya dengan nuansa kocak terkait suatu peristiwa aktual tertentu, yang disebutmeme itu, begitu melihat meme Al Ghazali dengan tulisan mendukung Ahok itu, pasti spontan tahu bahwa itu hanyalah sebuah meme iseng kerjaan netizen, seperti apa yang pernah terjadi sangat ramai terjadi pada Haji Lulung dengan berbagai meme lucu bertaggar “#SaveHajiLulung” itu.

Tetapi lkonyolnya, meme tersebut ditanggapi dengan super serius oleh Ahmad Dhani, Al Ghazali, dan para pendukungnya, sampai-sampai mereka mengadakan konferensi pers khusus untuk membantah kebenaran meme itu, tak lupa tentu saja mengecam Ahok dan para pendukungnya. Padahal tidak ada yang percaya kalau itu benar-benar dibuat untuk memanipulasi kebenaran demi keuintungan Ahok. Apalah artinya seorang Ahmad Dhani, apalagi putranya di mata Ahok?

TV One, yang diduga sebagai pendukung Ahmad Dhani pun meliput secara khusus tentang meme itu, dengan mengadakan wawancara “eksklusif” dengan Ahmad Dhani tentang meme tersebut. Dalam kesemptan itu pun Ahok dan para pendukungnya dikecam, telah menghalalkan segala cara, dan sebagainya, untuk mendapat dukungan.

Beberapa kompasianer anti-Ahok, seperti Revaputra  Sugito, pun tak mau ketinggalan, dengan menulis analisa-analisa serius mereka tentang “kasusmeme” yang lucu itu, yang menurut mereka telah dengan telak mempermalukan Ahok dan para pendukungnya itu. 

Padahal semakin banyak mereka berbicara dengan serius tentang meme itu, semakin kelihatan konyolnya. 

Berikut beberapa kicauan yang ditulis Ahmad Dhani tentang meme anaknya itu:

“Foto di-edit2 sesuai dgn mau nya...pemimpin idolanya jg do edit2 spy keliatan bagus...hidup dalam dunia fantasi”

 (Padahal dia yang sedang hidup dalam dunia fantasi, bermimpi menjadi gubernur DKI). 

“Mrk yg percaya foto editan @Alkohler7 dukung ahok adalah mrk yg tdk sadar kalo sedang mengalami gangguan jiwa...ADP”


Sedang Al Ghazali sendiri me-mention Ahok di Twitter, dengan kata-kata seolah-olah Ahok-lah yang kurang kerjaan yang membuat meme itu itu, dia benulis kepada Ahok: "Ini yang asli jangan di edit lagi ya om @basuki_btp”, lengkap dengan fotonya yang sedang memegang kertas bertuliskan : “Nama saya ... Al Ghazali Tidak Mungkin Pilih Ahok!”

Betapa lucu dan konyolnya, tak heran kicauan bapak-anak ini malah membuat netizen tertawa terpingkal-pingkal, terguling-guling di lantai sambil menahan perutnya alias “l.o.l.” Hal itu  tercermin dari begitu banyaknya tanggapan netizen yang malah menertawai kicauan-kicauan mereka tentang meme itu.

Orang iseng kok ditanggapi sampai super serius seperti itu.
 
‏Ahmad Dhani juga berkicau:

Mrk yg percaya foto editan @AlKohler7 dukung ahok adalah mrk yg tdk sadar kalo sedang mengalami gangguan jiwa...ADP


Padahal, siapa sebetulnya yang mengalami gangguan jiwa, saking terobsesinya dia dengan Ahok, dan  begitu tingginya nafsunya untuk menjadi gubernur DKI Jakarta dengan kwalitasnya yang begitu rendahitu? Bagaimana bisa katak hendak menjadi lembu? Jika terus dipaksakan akibatnya “katak” bisa mengalami gangguan jiwa (gangguan jiwa itu tidak sama dengan gila,lho).
 Namun demikian, harus diakui penampilan Ahmad Dhani dengan berbagai aksi dan pernyataannya itu cukup menghibur bagi kita yang mengikuti perkembangan di seputar bakal calon gubernur penantang Ahok itu.  Maka, tak heranlahlah di Kompas.com, berita dan pernyataan-pernyataan Ahmad Dhani itu hampir selalu ditempatkan di rubrik “Entertainment,” karena memang lebih pas ketimbang dimasukkan di rubrik politik. Konyol dan lucu lebih cocok di rubrik “Entertainment,” alias hiburan. Menanggai netizen yang malah mem-bully-nya ramai-ramai itu, Ahmad Dhani pun membalasnya dengan mengumpat para netizen dengan sebutan “monyet-monyet”, sesuatu yang akan lain ceritanya jika yang menyebuit “monyet” itu adalah Ahok: 

Sy pernah di bunuh karakternya oleh bbrp infotaintment,tp tdk mati....apa monyet2 medsos bs membunuh karakter sy?ha..ha...buat lucu2an aja.



Twitter Ahmad Dhani 8/3/2016

Padahal dialah yang paling lucu, yang membuat netizen terhibur di tengah-tengah serius dan semakin memanasnya persaingan di ajang pilgub DKI 2017 itu (baca: Ahmad Dhani Panen Hujatan Diminta Belajar Disuruh Ngaca Hingga Diketawain Kecebong).
Untuk hal ini, kita memang harus akui, tidak ada Ahmad Dhani, Pilkada DKI bakalan nggak seru dan lucu. *****

sumber: kompasiana.com/Daniel. H.T



www.lisboa369.com
Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473