slide show

Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" />
Selamat datang di blogspot lisboa369
Tampilkan postingan dengan label bi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Juli 2016

Sebut Kasus Bom Tak Akan Pengaruhi Ekonomi, BI Klaim Rupiah Tetap Stabil



Lisboa369.com - Bank Indonesia (BI) menyebut kasus peledakan bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta, Jakarta, sehari sebelum Lebaran tak akan ganggu perekonomian nasional secara umum. Pihak BI memprediksi kondisi perekononian akan tetap berjalan normal.

“Saya rasa enggak lah (berdampak ke perekonomian). Aparat keamanan juga sudah dengan sigap mengatasi, jadi dampak kepada kekhawatiran masy juga tidak terlalu banyak,” jelas Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara seusai menghadiri acara halal bi halal di kediaman Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, di kediamannya, Jakarta, Kamis (7/7).

Sehingga dengan begitu, lanjut dia, aktivitas perekonomian tidakakan kena dampaknya, dan konsumsi masyarakat juga tetap tinggi. “Karena kita juga memang tidak boleh takut dengan ancaman teror. Dan aktivitas ekonomi seharusnya tetap berjalan normal,” tandas Mirza.

Bahkan lebih lanjut, Mirza juga menganggap laju nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat juga tak terpengaruh banyak akibat aksi-aksi seperti itu.

Karena kalau bicara kurs, kata Mirza, pada intinya merupakan cerminan dari fundamental ekonomi, situasi neraca pembayaran, ekspor impor barang dan jasa defisit atau surplus, serta situasi inflasi.

“Kurs itu kaitannya hal-hal yang tadi. Kalau mau kurs stabil atau menguat, ya kita harus usahakan inflasi tetap rendah, neraca perdagangan ekspor impor terus surplus, current account defisit juga terus surplus,” papar dia.

Sejauh ini, pemerintah dan BI sendiri mengasumsikan nilai tukar rupiah di angka Rp13.500 per USD. Sehingga kalau melebihi itu, misal mencapai Rp13.600, maka kurs itu harus menggambarkan fundamental ekonomi.

“Karena kalau kurs terlalu kuat, itu membuat barang impor terasa murah. Dampaknya pedagang akan lebih senang impor dibanding produksi. Dan barang ekspor terasa mahal,” lanjut dia.

Untuk itu, BI akan terus menjaga kurs di level yang wajar. Sehingga bisa mendorong ekspor manufaktur, mencegah impor yang berlebihan, dan tetap menjaga inflasi.

“Karena kalau kurs lemah bisa membuat inflasi dari produk-produk impor menjadi lebih tinggi serta utang luar negeri terlalu besar bebannya. Bagi BI, kurs di level sekarang ini cukup baik,” pungkas Mirza.



www.lisboa369.com
Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
 
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Sabtu, 02 Juli 2016

Di Bawah Kepemimpinan Ahok, Inflasi DKI Tertinggi Selama Lima Tahun



Lisboa369.com - Bank Indonesia (BI) Perwakilan DKI Jakarta mencatat, memasuki bulan Ramadan, tekanan inflasi DKI Jakarta mengalami peningkatan sebesar 0,52% (mtm). Lonjakan ini terjadi karena permintaan masyarakat pada bulan Ramadan, terkait aktivitas konsumsi selama bulan puasa dan persiapan Hari Raya Idul Fitri.

Bahkan dalam catatan BI, laju inflasi dibawah kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata historis inflasi satu bulan sebelum Idul Fitri dalam lima tahun terakhir, yaitu 0,48% (mtm).

Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta, Doni P. Joewono, inflasi DKI Jakarta pada Juni 2016 dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat menghadapi persiapan Lebaran. Serta dibarengi masa libur panjang dan meningkatnya pendapatan menjelang hari raya keagamaan karena adanya Tunjangan Hari Raya (THR).

“Beberapa komoditas yang umumnya mengalami peningkatan permintaan dan kenaikan harga menghadapi pola musiman ini adalah transportasi, sandang dan bahan makanan,” ujar Doni dalam keterengan media yang diterima, Jumat (1/7).

Inflasi kelompok bahan pangan yang bergejolak (volatile food), kata dia, kembali menunjukkan peningkatan dan menjadi sumber utama inflasi pada Juni lalu. Kenaikan itu terutama berasal dari komoditas jeruk, kentang dan daging ayam ras yang mengalami inflasi masing-masing sebesar 6,79% (mtm), 17,49% (mtm) dan 2,48% (mtm).

Kenaikan tersebut, lanjutnya, disebabkan tingginya tingkat permintaan serta pasokan yang relatif terbatas. Khusus daging ayam ras dampak dari pemusnahan parentstock broiler beberapa bulan sebelumnya, yang menurunkan pasokan, dan meningkatnya permintaan terkait subtitusi pangan dari daging sapi ke daging ayam memicu kenaikan harga komoditas tersebut.

“Substitusi terjadi terkait dengan masih bertahannya harga daging sapi pada level yang cukup tinggi,” ucap Doni.

Doni kembali mengaskan, di kelompok administered prices juga mengalami kenaikan inflasi. Tingginya tingkat permintaan akan jasa transportasi pada masa libur sekolah, dan menjelang Lebaran, terutama pada angkutan udara dan angkutan antarkota menyebabkan kedua moda transportasi tersebut mengalami inflasi masing-masing sebesar 9,98% (mtm) dan 3,94%(mtm).

Selain jasa transportasi, kebijakan pemerintah menaikkan tarif tenaga listrik (TTL) per 1 Juni 2016 pada 12 kelompok nonsubsidi membawa tarif listrik mengalami inflasi sebesar 0,72% (mtm).
“Komoditas-komoditas tersebut menjadi pendorong utama kenaikan laju inflasi administered prices,” jelas dia.

Sementara dalam kelompok inti juga terjadi kenaikan. Komoditas yang tergabung pada sandang serta makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau merupakan pendorong utama kelompok ini. Inflasi sandang yang mencapai 0,87% (mtm).

Dari kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, meningkatnya inflasi dipicu oleh dorongan permintaan kue-kue seperti biskuit dan kue kering dalam rangka persiapan hari raya. Kenaikan harga-harga komoditas itu juga didorong meningkatnya harga bahan baku seperti telur, margarin, kelapa, dan santan jadi. Sehingga inflasinya sebesar 0,22% (mtm).

“Berdasar pola pergerakan harga-harga, dan rencana kebijakan pemerintah di bidang harga, tekanan inflasi pada Juli 2016 nanti diperkirakan masih akan meningkat,” tegas dia.

Konsumsi masyarakat terhadap bahan pangan dan jasa transportasi masih akan tinggi hingga Juli 2016. Hal ini seiring dengan perayaan Lebaran serta bertepatan dengan libur anak sekolah. Juga dimulainya tahun ajaran baru pada medio Juli 2016 juga diperkirakan akan menyumbang inflasi secara umum.

“Penguatan koordinasi antara BI dan Pemerintah Provinsi DKI melalui TPID sangat diperlukan untuk memastikan tetap terkendalinya inflasi 2016. Untuk itu, pengamanan stok pangan DKI melalui penguatan peran BUMD dan kerjasama antardaerah perlu terus diupayakan,” saran Doni.

Selain itu diperlukan komitmen pimpinan DKI yang kuat untuk mengimplementasi Roadmap Program Pengendalian Inflasi yang telah disusun oleh TPID.

“Agar inflasi yang rendah dan stabil yang dapat menjamin pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud,” pungkas dia.



Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas

silahkan hubungi kami melalui:
Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Sabtu, 18 Juni 2016

BI: Utang Luar Negeri Naik 3 Miliar USD



Lisboa369.com - Bank Indonesia (BI) melaporkan kenaikan utang luar negeri (ULN) menjadi 319 miliar dolar AS pada April 2016 atau naik 6,3 persen dibanding April 2015, sedangkan jika dibandingkan Maret 2016, utang bertambah tiga miliar dolar AS.

Dari publikasi Statistik ULN BI, kenaikan ULN itu sebagian besar karena jumlah ULN berjangka panjang dan ULN publik yang meningkat.

ULN berjangka panjang pada April 2016 mencapai 279,3 miliar dolar AS atau 87,6 persen dari total ULN, dengan pertumbuhan dari tahun ke tahun sebesar 8,3 persen. Pertumbuhan pada April lebih tinggi dari pertumbuhan Maret 2016 yang sebesar 7,9 persen.

Sementara ULN sektor publik tumbuh 15,7 persen atau meningkat dari maret yang tumbuh sebesar 14 persen. Meskipun demikian porsi ULN publik lebih kecil dibanding swasta yakni 48,2 persen atau 152,8 miliar dolar AS berbanding 51,8 persen atau 165 miliar dolar AS.

ULN swasta justru menurun lebih tajam dibanding Maret 2016 yakni 1,1 persen dibanding Maret sebesar 1 persen.

“Pada sektor swasta, posisi ULN pada April 2016 terutama terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, serta listrik, gas dan air bersih. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,0 persen,” tulis BI.

Bank sentral memandang perkembangan ULN pada April 2016 masih cukup sehat, namun perlu terus diwaspadai risikonya terhadap perekonomian nasional.

BI akan terus memantau perkembangan ULN, khususnya ULN sektor swasta agar ULN dapat berperan optimal untuk mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko instabilitas makroekonomi.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Kamis, 02 Juni 2016

BI Mengundang 3 Kepala Daerah Mohammad Ramdhan Pomanto , Ahok dan Risma,



Lisboa369.com - Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto diundang menghadiri rapat koordinasi pemerintah pusat, daerah dan Bank Indonesia, di kompleks perkantoran BI, Jakarta, Kamis (2/6) siang ini. Danny, sapaan Ramdhan, diminta memberi pandangan terkait kebijakan Pemda dalam pembangunan infrastruktur perkotaan, terobosan, dan perbaikan tata kelola untuk menciptakan efisiensi dan pertumbuhan perekonomian.

BI, pada pertemuan ini, hanya mengundang tiga kepala daerah. Dua lainnya adalah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, dan Wali Kota Surabaya, Jawa Timur Tri Rismaharini atau Risma. Selain mereka, juga hadir anggota dewan gubernur BI, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil.

Gubernur BI, Agus Martowardojo, lewat undangannya menjelaskan, rakor merupakan upaya peningkatan peran daerah dalam rangka penguatan perumusan kebijakan ekonomi regional. Melalui ini diharapkan ada solusi baru atas pengembangan kawasan perkotaan dan pusat pertumbuhan ekonomi bau, serta pengembangan kota cerdas.

“Rakor ini mendorong peningkatan daya saing perkotaan dan pengembangan pusat ekonomi baru sebagai penggerak ekonomi regional,” kata Agus.

Danny mengungkapkan rencananya melaporkan sejumlah kiat pengembangan ekonomi regional, di antaranya melalui peningkatan infrastruktur. Di Makassar, tahun ini dicanangkan sebagai tahun infrastruktur dan penghijauan.

Di bidang infrastruktur transportasi, Pemkot Makassar mempersiapkan pembangunan jembatan layang (fly over) untuk mempermudah akses jalan menuju pusat kota. Danny mengungkapkan, pusat perbelanjaan juga diupayakan untuk mempermudah kebutuhan ekonomi warga kota.

“Di program Smart City, kita telah menerapkan sistem pembayaran elektronik berbasis non tunai untuk memudahkan transaksi keuangan. Termasuk dalam menjalankan kewajiban pajak di empat sektor, yakni hotel, restoran, parkir palang pintu, dan hiburan. Semua turut membantu peningkatan dan pengembangan ekonomi,” ujarnya.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Kamis, 19 Mei 2016

Utang Luar Negeri Meningkat Capai USD316 M



Lisboa369.com - Walaupun Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia kian meningkat hingga mencapai USD316.0 miliar, atau tumbuh 5,7 persen secara year on year, namun Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo memastikan bahwa kondisi itu masih terkendali dengan baik.
                           Menurut Agus peningkatan yang terjadi pada utang jangka panjang hingga mencapai 80 persen, dan hal ini tidak terlalu membahayakan, namun apabila peningkatan itu terjadi pada utang jangka pendek, maka akan menjadi ancaman bagi keuangan negara.
                          “Saya secara umum menilai ULN Indonesia dalam kondisi yang aman. Walaupun jumlah utang swasta yang lebih besar dari pemerintah, tapi yang lebih utama itu total utang jangka panjang yang lebih dominan 80 persen dari total utang yang ada. kalau yang sensitif itu total utang swasta yang jangka pendek, yang diberikan oleh non-afiliasi,” tutur Agus usai menghadiri pertemuan tahunan Islamic Development Bank di Jakarta Convention Center, Rabu (18/5)
                          Lebih lanjut dia merasa masih mampu mengendalikan lonjakan utang tersebut lantaran karena dia mengukur dari besaran utang swasta jangka pendek masih berada pada angka 5 persen.
“Utang swasta jangka pendek yang diberikan oleh non-afiliasi itu totalnya hanya 5 persen dari loan. Jadi secara umum terkelola dengan baik, dan kondisi ULN Indonesia menjadi lebih terkendali, terkelola karena kalau yang pemerintah dan BUMN pasti melalui koordinasi pemerintah,” tandasnya.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473 


Jumat, 06 Mei 2016

Pertumbuhan Ekonomi DKI Anjlok



                      Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta mengungkapkan realisasi pertumbuhan ekonomi di ibu kota Jakarta selama triwulan I 2016 sebesar 5,62 persen, lebih rendah dibanding triwulan IV 2015 dan di bawah perkiraan BI.
“Perekonomian DKI Jakarta pada triwulan I 2016 tumbuh 5,62 persen secara tahunan (yoy) lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, yaitu 6,48 persen (yoy), dan berada di bawah perkiraan BI,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta Doni P Joewono dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (5/5).
                Menurut Doni, optimisme konsumen yang semakin kuat dengan peningkatan pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada triwulan I 2016 tidak diikuti dengan perbaikan kinerja belanja pemerintah dan kinerja ekspor.
Kedua komponen ini justru tumbuh lebih rendah sehingga secara keseluruhan mengakibatkan pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan ini menjadi lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya.
Melemahnya kinerja belanja pemerintah pusat mengkontribusi penurunan konsumsi pemerintah pada triwulan ini.
                Serapan belanja APBD DKI Jakarta yang cukup baik pada triwulan I 2016 tidak diimbangi dengan penyerapan belanja APBN melalui kementerian/lembaga yang optimal.
Relatif besarnya peran belanja kementerian/lembaga dalam komponen pengeluaran pemerintah di Provinsi DKI Jakarta dan lemahnya kinerja penyerapan belanja APBN oleh kementerian/lembaga berdampak pada lebih rendahnya pertumbuhan konsumsi pemerintah di Jakarta.
Meskipun lebih rendah dibanding triwulan IV 2015 dan perkiraan BI, namun realisasi angka pertumbuhan ekonomi triwulan I 2016 sebesar 5,62 persen itu lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015 yang tercatat sebesar 5,54 persen (yoy).
Sementara itu, masih lemahnya perkembangan ekonomi global berdampak pada terkontraksinya kinerja ekspor dari DKI Jakarta.
                Perkembangan ini terutama terjadi pada penurunan ekspor barang dan berdampak pada melambatnya kinerja industri pengolahan pada triwulan I 2016.
Namun demikian, konsumsi rumah tangga masih terus menunjukkan perbaikan seiring dengan perbaikan optimisme konsumen dan membaiknya daya beli masyarakat.
“Hal ini tidak terlepas dari adanya peningkatan UMP dan turunnya harga beberapa komoditas akibat penyesuaian harga BBM dan tarif tenaga listrik (TTL),” kata Doni.
Menurut dia, peningkatan konsumsi rumah tangga tersebut juga tercermin dari meningkatnya penjualan mobil, aktivitas impor barang konsumsi dan aktivitas lapangan usaha perdagangan.
Sementara itu, perilaku investor swasta yang masih cenderung menunggu (wait and see) berdampak pada masih lemahnya kegiatan investasi di triwulan ini.
                Perkembangan ini terutama terjadi pada investasi bangunan sektor swasta di tengah membaiknya realisasi pembangunan infrastruktur oleh pemerintah.
Dengan besarnya dominasi sektor swasta, hal ini mengakibatkan turunnya kinerja lapangan usaha konstruksi dan konsumsi semen di Jakarta.
Pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan membaik pada triwulan II 2016. Kondisi tersebut didukung oleh adanya implementasi Paket Kebijakan Ekonomi Pemerintah, terus meningkatnya realisasi pembangunan proyek infrastruktur dan masih kuatnya konsumsi rumah tangga, sebagaimana diindikasikan oleh peningkatan optimisme konsumen pada Indeks Tendensi Konsumen (BPS) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (BI).
               Selain itu, realisasi belanja APBD Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta belanja APBN lewat kementerian/lembaga yang ada di Jakarta diperkirakan akan berkinerja lebih baik pada triwulan II 2016.

“Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta akan terus memonitor berbagai perkembangan baik di tingkat regional, nasional, maupun eksternal, sekaligus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta,” kata Doni Joewono.

Senin, 25 April 2016

Harga BBM Menentukan Inflasi


                     Pengendalian inflasi yang dilakukan oleh pihak Bank Indonesia (BI) dirasa masih akan berat ke depannya. Pasalnya, masih banyak tantangan yang wajib dihadapai tidak hanya oleh BI sendiri, melainkan oleh pemerintah juga. Antara lain terkait dengan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) yang harus dilakukan oleh pemerintah.
“Jadi tantangan ke depan masih sangat berat. Selain soal harga BBM juga terkait dengan harga volatile food (pangan yang bergejolak),” ungkap Gubernur BI, Agus Martowardojo di kantornya, Jakarta, Senin (25/4).
Menurut dia, dalam upaya pengendalian inflasi ke depan bukan sesuatu yang ringan. Untuk itu, BI berharap ada koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah agar laju inflasi dapat dikendalikan.
                   Meski begitu, kata dia, saat ini BI tengah mewaspadai potensi peningkatan inflasi dari komoditas pangan, terutama beras, cabai merah, bawang merah, bawang putih, daging ayam dan sapi.
“Secara umum, komoditas volatile food menjadi penyebab utama inflasi. Apalagi menjelang bulan puasa ini,” tegas dia.
                Namun demikian, lanjutnya, BI cukup optimistis terhadap komponen harga ditentukan pemerintah atau administered price yang sudah terkendali.
“Tapi memang selama ini, sumber inflasi dari administered price, terkait harga BBM itu,” tandas Agus.
Agus kembali menegaskan, kontribusi besar komoditas-komoditas administered price selain BBM, terutama komoditas pangan seperti bawang merah terhadap inflasi Maret 2016 ternyata tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh tingginya intensitas curah hujan dan berakhirnya masa panen.
“Yakni inflasi bawang merah pada Maret 2016 itu mencapai 30,86 persen,” sebut Agus.

Makanya, kata dia, guna menjaga stabilitas inflasi, BI sudah menginisiasi program pengendalian inflasi melalui pusat pengendalian harga pangan strategis. Selain itu, bersama pemerintah BI juga membentuk Tim Pengendali Inflasi (TPI).


www.lisboa369.com
Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Minggu, 20 Maret 2016

Kepercayaan Investor Terhadap Prospek Pemulihan Ekonomi Di Indonesia.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan derasnya dana asing yang masuk ke pasar modal dan obligasi hingga 17 Maret 2016 menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek pemulihan ekonomi di Indonesia. “Dana asing yang masuk ke Indonesia sejak 1 Januari hingga 17 Maret 2016 meningkat, meskipun tidak terlalu signifikan,” kata Agus di Jakarta.
Dana asing yang masuk, ujarnya, tumbuh 4 persen atau sebesar Rp 46 triliun dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 44 triliun.
“Hal itu membawa optimisme lebih jauh ke Indonesia,” ujarnya.
Menurut Agus, pelaku pasar dan investor telah mencermati percepatan pemulihan ekonomi di Indonesia, ditandai dengan terjaganya laju inflasi, percepatan realisasi belanja dari APBN, dan data terakhir dari neraca perdagangan yang surplus 1,14 miliar dolar AS.
Indikator membaiknya ekonomi pun terlihat dari turunnya nilai “Credit Default Swap” atau instrumen yang dijadikan kontrak untuk perlindungan dan proteksi risiko kredit.
Sedangkan, tekanan ekonomi eksternal kepada Indonesia dinilai Agus mereda, meskipun potensi gejolak tidak hilang sepenuhnya dalam sisa tahun.
“Kebijakan bank sentral negara-negara Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat yang cenderung tidak menaikkan suku bunganya membawa dampak positif bagi negara berkembang,” ujarnya.
Dari kebijakan otoritas moneter, Agus meyakini, penurunan suku bunga acuan (BI Rate) tiga kali berturut-turut menjadi 6,75 persen akan memacu kegiatan ekonomi dan memberikan ruang leluasa bagi investor.
BI masih meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2016 sebesar 5,2 persen – 5,6 persen. Sementara, pada kuartal I 2016, Agus memprediksi pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,1 persen, dan kuartal II 2016 sebesar 5,2 persen – 5,3 persen.
“Kondisi ekonomi dunia masih dalam kondisi yang belum menggembirakan, kita di Indonesia kondisinya jauh lebih membaik,” ujarnya.


www.lisboa369.com
Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Senin, 07 Maret 2016

Cadangan Devisa Indonesia Naik Jadi US$ 104,5 M

Pada akhir Februari 2016, jumlah cadangan devisa Indonesia tercatat mencapai US$ 104,5 miliar. Mengalami kenaikan dibandingkan bulan Januari 2016 yang mencapai US$ 102,1 miliar.

Demikian disampaikan oleh Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Tirta Segara, dalam keterangannya, Senin (7/3/2016).

"Peningkatan tersebut dipengaruhi penerimaan cadangan devisa, antara lain berasal dari penerimaan devisa migas dan penarikan pinjaman pemerintah serta hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas, yang jauh melampaui kebutuhan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah," jelas Tirta.

Dia mengatakan, posisi cadangan devisa per akhir Februari 2016 tersebut cukup untuk membiayai 7,6 bulan impor atau 7,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan," terang Tirta.

Rabu, 02 Maret 2016

Nilai Tukar Rupiah Menguat


Nilai tukar rupiah masih berada dalam tren penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam beberapa bulan terakhir.  Mata uang Paman Sam tersebut sempat turun hingga kisaran Rp 13.200. Berdasarkan data perdagangan Reuter, dolar AS sore ini ditutup di Rp 13.285.

Salah satu pemicunya memang datang dari kebijakan suku bunga negatif oleh Jepang dan Uni Eropa. Banyak investor yang kebingungan untuk menempatkan dananya agar tetap untung. Untuk saat ini pasar keuangan Indonesia menjadi pilihan.

Cerita ini hampir persis seperti yang terjadi pada beberapa tahun lalu. Saat AS juga memberlakukan hal yang sama. Indonesia ikut menikmati berkah, karena besarnya arus modal yang masuk membuat dolar AS turun ke level di bawah Rp 10.000.

Menko Perekonomian Darmin Nasution mengakui, ada pergerakan dana yang besar atau 'hot money' masuk ke Indonesia. Banyaknya dana asing yang masuk akan mampu membuat rupiah menguat. Namun, nilainya tidak seperti saat AS menempuh kebijakan tersebut.

"Sekarang walau Jepang melakukan hal yang sama dan beberapa negara Eropa melakukan hal yang sama, tetap berbeda. Karena Amerika itu kan uangnya sudah mendunia," ungkap Darmin, di Menara BTN, Jakarta, Rabu.

Ini juga sekaligus menghindari risiko pembalikan arus modal asing seperti yang terjadi pada 2013, akibat berubahnya kebijakan negara-negara tersebut.

"Nggak akan, karena sumbernya tak ada lagi kebijakan Amerika yang quantitative easing. Yang paling banyak arusnya itu karena AS melakukannya," terangnya.

Meski demikian, Darmin mengaku tetap terus waspada. Hot money tidak boleh dibiarkan terlalu liar masuk ke dalam negeri, mengingat risiko pembalikan yang bisa saja datang tiba-tiba. Solusi terbaik adalah suku bunga yang rendah.

Dengan demikian, maka imbal hasil dari berbagai instrumen pasar keuangan dalam negeri juga tidak terlalu tinggi dibandingkan negara berkembang lainnya. Investor juga tidak buru-buru membawa dananya.

"Kita jangan membiarkan tingkat bunga terlalu tinggi. Supaya ya jangan juga terlalu banyak arus datang karena terlalu banyak bedanya dengan bunga negara lain," tegasnya

Menurut Darmin, ada titik di mana berinvestasi di pasar keuangan dalam negeri tetap menarik. Mengingat pembiayaan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih membutuhkan dana asing.

"Sampai tingkat tertentu, itu tinggal mencari titik yang betul," kata Darmin.

Pada sisi lain, pemerintah mengarahkan agar investor melakukan investasi langsung pada sektor rill. Jenis investasi ini tentu lebih rendah risiko dibandingkan dengan pasar keuangan.

"Kalau FDI itu nggak usah khawatir, kalau sudah menjadi gedung kan ya nggak bisa dibawa pulang," pungkasnya.