Lisboa369.com - Tiga partai politik resmi memberikan dukungan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta, pada 2017 mendatang. Ketiga parpol tersebut antara lain Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Hanura, dan Partai Golkar.
Sementara
PDI Perjuangan sebagai pengusung Ahok di Pilgub 2012 hingga kini terus
melakukan penjaringan untuk mengusung calon sendiri. Sekretaris DPD
PDI-Perjuangan DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi menegaskan partainya
tidak khawatir meski masa pendaftaran pasangan calon dari partai politik
makin singkat yakni 19-21 September 2016.
Dia menyebut bisa saja
PDIP mengumumkan bakal calon gubernur di detik-detik terakhir seperti
saat mencalonkan Joko Widodo di Pilgub DKI 2012. Asalkan calon tersebut
berasal dari internal partai sehingga tidak butuh banyak waktu untuk
prosesnya.
"Kemungkinannya, kalau internal partai
kan enggak perlu di fit dan proper test lagi. Kayak Pak Jokowi kan dulu
Pilgub 2012 berasal internal partai," kata Prasetio di Gedung DPRD DKI,
Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (21/6).
Prasetio menegaskan
meski PDIP satu-satunya partai yang bisa mengusung calon sendiri,
partainya tetap terbuka apabila ada partai lain yang mengajukan koalisi.
Mengenai dukungan tiga parpol terhadap Ahok, ketua DPRD DKI Jakarta ini
mengatakan, dukungan partai politik untuk Ahok dianggap resmi jika
sudah ada surat rekomendasi yang ditandatangani Ketua Umum dan
Sekretaris Jenderal partai.
"Mendukung itu kalau sudah
mengeluarkan surat rekomendasi yang ditandatangani. Selama hanya
mengatakan dukung mendukung tapi enggak ada bukti ya susah," kata
Prasetio.
Menurut dia, apabila surat tersebut belum dikeluarkan
oleh institusi partai, keabsahan dukungan untuk Ahok patut
dipertanyakan. Karena itu, Ahok dan relawannya harus khawatir dan
hati-hati.
"Ya mungkin kali ya, (kalau sudah ada surat resmi) itu baru namanya dukungan," ucapnya.
Selain
mempersoalkan keabsahan parpol pendukung, partai pimpinan Megawati
Soekarnoputri ini juga menuding relawan pengumpul KTP untuk mendukung
pencalonan Ahok menerima suap sebesar Rp 30 miliar dari pengembang
reklamasi teluk Jakarta. Tudingan itu dilontarkan anggota DPR fraksi
PDIP, Junimart Girsang, saat rapat dengar pendapat dengan KPK terkait
kasus RS Sumber Waras.
Menurut Junimart, aliran duit itu masuk ke
TemanAhok melalui Cyrus Network dan asisten pribadi Ahok, Sunny
Tanuwidjaya. Junimart pun meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menindaklanjuti temuannya tersebut.
Menanggapi
permintaan Junimart, Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut bahwa penanganan
kasus suap di balik pembahasan raperda reklamasi akan segera naik ke
pengadilan. Soal uang Rp 30 miliar kepada Teman Ahok, Agus mengaku akan
segera mengusutnya dengan berjanji akan mengeluarkan sprindik baru
terkait masalah itu.
Ahok sendiri marah besar atas pernyataan Junimart relawannya, TemanAhok
mendapat kucuran duit dari pengembang yang menggarap proyek reklamasi
Teluk Utara Jakarta. Sejauh ini, Ahok mengaku tidak mengetahui operasional atau pun aliran dana dari pendukungnya itu.
"Kalau
ada tuduhan begitu dia periksa saja yang dituduh. Buktinya mana. Saya
profesional saja," kata Ahok sapaan akrab Basuki di Balai kota, Jakarta.
Mantan
Bupati Belitung Timur ini menduga ada unsur politis di balik tudingan
Junimart. Sebagai anggota DPR, politisi PDIP itu memiliki hak imunitas
sehingga bisa berbicara seenaknya tanpa bisa digugat.
"Saya
bilang pertama gini saya kan pernah anggota DPR. Enak banget coba dia
mau ngomong apa saja dia punya hak imunitas enggak bisa dituntut enggak
bisa digugat. Ini bisa main politik nih," jelas Ahok.
Tak hanya
Ahok, salah satu pendiri teman Ahok, Singgih Widyastomo berani membuka
semua sumber dan jumlah aliran dana yang diterima selama ini. Singgih
heran ada fitnah semacam ini, apalagi saat detik terakhir pengumpulan
sejuta KTP hampir rampung.
Kesal difitnah, Singgih menyatakan Teman Ahok juga siap diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal isu aliran dana yang dilontarkan politisi PDIP.
"Ada
datanya dong pasti. Makanya kita bingung juga kok tiba-tiba ada fitnah
ke kita. Tapi kita clear kok siap diselidiki. Pasti siap buka data
keuangan teman Ahok," kata Singgih saat dihubungi, Kamis (16/6).
Selama
ini, dana yang masuk atau dana yang terkumpul dari hasil penjualan
merchandise Teman Ahok selalu dicatat dengan baik. Singgih mengklaim
jalan yang ditempuh Teman Ahok untuk mengantarkan calon petahana
Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama maju independen, sudah benar dan
taat aturan.
"Kami kaget sih dengan berita
tersebut, tapi kami siap jika harus diselidiki KPK, kita oke dan enggak
ada masalah. Kita yakin masih sekali di jalan yang benar, karena emang
anggaran itu semua dari penjualan merchandise," tegasnya.
Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:
Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473