slide show

Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" />
Selamat datang di blogspot lisboa369
Tampilkan postingan dengan label nasdem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasdem. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 September 2016

NasDem Pastikan Prasetio Gantikan Posisi Nusron


Situs Cashmarket Agen Resmi Maxbet , Agen Resmi Sbobet Dan Agen Casino online terpercaya di indonesia Mitra Resmi Ionclub(Agen khusus Ionclub atau agen ioncasino)


Lisboa369 (Agen resmi maxbet, agen resmi sbobet, serta agen resmi ionclub) - Politikus Partai NasDem Bestari Barus memastikan, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menggantikan posisi Nusron Wahid sebagai ketua tim pemenangan Ahok-Djarot.

Bestari mengetahui hal itu setelah dirinya bertemu dengan Prasetio di DPRD DKI Jakarta. Dalam pertemuan itu, Prasetio mengatakan bahwa dirinya diminta oleh Ahok langsung menjadi ketua tim pemenangan.

"Saya sempat bertemu dengan Pak Pras saya bertanya, karena kami di DPRD "om ini gima tim kita kapan mulai main" (dijawab Pasetio) "nanti tunggu tanggal 29 kan penutupan semua proses pendaftaran. Lantas siapa yang akan memimpin tim ini. Lalu beliau sampaikan saya yang diminta," kata Bestari menirukan komunikasinya dengan Prasetyo pada INILAHCOM, Jakarta, Selasa (27/9/2016).

LISBOA369 AGEN RESMI SBOBET SERTA AGEN KHUSUS IONCLUB ATAU IONCASINO UNTUK LIVE GAME ONLINE, JUGA AGEN RESMI MAXBET YANG TERPERCAYA SAAT INI NO 1 DI INDONESIA.

Bestari mengatakan, permintaan ini akan dikomunikasikan bersama partai yang memberikan dukungan pada Ahok-Djarot. Diantaranya, Partai Golkar, Hanura, NasDem, dan PDPI.

Namun demikian, lanjut dia, partainya tidak mempermasalahkan siapa pun yang akan menggantikan Nusron. Sebab partainya memberikan dukungan terhadap Ahok tanpa syarat.

"Jangankan tim sukses Ahok mau maju lewat manapun kan kita tidak ada syarat atau apapun," kata dia
Terlebih, keputusan yang diambil oleh Ahok pasti sudah dipikirkan dengan masak-masak. Untuk itu, partainya tidak mau ambil pusing dengan kabar akan digantinya Nusron Wahid sebagai ketua tim pemenangan.

"Kami yakini apa yang diputuskan oleh Ahok sudah dipikirkan matang-matang," papar dia.
Dikabarkan Nusron akan digeser dari posisinya sebagai ketua, tentu hal ini memunculkan nama baru untuk menggantikan. Nama Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi masuk dalam daftar kuat calon Ketua Tim Pemenangan Ahok-Djarot.

Bahkan Ahok meminta Edi Prasetio menggantikan posisi Nusron Wahid yang lebih dulu didapuk jadi Ketua Tim Pemenangan Ahok sebelum PDIP mendukungnya.

"Si Prasetio juga bersedia, gampang lah," kata Ahok di Balai Kota.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:
Livechat : Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Minggu, 10 Juli 2016

Nasdem Sebut Belum Ada Keputusan Ahok Maju Lewat Partai



Lisboa369.com - Partai Nasdem membantah jika sudah ada kesepakatan dengan Hanura, Golkar dan Teman Ahok untuk mengusung Basuki Tjahaja Purnama maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui jalur partai. Walaupun tidak dapat dipungkiri pertemuan demi pertemuan terus dilakukan.

Ketua Bidang Hukum DPP Partai NasDem Taufik Basari mengatakan, memang ada pertemuan yang dilakukan pada Sabtu (2/7), di kediaman Basuki atau akrab disapa Ahok. Namun, dia menepis jika dalam pertemuan tersebut telah ada kesepakatan mantan Bupati Belitung Timur ini maju melalui jalur partai.

"Belum ada kesepakatan apapun, Nasdem masih menyerahkan kepada Ahok untuk mempertimbangkan berbagai hal dan mempersiapkan strateginya," katanya. Sabtu (9/7).

Namun jika memang benar Ahok ingin maju melalui jalur partai, dia menegaskan, partai besutan Surya Paloh ini tetap akan memberikan dukungan. Tetapi, jika ternyata maju melalui jalur perseorangan, dukungan tersebut tetap akan diberikan.

"Kami siap dalam keadaan apapun, maju melalui perseorangan ataupun partai politik. Kami tetap dukung Ahok baik perorangan dan parpol kami akan dukung," tegas Taufik.

Sebelumnya, tiga partai pendukung calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yakni Partai Golkar, Partai Hanura dan Partai NasDem sudah bertemu dengan Teman Ahok, barisan relawan Ahok. Pertemuan tersebut membicarakan strategi pemenangan untuk Ahok.

Pelaksana tugas Ketua Dewan Perwakilan Daerah Golkar DKI Jakarta Yorrys Raweyai mengklaim Ahok telah memutuskan untuk maju melalui jalur partai. Keputusan ini diambil usai melakukan pertemuan parpol pendukung dan barisan relawan di kediaman Ahok pada Sabtu (2/7).

"Bahwa hampir pasti nanti dia (Ahok) akan menggunakan parpol karena sudah sepakat. Kita enggak ada masalah. Apalagi dia ada aset komunitas sosial yang signifikan. Kita tinggal strategi pemenang," katanya di kediaman Aburizal Bakrie, Menteng, Jakarta, Rabu (6/7).

Dia menjelaskan alasan Ahok akhirnya akan maju melalui jalur partai. Salah satunya karena sulitnya melalui jalur perseorangan. Terutama terkait aturan verifikasi faktual untuk dukungan 1 KTP yang telah dikumpulkan relawan.

"Kalau perseorangan terlalu ribet terutama verifikasi faktual. Tiga partai dan Teman Ahok sudah sepakat yang penting bagaimana Ahok bisa jadi Gubernur," tegasnya.

Yorrys menegaskan, kini partai pendukung mantan Bupati Belitung Timur ini tengah mempersiapkan strategi pemenangan. Terutama karena lawan yang kemungkinan dihadapi adalah PDI Perjuangan dan Gerindra.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas

silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473 

Kamis, 07 Juli 2016

Yorrys sebut 3 parpol & Teman Ahok Sepakat, Ahok Maju Lewat Partai



Lisboa369.com - Tiga partai pendukung calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yakni Partai Golkar, Partai Hanura dan Partai NasDem sudah bertemu dengan Teman Ahok, barisan relawan Ahok. Pertemuan tersebut membicarakan strategi pemenangan untuk Ahok.

Pelaksana tugas Ketua Dewan Perwakilan Daerah Golkar DKI Jakarta Yorrys Raweyai mengklaim Ahok telah memutuskan untuk maju melalui jalur partai. Keputusan ini diambil usai melakukan pertemuan parpol pendukung dan barisan relawan di kediaman Ahok pada Sabtu (2/7).

"Bahwa hampir pasti nanti dia (Ahok) akan menggunakan parpol karena sudah sepakat. Kita enggak ada masalah. Apalagi dia ada aset komunitas sosial yang signifikan. Kita tinggal strategi pemenang," katanya kepada merdeka.com di kediaman Abu Rizal Bakrie, Menteng, Jakarta, Rabu (6/7).

Dia menjelaskan alasan Ahok akhirnya akan maju melalui jalur partai. Salah satunya karena sulitnya melalui jalur perseorangan. Terutama terkait aturan verifikasi faktual untuk dukungan 1 KTP yang telah dikumpulkan relawan.

"Kalau perseorangan terlalu ribet terutama verifikasi faktual. Tiga partai dan Teman Ahok sudah sepakat yang penting bagaimana Ahok bisa jadi Gubernur," tegasnya.

Yorrys menegaskan, kini partai pendukung mantan Bupati Belitung Timur ini tengah mempersiapkan strategi pemenangan. Terutama karena lawan yang kemungkinan dihadapi adalah PDI Perjuangan dan Gerindra.

Menurut Pelaksana tugas Ketua Dewan Perwakilan Daerah Golkar DKI Jakarta Yorrys Raweyai, pertemuan itu membicarakan strategi pemenangan Ahok. Tim ahli Teman Ahok, Putu Artha mengaku tidak ikut dalam pertemuan itu. Namun dia membenarkan adanya pertemuan di rumah Ahok.

"Komunikasi terus dilakukan. Teman Ahok sudah bertemu dengan Pak Ahok. Kalau Pak Yorrys sebut ada parpol juga yang bertemu saat itu, bisa jadi," ujar Putu kepada merdeka.com, Kamis (7/7).

Ketika disinggung hasil pertemuan, Putu enggan mengungkapkan. Alasannya, dia tidak ikut dalam pertemuan tersebut. Saat dikonfirmasi terkait pernyataan Yorrys yang menyebut dalam pertemuan itu sudah disepakati bahwa Ahok akan maju melalui jalur partai politik, Putu meminta masyarakat menunggu pernyataan resmi dari Ahok.

"Kalau hasil pertemuan saya tidak tahu. Ya kita tunggu saja, kan Pak Ahok bilang setelah Lebaran. Kita tunggu saja," tegasnya.

Sebelumnya, Pelaksana tugas Ketua Dewan Perwakilan Daerah Golkar DKI Jakarta Yorrys Raweyai mengklaim Ahok telah memutuskan untuk maju melalui jalur partai. Keputusan ini diambil usai melakukan pertemuan parpol pendukung dan barisan relawan di kediaman Ahok pada Sabtu (2/7).

"Bahwa hampir pasti nanti dia (Ahok) akan menggunakan parpol karena sudah sepakat. Kita enggak ada masalah. Apalagi dia ada aset komunitas sosial yang signifikan. Kita tinggal strategi pemenang," katanya kepada merdeka.com di kediaman Abu Rizal Bakrie, Menteng, Jakarta, Rabu (6/7).

Dia menjelaskan alasan Ahok akhirnya akan maju melalui jalur partai. Salah satunya karena sulitnya melalui jalur perseorangan. Terutama terkait aturan verifikasi faktual untuk dukungan 1 KTP yang telah dikumpulkan relawan.

"Kalau perseorangan terlalu ribet terutama verifikasi faktual. Tiga partai dan Teman Ahok sudah sepakat yang penting bagaimana Ahok bisa jadi Gubernur," tegasnya.


 www.lisboa369.com
Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
 
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Senin, 27 Juni 2016

Reuni Tiga Kawan Lama Pendukung Ahok di Pilgub Jakarta



Lisboa369.com - Pemilihan Gubernur DKI 2017 baru akan digelar tahun depan, tetapi atmosfer dan panasnya suhu politik sudah mulai terasa sejak tahun lalu. Tiga partai politik langsung tancap gas dan secara resmi memberikan dukungan pada calon petahana Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. Pria akrab disapa Ahok ini mengapresiasi dukungan tiga parpol meskipun sejauh ini dia menyatakan bakal maju dari jalur independen.

Partai Nasional Demokrat (NasDem) lebih dulu memberikan dukungannya pada Ahok. Menyusul kemudian Partai Hanura. Terakhir, Partai Golkar yang juga secara tegas menyatakan dukungan untuk mantan Bupati Belitung Timur ini.

Dukungan tiga partai otomatis membuat Ahok mempunyai dua pilihan jalan yang digunakan untuk maju Pilgub. Ahok sudah memiliki modal sejuta KTP dari relawan Teman Ahok jika akhirnya tetap maju tanpa kendaraan partai politik. Angka tersebut sudah cukup memberikan tiket bagi Ahok maju independen. Disisi lain, ada 3 partai yang bersedia dan sanggup memuluskan ambisi Ahok menjadi DKI 1 melalui jalur partai karena jumlah kursi di DPRD memenuhi syarat.

Jumlah total suara milik Nasdem, Hanura, dan Golkar adalah 24, yang terdiri dari 5 milik Nasdem, 10 milik Hanura, dan 9 milik Golkar. Sedangkan, batas minimal bagi Parpol atau gabungan parpol yang ingin mengusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI diketahui adalah 22 kursi.





Selain fakta tersebut, ternyata terselip fakta unik terkait dukungan 3 partai pendukung Ahok itu. Jika ditelisik, keputusan mendukung Ahok seperti mempertemukan tiga kawan lama dalam sebuah reuni. Bukan rahasia lagi, tiga nakhoda partai pendukung Ahok itu dulu pernah berkarir dalam satu partai, yakni Partai Golkar.

Perpecahan di internal Golkar menyebabkan para petinggi partai berlambang pohon beringin ini memilih keluar, kemudian melahirkan partai baru. Sebut saja Wiranto yang harus berpisah dari Golkar dan membentuk partai Hanura pada 14 November 2006. Konflik di tubuh Golkar juga membuat satu lagi politisi senior hengkang yakni Surya Paloh. Paloh keluar pada tahun 2011 dan membentuk partai baru bernama Partai Nasional Demokrat (NasDem).





Kini, menjelang gelaran Pilgub DKI, Wiranto, Surya Paloh dan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto reuni karena memiliki sikap dan persepsi sama soal sosok yang dianggap bisa memimpin Jakarta yaitu Ahok. Tiga kawan lama ini pun sama-sama menghormati dan tak mempermasalahkan apapun keputusan akhir Ahok dalam Pilgub DKI. Apakah tetap berada di jalur independen atau kembali ke 'pelukan' parpol. Yang terpenting Ahok tetap maju dalam pilkada tahun depan.




Setelah mengantongi dukungan resmi dari tiga partai, Ahok sendiri berjanji menemui Teman Ahok usai Lebaran. Dalam pertemuan nanti dia akan tanyakan, apakah Teman Ahok tetap memilih jalur yang sulit atau mudah dengan diusung partai.

"Gua tanya nih gimana kita masih mau pakai tiket sulit atau mau tiket yang mudah. Prinsipnya tiga partai ini sama mau dukung mau ngusung sama," katanya.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Rabu, 22 Juni 2016

PDIP Serang Ahok, Persoalkan Relawan & Parpol Pendukung



Lisboa369.com - Tiga partai politik resmi memberikan dukungan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta, pada 2017 mendatang. Ketiga parpol tersebut antara lain Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Hanura, dan Partai Golkar.

Sementara PDI Perjuangan sebagai pengusung Ahok di Pilgub 2012 hingga kini terus melakukan penjaringan untuk mengusung calon sendiri. Sekretaris DPD PDI-Perjuangan DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi menegaskan partainya tidak khawatir meski masa pendaftaran pasangan calon dari partai politik makin singkat yakni 19-21 September 2016.

Dia menyebut bisa saja PDIP mengumumkan bakal calon gubernur di detik-detik terakhir seperti saat mencalonkan Joko Widodo di Pilgub DKI 2012. Asalkan calon tersebut berasal dari internal partai sehingga tidak butuh banyak waktu untuk prosesnya.

"Kemungkinannya, kalau internal partai kan enggak perlu di fit dan proper test lagi. Kayak Pak Jokowi kan dulu Pilgub 2012 berasal internal partai," kata Prasetio di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (21/6).

Prasetio menegaskan meski PDIP satu-satunya partai yang bisa mengusung calon sendiri, partainya tetap terbuka apabila ada partai lain yang mengajukan koalisi. Mengenai dukungan tiga parpol terhadap Ahok, ketua DPRD DKI Jakarta ini mengatakan, dukungan partai politik untuk Ahok dianggap resmi jika sudah ada surat rekomendasi yang ditandatangani Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal partai.

"Mendukung itu kalau sudah mengeluarkan surat rekomendasi yang ditandatangani. Selama hanya mengatakan dukung mendukung tapi enggak ada bukti ya susah," kata Prasetio.

Menurut dia, apabila surat tersebut belum dikeluarkan oleh institusi partai, keabsahan dukungan untuk Ahok patut dipertanyakan. Karena itu, Ahok dan relawannya harus khawatir dan hati-hati.

"Ya mungkin kali ya, (kalau sudah ada surat resmi) itu baru namanya dukungan," ucapnya.

Selain mempersoalkan keabsahan parpol pendukung, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri ini juga menuding relawan pengumpul KTP untuk mendukung pencalonan Ahok menerima suap sebesar Rp 30 miliar dari pengembang reklamasi teluk Jakarta. Tudingan itu dilontarkan anggota DPR fraksi PDIP, Junimart Girsang, saat rapat dengar pendapat dengan KPK terkait kasus RS Sumber Waras.

Menurut Junimart, aliran duit itu masuk ke TemanAhok melalui Cyrus Network dan asisten pribadi Ahok, Sunny Tanuwidjaya. Junimart pun meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menindaklanjuti temuannya tersebut.

Menanggapi permintaan Junimart, Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut bahwa penanganan kasus suap di balik pembahasan raperda reklamasi akan segera naik ke pengadilan. Soal uang Rp 30 miliar kepada Teman Ahok, Agus mengaku akan segera mengusutnya dengan berjanji akan mengeluarkan sprindik baru terkait masalah itu.

Ahok sendiri marah besar atas pernyataan Junimart relawannya, TemanAhok mendapat kucuran duit dari pengembang yang menggarap proyek reklamasi Teluk Utara Jakarta. Sejauh ini, Ahok mengaku tidak mengetahui operasional atau pun aliran dana dari pendukungnya itu.

"Kalau ada tuduhan begitu dia periksa saja yang dituduh. Buktinya mana. Saya profesional saja," kata Ahok sapaan akrab Basuki di Balai kota, Jakarta.

Mantan Bupati Belitung Timur ini menduga ada unsur politis di balik tudingan Junimart. Sebagai anggota DPR, politisi PDIP itu memiliki hak imunitas sehingga bisa berbicara seenaknya tanpa bisa digugat.

"Saya bilang pertama gini saya kan pernah anggota DPR. Enak banget coba dia mau ngomong apa saja dia punya hak imunitas enggak bisa dituntut enggak bisa digugat. Ini bisa main politik nih," jelas Ahok.

Tak hanya Ahok, salah satu pendiri teman Ahok, Singgih Widyastomo berani membuka semua sumber dan jumlah aliran dana yang diterima selama ini. Singgih heran ada fitnah semacam ini, apalagi saat detik terakhir pengumpulan sejuta KTP hampir rampung.

Kesal difitnah, Singgih menyatakan Teman Ahok juga siap diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal isu aliran dana yang dilontarkan politisi PDIP.

"Ada datanya dong pasti. Makanya kita bingung juga kok tiba-tiba ada fitnah ke kita. Tapi kita clear kok siap diselidiki. Pasti siap buka data keuangan teman Ahok," kata Singgih saat dihubungi, Kamis (16/6).

Selama ini, dana yang masuk atau dana yang terkumpul dari hasil penjualan merchandise Teman Ahok selalu dicatat dengan baik. Singgih mengklaim jalan yang ditempuh Teman Ahok untuk mengantarkan calon petahana Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama maju independen, sudah benar dan taat aturan.

"Kami kaget sih dengan berita tersebut, tapi kami siap jika harus diselidiki KPK, kita oke dan enggak ada masalah. Kita yakin masih sekali di jalan yang benar, karena emang anggaran itu semua dari penjualan merchandise," tegasnya.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473 

Senin, 21 Maret 2016

Teman Ahok Dan NasDem

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh baru saja melantik pengurus partainya mulai dari tingkat ranting hingga wilayah se-DKI Jakarta.
"Saya Ketua Umum Partai NasDem dengan ini melantik Anda sebagai DPW, DPD, DPC, dan DPRt di daerah khusus Jakarta Raya sesuai surat keputusan," kata Surya di Istora Senayan, Jakarta Pusat
Acara seremonial berlangsung meriah. Setiap Ketua Pengurus Daerah Pimpinan Daerah di DKI Jakarta diberikan bendera partai oleh Surya sebagai simbol pelantikan. Ketua DPD Jakarta Utara Hasan Basri mendapat sambutan dari para pendukungnya yang duduk di area sebelah kanan panggung.
Usai memberikan bendera, acara dilanjutkan dengan memanggil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke atas panggung. Pengisi acara mengatakan akan memberikan kejutan kepada Ahok.
Ahok hanya tersenyum dan mengangkat tangannya untuk mengenakan rompi tersebut.
Para pengunjung bersorak dan menyanyikan lagu kemenangan untuk partai dan Ahok. "Ku ingin... NasDem harus menang. Yo ayo... Yo Partai NasDem. Ku ingin... Ahok harus menang."
Kemudian, seorang pria dan wanita yang memakai baju adat Betawi dengan selendang bertuliskan Duta NasDem menyerahkan sebuah rompi putih kepada Surya. Rompi putih dengan tulisan Teman Ahok yang disandingkan dengan logo partai itu dipegang Surya dan memakaikannya ke Ahok.
Keputusan partai untuk mendukungnya bukan hanya untuk menyukseskannya dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 saja.
Momen ini merupakan kesempatan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap partai politik.
Ahok, sapaan Basuki, mengacu kepada Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif yang akan berlangsung pada tahun yang sama yaitu 2019. Pada saat itu, akan diuji kembali apakah tingkat kepercayaan masyarakat terhadap parpol sudah meningkat.
"2019 nanti kita selesaikan reformasi yang belum selesai. Rakyat akan memilih partai yang mau merestorasi mau mereformasi total."
"Makanya saya katakan, taruhannya bukan hanya Ahok jadi gubernur atau tidak. Kita masang sebuah posisi untuk mengembalikan kembali kepercayaan kepada partai politik," ujar Ahok di Istora Senayan, Minggu (20/3/2016).
Ahok mengatakan, salah satu partai yang sudah memulai upaya itu adalah Partai Nasdem. Partai Nasdem telah mendukungnya tanpa syarat bahkan membantu proses pengumpulan KTP.
Ahok yakin atas sikap Partai Nasdem tersebut, kelompok pendukungnya "Teman Ahok" akan mau membantu Partai Nasdem agar sukses di tahun politik 2019 nanti.
Sebab, kata dia, "Teman Ahok" telah ditunjukan sikap rendah hati Partai Nasdem yang telah mendukungnya.
"Setelah selesai 2017, saya yakin mereka akan dukung Partai Nasdem habis-habisan untuk 2019," ujar Ahok.


www.lisboa369.com
Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Jumat, 18 Maret 2016

Ahok Masih Setia Tempuh Jalur Independen


Kini Basuki T.  Purnama (Ahok) berpotensi didukung penuh Partai NasDem, Hanura, PKB, dan PAN sekaligus. Sekadar berhitung, jumlah kekuatan mereka di DPRD DKI sudah 23 kursi, cukup untuk mengusung Ahok menjadi cagub jalur parpol.

Namun Gubernur DKI ini tetap tak tergoda untuk menempuh jalur parpol dan tetap setia di jalur independen. Ini dilakukannya demi pendukung yang tergabung dalam Teman Ahok.

"Tetap kalau menjadi 23 kursipun, tetap kita akan pakai independen untuk menghargai Teman Ahok, untuk semua partai yang mendukung sudah tahu," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta.

Mengulas dukungan-dukungan yang didapatnya, Ahok menceritakan sudah bertemu dengan Ketua DPD Hanura DKI Mohamad Sangaji (Ongen). Meski Ongen dulu adalah Ketua Pansus Angket DPRD DKI yang bernah berpotensi menurunkan dari jabatannya, Ahok tetap menjalin hubungan baik dengan Ongen.

"Kalau Pak Wiranto (Ketum Hanura) sih memang pengarahannya (dukungan) ke saya. Sudah beberapa kali ketemu. Dia sudah proses," kata Ahok.

Ahok juga sudah bertemu dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. "Kemarin, di Istana," katanya. Ahok menyampaikan PAN akan mendukungnya bila hasil survei soal Pilgub DKI 2017 dimenangi dirinya.

"PKB juga. PKB saya kenal betul. Dulu saya nyalonin di Bangka Belitung-pun Gus Dur (Abdurrahman Wahid) dukung saya. Patokan PKB sederhana, kalau di survei bisa menang dan visi-misinya jelas, biasanya juga dukung," kata Ahok.

Bila benar Ahok mendapat dukungan partai-partai itu, Ahok tetap menghargai pengumpulan KTP dukungan yang dikerjakan Teman Ahok. Soalnya, Teman Ahok khawatir bila Ahok dikhianati partai, dijanjikan akan diusung ke Pilgub DKI 2017, namun malah ditinggal saja di detik-detik terakhir pencalonan.

"Teman Ahok tidak mau kalau nanti partai berubah pikiran. Kalau berubah pikiran, enggak bisa balik lagi loh. Mereka enggak percaya juga sama partai loh. Ya enggak apa-apa," kata Ahok.


www.lisboa369.com
Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473