slide show

Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" />
Selamat datang di blogspot lisboa369
Tampilkan postingan dengan label demokrat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label demokrat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Oktober 2016

Elite Demokrat Sebut Ruhut Akan Diberi Sanksi Langsung Dari SBY



Situs Cashmarket Agen Resmi Maxbet , Agen Resmi Sbobet Dan Agen Casino online terpercaya di indonesia Mitra Resmi Ionclub(Agen khusus Ionclub atau agen ioncasino)


Lisboa369 (Agen resmi maxbet, agen resmi sbobet, serta agen resmi ionclub) - Politikus Demokrat Ruhut Sitompul resmi ditunjuk sebagai juru bicara tim pemenangan Ahok-Djarot di Pilgub DKI 2017. Padahal, Demokrat dan poros Cikeas mengusung Agus Harimurti dan Sylviana Murni untuk bertarung melawan Ahok-Djarot.


Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Agus Hermanto memastikan Ruhut akan diganjar sanksi. Komisi Pengawasan saat ini tengah bekerja mempertimbangkan sanksi yang cocok diberikan kepada Ruhut sesuai dengan pelanggaran yang dibuat.

"Saat ini sidang masih diproses terus dan Pak Ruhut. Insya Allah dalam waktu tidak lama lagi pasti ada sanksi-sanksi yang disampaikan oleh Komwas," kata Agus di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/10).

Agus menyebut keputusan yang diambil Komisi Pengawasan Demokrat akan disampaikan kepada Ketum Susilo Bambang Yudhoyono dan Sekjen Hinca Pandjaitan untuk kemudian diumumkan.

"Yang tentunya nanti hasil-hasil dari Komwas itu disampaikan kepada Ketua Umum dan Sekjen untuk deklarasikan sanksinya adalah seperti ini seperti ini seperti ini," tegasnya.

Agus menegaskan rencana pengunduran diri Ruhut dari jabatan koordinator Polhukam Demokrat adalah keinginannya sendiri dan tidak ada hubungannya dengan sanksi yang akan diberikan.

"Tentunya seluruh pelanggaran dalam tanda kutip pelanggaran dari partai politik tentunya pasti ada sanksi nya yang kita ketahui bahwa saya mendengar dari media Bang Ruhut mengundurkan diri dari jabatan koordinator polhukam itu adalah keinginan Bang Ruhut sendiri tidak ada hubungannya dengan sanksi yang diproses sekarang ini," pungkasnya.

LISBOA369 AGEN RESMI SBOBET SERTA AGEN KHUSUS IONCLUB ATAU IONCASINO UNTUK LIVE GAME ONLINE, JUGA AGEN RESMI MAXBET YANG TERPERCAYA SAAT INI NO 1 DI INDONESIA.

                           Masuk Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Ruhut: Kalau Mandi Harus Basah

Politikus Demokrat Ruhut Sitompul mengaku haru dan kaget dengan pencantuman namanya sebagai juru bicara tim pemenangan pasangan calon (Paslon) petahana Ahok-Djarot.

“Aku kaget tadi siang PDIP itu rapat. Pak Charles Honoris telpon aku. Pak Djarot sama Pak Prasetyo ketua timses mau ngomong. Ada apa, Aku bilang. Mereka bilang sedang persiapan mau ke KPU mohon izin kami masukkan abang jadi Jurkam dan juru bicara. Apa abang bersedia?” terang Ruhut saat dihubungi, di Jakarta, Rabu (5/10).

“Apa aku nggak terharu? Aku kan orangnya keras, tapi selembut salju, aku lebih lembut lagi, kaget lah kawan-kawan. Dan aku bangga. Rupanya Hanura yang ngga setuju itu DPP, sedangkan di DPD-nya bilang kita harus terima bang Ruhut,” papar Ruhut menambahkan.

Sehingga, ia berpandangan bahwa partai pendukung petahana sudah menerima keberadaan dirinya yang sejak awal mendukung Ahok untuk maju di Pilkada DKI 2017 nanti.

“Jadi semua termasuk Nasdem, ya Golkar aja agak gimana. Bahkan Ruhut kalau mau balik Golkar kami terima hahaha,” ujar dia.

Dengan masuknya nama Ruhut d struktur tim pemenangan Ahok-Djarot, dia pun bergairah untuk melakukan tugasnya secara total demi memenangkan pasangan yang diusungnya.

“Jadi aku terima kasih. Karena aku diajarkan orang tuaku kalau mandi itu basah, nggak boleh setengah-setengah. Mulai sekarang mereka sudah jadwalkan aku banyak (agenda), kalau perlu nginap di rumah penduduk DKI ini untuk meyakinkan mereka kenapa Ahok,” pungkas dia.




Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:
Livechat : Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Rabu, 28 September 2016

Kerap Bertentangan Akhirnya Ibas Minta Ruhut Mundur Dari Demokrat


Situs Cashmarket Agen Resmi Maxbet , Agen Resmi Sbobet Dan Agen Casino online terpercaya di indonesia Mitra Resmi Ionclub(Agen khusus Ionclub atau agen ioncasino)


Lisboa369 (Agen resmi maxbet, agen resmi sbobet, serta agen resmi ionclub) - Manuver politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul dinilai kerap bertentangan dengan kebijakan partainya, seperti saat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 lalu.

Untuk diketahui, Partai Demokrat memilih netral untuk tidak mendukung salah satu calon di Pilpres 2014 yang saat itu antara Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dengan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Sedangkan Ruhut pada saat itu lebih memilih untuk mendukung Presiden Jokowi dan berlanjut hingga saat ini. Sikap beda pendapat Ruhut dengan Demokrat muncul kembali dalam Pilgub DKI Jakarta.

Ruhut secara terbuka menyatakan dukungannya untuk calon petahana Basuki T Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat. Sedangkan Partai Demokrat bersama Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) punya calon sendiri yakni Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

Merespons sikap Ruhut ini ‎Ketua Komisi Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono‎ (Ibas) mempersilakan Ruhut Sitompul mengundurkan diri dari partainya.

Kendati demikian, Ibas menilai wajar ada kader Demokrat mendukung calon lain jika keputusan politik belum diambil oleh internal partai.

"Tetapi ketika keputusan berjenjang, akuntabel, transparan sudah diambil, maka sejak itulah semua kader harus berjuang bersama, bersatu untuk mensukseskan keputusan tersebut, begitulah etika politiknya," kata Ibas dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/9/2016).

Namun demikian, Ibas mempersilakan kader yang berbeda pandangan mengambil sikap tegas untuk mengundurkan diri atau menempuh jalan lain.

"Namun, saya yakin kecintaan saudara Ruhut yang telah berjuang dan menjadi bagian dalam membesarkan Partai Demokrat tidak pernah pudar pada partai yang disayanginya," ucap Ibas.

‎Ibas menegaskan, Partai Demokrat, PPP, PKB dan PAN memutuskan mengusung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni untuk maju dalam pesta demokrasi Pilkada DKI Jakarta 2017 telah melalui proses yang cepat dan dinamis.

"Keputusan sudah diambil melalui proses yang sangat cepat, dinamis, transparan dan berjenjang dengan mekanisme partai sesuai segala aspek pertimbangan matang dan parameter yang ada," ujarnya.

Sementara dari Boy Sadikin Menyatakan Ruhut Jangan Malu-Malu Jika Ingin Masuk PDIP


LISBOA369 AGEN RESMI SBOBET SERTA AGEN KHUSUS IONCLUB ATAU IONCASINO UNTUK LIVE GAME ONLINE, JUGA AGEN RESMI MAXBET YANG TERPERCAYA SAAT INI NO 1 DI INDONESIA.

Mantan politikus PDIP, Boy Sadikin, geram dengan tudingan Ruhut Sitompul yang menyebutnya sakit hati terkait keputusan keluar dari partai banteng moncong putih. Boy meminta Ruhut tak menyangkutpautkan dirinya jika keinginannya adalah menjadi kader PDIP.

"Jangan dia yang ribut (dengan Partai Demokrat) tapi nyerempetnya ke saya, dibilang saya sakit hati. Kalau Ruhut mau masuk PDIP, jangan menjelek-jelekkan saya. Melamar saja (ke PDIP), masuk saja, jangan malu-malu, diterima kok," kata Boy di Jakarta, Selasa (27/9).

Putra mantan gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, ini mengatakan, keputusannya untuk keluar dari PDIP murni lantaran tak sejalan dengan keputusan DPP PDIP yang mengusung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai cagub. Ia menilai Ahok tak pantas menjadi gubernur DKI karena sikap dan gaya kepemimpinan dia yang dianggap tak berpihak kepada masyarakat kecil.

Dalam kasus yang hampir sama, Ruhut juga menyatakan tetap mendukung Ahok meski Partai Demokrat mengusung Agus Yudhoyono sebagai Cagub. Ruhut diminta untuk secara kesatria mengundurkan diri dari partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Sebelumnya, Ruhut sempat menyindir sikap Boy yang keluar dari PDIP. Ia menuding Boy sakit hati lantaran tidak dicalonkan sebagai gubernur. Ia menolak diminta untuk bersikap kesatria seperti Boy Sadikin lantaran sikapnya tak sejalan dengan partai terkait pilkada DKI.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:
Livechat : Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Kamis, 22 September 2016

Ketua Umum Partai Demokrat Akan Umumkan Jagoan Untuk Pilgub


Situs Cashmarket Agen Resmi Maxbet , Agen Resmi Sbobet Dan Agen Casino online terpercaya di indonesia Mitra Resmi Ionclub(Agen khusus Ionclub atau agen ioncasino)


Lisboa369 (Agen resmi maxbet, agen resmi sbobet, serta agen resmi ionclub) - Empat ketua umum partai politik selesai menggelar pertemuan di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Hasilnya, mereka sudah memiliki calon gubernur dan calon wakil gubernur. Akan disampaikan resmi siang nanti, Kamis (22/9).

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengatakan, empat partai yakni Demokrat, PKB, PPP dan PAN sepakat mengusung calon bersama. Menurut dia, pertemuan antara ketua umum tadi berlangsung sangat cair namun serius.

"Kita sepakat tadi, bulat mengusung kandidat-kandidat Pilgub DKI pada alternatif sudah kerucut akan difinalisasi besok," kata Zulkifili Hasan.

LISBOA369 AGEN RESMI SBOBET SERTA AGEN KHUSUS IONCLUB ATAU IONCASINO UNTUK LIVE GAME ONLINE, JUGA AGEN RESMI MAXBET YANG TERPERCAYA SAAT INI NO 1 DI INDONESIA.

Zulkifli menegaskan, empat partai yang hadir juga masih membuka peluang untuk koalisi bersama PKS dan Gerindra. PKS dan Gerindra tak hadir dalam pertemuan tersebut.

"Di samping itu, kita juga komunikasi terus dengan teman-teman Gerindra dan PKS. Kira-kira begitu hasilnya malam ini. Komunikasi untuk bisa bersama-sama dalam Pilgub tahun 2017 mendatang," terang dia.

Zulkifli mengatakan, nama calon gubernur dan wakil gubernur memang sudah mengerucut. Tapi akan dikonfirmasi lagi besok.

"Nama sudah mengerucut, siapa dia, itu akan disampaikan namanya di sini. Jam 12 siang nanti," tutup Zulkifli.

Seperti diketahui, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum PPP Romahurmuziy, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggelar pertemuan di Cikeas untuk membahas Pilgub DKI 2017. Keempat ketua umum ini rapat kurang lebih empat jam untuk mencari lawan petahana Ahok-Djarot.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
 
silahkan hubungi kami melalui:
Livechat : Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Minggu, 03 Juli 2016

Demokrat Tak Segan-segan Pecat Putu Sudiartana



Lisboa369.com - Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul mempersilakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut kasus dugaan suap yang menjerat kader Demokrat, I Putu Sudiartana sebagai tersangka.

Ruhut menegaskan, Partai Demokrat tengah mempersiapkan sanksi berupa pemecatan jika yang bersangkutan terbukti menerima suap.

"Saya ingetkan kader, jangan main api kalau enggak mau terbakar,"‎ ujar Ruhut di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Minggu (3/6/2016).

Selaku kader dan pengurus Demokrat yang membawahi masalah politik, hukum dan keamanan itu, Demokrat mengaku akan mengambil tindakan tegas berupa pemecatan.

"‎Kalau ada dua alat bukti, kami enggak segan langsung kami pecat. Dia lagi diproses (pemecatan)," tandasnya.

Diketahui Putu Sudiartana yang merupakan anggota DPR dari daerah pemilihan Bali itu telah ditetapkan KPK sebagai tersangka atas dugaan suap dari Suprapto (SPT) selaku kepala dinas prasarana jalan dan tata ruang pemukiman Provinsi Sumatera Barat dan Yogan Askan (YA) pihak swasta.

Sudiartana diduga telah menerima suap sebesar Rp500 juta dan 40 ribu dollar Singapura terkait pengamanan proyek 12 ruas jalan di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) yang anggarannya teralokasi dalam APBNP 2016.‎


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas

silahkan hubungi kami melalui:
Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Rabu, 22 Juni 2016

PDIP Serang Ahok, Persoalkan Relawan & Parpol Pendukung



Lisboa369.com - Tiga partai politik resmi memberikan dukungan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta, pada 2017 mendatang. Ketiga parpol tersebut antara lain Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Hanura, dan Partai Golkar.

Sementara PDI Perjuangan sebagai pengusung Ahok di Pilgub 2012 hingga kini terus melakukan penjaringan untuk mengusung calon sendiri. Sekretaris DPD PDI-Perjuangan DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi menegaskan partainya tidak khawatir meski masa pendaftaran pasangan calon dari partai politik makin singkat yakni 19-21 September 2016.

Dia menyebut bisa saja PDIP mengumumkan bakal calon gubernur di detik-detik terakhir seperti saat mencalonkan Joko Widodo di Pilgub DKI 2012. Asalkan calon tersebut berasal dari internal partai sehingga tidak butuh banyak waktu untuk prosesnya.

"Kemungkinannya, kalau internal partai kan enggak perlu di fit dan proper test lagi. Kayak Pak Jokowi kan dulu Pilgub 2012 berasal internal partai," kata Prasetio di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (21/6).

Prasetio menegaskan meski PDIP satu-satunya partai yang bisa mengusung calon sendiri, partainya tetap terbuka apabila ada partai lain yang mengajukan koalisi. Mengenai dukungan tiga parpol terhadap Ahok, ketua DPRD DKI Jakarta ini mengatakan, dukungan partai politik untuk Ahok dianggap resmi jika sudah ada surat rekomendasi yang ditandatangani Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal partai.

"Mendukung itu kalau sudah mengeluarkan surat rekomendasi yang ditandatangani. Selama hanya mengatakan dukung mendukung tapi enggak ada bukti ya susah," kata Prasetio.

Menurut dia, apabila surat tersebut belum dikeluarkan oleh institusi partai, keabsahan dukungan untuk Ahok patut dipertanyakan. Karena itu, Ahok dan relawannya harus khawatir dan hati-hati.

"Ya mungkin kali ya, (kalau sudah ada surat resmi) itu baru namanya dukungan," ucapnya.

Selain mempersoalkan keabsahan parpol pendukung, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri ini juga menuding relawan pengumpul KTP untuk mendukung pencalonan Ahok menerima suap sebesar Rp 30 miliar dari pengembang reklamasi teluk Jakarta. Tudingan itu dilontarkan anggota DPR fraksi PDIP, Junimart Girsang, saat rapat dengar pendapat dengan KPK terkait kasus RS Sumber Waras.

Menurut Junimart, aliran duit itu masuk ke TemanAhok melalui Cyrus Network dan asisten pribadi Ahok, Sunny Tanuwidjaya. Junimart pun meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menindaklanjuti temuannya tersebut.

Menanggapi permintaan Junimart, Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut bahwa penanganan kasus suap di balik pembahasan raperda reklamasi akan segera naik ke pengadilan. Soal uang Rp 30 miliar kepada Teman Ahok, Agus mengaku akan segera mengusutnya dengan berjanji akan mengeluarkan sprindik baru terkait masalah itu.

Ahok sendiri marah besar atas pernyataan Junimart relawannya, TemanAhok mendapat kucuran duit dari pengembang yang menggarap proyek reklamasi Teluk Utara Jakarta. Sejauh ini, Ahok mengaku tidak mengetahui operasional atau pun aliran dana dari pendukungnya itu.

"Kalau ada tuduhan begitu dia periksa saja yang dituduh. Buktinya mana. Saya profesional saja," kata Ahok sapaan akrab Basuki di Balai kota, Jakarta.

Mantan Bupati Belitung Timur ini menduga ada unsur politis di balik tudingan Junimart. Sebagai anggota DPR, politisi PDIP itu memiliki hak imunitas sehingga bisa berbicara seenaknya tanpa bisa digugat.

"Saya bilang pertama gini saya kan pernah anggota DPR. Enak banget coba dia mau ngomong apa saja dia punya hak imunitas enggak bisa dituntut enggak bisa digugat. Ini bisa main politik nih," jelas Ahok.

Tak hanya Ahok, salah satu pendiri teman Ahok, Singgih Widyastomo berani membuka semua sumber dan jumlah aliran dana yang diterima selama ini. Singgih heran ada fitnah semacam ini, apalagi saat detik terakhir pengumpulan sejuta KTP hampir rampung.

Kesal difitnah, Singgih menyatakan Teman Ahok juga siap diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal isu aliran dana yang dilontarkan politisi PDIP.

"Ada datanya dong pasti. Makanya kita bingung juga kok tiba-tiba ada fitnah ke kita. Tapi kita clear kok siap diselidiki. Pasti siap buka data keuangan teman Ahok," kata Singgih saat dihubungi, Kamis (16/6).

Selama ini, dana yang masuk atau dana yang terkumpul dari hasil penjualan merchandise Teman Ahok selalu dicatat dengan baik. Singgih mengklaim jalan yang ditempuh Teman Ahok untuk mengantarkan calon petahana Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama maju independen, sudah benar dan taat aturan.

"Kami kaget sih dengan berita tersebut, tapi kami siap jika harus diselidiki KPK, kita oke dan enggak ada masalah. Kita yakin masih sekali di jalan yang benar, karena emang anggaran itu semua dari penjualan merchandise," tegasnya.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473 

Selasa, 15 Maret 2016

Apakah SBY Akan Melepas Istrinya Maju Pilpres 2019

Entah siapa yang memulai mengupload foto 'Ani Yudhoyono capres 2019' yang viral di media sosial. Namun ini seolah saling bersambut dan membuat elite parpol lain mulai menerka-nerka. Politikus PAN Teguh Juwarno melihat ini sebagai upaya coba-coba, istilah menterengnya test the water."Saya menduga ini hanyalah cara PD untuk 'test the water' untuk melihat sejauh mana reaksi publik. Langkah ini juga harus dihargai karena memberi kesempatan kepada publik untuk menilai kandidat yang akan diusung pilpres mendatang," kata Teguh JuwarnoBagai petir di siang bolong Partai Demokrat (PD) mendorong wacana Ani Yudhoyono capres 2019, di awal tahun 2016. Seolah gayung bersambut, #AniYudhoyono2019 juga jadi trending topik di media sosial twitter. Baru test the water atau memang serius?
Jubir PD Ruhut Sitompul adalah orang pertama yang mengungkap adanya dorongan Ani Yudhoyono yang akrab disapa Ibu Ani nyapres di 2019. Ruhut mengungkap dorongan itu disampaikan rakyat yang ditemui SBY di tengah perjalanan tour de Java.
"Mereka mengatakan 'Kalau memang bapak enggak, ya apa salahnya Ibu Ani?' Itu rakyat yang meminta," ungkap Ruhut.
 Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul menjatuhkan pilihannya pada Joko Widodo (Jokowi) saat Pilpres 2014 lalu, meskipun berbeda partai dengan yang mendukung mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
Saat Ani Yudhoyono mencalonkan diri sebagai calon presiden Tahun 2019 dan berpeluang bertarung dengan Jokowi, kepada siapakah Ruhut menjatuhkan pilihan?
"Kalau aku kan kader partai, kan kalo kemaren Demokrat tidak mengusung calon," kata Ruhut mengisyaratkan dukungannya ke Ani Yudhoyono, di Jakarta, Selasa.
Meskipun sudah punya calon, kata Ruhut, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta agar kadernya tetap mendukung pemerintahan Jokowi hingga akhir masa jabatan.
"Apalagi di Amerika lagi pemilihan presiden, Hillary Clinton. Kalau Hillary Clinton menang, ada kemungkinan Bu Ani juga bisa. Tapi bapak bilang dukung dulu Jokowi sampai 2019," sebutnya.Anggota Komisi III itu sendiri percaya diri kalau Ani Yudhoyono bisa mengalahkan Jokowi. "Politik itu last minute, Jokowi berapa tahun sebelumnya enggak ada yang kenal," sebutnya.
Seperti sang suami, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang jadi Presiden RI dua periode, Ani juga menggunakan slogan "lanjutkan".SBY memang saat ini tengah melakukan tour keliling pulau Jawa dengan tema 'meet the people'. SBY juga akan melanjutkan dengan tour keliling Aceh-Sumatera, Kalimantan-Sulawesi-Papua. Apakah tour konsolidasi politik ini juga bagian dari persiapan pencapresan Ibu Ani Yudhoyono?
"Dalam rangka persiapan pilkada. Kami jaring siapa calon kepala daerah yang kuat. Kita pilkada kemarin dapat 40 persen lebih, mudah-mudahan nanti meningkat lagi sampai gong kita di 2019 merebut kemenangan ," jawab Ruhut sembari mengungkap mimpi besar SBY menjadikan PD partai terkuat di Indonesia.