slide show

Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" />
Selamat datang di blogspot lisboa369
Tampilkan postingan dengan label teman ahok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teman ahok. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Juni 2016

Teman Ahok Secepatnya Bicara dengan Basuki Soal Kepastian Jalur Pencalonan



Lisboa369.com - Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah mengantongi dukungan dari parpol NasDem, Hanura dan Golkar termasuk 1 juta KTP yang dikumpulkan Teman Ahok. Namun Ahok belum menentukan jalur pilihannya di Pilgub DKI, apakah tetap independen atau diusung parpol.

Teman Ahok yang jadi relawan pendukung Basuki segera membahas penentuan pilihan politik Ahok. Teman Ahok menyatakan tetap mendukung kandidat petahana tersebut.

"Secepatnya dalam waktu dekat ini," ujar pendiri Teman Ahok, Singgih Widiastono, Sabtu (25/6/2016) malam.

Teman Ahok sudah mendeklarasikan tercapainya 1 juta KTP dukungan untuk Ahok. Ahok sebelumnya pernah mengatakan akan mantap lewat jalur independen jika KTP dukungannya telah mencapai 1 juta.

Namun surat dukungan yang diberikan tiga parpol membuat Ahok berpikir ulang mengenai jalur pencalonannya. Sedangkan Teman Ahok telah menunjukan sikap terbuka atas pilihan Ahok bila nanti memilih lewat jalur parpol.

"Ya kita nggak ada masalah kalau Bapak (Ahok) pilih jalur parpol. Kita mengapresiasi sekali pilihan parpol untuk dukung kita," ujar Singgih.

Sebelumnya Juru Bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas mengatakan akan ada pertemuan yang digelar dengan tiga parpol untuk membahas soal Pilgub DKI.

Dalam pertemuan itu nanti akan dibahas jalur apa yang akan digunakan oleh Ahok. Ahok dalam kesempatan yang berbeda mengatakan akan melakukan diskusi bersama dengan relawan pendukungnya, Teman Ahok sebelum lebaran.

"Makanya nanti tiga partai pendukung dan saya, kita ketemu Teman ahok sebelum lebaran," kata Ahok Jumat (24/6) lalu.

Sementara itu, Ketum Golkar Setya Novanto memang berharap agar Ahok berpindah haluan dari jalur independen ke parpol. Akan tetapi, Novanto menyerahkan keputusan itu kepada Ahok. Pernyataan serupa juga diucapkan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie.

"(DPP) Golkar kan sudah memutuskan. Tapi saya berharap mudah-mudahan beliau lewat jalur partai, tidak lewat jalur non partai," tutur Ical.  



Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473 

Senin, 20 Juni 2016

Ungkapan Kekesalan Seorang Pendiri Teman Ahok Karena Dituding Menerima Dana Rp 30 M



Lisboa369.com - Seorang pendiri TemanAhok, Singgih Widyastomo mengungkapkan kekesalannya karena dituding menerima dana Rp 30 miliar dari proyek reklamasi Teluk Jakarta, untuk biaya operasional TemanAhok selama ini.

Pria berbadan kurus ini berkelakar, jika pihaknya mendapat uang sebesar Rp 30 miliar, maka sudah beli gerbong kereta api untuk keperluan operasional TemanAhok dan tak lagi menggunakan kendaraan roda dua.

"Kalau dapat Rp 30 miliar kami tidak naik motor, kami beli satu gerbong kereta api dan kami tidak mungkin lah begitu. Kami tidak pernah mendapat Rp 30 miliar," kata Singgih di markas TemanAhok, Pejaten, Jakarta Selatan, Minggu 19 Juni 2016.

Singgih menceritakan, usai diisukan mendapat suap Rp 30 miliar, dia pernah bertemu dengan aktivis politik yang kini menjabat Komisaris Utama PT Adhi Karya Tbk Fadjroel Rachman.

Dalam pertemuan tersebut, lanjut dia, Fadjroel juga mempertanyakan mengenai aliran dana yang disebut masuk ke kantong TemanAhok melalui staf khusus Ahok, Sunny Tanuwidjaja dan Lembaga Survei Cyrus Network.

"Saat Mas Fadjroel melihat ruangan Teman Ahok, 'ini sih tidak menggambarkan terima Rp 30 miliar'. Kantor kita di Kuningan atau di Sudirman. Tidak mungkin lah," ujar Singgih.

Ia mengungkapkan, memang ada dana sumbangan yang diterima TemanAhok sebesar Rp 5 miliar. Namun ia memastikan sumbangan itu berasal dari relawan TemanAhok.

"Ini sumbangan dari teman-teman semuanya. Total sumbangan Rp 5 miliar. Jangan pernah fitnah kami. Kami marah dengan fitnah yang dilayangkan," Singgih menandaskan.

Pada Rabu 15 Juni lalu, anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP Junimart Girsang mempertanyakan tentang rumor aliran uang Rp 30 miliar dari perusahaan pengembang reklamasi pulau ke TemanAhok.

Pertanyaan Junimart disampaikan pada saat rapat dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebab, lembaga anti-rasuah itu disebut-sebut akan menyelidiki kasus dugaan aliran dana itu.

"Ada informasi yang saya dapatkan tentang uang Rp30 miliar dari pengembang reklamasi untuk TemanAhok, melalui Sunny dan Cyrus. Saya tidak tahu apakah KPK telah melakukan pemeriksaan pada Sunny atau Cyrus?" tanya Junimart.

Menanggapi pertanyaan itu, Ketua KPK Agus Rahardjo langsung menjawab, penanganan kasus suap di balik pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai reklamasi, akan segera naik ke pengadilan.

Namun terkait rumor adanya aliran dana Rp 30 miliar kepada TemanAhok, Agus mengatakan KPK akan mengusutnya.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473 

Minggu, 19 Juni 2016

Dituduh Fitnah Teman Ahok, Ini Tanggapan Junimart Girsang



Lisboa369.com - Anggota Komisi III DPR, Junimart Girsang memberikan tanggapannya setelah pernyataannya beberapa waktu lalu terkait dana Rp30 miliar dari pengembang melalui Cyrus Network kepada Teman Ahok, dituding sebuah fitnah.

Menurut Junimart, saat rapat kerja (raker) dengan beberapa pimpinan KPK, dirinya mendapat informasi adanya aliran dan Rp30 miliar. Ia pun meminta lembaga antirasuah tersebut untuk menelusuri dan menindaklanjuti.

‎"Yang saya dapat informasi ada dugaan dia (Teman Ahok) dapat Rp30 miliar dari para pengembang, mohon agar KPK menyikapi ini, ‎ menulusuri ini. Saya tidak menuduh. Artinya, itu agar tidak terjadi bola liar. Maksud saya kan begitu," papar Junimart.

Hal tersebut diungkapkan Junimart menyusul adanya informasi bahwa pengembang reklamasi melalui perantara Sunny dan Cyrus Network‎telah mengalirkan dana sebesar Rp. 30 milyar ke Teman Ahok. Oleh karenanya, politikus PDI Perjuangan tersebut meminta KPK untuk menelusuri.

"Saya klarifikasi, saya menyampaikan saat raker dengan KPK itu, bahwa pada Desember 2015 sudah dilakukan lidik terhadap Pak Sunny dengan Cyrus Network. Nah, kenapa itu berhenti, enggak ada kejelasan," serunya.

Namun, kata Junimart, seharusnya Teman Ahok tidak perlu panik atas pernyataannya tersebut lantaran penjelasan soal Rp30 miliar justru untuk memperjelas permasalahan yang terjadi.


"Tapi kalau sekarang Teman Ahok kebakaran jenggot ya itu urusan dia. Justru saya mendudukkan masalah sebenarnya ini. Kan begitu, ini bukan ada bukti atau tidak ada bukti. Setiap informasi harus disampaikan dong, kan begitu. Kalau ada bukti ya ditangkap saja," tuturnya.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473 

Sabtu, 18 Juni 2016

Ahok Beri Sinyal Ke Teman Ahok



Lisboa369.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) belakangan sedang bingung mau maju lewat jalur independen atau melalui partai. Padahal, relawan Teman Ahok sudah hampir mencapai targer 1 juta KTP.

Namun, Ahok memberi isyarat akan berubah pikiran untuk maju secara independen dalam Pilgub DKI tahun depan. Ahok mulai berpikir bahwa maju tahapan yang harus dilalui calon independen cukup berat sesuai tahapan verifikasi faktual dalam pasal 48 di Revisi Undang-Undang Nomor 8 tahun 2016 tentang pemilihan umum.

Dia pun mengaku akan bertemu dengan Teman Ahok untuk mendiskusikan masalah ini. Sebab, sejauh ini Teman Ahok masih yakin dirinya akan lolos verifikasi dan bisa bertarung dalam Pilgub secara perseorangan.

"Nah sekarang kan yang enggak ketemu apa, mereka yakin pasti lolos verifikasi. Ya sudah kita mesti ketemu ngomong dong," kata Ahok di Balai kota.

Terlebih saat ini ada dukungan 3 partai buat Ahok. Suara partai-partai ini sudah cukup untuk mengusung Ahok dalam Pilgub DKI.

"Kalo 1 juta jelas, kita mungkin akan tanya kepada Teman Ahok. Ahok-Heru ini mau melalui verifikasi sulit atau melalui partai. Tapi partai juga saya belum tentu dapat kan. Kan Golkar juga belum tentu ngasih nih," jelas dia.

Selain itu, jika sejuta KTP rampung, mantan politisi Gerindra ini juga akan menemui relawannya untuk berembuk soal untung rugi maju independen. "Kan saya janji begini, kalau sudah 1 juta saya temuin kan. Saya sendiri belum pernah lihat loh bahan 1 juta seperti apa," jelasnya.

"Kalau jalan perseorangan, saya mesti tanda tangan puluhan ribu, kalau pakai partai misalnya Golkar dukung, cuma butuh 3 materai. Nah kamu mau tempuh yang mana?" sambung Ahok.

Ahok pun bercerita kisah mula dirinya bertemu dengan Teman Ahok. Sebenarnya, dia mengaku tidak kenal dengan pendukungnya saat ini. Ketimbang Teman Ahok, dia menyebut lebih dekat dengan Dukung Ahok Gubernur (DAG).

Tetapi hubungan Ahok dengan DAG tidak lagi harmonis. Masalahnya adalah karena DAG mencari donatur dengan membuka rekening. Padahal Ahok tidak ingin langkah itu dilakukan.

"Jadi bayangin ya, saya juga enggak kenal Teman Ahok sebetulnya dari awal. Saya lebih kenal DAG (Dukung Ahok Gubernur). Cuma lama-lama saya kesel sama DAG. Karena mereka buka rekening bank," terang Ahok.

Aturan main untuk dukung Ahok sederhana. Dia menegaskan relawannya untuk tidak boleh menerima uang. Teman Ahok sudah berjanji dan disiplin mengikuti syarat mantan politisi Gerindra itu.

"Makanya saya sudah bilang kan, aturan main kalau mau dukung saya, tidak boleh terima duit. Eh DAG dia kumpulin duit. Makanya saya setop gitu lho. Nah yang disiplin enggak terima duit itu adalah Teman Ahok," pungkas dia.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Kamis, 09 Juni 2016

Nasihat Guntur Soekarnoputra Untuk Ahok



Lisboa369.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sempat melakukan perbincangan dengan Guntur Soekarnoputra saat menghadiri Haul Almarhum M Taufiq Kiemas. Dia mengaku sempat mendapatkan nasihat dari putra Presiden Soekarno.

Basuki atau akrab disapa Ahok mengungkapkan, salah satu pesan penting yang disampaikan Guntur adalah untuk tidak meninggalkan pemuda-pemudi yang tergabung dalam Teman Ahok. Karena mereka telah mendukung penuh langkah mantan Bupati Belitung Timur ini untuk maju Pilkada 2017.

"Dia bilang gini, Pak Ahok, Bung Karno dulu panggil saya waktu saya masih muda kan aktif di GMNI. Kamu kumpulin tuh semua yang muda-muda itu. Kalau kumpulin 1.000 orang tua waktu hanya habis buat mimpi," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (9/6).

"Tapi kalau kamu kumpulin satu pemuda saja yang revolusioner, kamu akan mengguncang dunia. Kata beliau. Makanya Teman Ahok itu pemuda-pemuda yang militan dan revolusioner katanya. Kamu harus perhatikan betul Teman Ahok itu. Itu nasihat beliau," lanjut mantan politisi Gerindra ini.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473 

Selasa, 17 Mei 2016

Pendukung Ahok Bisa Menarik Dukungan Asal Sesuai Aturan




Lisboa369.com - Juru Bicara "Teman Ahok" Singgih Widyastomo mengatakan, masyarakat yang telah mendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk maju dalam Pilkada DKI Jakarta melalui pengumpulan data KTP bisa saja menarik dukungannya.

Penarikan dukungan bisa dilakukan ketika Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) melakukan verifikasi ke rumah warga.

"Kalau kami sebenarnya gak ada masalah, tapi sesuai regulasi yang ada yaitu ketika KPUD melakukan verifikasi faktual, kalo misalnya mereka gak setuju, mereka bisa tarik dukungannya," ujar Singgih, Senin.

Singgih mengatakan, ketika masyarakat sudah menyerahkan data ke Teman Ahok, secara otomatis sistem akan memasukkan data tersebut ke data base.

Sebelumnya, Singgih mengatakan ada masyarakat yang mendukung Ahok dengan menyerahkan KTP, namun masyarakat tersebut merupakan simpatisan partai yang berseberangan dengan Ahok.

Menurut Singgih, banyak warga mendukung Ahok karena partai yang mereka pilih belum menetapkan calon gubernur.

"Kami sampai sekarang belum bisa mengkonfirmasi, karena kami masih fokus untuk mengumpulkan KTP, sebenarnya bisa jadi ada simpatisan yang seperti itu, tapi kami akui itu pilihan masing-masing , jadi kami tidak menanyakan," ujar Singgih.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473 

Sabtu, 23 April 2016

Teman Ahok Akan Ikuti Aturan KPU Tentang Penambahan Materai Per Kelurahan



                        Dalam mengumpulkan KTP dukungan untuk calon independen Ahok-Heru, Teman Ahok mengikuti aturan KPU. Semua pernyataan dukungan Ahok-Heru dilengkapi dengan meterai per kelurahan.

"Untuk proses di Teman Ahok, kami mengikuti aturan yang meterai itu akan dibubuhkan dalam formulir kolektif per kelurahan," kata Koordinator Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas, kepada detikcom, Rabu (20/4/2016).

Pengumpulan KTP dan surat pernyataan dukungan ke Ahok-Heru barulah tahap pertama yang dilakukan oleh Teman Ahok. Setelah itu dilakukan verifikasi detail untuk memastikan semua syarat terpenuhi.

"Setelah dikumpulkan, semuanya akan diserahkan ke sekretariat pusat di Pejaten, lalu akan kami verifikasi dulu via telepon secara random untuk menjaga kualitas formulir," kata Amalia.

"Setelah itu baru masuk ke tahap scan dan input. Di tahap ini form (hard file) yang sudah diinput akan diberi kode input sesuai dengan soft file-nya. Di tahap ini juga akan ada SMS konfirmasi," kata Amalia.

Setelah itu baru masuk ke tahap pengarsipan. Pengarsipannya akan dipilah dulu per kelurahan.

"Baru nanti diurutkan dan disesuaikan dengan urutan soft file. Kalau sudah dipilah dan diurutkan kami tinggal print database kami untuk kemudian jadi form B1KWK (nanti form dukungan yang ada saat ini jadi lampirannya). Nah, form B1KWK per kelurahan ini yang nanti akan diberi meterai," tegasnya.

"Oh ya nanti form B1KWK itu juga akan ditandatangani oleh pasangan calon juga," pungkasnya.

Sebelumnya KPU memberi penjelasan soal surat pernyataan dukungan bagi calon perseorangan/independen yang wajib disertai meterai. Meterai ditempelkan pada bundel dukungan kolektif per desa/kelurahan, bukan per orang.

"Jadi setiap bundel dukungan untuk satu desa, mereka perlu mereka meletakkan meterai dan ditandatangani bakal calon di atas meterai tersebut. Jadi bukan satu meterai untuk satu orang yang memberikan pernyataan dukungan," ujar anggota Komisi KPU Hadar Nafis Gumay saat dihubungi, Rabu (20/4/2016).

Aturan menyertakan meterai pada surat pernyataan dukungan per desa diatur dalam Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pencalonan Pemilihan Kepala Daerah. Aturan ini juga sudah diterapkan pada Pilkada Serentak 9 Desember 2015.

Hadar menjelaskan dalam Pasal 20 ayat 3 PKPU Nomor 9/2015 diatur formulir model B.1 KWK yang menyebutkan dukungan perseorangan yang tidak ditandatangani di atas meterai oleh pasangan calon perseorangan, dukungan tersebut dinyatakan belum memenuhi syarat, tapi tidak menggugurkan dukungan.

"Bundel dukungan per desa, per kelurahan, per kotamadya harus ada pernyataan bakal calon misal surat pernyataan dimasukkan dalam satu map nanti disertakan formulir B.1 KWK yang ditandatangani bakal calon di atas meterai," ujarnya.

Usulan agar dukungan calon independen disertai meterai per orang disebut Hadar muncul saat dalam pembahasan draf perubahan PKPU Nomor 9 tersebut. Namun KPU memutuskan tidak akan ada pengaturan baru soal pernyataan dukungan perseorangan.


www.lisboa369.com
Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Rabu, 13 April 2016

Ivan Gunawan : Saya Sudah Terdaftar KTP Ahok



                      Desainer Ivan Gunawan mengaku dirinya sudah menyerahkan data KTP kepada relawan "Teman Ahok". Ivan menegaskan akan mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.
"Pilkada DKI sudah harusnya pilih Pak Ahok. Karena saya sudah terdaftar KTP Ahok, he-he-he," kata Ivan saat ditemui wartawan seusai acara Jakarta Fashion and Food Festival 2016, di Balai Kota, Rabu (13/4/2016).
Ivan merasakan perubahan yang lebih baik sejak Jakarta dipimpin Ahok. Menurut dia, Ahok dapat memanfaatkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk hal bermanfaat, seperti membuat kota Jakarta lebih indah dan warganya sejahtera.
"Yang paling signifikan itu jalanan depan rumah mamaku diaspal sama Ahok. Mamaku tuh kirim SMS ke nomor pengaduan yang disebar itu, enggak ada satu bulan, jalanannya sudah diaspal," kata Ivan.
Hal ini, lanjut dia, merupakan bukti kerja keras Pemprov DKI Jakarta.

"Kalau dilihat-lihat, Jakarta kan gitu-gitu aja, tapi sejak ada Ahok (Jakarta) kece deh. Apalagi hari ini aku foto sama Ahok, jadi aku semakin cinta sama Ahok," kata Ivan.
Desainer Ivan Gunawan enggan mengomentari perihal adanya rekan sesama figur publik yang juga maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.
Adapun figur publik yang sudah berencana maju pada Pilkada DKI Jakarta 2017 yakni musisi Ahmad Dhani.

"No comment. Karena saya bukan orang politik," kata Ivan seusai acara preview Jakarta Fashion and Food Festival 2016.
Hanya saja, yang pasti dia akan mendukung calon petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Bahkan, ia akan memilih golput jika Ahok tidak maju pada Pilkada DKI Jakarta 2017.
"Kalau yang maju (jadi cagub pada Pilkada DKI Jakarta 2017) bukan Ahok, ya saya mending tidur saja di rumah. Saya enggak nyoblos, menurut aku sih beliau paling benar ya," kata Ivan.


www.lisboa369.com
Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473


Minggu, 27 Maret 2016

Declarasi Hanura Dukung Ahok


Setelah Partai Nasdem, Partai Hanura juga mendeklarasikan dukungannya untuk bakal calon petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017. Deklarasi itu disampaikan langsung oleh Ketua DPD Hanura DKI Jakarta Mohamad "Ongen" Sangaji.
Keputusan berdasarkan hasil rapat pimpinan Hanura DKI Jakarta dalam surat keputusan deklarasi nomor 03/Kep Rapimda DKI Jakarta 2016 tanggal 24 Maret 2016.
Rapat itu dihadiri Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, pengurus harian, DPC di Jakarta dan Kepulauan Seribu, serta pengurus cabang.
"Maka dengan ini, sesuai hasil rapimda, Partai Hanura memutuskan dan dukungan kepada Bapak Insinyur Basuki Tjahaja Purnama sebagai calon Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022," kata Ongen mengucap deklarasi dukungan Partai Hanura kepada Ahok, di Kantor DPP Hanura, Sabtu (26/3/2016).
Ongen pun memberikan rompi Partai Hanura kepada Ahok.
Sudah sejak satu bulan terakhir, Partai Hanura memberikan sinyal untuk memberikan dukungan ke Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk Pilkada DKI 2017.
Hal ini ditunjukan dengn sikap Ketua Umum Partai Hanura Wiranto yang mengundang kelompok relawan "Teman Ahok" untuk makan siang.
Meski pengurus Hanura tidak secara gamblang menceritakan isi pertemuan dengan Teman Ahok, pertemuan itu diyakini membicarkan Pilkada DKI 2017.
Selain mengundang Teman Ahok, hal lain yang juga disebut sinyal dukungan adalah kehadiran Ketua DPD Partai Hanura DKI Mohamad "Ongen" Sangaji dalam pelantikan kader Partai Nasdem, yang merupakan partai pendukung Ahok.
Dalam acara pelantikan kader partai, sejatinya semua perwakilan partai diundang. Namun dalam pelantikan kader Partai Nasdem, hanya Partai Hanura dan PKB yang hadir.
Kedua partai itu sendiri diyakini Ahok sebagai partai yang akan mendukungnya. Setelah berbagai sinyal kuat,
Dukungan dari Partai Hanura ini memberikan tambahan kekuatan untuk Ahok. Seperti diketahui, sebelum Partai Hanura, sudah ada Partai Nasdem yang lebih dulu menyatakan dukungan untuk Ahok.
Adapun Partai Hanura memiliki 10 kursi di DPRD DKI Jakarta, sementara Partai Nasdem menguasai 5 kursi. Jika dijumlahkan, total dukungan kepada Ahok di DPRD sudah mencapai 15 dari 106 kursi.Ahok sendiri tetap berencana maju melalui jalur independen bersama relawan pendukungnya, "Teman Ahok". Ahok berpasangan dengan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta Heru Budi Hartono sebagai calon wakil gubernur.Namun, kemunculan partai-partai pendukung ini bisa memperkuat posisi Ahok jika dia berhasil menang pada Pilkada DKI 2017.Seperti yang disampaikan Ongen beberapa hari yang lalu mengenai janji untuk mengawal pemerintahan Ahok di periode mendatang.
"Kalau kita enggak bisa bantu dalam hal pengusungan, ya kita akan bantu ketika di fraksi nanti. Ahok akan punya fraksi di DPRD, Fraksi Hanura!" ujar Ongen.
Namun, dalam memberikan dukungan, Partai Hanura tetap memberikan sejumlah syarat untuk Ahok.

"Mana ada dukungan tanpa syarat? Yang pasti,

Ahok harus membangun Jakarta lebih baik, lebih cepat perhatikan rakyat miskin, membantu pendidikan, dan memastikan BPJS berjalan lancar. Banyak yang kami minta ke dia," kata Ongen.
Ahok mengaku senang dengan dukungan Partai Hanura.
"Hanura tidak dapat apa-apa, enggak dapat uang besar dan privilege atau perlakuan khusus dari Gubernur," kata Wiranto, di Kantor DPP Hanura, Jakarta Pusat, Sabtu (26/3/2016).
Wiranto hanya mengharapkan, warga Jakarta mendapat keamanan, kenyamanan hidup, serta kesejahteraan hidup di ibu kota.
"Kami tidak peduli Ahok maju independen, partai mau usung atau dukung, juga kami tidak peduli soal itu," tambah Wiranto.

Dia juga senang karena Partai Hanura tidak meminta sepersen pun uang untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017. Selain itu, Hanura juga secara sukarela akan memberikan kontribusi untuk membiayai kampanye.
"Saya bicara berapa kali, mau biayain macam-macam, duit Ahok enggak cukup. Pak Ongen tahu lah," kata Ahok.
Ahok mengatakan, seluruh politisi yang berteman dengannya sudah mengetahui sikap dia. Yakni, dia tidak akan membiayai, tak akan susah payah mengurus kampanye, hingga urusan operasional partai.
"Makanya kalau misalnya biaya kampanye dan lain-lain, mereka biasanya patungan," kata Ahok.
Dukungan yang diberikan Partai Hanura kepada Ahok ini bukan berarti mengerdilkan partai politik. Sebab, Ahok tetap akan maju melalui jalur independen bersama relawan pendukungnya "TemanAhok".
"Tetapi ketika di dalam tanda kutip terjadi suatu proses di mana rakayat meragukan orang politik, kami bangun kepercayaan kepada parpol kembali," kata Ahok.
"Sekarang saya rasa, ini merupakan suatu proses yang mempertontontonkan bahwa masih ada partai politik yang berjalan sesuai dengan hati nurani rakyat," ujar Ahok lagi.

Senin, 21 Maret 2016

Teman Ahok Dan NasDem

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh baru saja melantik pengurus partainya mulai dari tingkat ranting hingga wilayah se-DKI Jakarta.
"Saya Ketua Umum Partai NasDem dengan ini melantik Anda sebagai DPW, DPD, DPC, dan DPRt di daerah khusus Jakarta Raya sesuai surat keputusan," kata Surya di Istora Senayan, Jakarta Pusat
Acara seremonial berlangsung meriah. Setiap Ketua Pengurus Daerah Pimpinan Daerah di DKI Jakarta diberikan bendera partai oleh Surya sebagai simbol pelantikan. Ketua DPD Jakarta Utara Hasan Basri mendapat sambutan dari para pendukungnya yang duduk di area sebelah kanan panggung.
Usai memberikan bendera, acara dilanjutkan dengan memanggil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke atas panggung. Pengisi acara mengatakan akan memberikan kejutan kepada Ahok.
Ahok hanya tersenyum dan mengangkat tangannya untuk mengenakan rompi tersebut.
Para pengunjung bersorak dan menyanyikan lagu kemenangan untuk partai dan Ahok. "Ku ingin... NasDem harus menang. Yo ayo... Yo Partai NasDem. Ku ingin... Ahok harus menang."
Kemudian, seorang pria dan wanita yang memakai baju adat Betawi dengan selendang bertuliskan Duta NasDem menyerahkan sebuah rompi putih kepada Surya. Rompi putih dengan tulisan Teman Ahok yang disandingkan dengan logo partai itu dipegang Surya dan memakaikannya ke Ahok.
Keputusan partai untuk mendukungnya bukan hanya untuk menyukseskannya dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 saja.
Momen ini merupakan kesempatan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap partai politik.
Ahok, sapaan Basuki, mengacu kepada Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif yang akan berlangsung pada tahun yang sama yaitu 2019. Pada saat itu, akan diuji kembali apakah tingkat kepercayaan masyarakat terhadap parpol sudah meningkat.
"2019 nanti kita selesaikan reformasi yang belum selesai. Rakyat akan memilih partai yang mau merestorasi mau mereformasi total."
"Makanya saya katakan, taruhannya bukan hanya Ahok jadi gubernur atau tidak. Kita masang sebuah posisi untuk mengembalikan kembali kepercayaan kepada partai politik," ujar Ahok di Istora Senayan, Minggu (20/3/2016).
Ahok mengatakan, salah satu partai yang sudah memulai upaya itu adalah Partai Nasdem. Partai Nasdem telah mendukungnya tanpa syarat bahkan membantu proses pengumpulan KTP.
Ahok yakin atas sikap Partai Nasdem tersebut, kelompok pendukungnya "Teman Ahok" akan mau membantu Partai Nasdem agar sukses di tahun politik 2019 nanti.
Sebab, kata dia, "Teman Ahok" telah ditunjukan sikap rendah hati Partai Nasdem yang telah mendukungnya.
"Setelah selesai 2017, saya yakin mereka akan dukung Partai Nasdem habis-habisan untuk 2019," ujar Ahok.


www.lisboa369.com
Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Jumat, 18 Maret 2016

Ahok Masih Setia Tempuh Jalur Independen


Kini Basuki T.  Purnama (Ahok) berpotensi didukung penuh Partai NasDem, Hanura, PKB, dan PAN sekaligus. Sekadar berhitung, jumlah kekuatan mereka di DPRD DKI sudah 23 kursi, cukup untuk mengusung Ahok menjadi cagub jalur parpol.

Namun Gubernur DKI ini tetap tak tergoda untuk menempuh jalur parpol dan tetap setia di jalur independen. Ini dilakukannya demi pendukung yang tergabung dalam Teman Ahok.

"Tetap kalau menjadi 23 kursipun, tetap kita akan pakai independen untuk menghargai Teman Ahok, untuk semua partai yang mendukung sudah tahu," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta.

Mengulas dukungan-dukungan yang didapatnya, Ahok menceritakan sudah bertemu dengan Ketua DPD Hanura DKI Mohamad Sangaji (Ongen). Meski Ongen dulu adalah Ketua Pansus Angket DPRD DKI yang bernah berpotensi menurunkan dari jabatannya, Ahok tetap menjalin hubungan baik dengan Ongen.

"Kalau Pak Wiranto (Ketum Hanura) sih memang pengarahannya (dukungan) ke saya. Sudah beberapa kali ketemu. Dia sudah proses," kata Ahok.

Ahok juga sudah bertemu dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. "Kemarin, di Istana," katanya. Ahok menyampaikan PAN akan mendukungnya bila hasil survei soal Pilgub DKI 2017 dimenangi dirinya.

"PKB juga. PKB saya kenal betul. Dulu saya nyalonin di Bangka Belitung-pun Gus Dur (Abdurrahman Wahid) dukung saya. Patokan PKB sederhana, kalau di survei bisa menang dan visi-misinya jelas, biasanya juga dukung," kata Ahok.

Bila benar Ahok mendapat dukungan partai-partai itu, Ahok tetap menghargai pengumpulan KTP dukungan yang dikerjakan Teman Ahok. Soalnya, Teman Ahok khawatir bila Ahok dikhianati partai, dijanjikan akan diusung ke Pilgub DKI 2017, namun malah ditinggal saja di detik-detik terakhir pencalonan.

"Teman Ahok tidak mau kalau nanti partai berubah pikiran. Kalau berubah pikiran, enggak bisa balik lagi loh. Mereka enggak percaya juga sama partai loh. Ya enggak apa-apa," kata Ahok.


www.lisboa369.com
Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473