slide show

Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" />
Selamat datang di blogspot lisboa369
Tampilkan postingan dengan label hanura. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hanura. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Juni 2016

Reuni Tiga Kawan Lama Pendukung Ahok di Pilgub Jakarta



Lisboa369.com - Pemilihan Gubernur DKI 2017 baru akan digelar tahun depan, tetapi atmosfer dan panasnya suhu politik sudah mulai terasa sejak tahun lalu. Tiga partai politik langsung tancap gas dan secara resmi memberikan dukungan pada calon petahana Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. Pria akrab disapa Ahok ini mengapresiasi dukungan tiga parpol meskipun sejauh ini dia menyatakan bakal maju dari jalur independen.

Partai Nasional Demokrat (NasDem) lebih dulu memberikan dukungannya pada Ahok. Menyusul kemudian Partai Hanura. Terakhir, Partai Golkar yang juga secara tegas menyatakan dukungan untuk mantan Bupati Belitung Timur ini.

Dukungan tiga partai otomatis membuat Ahok mempunyai dua pilihan jalan yang digunakan untuk maju Pilgub. Ahok sudah memiliki modal sejuta KTP dari relawan Teman Ahok jika akhirnya tetap maju tanpa kendaraan partai politik. Angka tersebut sudah cukup memberikan tiket bagi Ahok maju independen. Disisi lain, ada 3 partai yang bersedia dan sanggup memuluskan ambisi Ahok menjadi DKI 1 melalui jalur partai karena jumlah kursi di DPRD memenuhi syarat.

Jumlah total suara milik Nasdem, Hanura, dan Golkar adalah 24, yang terdiri dari 5 milik Nasdem, 10 milik Hanura, dan 9 milik Golkar. Sedangkan, batas minimal bagi Parpol atau gabungan parpol yang ingin mengusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI diketahui adalah 22 kursi.





Selain fakta tersebut, ternyata terselip fakta unik terkait dukungan 3 partai pendukung Ahok itu. Jika ditelisik, keputusan mendukung Ahok seperti mempertemukan tiga kawan lama dalam sebuah reuni. Bukan rahasia lagi, tiga nakhoda partai pendukung Ahok itu dulu pernah berkarir dalam satu partai, yakni Partai Golkar.

Perpecahan di internal Golkar menyebabkan para petinggi partai berlambang pohon beringin ini memilih keluar, kemudian melahirkan partai baru. Sebut saja Wiranto yang harus berpisah dari Golkar dan membentuk partai Hanura pada 14 November 2006. Konflik di tubuh Golkar juga membuat satu lagi politisi senior hengkang yakni Surya Paloh. Paloh keluar pada tahun 2011 dan membentuk partai baru bernama Partai Nasional Demokrat (NasDem).





Kini, menjelang gelaran Pilgub DKI, Wiranto, Surya Paloh dan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto reuni karena memiliki sikap dan persepsi sama soal sosok yang dianggap bisa memimpin Jakarta yaitu Ahok. Tiga kawan lama ini pun sama-sama menghormati dan tak mempermasalahkan apapun keputusan akhir Ahok dalam Pilgub DKI. Apakah tetap berada di jalur independen atau kembali ke 'pelukan' parpol. Yang terpenting Ahok tetap maju dalam pilkada tahun depan.




Setelah mengantongi dukungan resmi dari tiga partai, Ahok sendiri berjanji menemui Teman Ahok usai Lebaran. Dalam pertemuan nanti dia akan tanyakan, apakah Teman Ahok tetap memilih jalur yang sulit atau mudah dengan diusung partai.

"Gua tanya nih gimana kita masih mau pakai tiket sulit atau mau tiket yang mudah. Prinsipnya tiga partai ini sama mau dukung mau ngusung sama," katanya.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Rabu, 22 Juni 2016

PDIP Serang Ahok, Persoalkan Relawan & Parpol Pendukung



Lisboa369.com - Tiga partai politik resmi memberikan dukungan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta, pada 2017 mendatang. Ketiga parpol tersebut antara lain Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Hanura, dan Partai Golkar.

Sementara PDI Perjuangan sebagai pengusung Ahok di Pilgub 2012 hingga kini terus melakukan penjaringan untuk mengusung calon sendiri. Sekretaris DPD PDI-Perjuangan DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi menegaskan partainya tidak khawatir meski masa pendaftaran pasangan calon dari partai politik makin singkat yakni 19-21 September 2016.

Dia menyebut bisa saja PDIP mengumumkan bakal calon gubernur di detik-detik terakhir seperti saat mencalonkan Joko Widodo di Pilgub DKI 2012. Asalkan calon tersebut berasal dari internal partai sehingga tidak butuh banyak waktu untuk prosesnya.

"Kemungkinannya, kalau internal partai kan enggak perlu di fit dan proper test lagi. Kayak Pak Jokowi kan dulu Pilgub 2012 berasal internal partai," kata Prasetio di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (21/6).

Prasetio menegaskan meski PDIP satu-satunya partai yang bisa mengusung calon sendiri, partainya tetap terbuka apabila ada partai lain yang mengajukan koalisi. Mengenai dukungan tiga parpol terhadap Ahok, ketua DPRD DKI Jakarta ini mengatakan, dukungan partai politik untuk Ahok dianggap resmi jika sudah ada surat rekomendasi yang ditandatangani Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal partai.

"Mendukung itu kalau sudah mengeluarkan surat rekomendasi yang ditandatangani. Selama hanya mengatakan dukung mendukung tapi enggak ada bukti ya susah," kata Prasetio.

Menurut dia, apabila surat tersebut belum dikeluarkan oleh institusi partai, keabsahan dukungan untuk Ahok patut dipertanyakan. Karena itu, Ahok dan relawannya harus khawatir dan hati-hati.

"Ya mungkin kali ya, (kalau sudah ada surat resmi) itu baru namanya dukungan," ucapnya.

Selain mempersoalkan keabsahan parpol pendukung, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri ini juga menuding relawan pengumpul KTP untuk mendukung pencalonan Ahok menerima suap sebesar Rp 30 miliar dari pengembang reklamasi teluk Jakarta. Tudingan itu dilontarkan anggota DPR fraksi PDIP, Junimart Girsang, saat rapat dengar pendapat dengan KPK terkait kasus RS Sumber Waras.

Menurut Junimart, aliran duit itu masuk ke TemanAhok melalui Cyrus Network dan asisten pribadi Ahok, Sunny Tanuwidjaya. Junimart pun meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menindaklanjuti temuannya tersebut.

Menanggapi permintaan Junimart, Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut bahwa penanganan kasus suap di balik pembahasan raperda reklamasi akan segera naik ke pengadilan. Soal uang Rp 30 miliar kepada Teman Ahok, Agus mengaku akan segera mengusutnya dengan berjanji akan mengeluarkan sprindik baru terkait masalah itu.

Ahok sendiri marah besar atas pernyataan Junimart relawannya, TemanAhok mendapat kucuran duit dari pengembang yang menggarap proyek reklamasi Teluk Utara Jakarta. Sejauh ini, Ahok mengaku tidak mengetahui operasional atau pun aliran dana dari pendukungnya itu.

"Kalau ada tuduhan begitu dia periksa saja yang dituduh. Buktinya mana. Saya profesional saja," kata Ahok sapaan akrab Basuki di Balai kota, Jakarta.

Mantan Bupati Belitung Timur ini menduga ada unsur politis di balik tudingan Junimart. Sebagai anggota DPR, politisi PDIP itu memiliki hak imunitas sehingga bisa berbicara seenaknya tanpa bisa digugat.

"Saya bilang pertama gini saya kan pernah anggota DPR. Enak banget coba dia mau ngomong apa saja dia punya hak imunitas enggak bisa dituntut enggak bisa digugat. Ini bisa main politik nih," jelas Ahok.

Tak hanya Ahok, salah satu pendiri teman Ahok, Singgih Widyastomo berani membuka semua sumber dan jumlah aliran dana yang diterima selama ini. Singgih heran ada fitnah semacam ini, apalagi saat detik terakhir pengumpulan sejuta KTP hampir rampung.

Kesal difitnah, Singgih menyatakan Teman Ahok juga siap diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal isu aliran dana yang dilontarkan politisi PDIP.

"Ada datanya dong pasti. Makanya kita bingung juga kok tiba-tiba ada fitnah ke kita. Tapi kita clear kok siap diselidiki. Pasti siap buka data keuangan teman Ahok," kata Singgih saat dihubungi, Kamis (16/6).

Selama ini, dana yang masuk atau dana yang terkumpul dari hasil penjualan merchandise Teman Ahok selalu dicatat dengan baik. Singgih mengklaim jalan yang ditempuh Teman Ahok untuk mengantarkan calon petahana Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama maju independen, sudah benar dan taat aturan.

"Kami kaget sih dengan berita tersebut, tapi kami siap jika harus diselidiki KPK, kita oke dan enggak ada masalah. Kita yakin masih sekali di jalan yang benar, karena emang anggaran itu semua dari penjualan merchandise," tegasnya.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473 

Minggu, 27 Maret 2016

Declarasi Hanura Dukung Ahok


Setelah Partai Nasdem, Partai Hanura juga mendeklarasikan dukungannya untuk bakal calon petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017. Deklarasi itu disampaikan langsung oleh Ketua DPD Hanura DKI Jakarta Mohamad "Ongen" Sangaji.
Keputusan berdasarkan hasil rapat pimpinan Hanura DKI Jakarta dalam surat keputusan deklarasi nomor 03/Kep Rapimda DKI Jakarta 2016 tanggal 24 Maret 2016.
Rapat itu dihadiri Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, pengurus harian, DPC di Jakarta dan Kepulauan Seribu, serta pengurus cabang.
"Maka dengan ini, sesuai hasil rapimda, Partai Hanura memutuskan dan dukungan kepada Bapak Insinyur Basuki Tjahaja Purnama sebagai calon Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022," kata Ongen mengucap deklarasi dukungan Partai Hanura kepada Ahok, di Kantor DPP Hanura, Sabtu (26/3/2016).
Ongen pun memberikan rompi Partai Hanura kepada Ahok.
Sudah sejak satu bulan terakhir, Partai Hanura memberikan sinyal untuk memberikan dukungan ke Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk Pilkada DKI 2017.
Hal ini ditunjukan dengn sikap Ketua Umum Partai Hanura Wiranto yang mengundang kelompok relawan "Teman Ahok" untuk makan siang.
Meski pengurus Hanura tidak secara gamblang menceritakan isi pertemuan dengan Teman Ahok, pertemuan itu diyakini membicarkan Pilkada DKI 2017.
Selain mengundang Teman Ahok, hal lain yang juga disebut sinyal dukungan adalah kehadiran Ketua DPD Partai Hanura DKI Mohamad "Ongen" Sangaji dalam pelantikan kader Partai Nasdem, yang merupakan partai pendukung Ahok.
Dalam acara pelantikan kader partai, sejatinya semua perwakilan partai diundang. Namun dalam pelantikan kader Partai Nasdem, hanya Partai Hanura dan PKB yang hadir.
Kedua partai itu sendiri diyakini Ahok sebagai partai yang akan mendukungnya. Setelah berbagai sinyal kuat,
Dukungan dari Partai Hanura ini memberikan tambahan kekuatan untuk Ahok. Seperti diketahui, sebelum Partai Hanura, sudah ada Partai Nasdem yang lebih dulu menyatakan dukungan untuk Ahok.
Adapun Partai Hanura memiliki 10 kursi di DPRD DKI Jakarta, sementara Partai Nasdem menguasai 5 kursi. Jika dijumlahkan, total dukungan kepada Ahok di DPRD sudah mencapai 15 dari 106 kursi.Ahok sendiri tetap berencana maju melalui jalur independen bersama relawan pendukungnya, "Teman Ahok". Ahok berpasangan dengan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta Heru Budi Hartono sebagai calon wakil gubernur.Namun, kemunculan partai-partai pendukung ini bisa memperkuat posisi Ahok jika dia berhasil menang pada Pilkada DKI 2017.Seperti yang disampaikan Ongen beberapa hari yang lalu mengenai janji untuk mengawal pemerintahan Ahok di periode mendatang.
"Kalau kita enggak bisa bantu dalam hal pengusungan, ya kita akan bantu ketika di fraksi nanti. Ahok akan punya fraksi di DPRD, Fraksi Hanura!" ujar Ongen.
Namun, dalam memberikan dukungan, Partai Hanura tetap memberikan sejumlah syarat untuk Ahok.

"Mana ada dukungan tanpa syarat? Yang pasti,

Ahok harus membangun Jakarta lebih baik, lebih cepat perhatikan rakyat miskin, membantu pendidikan, dan memastikan BPJS berjalan lancar. Banyak yang kami minta ke dia," kata Ongen.
Ahok mengaku senang dengan dukungan Partai Hanura.
"Hanura tidak dapat apa-apa, enggak dapat uang besar dan privilege atau perlakuan khusus dari Gubernur," kata Wiranto, di Kantor DPP Hanura, Jakarta Pusat, Sabtu (26/3/2016).
Wiranto hanya mengharapkan, warga Jakarta mendapat keamanan, kenyamanan hidup, serta kesejahteraan hidup di ibu kota.
"Kami tidak peduli Ahok maju independen, partai mau usung atau dukung, juga kami tidak peduli soal itu," tambah Wiranto.

Dia juga senang karena Partai Hanura tidak meminta sepersen pun uang untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017. Selain itu, Hanura juga secara sukarela akan memberikan kontribusi untuk membiayai kampanye.
"Saya bicara berapa kali, mau biayain macam-macam, duit Ahok enggak cukup. Pak Ongen tahu lah," kata Ahok.
Ahok mengatakan, seluruh politisi yang berteman dengannya sudah mengetahui sikap dia. Yakni, dia tidak akan membiayai, tak akan susah payah mengurus kampanye, hingga urusan operasional partai.
"Makanya kalau misalnya biaya kampanye dan lain-lain, mereka biasanya patungan," kata Ahok.
Dukungan yang diberikan Partai Hanura kepada Ahok ini bukan berarti mengerdilkan partai politik. Sebab, Ahok tetap akan maju melalui jalur independen bersama relawan pendukungnya "TemanAhok".
"Tetapi ketika di dalam tanda kutip terjadi suatu proses di mana rakayat meragukan orang politik, kami bangun kepercayaan kepada parpol kembali," kata Ahok.
"Sekarang saya rasa, ini merupakan suatu proses yang mempertontontonkan bahwa masih ada partai politik yang berjalan sesuai dengan hati nurani rakyat," ujar Ahok lagi.

Jumat, 18 Maret 2016

Ahok Masih Setia Tempuh Jalur Independen


Kini Basuki T.  Purnama (Ahok) berpotensi didukung penuh Partai NasDem, Hanura, PKB, dan PAN sekaligus. Sekadar berhitung, jumlah kekuatan mereka di DPRD DKI sudah 23 kursi, cukup untuk mengusung Ahok menjadi cagub jalur parpol.

Namun Gubernur DKI ini tetap tak tergoda untuk menempuh jalur parpol dan tetap setia di jalur independen. Ini dilakukannya demi pendukung yang tergabung dalam Teman Ahok.

"Tetap kalau menjadi 23 kursipun, tetap kita akan pakai independen untuk menghargai Teman Ahok, untuk semua partai yang mendukung sudah tahu," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta.

Mengulas dukungan-dukungan yang didapatnya, Ahok menceritakan sudah bertemu dengan Ketua DPD Hanura DKI Mohamad Sangaji (Ongen). Meski Ongen dulu adalah Ketua Pansus Angket DPRD DKI yang bernah berpotensi menurunkan dari jabatannya, Ahok tetap menjalin hubungan baik dengan Ongen.

"Kalau Pak Wiranto (Ketum Hanura) sih memang pengarahannya (dukungan) ke saya. Sudah beberapa kali ketemu. Dia sudah proses," kata Ahok.

Ahok juga sudah bertemu dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. "Kemarin, di Istana," katanya. Ahok menyampaikan PAN akan mendukungnya bila hasil survei soal Pilgub DKI 2017 dimenangi dirinya.

"PKB juga. PKB saya kenal betul. Dulu saya nyalonin di Bangka Belitung-pun Gus Dur (Abdurrahman Wahid) dukung saya. Patokan PKB sederhana, kalau di survei bisa menang dan visi-misinya jelas, biasanya juga dukung," kata Ahok.

Bila benar Ahok mendapat dukungan partai-partai itu, Ahok tetap menghargai pengumpulan KTP dukungan yang dikerjakan Teman Ahok. Soalnya, Teman Ahok khawatir bila Ahok dikhianati partai, dijanjikan akan diusung ke Pilgub DKI 2017, namun malah ditinggal saja di detik-detik terakhir pencalonan.

"Teman Ahok tidak mau kalau nanti partai berubah pikiran. Kalau berubah pikiran, enggak bisa balik lagi loh. Mereka enggak percaya juga sama partai loh. Ya enggak apa-apa," kata Ahok.


www.lisboa369.com
Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473