slide show

Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" />
Selamat datang di blogspot lisboa369
Tampilkan postingan dengan label djarot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label djarot. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 September 2016

Arus Bawah Jokowi Apresiasi Keputusan PDIP Usung Ahok-Djarot


Situs Cashmarket Agen Resmi Maxbet , Agen Resmi Sbobet Dan Agen Casino online terpercaya di indonesia Mitra Resmi Ionclub(Agen khusus Ionclub atau agen ioncasino)


Lisboa369 (Agen resmi maxbet, agen resmi sbobet, serta agen resmi ionclub) - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) secara resmi telah mengumumkan pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot), Selasa (20/9) malam.

Pasangan calon (paslon) petahana ini sesuai rencana akan mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah DKI Jakarta, Rabu (21/9) besok.

“Keputusan ini menjadi bukti bahwa PDIP mendengar aspirasi publik, karena mayoritas masih inginkan Ahok-Djarot memimpin Jakarta,” Ketua Dewan Pendiri Arus Bawah Jokowi (ABJ) Michael Umbas, Selasa (20/9).

LISBOA369 AGEN RESMI SBOBET SERTA AGEN KHUSUS IONCLUB ATAU IONCASINO UNTUK LIVE GAME ONLINE, JUGA AGEN RESMI MAXBET YANG TERPERCAYA SAAT INI NO 1 DI INDONESIA.

ABJ mengapresiasi keputusan PDIP yang mengusung Ahok-Djarot pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2017. Umbas yang juga Koordinator acara Silaturahmi Nasional Pendukung Jokowi menuturkan, elektabilitas Ahok-Djarot selalu tertinggi di setiap hasil survei.

“Dengan didukung penuh PDIP, elektabilitas Ahok-Djarot kita harapkan makin tinggi, hingga akhirnya bisa menangkan Pilkada Jakarta,” jelasnya.

Ditekankan pula bahwa Gubernur Jakarta ke depan sangat penting mempunyai komunikasi yang baik dengan Presiden Joko Widodo. Dia berharap agar kepemimpinan Ahok-Djarot nantinya akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat.

“Kita semua tahu, komunikasi Presiden Jokowi dengan Ahok sangat baik. Sebagai pemimpin Ibukota, program-program Ahok-Djarot pasti harus sejalan dengan pusat,” katanya.

Umbas mengampaikan optimismenya bahwa Ahok satu visi dengan Presiden Jokowi. Khususnya, dalam menjalankan visi dan program Nawacita.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
 
silahkan hubungi kami melalui:
Livechat : Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Jumat, 19 Agustus 2016

Hubungan Ahok , Megawati Dan Kader PDI-P


Situs Cashmarket Maxbet , Sbobet Dan casino online terpercaya di indonesia Mitra Resmi Ionclub(Agen khusus Ionclub atau agen ioncasino)


Lisboa369.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta akan membuka masa pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur pada 19-21 September 2016 di Pilkada DKI 2017. Dari 28 hari waktu yang tersisa, masih belum jelas apakah petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diusung PDI Perjuangan di Pilkada DKI 2017.


Bagi Ahok dan internal PDI-P termasuk publik, keputusan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri lah yang paling ditunggu-tunggu.

Menelisik ke belakang, Ahok dan PDIP sempat renggang. Kala itu, Ahok yang diminta maju secara independen oleh relawan 'Teman Ahok' meminta Megawati mengizinkan Djarot maju. Namun, Megawati yang menghormati mekanisme internal, meminta Ahok bersabar. 

"Kurang ajar Ahok neh, maksa-maksa, kita kan ada proses," kata Megawati seperti diceritakan Ahok kepada tim merdeka.com di ruang kerjanya di Balaikota DKI beberapa waktu lalu.

Tapi karena terus didesak, Ahok kembali menemui Megawati dengan mengeluarkan tenggat waktu seminggu untuk Djarot. Ahok beralasan, relawannya meminta tenggat waktu tersebut untuk mulai mengisi formulir pencalonannya dengan Djarot. Padahal, kata Ahok formulir itu bisa diisi hanya dengan satu nama saja. 

Ahok mengaku dia tidak bisa menahan keinginan 'Teman Ahok' jika seandainya Djarot tidak diizinkan maka memilih Ketua BPKAD Heru Budi Hartono. Maka dalam formulir pencalonan pun tertera nama Ahok-Heru sebagai calon independen hingga 1 juta KTP terkumpul. Dan menurut Ahok, Megawati tidak marah karena keputusannya itu. "Saya sampaikan kepada ibu, ibu tidak komentar ya dan tidak marah juga," tutur Ahok. 

Djarot yang diminta awal oleh Ahok tidak berkomentar banyak. Dia memilih proses mekanisme PDIP ketimbang menerima pinangan Ahok di jalur independen. Dan oleh sikap Ahok tersebut, internal PDIP ramai-ramai 'menggebuk' Ahok dengan menyatakan ketidaksukaan mereka karena mengultimatum Megawati. 

"Sombong sekali. Kok PDIP diancam seminggu. Dia enggak ingat dulu sebelum ditarik? Dulu kan PDIP tahunya Jokowi, kita lalu sama-sama dengan Gerindra, Gerindra mengajukan Ahok," kata mantan Ketua DPD PDIP Boy Sadikin di rumahnya, Jl Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (4/3) lalu.

Ketika 1 juta KTP berhasil dikumpulkan, Ahok seperti di atas angin. Dia tidak lagi mengharapkan PDIP. Ahok hanya mengizinkan parpol untuk mendukung, bukan mencalonkan. Reaksi keras datang dari berbagai kalangan termasuk PDIP. Tudingan melakukan deparpolisasi pun dialamatkan kepada mantan bupati Belitung Timur ini. 

"Calon gubernur dari jalur independen adalah cerminan deparpolisasi dan PDIP melawan deparpolisasi," kata Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (8/3).

Semakin dituding melakukan deparpolisasi, Ahok justru mendapat dukungan dari publik. Namun, di luar dugaan, Ahok justru menarik simpati parpol seperti NasDem. Partai besutan bos Metro TV, Surya Paloh ini pun menyatakan dukungan tanpa syarat kepada Ahok di jalur independen. Setelah NasDem, giliran Partai Hanura mengatakan hal yang sama. 

Secara mengejutkan dukungan datang dari Golkar.Deklarasi dukungan dinyatakan dalam konferensi pers di Hotel Fairmont, Jalan Asia Afrika, Jakarta, Selasa (14/6/2016). Yorrys berbicara ditemani Ketua DPP Golkar Agun Gunandjar, Freddy Latumahina, dan Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Golkar Ramli Muhammad. Dan Ahok pun seperti berkekuatan penuh dengan modal 1 juta KTP. Ahok pun seperti tak tertandingkan lagi. 

Lucunya, Ahok yang menolak keras dan menyatakan 'perang' dengan parpol ini justru 'membelot' dari pendukungnya. Tepat pada pada Rabu (27/7) kemarin, dalam gelaran acara Halal Bihalal antara relawan dan partai-partai pendukung Ahok, Gubernur DKI itu akhirnya memutuskan untuk maju melalui jalur parpol.

Tiga parpol pendukung dan 1 juta KTP tidak membuat Ahok pede. Dia terkesan masih mengharapkan dukungan PDIP. Dalam beberapa kesempatan, Ahok sesumbar bakal diusung PDIP. Dia menyebut sudah mendapat restu dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Menurut dia, sinyal akan didukung hanya menunggu keputusan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

"Saya kira Mas Hasto Sekjen yang akan mengatur, memilih, apakah akan memutuskan Ahok-Djarot atau pasangan yang lain, kita enggak tahu," kata Ahok.

Ahok terlihat semakin optimis ketika dia bertemu Megawati dan Djarot di DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat. Bagi Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, pertemuan itu merupakan suatu tanda positif dalam hubungan Ahok dan PDIP, entah bagaimana pun keputusan nanti. 

"Dialog-dialog yang dilakukan perspektifnya positif, dan merupakan bagian kelembagaan partai dalam menentukan siapa yang akan ditetapkan sebagai cagub," terang Hasto.

Belakangan sinyal akan menduetkan Ahok dengan Djarot santer terdengar. Apalagi dalam skenario politik PDIP, Ahok-Djarotlah di urutan teratas. Namun, sebelum PDIP berkeputusan resmi, tersiar video 'Ahok pasti tumbang' dalam rapat konsolidasi DPD PDIP.

Meski diklaim wajar sebagai sebuah ekspresi oleh Hasto, video itu memperlihatkan perpecahan di kalangan internal. Ada yang mendukung Ahok dan ada yang tidak. Namun demikian, menurut Hasto, apapun keputusan nantinya, akan ditaati setiap kader PDIP. 

"Setiap anggota partai diberi kesempatan untuk sampaikan aspirasinya. Tetapi PDIP juga partai taat asas, taat pada mekanisme demokrasi internal partai dan itu bagian dari memperkuat dinamika jati diri DPP PDIP. Karena itu sekali keputusan diambil, maka kedisiplinan anggota akan menjalankan keputusan tersebut," ujarnya.


LISBOA369 AGEN RESMI SBOBET SERTA AGEN RESMI DAN AGEN KHUSUS IONCLUB ATAU IONCASINO UNTUK LIVE GAME ONLINE, JUGA AGEN RESMI MAXBET YANG TERPERCAYA SAAT INI NO 1 DI INDONESIA.

Politikus PDIP Masinton Pasaribu menjelaskan, adanya perbedaan pendapat di internal partainya terkait dukungan kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilkada DKI 2017, merupakan bentuk dinamika politik yang sangat demokratis, yang budayanya tetap dijaga oleh PDIP.

 Namun dirinya menekankan, bagaimana pun beragamnya pendapat mengenai dukungan kepada Ahok itu, keputusan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri pada akhirnya tetap harus dipatuhi oleh semua kader.

"Dinamika PDIP ditempa oleh waktu sejak era otoritarianisme orba hingga sekarang. Jadi dinamikanya itu ada yang pro dan kontra, kami nikmati betul. Itulah dinamika berdemokrasi," kata Masinton, Jumat (19/8).

"Namun karena PDIP itu adalah partai yang terprogram dan terpimpin, maka ketika keputusan diambil oleh ketua umum, semuanya akan patuh dan solid mendukung keputusan partai," ujarnya menambahkan.

Ketika ditanya mengenai video yang beredar berisi tayangan dari sejumlah kader PDIP yang menyanyikan lagu dengan lirik 'Ahok pasti tumbang', Masinton menyebut bahwa itulah ragam bentuk dinamika yang budayanya tetap dijaga oleh partainya tersebut.

Sebab, lanjut Masinton, siapapun nanti calon yang akan diusung oleh PDIP di Pilkada DKI Jakarta. bukanlah satu-satunya tujuan utama, karena apa yang diperjuangkan PDIP sebenarnya adalah seperangkat ide dan paket gagasannya.

"Jadi itu sebagai sikap dan ekspresi, artinya bersatu padu untuk menang. Dan itu yang memotivasi kader PDIP karena mereka yakin akan menang kalau bersama rakyat. Maka siapapun lawannya pasti bisa tumbang. Kalau kemudian partai memutuskan lain, ya kami yakin siapapun lawannya bisa kami tumbangkan," ujar Masinton.

"Bagi kami apa yang diputuskan partai harus didukung, karena kami bukan memenangkan orang per-orang, tapi kami memenangkan satu paket dan perangkat gagasan. Ketika keputusan diambil (ketua umum), maka semua yang berdinamika itu wajib patuh," pungkasnya.

Rabu, 17 Agustus 2016

Menantikan Siapa Pasangan Cawagub Ahok



Situs Cashmarket Maxbet , Sbobet Dan casino online terpercaya di indonesia Mitra Resmi Ionclub(Agen khusus Ionclub atau agen ioncasino)



Lisboa369.com - Konstelasi Pilgub DKI 2017 semakin dinamis saja. Bakal calon petahana Basuki T Purnama (Ahok) kini kembali dekat dengan PDIP.

Hubungan Ahok dan PDIP memang pasang surut jelang Pilgub DKI. Beberapa bulan lalu, Ahok hampir dipastikan didukung oleh PDIP, namun belakangan malah terlibat perseteruan dengan para kader.

Terakhir, ketika Ahok menyebut bahwa tak perlu lagi dukungan PDIP. Dia menilai, Golkar, NasDem dan Hanura sudah cukup meraih tiket maju Pilgub. Hal ini yang membuat sejumlah kader PDIP meradang.

Ahok pun diserang, khususnya soal etikanya dalam berbicara dan memimpin DKI. Politisi PDIP seperti Arteria Dahlan, Andreas Hugo Pareira dan Ahmad Basarah berkomentar miring tentang Ahok, seolah tak ada lagi peluang PDIP untuk mengusung Ahok.

Namun sejak dua hari lalu, berhembus kabar kencang bahwa PDIP akan merapat ke Ahok. Ahok-Djarot menjadi pasangan yang akan diusung oleh PDIP nanti. Bahkan, katanya, momen HUT RI ke-71 menjadi ajang deklarasi pasangan Ahok-Djarot, meski telah dibantah oleh PDIP.

Akan tetapi, isyarat PDIP bakal bersatu dengan Ahok semakin terlihat saja. Misalnya saja, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira yang mengatakan bahwa peluang itu masih 50:50.

"Ya 50:50 lah, kita lihat. Proses sekarang masih berkembang. Semua masih terbuka," kata Andreas di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8) kemarin.

Bahkan, Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno memuji kinerja pasangan Ahok dan Djarot. Dia mengatakan, sangat mungkin jika PDIP akan kembali menduetkan Ahok-Djarot.

"Kalau kinerja Ahok-Djarot bagus, kinclong, dan dampaknya terhadap kesejahteraan rakyat dirasakan, signifikan," ujar Hendrawan.

Ahok pun tampak malu-malu menanggapi isu PDIP bakal mengusung dirinya. Ahok lebih memilih mengungkap kedekatannya dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Dia berharap, jika benar PDIP bakal mengusungnya, Megawati nanti memilih Heru Budi Hartono sebagai cawagubnya.

"Saya enggak tahu. Siapa tahu nanti Ibu Mega berani, 'Sudah sama Heru saja enggak apa-apa. Asal Heru jadi anggota PDIP'. Kamu mau bilang apa? Kita kan enggak tahu. Saya enggak tahu," kata Ahok.

Meski demikian, Ahok mengaku hanya pernah ditanya alasan tak mau menggaet Djarot sebagai wakilnya di Pilgub yang akan dilangsungkan pada Februari 2017.

LISBOA369 AGEN RESMI SBOBET SERTA AGEN RESMI DAN AGEN KHUSUS IONCLUB ATAU IONCASINO UNTUK LIVE GAME ONLINE, JUGA AGEN RESMI MAXBET YANG TERPERCAYA SAAT INI NO 1 DI INDONESIA.




"Ibu Mega paling pernah tanya sama saya sama 'Djarot ada masalah apa? Pak Ahok dulu lho yang pilih-pilih dulu, paksa-paksa lagi'. Saya enggak ada masalah," ujar Ahok.

Sementara itu, isyarat PDIP bakal merapat ke Ahok terbaca dari pesimisme Ketua DPD Gerindra M Taufik. Setelah sempat mesra dengan PDIP, dengan memunculkan nama Tri Rismaharini, kini Taufik lebih menjagokan duet Sandiaga Uno dan Saefullah untuk diusung koalisi kekeluargaan.

"Insya Allah enam partai sepakat. Namanya berkembang menjadi Sandiaga Uno-Saefullah," kata Taufik.

Taufik kini tak peduli dengan sikap PDIP. Dia malah mengajak PDIP untuk mengusung Sandiaga-Saefullah. Padahal, PDIP hanya ingin kursi cagub jika koalisi di Pilgub DKI.

"Kalau PDIP (mau) sendiri, silakan atau mau mendukung, kami sudah punya Sandiaga-Saefullah," kata Taufik.




Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
 
silahkan hubungi kami melalui:
Livechat : Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Selasa, 07 Juni 2016

Pernyataan Heru Tentang Isu Ahok Menjelang Pilgub



Lisboa369.com - Pemilihan Gubernur akan berlangsung tahun depan. Namun dinamika dan gejolaknya sudah mulai terasa dan kian menarik. Beredar kabar bakal calon petahana Basuki T Purnama disebut bakal rujuk bersama Djarot Saiful Hidayat dalam Pilgub meskipun telah memutuskan maju independen bersama Heru Budi Hartono.

Isu ini menguat setelah sederet wacana mulai bergulir. Mulai dari berita Heru bakal mundur sebagai calon wakilnya, hingga spanduk relawan Ahok-Djarot yang terpasang di di pagar besi pintu masuk mobil bagian belakang, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Saat dikonfirmasi soal beberapa rumor sinyal Ahok-Djarot akan kembali dijodohkan, Heru mengaku akan bersikap legowo sebagai anak buahnya dan menerima semua keputusan soal siapa pendamping Ahok. Dia pun mengaku tidak merasa dipermainkan, jika Ahok akhirnya memilih Djarot.

"Ya saya kan stafnya gubernur. Enggak (merasa dipermainkan), saya loyal sama pak gubernur," kata Heru saat dihubungi, Selasa (7/6).

Selain itu, Heru mengaku akan mendukung apapun langkah Ahok jelang Pilgub DKI, meskipun nantinya dirinya batal digandeng sebagai orang nomor dua di Jakarta.

"Jadi apapun yang terjadi terbaik untuk pak gubernur. Tapi sejauh ini pak gubernur belum putusan apa-apa kan," tegas Heru.

Sebelumnya, Ahok mulai membuka peluang untuk didukung partai politik dalam Pilgub DKI 2017. Padahal sejak awal, dirinya telah mendeklarasikan diri maju melalui jalur independen bersama relawan TemanAhok.

Ahok kemudian semakin gencar kembali dipasangkan oleh wakilnya Djarot Saiful Hidayat. Bahkan telah muncul spanduk relawan Ahok-Djarot.

Spanduk berukuran sekitar 4x1 meter tersebut diikat di pagar besi pintu masuk mobil bagian belakang, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Senin, 29 Februari 2016

Wagub DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat tinjau Kalijodo

Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat meninjau Kawasan Kalijodo beberapa jam menjelang eksekusi. Beliau tiba sesaat setelah kebakaran di sebuah rumah di Kalijodo berhasil dipadamkan.

Djarot tiba di lokasi sekitar pukul 22.30 WIB. Ia sejenak berkeliling Kalijodo ditemani Wali Kota Jakarta Barat Anas Efendi.

"Tadi beliau ngecek-ngecek persiapan saja. Buat besok," ucap Anas menjelaskan maksud kedatangan Djarot, di Kawasan Kalijodo, Jakarta Barat, Minggu (28/2/2016).

Djarot berada di kawasan Kalijodo sekitar 30 menit. Tak lama, ia pun meninggalkan lokasi.

Selain Anas, tampak pula Kapolsek Tambora Kompol Wirdhanto Hadicaksono.