Forum Berita Politik Tanah Air Terkini dan Terpercaya serta beberapa berita lainnya AGENT SBOBET
Tampilkan postingan dengan label megawati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label megawati. Tampilkan semua postingan
Jumat, 19 Agustus 2016
Hubungan Ahok , Megawati Dan Kader PDI-P
Situs Cashmarket Maxbet , Sbobet Dan casino online terpercaya di indonesia Mitra Resmi Ionclub(Agen khusus Ionclub atau agen ioncasino)
Lisboa369.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta akan membuka masa pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur pada 19-21 September 2016 di Pilkada DKI 2017. Dari 28 hari waktu yang tersisa, masih belum jelas apakah petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diusung PDI Perjuangan di Pilkada DKI 2017.
Bagi Ahok dan internal PDI-P termasuk publik, keputusan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri lah yang paling ditunggu-tunggu.
Menelisik ke belakang, Ahok dan PDIP sempat renggang. Kala itu, Ahok yang diminta maju secara independen oleh relawan 'Teman Ahok' meminta Megawati mengizinkan Djarot maju. Namun, Megawati yang menghormati mekanisme internal, meminta Ahok bersabar.
"Kurang ajar Ahok neh, maksa-maksa, kita kan ada proses," kata Megawati seperti diceritakan Ahok kepada tim merdeka.com di ruang kerjanya di Balaikota DKI beberapa waktu lalu.
Tapi karena terus didesak, Ahok kembali menemui Megawati dengan mengeluarkan tenggat waktu seminggu untuk Djarot. Ahok beralasan, relawannya meminta tenggat waktu tersebut untuk mulai mengisi formulir pencalonannya dengan Djarot. Padahal, kata Ahok formulir itu bisa diisi hanya dengan satu nama saja.
Ahok mengaku dia tidak bisa menahan keinginan 'Teman Ahok' jika seandainya Djarot tidak diizinkan maka memilih Ketua BPKAD Heru Budi Hartono. Maka dalam formulir pencalonan pun tertera nama Ahok-Heru sebagai calon independen hingga 1 juta KTP terkumpul. Dan menurut Ahok, Megawati tidak marah karena keputusannya itu. "Saya sampaikan kepada ibu, ibu tidak komentar ya dan tidak marah juga," tutur Ahok.
Djarot yang diminta awal oleh Ahok tidak berkomentar banyak. Dia memilih proses mekanisme PDIP ketimbang menerima pinangan Ahok di jalur independen. Dan oleh sikap Ahok tersebut, internal PDIP ramai-ramai 'menggebuk' Ahok dengan menyatakan ketidaksukaan mereka karena mengultimatum Megawati.
"Sombong sekali. Kok PDIP diancam seminggu. Dia enggak ingat dulu sebelum ditarik? Dulu kan PDIP tahunya Jokowi, kita lalu sama-sama dengan Gerindra, Gerindra mengajukan Ahok," kata mantan Ketua DPD PDIP Boy Sadikin di rumahnya, Jl Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (4/3) lalu.
Ketika 1 juta KTP berhasil dikumpulkan, Ahok seperti di atas angin. Dia tidak lagi mengharapkan PDIP. Ahok hanya mengizinkan parpol untuk mendukung, bukan mencalonkan. Reaksi keras datang dari berbagai kalangan termasuk PDIP. Tudingan melakukan deparpolisasi pun dialamatkan kepada mantan bupati Belitung Timur ini.
"Calon gubernur dari jalur independen adalah cerminan deparpolisasi dan PDIP melawan deparpolisasi," kata Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (8/3).
Semakin dituding melakukan deparpolisasi, Ahok justru mendapat dukungan dari publik. Namun, di luar dugaan, Ahok justru menarik simpati parpol seperti NasDem. Partai besutan bos Metro TV, Surya Paloh ini pun menyatakan dukungan tanpa syarat kepada Ahok di jalur independen. Setelah NasDem, giliran Partai Hanura mengatakan hal yang sama.
Secara mengejutkan dukungan datang dari Golkar.Deklarasi dukungan dinyatakan dalam konferensi pers di Hotel Fairmont, Jalan Asia Afrika, Jakarta, Selasa (14/6/2016). Yorrys berbicara ditemani Ketua DPP Golkar Agun Gunandjar, Freddy Latumahina, dan Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Golkar Ramli Muhammad. Dan Ahok pun seperti berkekuatan penuh dengan modal 1 juta KTP. Ahok pun seperti tak tertandingkan lagi.
Lucunya, Ahok yang menolak keras dan menyatakan 'perang' dengan parpol ini justru 'membelot' dari pendukungnya. Tepat pada pada Rabu (27/7) kemarin, dalam gelaran acara Halal Bihalal antara relawan dan partai-partai pendukung Ahok, Gubernur DKI itu akhirnya memutuskan untuk maju melalui jalur parpol.
Tiga parpol pendukung dan 1 juta KTP tidak membuat Ahok pede. Dia terkesan masih mengharapkan dukungan PDIP. Dalam beberapa kesempatan, Ahok sesumbar bakal diusung PDIP. Dia menyebut sudah mendapat restu dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Menurut dia, sinyal akan didukung hanya menunggu keputusan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
"Saya kira Mas Hasto Sekjen yang akan mengatur, memilih, apakah akan memutuskan Ahok-Djarot atau pasangan yang lain, kita enggak tahu," kata Ahok.
Ahok terlihat semakin optimis ketika dia bertemu Megawati dan Djarot di DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat. Bagi Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, pertemuan itu merupakan suatu tanda positif dalam hubungan Ahok dan PDIP, entah bagaimana pun keputusan nanti.
"Dialog-dialog yang dilakukan perspektifnya positif, dan merupakan bagian kelembagaan partai dalam menentukan siapa yang akan ditetapkan sebagai cagub," terang Hasto.
Belakangan sinyal akan menduetkan Ahok dengan Djarot santer terdengar. Apalagi dalam skenario politik PDIP, Ahok-Djarotlah di urutan teratas. Namun, sebelum PDIP berkeputusan resmi, tersiar video 'Ahok pasti tumbang' dalam rapat konsolidasi DPD PDIP.
Meski diklaim wajar sebagai sebuah ekspresi oleh Hasto, video itu memperlihatkan perpecahan di kalangan internal. Ada yang mendukung Ahok dan ada yang tidak. Namun demikian, menurut Hasto, apapun keputusan nantinya, akan ditaati setiap kader PDIP.
"Setiap anggota partai diberi kesempatan untuk sampaikan aspirasinya. Tetapi PDIP juga partai taat asas, taat pada mekanisme demokrasi internal partai dan itu bagian dari memperkuat dinamika jati diri DPP PDIP. Karena itu sekali keputusan diambil, maka kedisiplinan anggota akan menjalankan keputusan tersebut," ujarnya.
LISBOA369 AGEN RESMI SBOBET SERTA AGEN RESMI DAN AGEN KHUSUS IONCLUB ATAU IONCASINO UNTUK LIVE GAME ONLINE, JUGA AGEN RESMI MAXBET YANG TERPERCAYA SAAT INI NO 1 DI INDONESIA.
Politikus PDIP Masinton Pasaribu menjelaskan, adanya perbedaan pendapat di internal partainya terkait dukungan kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilkada DKI 2017, merupakan bentuk dinamika politik yang sangat demokratis, yang budayanya tetap dijaga oleh PDIP.
Namun dirinya menekankan, bagaimana pun beragamnya pendapat mengenai dukungan kepada Ahok itu, keputusan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri pada akhirnya tetap harus dipatuhi oleh semua kader.
"Dinamika PDIP ditempa oleh waktu sejak era otoritarianisme orba hingga sekarang. Jadi dinamikanya itu ada yang pro dan kontra, kami nikmati betul. Itulah dinamika berdemokrasi," kata Masinton, Jumat (19/8).
"Namun karena PDIP itu adalah partai yang terprogram dan terpimpin, maka ketika keputusan diambil oleh ketua umum, semuanya akan patuh dan solid mendukung keputusan partai," ujarnya menambahkan.
Ketika ditanya mengenai video yang beredar berisi tayangan dari sejumlah kader PDIP yang menyanyikan lagu dengan lirik 'Ahok pasti tumbang', Masinton menyebut bahwa itulah ragam bentuk dinamika yang budayanya tetap dijaga oleh partainya tersebut.
Sebab, lanjut Masinton, siapapun nanti calon yang akan diusung oleh PDIP di Pilkada DKI Jakarta. bukanlah satu-satunya tujuan utama, karena apa yang diperjuangkan PDIP sebenarnya adalah seperangkat ide dan paket gagasannya.
"Jadi itu sebagai sikap dan ekspresi, artinya bersatu padu untuk menang. Dan itu yang memotivasi kader PDIP karena mereka yakin akan menang kalau bersama rakyat. Maka siapapun lawannya pasti bisa tumbang. Kalau kemudian partai memutuskan lain, ya kami yakin siapapun lawannya bisa kami tumbangkan," ujar Masinton.
"Bagi kami apa yang diputuskan partai harus didukung, karena kami bukan memenangkan orang per-orang, tapi kami memenangkan satu paket dan perangkat gagasan. Ketika keputusan diambil (ketua umum), maka semua yang berdinamika itu wajib patuh," pungkasnya.
Label:
agen khusus ionclub,
agen resmi maxbet,
agen resmi sbobet,
ahok,
djarot,
Kader PDI-P,
lisboa369,
megawati,
mitra resmi ionclub,
mitra resmi maxbet,
mitra resmi sbobet,
pilgub
Jumat, 12 Agustus 2016
Megawati Kumpulkan Elit Partai PDIP DiKediaman
Situs Cashmarket Maxbet , Sbobet Dan casino online terpercaya di indonesia Mitra Resmi Ionclub(Agen khusus Ionclub atau agen ioncasino)
Lisboa369.com - Ketua DPP PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno, mengatakan siang ini (Jumat, 12/8) seluruh elit partainya akan berkumpul di kediaman Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat.
“Nanti siang jam 14.00 WIB rapat khusus di Teuku Umar, biasanya kan di LA (Lenteng Agung) atau Diponegoro (DPP PDIP),” katanya saat dihubungi, Jumat (12/8).
Hendrawan belum bisa memberikan gambaran apa yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut. Apakah menyangkut isu politik nasional terkini atau Pilkada DKI Jakarta. Hanya saja, ia menyebut pertemuan itu sangat penting. Sebab dibicarakan secara khusus di rumah Ketum Megawati.
“(Kalau) di rumah ibu Megawati, itu artinya ada sesuatu yang khusus yang akan dibicarakan dari DPP,” jelasnya.
LISBOA369 AGEN RESMI SBOBET SERTA AGEN RESMI DAN AGEN KHUSUS IONCLUB ATAU IONCASINO UNTUK LIVE GAME ONLINE, JUGA AGEN RESMI MAXBET YANG TERPERCAYA SAAT INI NO 1 DI INDONESIA.
Hendrawan menyinggung pernyataan dari Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto bahwa seluruh elit PDIP untuk tidak bepergian keluar kota selama sepekan ke depan. Hal ini berkaitan dengan persiapan pidato kenegaraan peringatan 17 Agustus 2016.
Khusus Pilkada DKI, Hendrawan tidak menampik jika dalam beberapa hari ke depan partainya akan segera menentukan sikap. Dan, politik terkini Pilkada DKI bisa saja dibahas dalam pertemuan tersebut.
“Pasti bicarakan nama. Sudah langsung evaluasi dan penelaahan terhadap figur-figur yang akan maju dalam kontestasi di Pilkada DKI Jakarta. Minggu depan PDIP akan mengkristalisasi opsi-opsi putusan untuk disampaikan kepada ketua umum,” ujarnya.
Secara pribadi Hendrawan menyoroti bakal calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Terutama manuver-manuver politik Ahok yang pada awalnya bersikeras maju lewat jalur independen.
“Kalau saja Ahok tenang, tidak bikin ulah, tidak sibuk marah-marah maka hampir pasti PDIP akan mengusung kembali pasangan Ahok-Djarot sebagai upaya untuk merespon aspirasi masyarakat,” pungkasnya.
Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:
Livechat : Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473
Rabu, 25 Mei 2016
Pagi Ini Megawati Raih Gelar Doktor Honoris Causa dari Unpad
Lisboa369.com - Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Padjajaran (Unpad), hari ini, Rabu (25/5/2016). Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mendapat gelar Doktor Honoris Causa bidang politik dan pemerintah. Gelar tersebut diserahkan langsung di Unpad, Bandung, Jawa Barat.
Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad menjelaskan, pemberian gelar tersebut berdasarkan dua landasan.
"Pertama, Unpad memperhatikan aspek akademik yang ada pada beliau yang menonjol, yakni unsur leadership-nya. Dan hal tersebut mempunyai korelasi dengan ilmu sosial dan politik di Unpad. Kami memerlukan produk pemikiran beliau untuk implementasi dalam tataran akademis," kata Tri Hanggono di Bandung, seperti dikutip dari Antara, Selasa 24 Mei 2016.
Landasan kedua yakni Unpad memiliki hubungan emosional dengan putri proklamator kemerdekaan Indonesia tersebut. Hal itu karena Megawati adalah alumnus Jurusan Peternakan Unpad pada 1965.
Dalam situs resmi Unpad, unpad.ac.id, disebutkan, berbagai pemikiran dan kebijakan yang dihasilkan oleh Megawati dapat memberikan kontribusi berharga bagi kalangan akademik karena memiliki aspek originalitas.
Pola pemikiran, kepemimpinan, serta konsistensi Megawati dalam ilmu politik serta pemerintahan, juga dinilai memberi inspirasi bagi generasi bangsa berikutnya.
"Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpad melakukan analisis terhadap pemikiran-pemikiran ibu Megawati, dan menemukan nilai-nilai akademik yang original. Besok dalam pertanggungjawaban akademik akan disampaikan oleh tim promotor. Alasan lainnya, ada hubungan emosional antara Unpad dengan ibu Megawati," ujar Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad.
Dalam situs resmi Unpad, unpad.ac.id, disebutkan, berbagai pemikiran dan kebijakan yang dihasilkan oleh Megawati dapat memberikan kontribusi berharga bagi kalangan akademik karena memiliki aspek originalitas.
Pola pemikiran, kepemimpinan, serta konsistensi Megawati dalam ilmu politik serta pemerintahan, juga dinilai memberi inspirasi bagi generasi bangsa berikutnya.
"Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpad melakukan analisis terhadap pemikiran-pemikiran ibu Megawati, dan menemukan nilai-nilai akademik yang original. Besok dalam pertanggungjawaban akademik akan disampaikan oleh tim promotor. Alasan lainnya, ada hubungan emosional antara Unpad dengan ibu Megawati," ujar Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad.
Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:
Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473
Kamis, 24 Maret 2016
Ahok Orang Pertama Yang Mendapat Buku
Buku yang diserahkan bertajuk "Megawati dalam Catatan Wartawan, Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat", diluncurkan di Gedung Arsip Nasional, Jl Gadjah Mada, Jakarta Pusat.
"Ada 10 buku yang mau kita bagikan. Dari huruf A saja, yang sekarang jadi hot news, untuk tetap belajar tentang perjuangan dan berpolitik, saya pilih Pak Ahok," kata salah satu penulis buku, Ninil WDA dari Tempo.
Buku yang ditulis oleh 22 wartawan dan disunting oleh Kristin Samah. Setelah ditunjuk untuk menerima buku, Ahok yang berbatik cokelat bercorak hitam ini maju ke atas panggung.
Senyum terkembang, kemudian bersalaman dengan Megawati yang sama-sama tersenyum. Sekitar 30 detik di atas panggung, Ahok lantas turun dari panggung.
Setelah Ahok, sejumlah tokoh dan kader juga menerima buku. Ada mantan Kepala BIN Hendropriyono yang menjadi penerima buku urutan kedua. Penerima buku lainnya adalah Kepala BIN Sutiyoso, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf yang dulu adalah sopir Megawati, dan Wakil Presiden ke-11 Ri Boediono.
Terakhir, putri Megawati yang kini duduk sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani ditunjuk langsung Megawati untuk menerima buku.
"Saya sih senang (dapat buku giliran pertama). Kan saya hubungan dengan Bu Mega kan kayak kakak-adik, yang melampaui kayak hubungan parpol," kata Ahok usai peluncuran buku 'Megawati dalam Catatan Wartawan, Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat', di Gedung Arsip Nasional No 111, Jalan Gajah Mada, Jakarta
Bahkan ketika dirinya bersitegang dengan PDIP-pun, Ahok tetap dekat dengan Megawati. Meski Ahok bukan kader PDIP, namun itu tak menjadi penghalang kedekatannya dengan putri proklamator Soekarno ini.
"Makanya (saat) parpol PDIP marah sama saya, saya bilang 'Gue (Saya) kan bukan orang PDIP'. Gue bilang saja, 'Gue orangnya Bu Mega'," ujar Ahok.
Soal buku ini, Ahok menilai 22 wartawan penulisnya bisa menuangkan yang mereka rasakan saat bersama Megawati. Buku ini bisa menjelaskan siapa Megawati sebenarnya.
"Ini bagian dari catatan sejarah buat bangsa ini, bagaimana orang bisa menilai Bu Megawati. Selama ini orang menilai salah terhadap beliau, saya kebetulan dekat dengan beliau, dan saya kira banyak orang yang salah," kata Ahok.
Dalam acara tersebut, Megawati menceritakan dirinya yang marah soal pelesetan lambang PDIP yakni banteng moncong putih yang diberi anting. Megawati menyeru juga kepada Ahok dengan seruan yang sama saat dia marah atas perkara yang menurutnya menyerempet isu LGBT dan pelesetan lambang PDIP.
"Jadi saya ke Pak Ahok ya begitu, 'Yang jantan dong!'," kata Megawati setengah berteriak dan disambut tepuk tangan para hadirin. Banyak elite PDIP di situ.
"Tapi saya bingung, saya kan bukan jantan," sambung Megawati saat derai tawa dan tepuk tangan ratusan hadirin masih terdengar.
Langganan:
Postingan (Atom)



