slide show

Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" />
Selamat datang di blogspot lisboa369
Tampilkan postingan dengan label risma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label risma. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Agustus 2016

Mungkinkah Risma Mengikuti Pilgub Di Jakarta


Situs Cashmarket Maxbet , Sbobet Dan casino online terpercaya di indonesia Mitra Resmi Ionclub(Agen khusus Ionclub atau agen ioncasino)


Lisboa369.com - Tri Rismaharini alias Risma belakangan ramai mendapat dukungan pelbagai elemen masyarakat untuk maju dalam Pilgub DKI 2017. Dia juga diminta untuk bersiap-siap bila nantinya Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri jadi mengusungnya. Apalagi Risma merupakan kader, otomatis mesti tunduk sebagai petugas partai.

Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan Pusat DPP PDIP Eva Kusuma Sundari menuturkan, pihaknya sadar bahwa Risma sebagai wali kota hatinya masih buat Surabaya. Namun, dirinya juga meminta Risma tidak egois dan harus mengikuti aturan partai, terutama dalam Pilgub DKI nanti.

"Bu Risma harus tetap siap-siap atau 'stand by' jika dalam proses ini diminta maju, dan petugas partai memang harus seperti itu," kata Eva, Sabtu (20/8), seperti diberitakan Antara.

Semua keputusan penting di PDIP memang diambil Megawati. Nasib petugas partai harus mengikuti tiap titahnya. Contohnya nasib Joko Widodo (Jokowi) sebelum jadi presiden.

Kala itu, Jokowi masih menjabat gubernur DKI Jakarta dan berjanji menyelesaikan pekerjaannya hingga tuntas. Namun, kenyataan berkata lain. Dia memimpin DKI Jakarta hanya dua tahun dan masuk dalam bursa calon presiden, setelah Megawati memerintahkannya sebagai petugas partai.

Bila berkaca pada kasus Jokowi, tidak menutup kemungkinan Risma bakal ikut perintah partai. Apalagi dukungan makin ramai untuk dirinya di Jakarta.


Para relawan pendukung Risma di antaranya, Barisan Risma (Baris), Tanah Merah untuk Risma (Tameris), Aliansi Masyarakat untuk Risma (Amaris), Pasukan Risma (Paris). Kemudian Pasukan rakyat untuk Risma (Praktis), Kampung Gusti dukung Risma (K-Gris), Siap mendukung Tri Rismaharini (Simetris), Aspirasi Gerakan Rakyat Bersama Risma (Agraris), Gerakan Masyarakat Pendukung Risma (Gempur), Anak Rawa Bunga Cinta Risma (Artis) dan terakhir Setia Kawan Laskar Risma (Selaris).

Seluruh elemen masyarakat ini tergabung dalam wadah Gerak Indonesia. Mereka bahkan sudah melakukan konsolidasi dan tekatnya memboyong Risma ke Jakarta.




LISBOA369 AGEN RESMI SBOBET SERTA AGEN RESMI DAN AGEN KHUSUS IONCLUB ATAU IONCASINO UNTUK LIVE GAME ONLINE, JUGA AGEN RESMI MAXBET YANG TERPERCAYA SAAT INI NO 1 DI INDONESIA.

Ketua Umum Gerak Indonesia, Emi Sulyuwati mengatakan, semua relawan begitu berharap Risma memimpin Jakarta. Sebab pihaknya menolak pemimpin bersikap arogan.

"Gerak Indonesia dan sejumlah rakyat Indonesia dan sejumlah rakyat Jakarta dengan tegas menolak dipimpin oleh kekuasaan yang arogan," kata Emi di Gedung Juang, Jakarta, kemarin.

Emi menilai, Risma sosok laik memimpin Jakarta. Bahkan, dikatakannya Risma sudah menerapkan program Nawacita di Surabaya. "Dia cocok menerapkan program Nawacita," pungkas Emi.

Maka itu, pihaknya mendesak Megawati Soekarnoputri segera menetapkan Risma sebagai calon gubernur di Pilgub DKI 2017. Mereka berharap PDIP mau memilih Risma sebagai kader terbaiknya untuk memimpin Jakarta.

"Kami berharap PDIP bersedia mendengar suara rakyat agar kader terbaiknya yang memimpin Jakarta," tegasnya.

Emi mengatakan pencalonan sosok Risma di Pilgub DKI sangat penting. Sebab, Risma dianggap mampu memimpin sekaligus mengayomi masyarakat dengan baik. Bahkan sosok Risma dinilai bakal membawa perubahan di Jakarta. "Hanya Risma yang kami pandang mampu menciptakan Jakarta Baru," ujarnya.

Sebelumnya, Koordinator Jakarta Love Risma (Jaklovers), Sherly Annavita mengaku Risma masih menolak untuk ke Jakarta. Namun, kata dia, Risma tidak menutup pintu. Risma hanya pasrah sejauh ini.

"Sampai terakhir komunikasi kami dengan Risma memang beliau tak mau, 'kalau pun saya harus ke Jakarta itu memang kehendak di atas'," kata Sherly sambil menirukan ucapan Risma, Sabtu pekan lalu.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
 
silahkan hubungi kami melalui:
Livechat : Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Rabu, 08 Juni 2016

Pernyataan Risma Ketika Ditanya Kesiapan Pilgub DKI



Lisboa369.com - Nama Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, masih sering dikaitkan dengan Pilgub DKI pada 2017 mendatang. Meskipun dia sudah berulang kali menyatakan tak akan meninggalkan Kota Pahlawan.

Dalam beberapa survei, elektabilitas Risma disebut-sebut hampir mendekati calon incumbent, Basuki Tjahaja Purnama. Namun dia tak mau menanggapi survei tersebut sebagai peluang maju pilgub.

"Peluang apa loh? Peluang itu endak (tidak) tahu," kata Risma usai hadiri persidangan di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (7/6).

Risma membantah telah menolak Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri maju di Pilgub DKI. Sejauh ini, kata dia, Mega hanya berpesan untuk maju sebagai gubernur DKI harus memiliki 3 hal.

"Bukan pinangan. Ibu itu ngomongnya, Mba Risma kalau maju harus pakai ini (menunjuk kepala), pakai ini (menunjuk hati), pakai ini. Gitu lho," ujar Risma kepada wartawan.

"Maksudnya aku harus rela (untuk maju di Pilgub). Enggak bisa aku ohh dipaksa gini, itu enggak bisa," tambahnya.

Risma mengaku tidak rela harus meninggalkan Surabaya yang tengah dipimpinnya.

"Enggak rela. Uwis to reek..reek. Aku sudah matur (bilang) sama ibu," kata Risma sambil tertawa.



Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473 

Kamis, 02 Juni 2016

BI Mengundang 3 Kepala Daerah Mohammad Ramdhan Pomanto , Ahok dan Risma,



Lisboa369.com - Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto diundang menghadiri rapat koordinasi pemerintah pusat, daerah dan Bank Indonesia, di kompleks perkantoran BI, Jakarta, Kamis (2/6) siang ini. Danny, sapaan Ramdhan, diminta memberi pandangan terkait kebijakan Pemda dalam pembangunan infrastruktur perkotaan, terobosan, dan perbaikan tata kelola untuk menciptakan efisiensi dan pertumbuhan perekonomian.

BI, pada pertemuan ini, hanya mengundang tiga kepala daerah. Dua lainnya adalah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, dan Wali Kota Surabaya, Jawa Timur Tri Rismaharini atau Risma. Selain mereka, juga hadir anggota dewan gubernur BI, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil.

Gubernur BI, Agus Martowardojo, lewat undangannya menjelaskan, rakor merupakan upaya peningkatan peran daerah dalam rangka penguatan perumusan kebijakan ekonomi regional. Melalui ini diharapkan ada solusi baru atas pengembangan kawasan perkotaan dan pusat pertumbuhan ekonomi bau, serta pengembangan kota cerdas.

“Rakor ini mendorong peningkatan daya saing perkotaan dan pengembangan pusat ekonomi baru sebagai penggerak ekonomi regional,” kata Agus.

Danny mengungkapkan rencananya melaporkan sejumlah kiat pengembangan ekonomi regional, di antaranya melalui peningkatan infrastruktur. Di Makassar, tahun ini dicanangkan sebagai tahun infrastruktur dan penghijauan.

Di bidang infrastruktur transportasi, Pemkot Makassar mempersiapkan pembangunan jembatan layang (fly over) untuk mempermudah akses jalan menuju pusat kota. Danny mengungkapkan, pusat perbelanjaan juga diupayakan untuk mempermudah kebutuhan ekonomi warga kota.

“Di program Smart City, kita telah menerapkan sistem pembayaran elektronik berbasis non tunai untuk memudahkan transaksi keuangan. Termasuk dalam menjalankan kewajiban pajak di empat sektor, yakni hotel, restoran, parkir palang pintu, dan hiburan. Semua turut membantu peningkatan dan pengembangan ekonomi,” ujarnya.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Kamis, 12 Mei 2016

PDIP Jagokan Risma, 33 Pendaftar Lain Munkin Bakal Jadi Korban PHP



Lisboa369.com - Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Jalan Menteng, Jakarta Pusat, dipadati puluhan orang yang mendaftarkan diri menjadi bakal calon Gubernur DKI Jakarta. Beberapa wajah tak asing lagi. Ada mantan menteri era SBY, Yusril Ihza Mahendra, ada pengusaha muda Sandiaga Uno, dan politisi lain.
Mereka mulai menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test. Setelah itu mereka akan menjalani test psikologi. Dari 34 orang bakal calon, akan diseleksi menjadi hanya 5 orang. Setelah itu barulah seluruh calon kepala daerah yang diusung oleh PDIP diharuskan mengikuti semacam pelatihan. Dalam sekolah tersebut akan dipaparkan materi menyoal seputar reformasi birokrasi. Setelah semua proses dijalani, hasil penjaringan akan disodorkan ke petinggi PDIP.
                        Pengamat politik dari The Political Literacy Institute Jakarta Gun Gun Heryanto menyarankan semua bakal calon yang sudah mendaftarkan diri ke PDIP tidak terlalu berharap banyak. Sebab, proses penjaringan bakal calon gubernur DKI yang dilakukan PDIP hanya sebagai strategi politik untuk memilih calon alternatif.
"Belum tentu yang mendapat nilai tertinggi dalam fit and proper test otomatis jadi kandidat calon gubernur yang diusung PDIP. Karena keputusan terakhir masih ada Bu Mega (Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri)," ujar Gun Gun saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu (11/5) malam.
Gun Gun menuturkan, semua proses yang dijalankan PDIP bukan untuk memilih calon utama, melainkan hanya calon alternatif saja. Keputusan politik PDIP bisa saja berubah di detik-detik akhir. Apalagi masih ada peluang memberi 'tiket' pada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk bertarung di Pilgub DKI Jakarta.
"Oleh karena bergantung Bu Mega, maka siapapun yang ikut fit and proper test belum tentu jadi kandidat de facto PDIP. Injury time berubah, bisa saja Bu Risma. Jadi jangan terlalu berharap. Ya bisa jadi PHP (Pemberi Harapan Palsu)."
                     Dia menganalisa sikap politik PDIP yang semula memberikan prioritas utama pada calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang kemudian berubah karena konstalasi iklim politik. Kemudian muncul nama Risma yang digadang-gadang calon kuat untuk melawan Ahok. Peluang Risma semakin besar karena kader asli PDIP.
Gun Gun memahami banyak politisi dan pengusaha berbondong-bondong datang dan rela mengikuti proses penjaringan PDIP karena partai berlambang banteng moncong putih ini satu-satunya yang berhak mengajukan calon sendiri. Karena besarnya peluang PDIP mengajukan calon sendiri, banyak yang berharap merebut tiket emas dari Megawati. Padahal, kata dia, proses penjaringan secara terbuka yang dilakukan PDIP, juga bisa dipandang sebagai bagian dari strategi politik menarik perhatian warga DKI Jakarta. "Jadi panggung PDIP juga," ucapnya.
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menegaskan bahwa Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berpeluang besar untuk diusung partainya dalam persaingan Pilgub DKI 2017. Maka dari itu kemungkinan besar PDIP akan mempersiapkan Risma untuk melawan petahanan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
"Ada peluang kalau saya kira, cuma masih fifty-fifty," kata Andreas di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu (11/5).

Menurut Andreas, nama Risma bisa dimunculkan secara mudah melalui proses internal PDIP. "Ini kan ibaratnya main kartu. Lu kasih keluar kartu yang mana, gue kasih keluar kartu yang mana," tuturnya.

Jumat, 01 April 2016

Tri Rismaharini berpotensi Mengikuti Pilgub DKI

Bursa bakal calon Gubernur DKI Jakarta 2107 kian memanas. Sejumlah nama mencuat dan berlomba mengambil simpati publik, mulai dari politikus, pengusaha sampai selebriti ikut mencalonkan diri pada Pilkada DKI 2017. Di antaranya, Yusril Ihza Mahendra, Sandiaga Uno, Ahmad Dhani. Dari nama-nama yang muncul, hingga saat ini belum ada yang bisa menandingi elektabilitas incumbent Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Hal ini berdasarkan survei Charta Politika Indonesia.
Namun, ada satu sosok tokoh yang dianggap bisa menandingi elektabilitas Ahok di Pilgub DKI nanti, yakni Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Dari segi peta kekuatan politik, Risma sudah cukup kuat karena memiliki pengusung partai PDI Perjuangan. Akan tetapi, beberapa waktu lalu Risma secara tegas menyampaikan penolakannya itu secara langsung ke Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, untuk diusung maju pada Pilgub DKI 2017.
Meski demikian, publik DKI terlihat masih menyebut nama Risma dalam daftar favorit pilihan untuk melawan Ahok.
Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya mengatakan, nama Risma selalu muncul dalam setiap survei yang dilakukannya. Risma itu bisa menjadi momok bahkan kuda hitam bagi Ahok, jika PDIP mengusungnya.
Jika diuji elektabilitas head to head dengan Ahok, Tri Rismaharini berpotensi menjadi kuda hitam," kata Yunarto di Jakarta Selatan, Rabu (30/3).
Yunarto memaparkan, hasil survei head to head dari jumlah 400 responden yang tersebar di lima wilayah kota administrasi dan Kepulauan Seribu, nama Risma memperoleh 19,3 persen tingkat keterpilihan.
Apalagi, sambung Yunarto, partai pendukung Risma yakni PDI Perjuangan memiliki basis massa yang sangat besar di DKI Jakarta. Bahkan, dia menilai, Ahok akan kewalahan jika menghadapi Risma dan PDI Perjuangan pada pertarungan pilkada mendatang.
"Basis terbesar PDI Perjuangan itu di Jakarta," tandasnya.
Namun demikian, berdasarkan survei, Ahok masih memiliki elektabilitas jauh di atas Risma head to head. Menurut dia, elektabilitas Ahok mencapai 60 persen, sedangkan Risma hanya 19,3 persen.
Survei ini dilakukan pada 15-20 Maret 2016 melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuisioner terstruktur. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 400 responden yang tersebar di lima wilayah kota administrasi dan Kepulauan seribu.
urvei ini menggunakan metode bertingkat (Multistage random sampling) dengan tingkat kesalahan (margin of Error) 4,9 persen pada tingkat kepercayaan.
Lebih jauh Yunarto menegaskan meskipun kalah survei dari Ahok, Risma mempunyai peluang kuat untuk menjadi penantang kuat melawan Ahok. Alasannya, kata dia, Risma mendapat dukungan penuh dari PDIP dan kinerjanya sudah terbukti di Surabaya.
"Bu Risma sejauh ini bisa menjadi saingan kuat Ahok. Dia dapat dukungan penuh dari PDIP dan track recordnya sudah bagus," ujar Yunarto.
Sebab itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mempertimbangkan nama Risma untuk diusung menjadi calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017. Namun Risma mengaku keberatan dengan wacana tersebut.
Risma sejauh ini tak mau ambil pusing soal niat PDIP mengusungnya di Pilgub DKI. Dia mengaku ingin lebih konsentrasi di periode kedua menjabat sebagai orang nomor satu di Kota Pahlawan.
"Ndaklah. Wong ini Surabaya aja belum dilantik. Kok mikir itu, Saya konsentrasi ke Surabaya. Kasihan warga Surabaya," tukas Risma beberapa waktu lalu.
Sementara itu, saat ditanya apabila memang partainya memutuskan untuk mengusungnya di Pilgub DKI, dia menyatakan dengan tegas akan menolaknya karena cinta dengan warga Surabaya.
"Ndak. Saya kan harus hargai warga Surabaya. Nanti saya akan sampaikan. Karena ini ada saling menghargai lah ya," ucap Risma.
Kendati demikian di dunia politik tidak ada yang mustahil, Risma bisa saja berubah pikiran atau bersedia diusung maju bersaing melawan Ahok memperebutkan kursi orang nomor satu di DKI Jakarta pada Pilkada 2017.


www.lisboa369.com
Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473