slide show

Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" />
Selamat datang di blogspot lisboa369
Tampilkan postingan dengan label Inflasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inflasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Juli 2016

Sebut Kasus Bom Tak Akan Pengaruhi Ekonomi, BI Klaim Rupiah Tetap Stabil



Lisboa369.com - Bank Indonesia (BI) menyebut kasus peledakan bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta, Jakarta, sehari sebelum Lebaran tak akan ganggu perekonomian nasional secara umum. Pihak BI memprediksi kondisi perekononian akan tetap berjalan normal.

“Saya rasa enggak lah (berdampak ke perekonomian). Aparat keamanan juga sudah dengan sigap mengatasi, jadi dampak kepada kekhawatiran masy juga tidak terlalu banyak,” jelas Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara seusai menghadiri acara halal bi halal di kediaman Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, di kediamannya, Jakarta, Kamis (7/7).

Sehingga dengan begitu, lanjut dia, aktivitas perekonomian tidakakan kena dampaknya, dan konsumsi masyarakat juga tetap tinggi. “Karena kita juga memang tidak boleh takut dengan ancaman teror. Dan aktivitas ekonomi seharusnya tetap berjalan normal,” tandas Mirza.

Bahkan lebih lanjut, Mirza juga menganggap laju nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat juga tak terpengaruh banyak akibat aksi-aksi seperti itu.

Karena kalau bicara kurs, kata Mirza, pada intinya merupakan cerminan dari fundamental ekonomi, situasi neraca pembayaran, ekspor impor barang dan jasa defisit atau surplus, serta situasi inflasi.

“Kurs itu kaitannya hal-hal yang tadi. Kalau mau kurs stabil atau menguat, ya kita harus usahakan inflasi tetap rendah, neraca perdagangan ekspor impor terus surplus, current account defisit juga terus surplus,” papar dia.

Sejauh ini, pemerintah dan BI sendiri mengasumsikan nilai tukar rupiah di angka Rp13.500 per USD. Sehingga kalau melebihi itu, misal mencapai Rp13.600, maka kurs itu harus menggambarkan fundamental ekonomi.

“Karena kalau kurs terlalu kuat, itu membuat barang impor terasa murah. Dampaknya pedagang akan lebih senang impor dibanding produksi. Dan barang ekspor terasa mahal,” lanjut dia.

Untuk itu, BI akan terus menjaga kurs di level yang wajar. Sehingga bisa mendorong ekspor manufaktur, mencegah impor yang berlebihan, dan tetap menjaga inflasi.

“Karena kalau kurs lemah bisa membuat inflasi dari produk-produk impor menjadi lebih tinggi serta utang luar negeri terlalu besar bebannya. Bagi BI, kurs di level sekarang ini cukup baik,” pungkas Mirza.



www.lisboa369.com
Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
 
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Senin, 25 April 2016

Harga BBM Menentukan Inflasi


                     Pengendalian inflasi yang dilakukan oleh pihak Bank Indonesia (BI) dirasa masih akan berat ke depannya. Pasalnya, masih banyak tantangan yang wajib dihadapai tidak hanya oleh BI sendiri, melainkan oleh pemerintah juga. Antara lain terkait dengan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) yang harus dilakukan oleh pemerintah.
“Jadi tantangan ke depan masih sangat berat. Selain soal harga BBM juga terkait dengan harga volatile food (pangan yang bergejolak),” ungkap Gubernur BI, Agus Martowardojo di kantornya, Jakarta, Senin (25/4).
Menurut dia, dalam upaya pengendalian inflasi ke depan bukan sesuatu yang ringan. Untuk itu, BI berharap ada koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah agar laju inflasi dapat dikendalikan.
                   Meski begitu, kata dia, saat ini BI tengah mewaspadai potensi peningkatan inflasi dari komoditas pangan, terutama beras, cabai merah, bawang merah, bawang putih, daging ayam dan sapi.
“Secara umum, komoditas volatile food menjadi penyebab utama inflasi. Apalagi menjelang bulan puasa ini,” tegas dia.
                Namun demikian, lanjutnya, BI cukup optimistis terhadap komponen harga ditentukan pemerintah atau administered price yang sudah terkendali.
“Tapi memang selama ini, sumber inflasi dari administered price, terkait harga BBM itu,” tandas Agus.
Agus kembali menegaskan, kontribusi besar komoditas-komoditas administered price selain BBM, terutama komoditas pangan seperti bawang merah terhadap inflasi Maret 2016 ternyata tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh tingginya intensitas curah hujan dan berakhirnya masa panen.
“Yakni inflasi bawang merah pada Maret 2016 itu mencapai 30,86 persen,” sebut Agus.

Makanya, kata dia, guna menjaga stabilitas inflasi, BI sudah menginisiasi program pengendalian inflasi melalui pusat pengendalian harga pangan strategis. Selain itu, bersama pemerintah BI juga membentuk Tim Pengendali Inflasi (TPI).


www.lisboa369.com
Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473