slide show

Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" />
Selamat datang di blogspot lisboa369
Tampilkan postingan dengan label bbm. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bbm. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Juli 2016

Permintaan BBM Meningkat di Berbagai Daerah



Lisboa369.com - Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Wianda Pusponegoro menyampaikan bahwa para pemudik tahun ini semakin akrab dengan Pertamax dan Pertalite, menyusul lonjakan realisasi penyaluran pada 2 Juli lalu sebanyak 30.800 KL.

Terhitung konsumsi Pertalite mencapai sekitar 14.900, atau 208 persen dari rata-rata penyaluran harian normal sekitar 7.150 KL. Rata-rata konsumsi Pertalite hingga hari kesebelas masa satgas adalah sekitar 11.130 KL per hari atau 156 persen dari rata-rata penyaluran harian normal.

Adapun, penyaluran Pertamax mencapai sekitar 15.900 KL atau 157 persen dari rata-rata penyaluran harian normal. Rata-rata penyaluran Pertamax sejak awal masa satgas 21 Juni 2016 adalah 12.530 KL atau 124 persen dari rata-rata harian normal.

“Realisasi penyaluran Pertamax dan Pertalite tersebut telah melampaui angka ekspektasi tertinggi Pertamina tahun ini, Ini juga menunjukkan pelayanan Pertamina di masa mudik dan balik Lebaran 2016 ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat,” kata Wianda dalam keterangan tertulis, Senin (4/7).

Tren peningkatan konsumsi Pertalite dan Pertamax merata terjadi di beberapa daerah. Wianda mencontohkan di Jawa Tengah, Pertalite realisasinya mencapai 248 persen dari rata-rata penyaluran harian normal menjadi 1.784 KL. Adapun Pertamax, naik menjadi 198 persen dari rata-rata penyaluran harian normal menjadi 3.609 KL.

Sementara itu, penyaluran Premium pada hari yang sama mencapai 67.475 KL atau hanya 93 persen dari rata-rata penyaluran harian normal, sedangkan dengan rata-rata penyaluran mencapai sekitar 60.300 KL per hari dalam sebelas hari pertama masa Satgas atau 83 persen dari rata-rata penyaluran harian normal.

Solar bersubsidi juga mengalami tren lebih rendah dari rata-rata penyaluran harian normal 2016, dimana rata-rata realisasi penyaluran hingga masa Satgas ke-11 mencapai sekitar 33.500 KL per hari atau 95 persen dari penyaluran normalnya.



 www.lisboa369.com
Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
 
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Kamis, 30 Juni 2016

PLN Raih Laba Bersih Rp5,01 Triliun



Lisboa369.com - PT PLN (Persero) meraih laba bersih Rp5,01 triliun pada triwulan pertama 2016 atau meningkat Rp5,87 triliun dibandingkan periode sama yang rugi Rp860 miliar.

“Pada triwulan pertama 2016, pendapatan usaha tercatat Rp53,731 triliun atau meningkat Rp2,647 triliun dibandingkan periode sama 2015 sebesar Rp51,084 triliun. Sementara, biaya usaha naik Rp627 miliar dari Rp55,44 triliun menjadi Rp56,067 triliun,” ujar Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto di Jakarta.
Menurut dia, biaya usaha tersebut terdiri atas bahan bakar minyak (BBM) yang mengalami penurunan cukup tajam yakni Rp4,958 triliun dari Rp9,911 triliun pada triwulan pertama 2015 menjadi Rp4,953 triliun pada triwulan pertama 2016.
Volume BBM pada triwulan pertama 2016 mengalami penurunan 300 ribu kiloliter dari 1,4 juta kiloliter pada triwulan pertama 2015 menjadi 1,1 juta kiloliter.
Biaya usaha lainnya adalah berasal dari bahan bakar non-BBM yang pada triwulan pertama 2016 tercatat Rp19,042 triliun dan biaya operasi lainnya mencapai Rp32,072 triliun.
Dengan demikian, lanjut Sarwono, pada triwulan pertama 2016, PLN mengalami rugi (selisih antara pendapatan usaha dan biaya usaha) Rp2,336 triliun.
“Kerugian tersebut sebelum subsidi. Setelah ditambah subsidi sebesar Rp12,495 triliun pada triwulan pertama 2016, maka kami mendapat laba Rp10,16 triliun,” ujarnya.
Kemudian, setelah dikurangi beban keuangan yang mencapai Rp3,557 triliun, perolehan laba PLN menjadi Rp6,602 triliun.
Selanjutnya, menurut dia, pada triwulan pertama 2016, PLN memperoleh keuntungan selisih kurs Rp3,682 triliun, sehingga laba naik menjadi Rp10,284 triliun.
“Terakhir, setelah dikurangi beban pajak yang cukup besar Rp5,275 triliun, didapat laba bersih Rp5,01 triliun,” ujar Sarwono.
Pada 2015, PLN membukukan laba bersih setelah audit sebesar Rp15,6 triliun.
Indikator kinerja PLN pada 2015 lainnya adalah pendapatan penjualan listrik Rp209,8 triliun atau naik Rp23,2 triliun (12,44 persen) dibandingkan 2014 sebesar Rp186,6 triliun, pertumbuhan pemakaian listrik 2,14 persen menjadi 202,8 Terra Watt hour (TWh) dari 198,6 TWh, dan beban usaha tercatat Rp246,3 triliun atau turun Rp19 triliun (7,16 persen) dibandingkan 2014 sebesar Rp265,3 triliun.
Selain itu, jumlah pelanggan per 31 Desember 2015 naik 3,7 juta (6,39 persen) menjadi 61,2 juta dibandingkan 2014 sebanyak 57,5 juta, rasio elektrifikasi tercatat 88,3 persen per 31 Desember 2015 atau naik dibandingkan posisi 2014 sebesar 84,35 persen, perolehan subsidi listrik turun Rp42,8 triliun menjadi Rp56,6 triliun dibandingkan 2014 sebesar Rp99,3 triliun dan pemakaian BBM turun dua juta kiloliter dari 7,2 menjadi 5,2 juta kiloliter atau nilainya berkurang Rp36,4 triliun dari Rp71,5 triliun menjadi Rp35 triliun.

Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas

silahkan hubungi kami melalui:
Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473 

Senin, 30 Mei 2016

Ancaman Baru Bagi Indonesia Harga Minya Naik



Lisboa369.com - Negara-negara Asia seperti Indonesia harus mulai memikirkan strategi dalam menghadapi harga minyak dunia yang berangsur-angsur mendekati titik 50 dollar. Di satu sisi kondisi ini merupakan harapan baru bagi kondisi indsutri migas, tapi disisi lain potensi akan gejolak ekonomi bagi masyarakat juga cukup besar.
 Untuk negara berkembang di asia, anjloknya harga minyak dipertengahan 2014 mungkin sangat dinantikan. Karena dengan begitu mereka bisa memotong subsidi migas dan mengalihkannya ke sektor ekonomi lainnya. Namun kini tanda-tanda kenaikan harga minyak dalam beberapa minggu terus terjadi, tentu hal ini akan memberikan dampak kepada konsumen alias masyarakat.
 China dan India sudah menaikan harga BBM mereka. Sementara Indonesia masih belum mengambil langkah yang sama, tapi diperkirakan BBM di Indonesia akan mengalami kenaikan harga jika harga minyak meningkat atau terus bertahan lama di posisi 50an dollar.
Pemerintah Indonesia menegaskan, harga BBM nya akan dievaluasi pada september mendatang.
 Seperti kita ketahui, bahwa harga minyak terus mengalami peningkatan akibat rilis data dari EIA pada 20 Mei silam serta adanya gangguan supply dari Nigeria, Libya, Venezuela, and Kanada yang menyebabkan kekurangan pasokan hingga 4 juta barel.
Seperti yang dilansir dari Oilprice.com, beberapa peneliti mencatat bahwa harga minyak menyentuh angka 50an dollar sudah berbahaya bagi konsumen Asia dan berdampak pada perekonimian mereka. Di India saja desakan untuk mencari jalan keluar terhadap ketergantungan minyak terus mengemuka karena fluktuasi harga minyak dinilai terlalu berbahaya bagi perekonomian negara tersebut.  
Sementara itu di China, keputusan untuk mengisi penuh tangki-tangki penimbunan crude oil dinilai sebagai keputusan tepat dalam mengantisipasi kenaikan harga minyak agar tidak terlalu berdampak pada perekonimian mereka.
Apa yang dilakukan India dan Cina inilah yang masih belum dapat dilakukan di Indonesia. Indonesia masih mengandalkan minyak sebagai salah satu sumber penerimaan negara.
Sementara itu, untuk urusan sistem ketahanan energi, Indonesia juga masih berjuang mewujudkannya. Saat ini cadangan crude atau BBM hanya di miliki pertamina yang bisa menampung kebutuhan hingga 18 hari saja, padahal idealnya harus bisa menampung minimal 30 hari.
Kondisi ini tentu berbahaya, karena ketika harga minyak nanti terus meningkat, maka dipastikan masyarakat yang akan menanggung kenaikan harga BBM karena subsidinya sudah dicabut.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473 

Senin, 25 April 2016

Harga BBM Menentukan Inflasi


                     Pengendalian inflasi yang dilakukan oleh pihak Bank Indonesia (BI) dirasa masih akan berat ke depannya. Pasalnya, masih banyak tantangan yang wajib dihadapai tidak hanya oleh BI sendiri, melainkan oleh pemerintah juga. Antara lain terkait dengan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) yang harus dilakukan oleh pemerintah.
“Jadi tantangan ke depan masih sangat berat. Selain soal harga BBM juga terkait dengan harga volatile food (pangan yang bergejolak),” ungkap Gubernur BI, Agus Martowardojo di kantornya, Jakarta, Senin (25/4).
Menurut dia, dalam upaya pengendalian inflasi ke depan bukan sesuatu yang ringan. Untuk itu, BI berharap ada koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah agar laju inflasi dapat dikendalikan.
                   Meski begitu, kata dia, saat ini BI tengah mewaspadai potensi peningkatan inflasi dari komoditas pangan, terutama beras, cabai merah, bawang merah, bawang putih, daging ayam dan sapi.
“Secara umum, komoditas volatile food menjadi penyebab utama inflasi. Apalagi menjelang bulan puasa ini,” tegas dia.
                Namun demikian, lanjutnya, BI cukup optimistis terhadap komponen harga ditentukan pemerintah atau administered price yang sudah terkendali.
“Tapi memang selama ini, sumber inflasi dari administered price, terkait harga BBM itu,” tandas Agus.
Agus kembali menegaskan, kontribusi besar komoditas-komoditas administered price selain BBM, terutama komoditas pangan seperti bawang merah terhadap inflasi Maret 2016 ternyata tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh tingginya intensitas curah hujan dan berakhirnya masa panen.
“Yakni inflasi bawang merah pada Maret 2016 itu mencapai 30,86 persen,” sebut Agus.

Makanya, kata dia, guna menjaga stabilitas inflasi, BI sudah menginisiasi program pengendalian inflasi melalui pusat pengendalian harga pangan strategis. Selain itu, bersama pemerintah BI juga membentuk Tim Pengendali Inflasi (TPI).


www.lisboa369.com
Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473