slide show

Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" />
Selamat datang di blogspot lisboa369
Tampilkan postingan dengan label gubernur dki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gubernur dki. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Juli 2016

Kadis Perumahan Cerita Soal Gratifikasi Hampir Rp 10 M Terkait Lahan Cengkareng



Lisboa369.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sempat menduga ada kaitan pembelian lahan sendiri oleh Pemprov di Cengkareng terkait gratifikasi di bulan Januari. Benarkah demikian?

Kadis Perumahan dan Gedung Ika Lestari Adji bercerita tentang gratifikasi tersebut. Dia membenarkan bahwa gratifikasi itu ada hubungannya dengan pembelian lahan di Cengkareng Barat. Nilai gratifikasi itu sekitar Rp 9,6 miliar.

"Itu dari lahan Cengkareng Barat diberikan ke kepala bidang (di Dinas Perumahan dan Gedung), ke saya dilaporkan. Kemudian saya laporkan ke Pak Gubernur," kata Ika saat dikonfirmasi.

Menurut Ika, Ahok tak memarahinya saat itu. Malahan Ahok langsung memberi perintah untuk lapor KPK.

"Ya itu perintah beliau kan ya saya sampaikan ke Kabid. Kami berangkat ke KPK, mengantar kepala bidang itu," imbuh Ika.

Kepala bidang bernama Sukmana tersebut kini sudah menjadi staf biasa, tetapi masih di lingkungan Dinas Perumahan dan Gedung. Ika menampik anggapan bahwa orang itu distafkan lantaran terima gratifikasi.

"Kalau kita lihat kinerjanya, karena ada di bawah dia yang lebih kompeten makanya digantikan. Dia bekerja tak kenal waktu sampai jam 12 malam, jadi kita promosikan beliau," ungkap Ika.

Ika lalu menegaskan bahwa dirinya tak menerima uang sepeser pun terkait dan tak tahu secara rinci pembelian lahan ini. Tetapi dia menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada Gubernur DKI.

Soal gratifikasi, sebelumnya Ahok menyinggung kasus yang terjadi pada Januari 2016 ini. Ahok menyebut ada upaya penyogokan ke dirinya dalam gratifikasi tersebut.

"Kan mau nyogok saya, nawarin saya itu duit. Ibu Ika bilangnya ada kabidnya ada duit," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis pagi.

"Jadi kabid di Dinas Perumahan dan Gedung yang nawarin pak?" tanya wartawan kemudian.

"Iya dong, Bu Ika-nya belagak ketakutan, 'ini duit gimana', gitu loh ya kan? Saya sudah bilang, saya sudah marah Januari. Saya sudah bilang selidiki. Saya langsung pikir ada yang enggak beres. Sampai ada yang berani mau halus-halus dia pikir saya demen duit. Saya sudah bilang aku enggak demen duit. Aku demen ribut," pungkas Ahok.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas

silahkan hubungi kami melalui:
Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473 

Rabu, 29 Juni 2016

Dua Kali Ahok Skak Fadli Zon Soal Kunjungan Ke AS



Lisboa369.com - Bukan rahasia lagi, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok dan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon cukup sering melakukan perang terbuka melalui media massa. Saling kritik dan sindiran dilontarkan baik oleh Ahok maupun Fadli Zon.

Tengok saja saat Fadli Zon mengkritik habis soal keterlibatan Ahok dalam kasus pembelian lahan RS Sumber Waras yang disebut-sebut merugikan keuangan Pemprov DKI. Bahkan saat Ahok menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Fadli Zon berdoa agar Ahok keluar dengan menggunakan rompi oranye alias tahanan KPK. Ahok juga tak mau kalah, dia balik menyerang ketika Fadli Zon mendatangani RS Sumber Waras.

Tidak hanya itu, Fadli Zon juga cukup rajin menyerang Ahok dengan isu politik seputar Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta. Fadli menyindir Ahok yang notabene bisa menjadi pemimpin DKI Jakarta berkat dukungan Partai Gerindra di Pilgub 2012, kini justru maju melalui jalur independen.

Terbaru, Ahok menyerang Fadli Zon dengan menyindir terbongkarnya permintaan kepada KJRI New York untuk memfasilitasi Shafa Sabila Fadli, anak Fadli Zon, selama berada di Amerika Serikat. Sindiran ini sekaligus serangan balik kepada DPR yang berencana membentuk panitia khusus kasus RS Sumber Waras yang diduga melibatkan Ahok.

"Kenapa enggak bikin pansus ke New York gitu bilang," singkat Ahok di Balaikota DKI, Jakarta, Selasa (28/6).



Wakil Ketua DPR Fadli Zon membantah mengirimkan surat pada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di New York. Dia menegaskan tak meminta agar putrinya bernama Shafa Sabila Fadli diberikan fasilitas selama mengikuti kegiatan summer camp Stage Manor di Loch Sheldrake, Amerika Serikat.

"Tidak ada permintaan penyediaan fasilitas negara, baik secara pribadi maupun institusi kepada pihak KJRI New York untuk anak saya Shafa Sabila selama kegiatannya di New York," kata Fadli melalui keterangan tertulisnya, Selasa (28/6).

Dia berdalih hanya meminta staf sekretariatnya memberitahukan ke pihak KJRI New York tentang kegiatan anaknya di kota itu. Agenda tersebut berlangsung dari 12 Juni hingga 12 Juli 2016.


Serangan Ahok ke Fadli Zon yang berhubungan dengan Amerika Serikat bukan kali ini saja. Belum lepas dari ingatan kita saat Fadli Zon dan Setya Novanto berkunjung ke Amerika Serikat dan mendatangi kampanye calon presiden AS Donald Trump. Saat itu Fadli Zon dan Setya Novanto dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI atas dugaan pelanggaran kode etik karena menghadiri kampanye di negara lain.



Ahok menyindir Fadli yang tertangkap kamera berdiri di belakang Donald Trump. Fadli juga sempat berdiri di barisan depan.

"Terus bilangin lain kali kalau foto di belakang Donald Trump enggak usah cengar-cengir begitu bilang, malu-maluin tuh mukanya tuh," kata Ahok beberapa waktu lalu.




MKD hanya menjatuhkan sanksi ringan atas aksi Setya Novanto dan Fadli Zon saat itu. Alasannya, tidak ada pelanggaran hukum.

"Masuknya pelanggaran kepatutan atau etika. Hasilnya kita lakukan rapat internal MKD memutuskan untuk menyampaikan pada pimpinan DPR, supaya berhati-hati di dalam menjalankan tugas. Kami sampaikan kepada pimpinan DPR memang mereka menjalankan tugas, tapi dalam menjalankan tugas harus berhati-hati. Agar pimpinan DPR ke depan berhati-hati. Ke depan itu tentu menjadi pembelajaran," kata Surahman.



Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Minggu, 26 Juni 2016

Diundang Jokowi ke Istana, Relawan: Tidak Ada Instruksi Dukung Ahok



Lisboa369.com -  Presiden Joko Widodo tidak menyatakan mendukung Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat mengundang mantan relawannya ke Istana Negara, Jakarta, Jumat (24/6).

Bantahan disampaikan Ketua Umum Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi, M Yamin, menanggapi klaim Ketua Jokowi-Ahok Media Sosial Volunteer (Jasmev) Kartika Jumadi. Pasalnya Kartika mengklaim Jokowi memberi instruksi kepada para mantan relawan untuk dukung Ahok di Pilkada DKI 2017 nanti.

Ditegaskan Yamin, Presiden Jokowi, baik secara terang-terangan atau tersirat, dalam pertemuan yang dihadirinya tidak menyinggung urusan dukung-mendukung Ahok di Pilkada DKI nanti.

“Presiden bicara panjang lebar tentang angkutan Lebaran 2016. Relawan di semua daerah diminta memantau dan memberi masukan melalui nomor khusus,” ungkap Yamin di Jakarta, Sabtu (26/6).

Selain itu, Jokowi juga bicarakan penegakan hukum agar ke depan investor tidak takut menanamkan investasi di Indonesia.

Menurut Yamin, baik terang-terangan atau tidak, sebagai seorang presiden tidak mungkin Jokowi menyebut dukungan. “Beliau kan Presiden, negarawan, jadi bukan saatnya lagi dukung-mendukung. Tugas kita semua menjaga presiden sebagai negarawan,” ujar dia.

Dituturkan dia, dalam pertemuan dengan presiden hari Jumat dihadiri enam relawan. Selain Yamin, juga ada Sihol Manullang (Barisan Relawan Jokowi Presiden), Reinhart Parapat (Kebangkitan Indonesia Baru), Immanuel Ebenezer (Jokowi Mania) serta Obby dan Junaidi dari Relawan Penggerak Jakarta Baru.

Sedangkan Kartika, kata Yamin, bisa saja bertemu presiden di hari yang sama. Namun dipastikannya kalau Kartika tidak berbarengan dengan mereka berenam bertemu Jokowi.

“Kami heran juga seakan-akan dalam pertemuan dengan enam relawan, Jokowi menyebut dukungan kepada Ahok,” ucap Yamin.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473 

Sabtu, 11 Juni 2016

Ahok: Jilbab Itu Bukan Seragam Sekolah Tapi Panggilan Agama



Lisboa369.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak terima jika sekolah negeri mengharuskan siswinya menggunakan jilbab. Mengingat tidak ada aturan baku yang mengatur pengenaan hijab sebagai seragam sekolah.

Basuki atau akrab disapa Ahok mengungkapkan, penerapan hijab hampir dilakukan di seluruh sekolah negeri. Dan ini yang membuatnya gusar.

"Hampir seluruh sekolah negeri. Maksud saya jangan begitu, nanti begitu dia naik ke mobil dia copot. Kamu harus ngajarin orang, pakai jilbab ini bagian dari agama bukan seragam sekolah," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (10/6).

Mantan Bupati Belitung Timur ini menjelaskan, guru di sekolah negeri kebanyakan memerintahkan siswinya mengenakan jilbab pada hari Jumat. Dan ini seakan menjadi seragam sekolah, padahal dalam aturan tidak ada yang mengatur.

"Jilbab itu bukan seragam sekolah, ini panggilan hati akhlak agama saya. Kalau saya beragama mesti pakai jilbab itu karena saya. Bukan karena seragam kita enggak pernah ajarkan seragam sekolah pakai jilbab di sekolah negeri," tutup Ahok.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473


Selasa, 12 April 2016

Ahok Penuhi Panggilan KPK


               Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan dokumen yang ia bawa pada Selasa, 12 April 2016, ke Komisi Pemberantasan Korupsi sama dengan berkas yang ia bawa pada pemeriksaan di Badan Pemeriksa Keuangan dan Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI.

"Ya, siapin bahan yang persis di BPK dan di Bareskrim saja," ucap Ahok di Balai Kota, Selasa, 12 April 2016. Ahok hari ini akan memenuhi panggilan KPK dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembebasan lahan untuk pembangunan Rumah Sakit Sumber Waras oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 2014. "Terkait dengan Sumber Waras, saya sudah lihat suratnya."

Ahok pernah datang ke BPK dalam kaitannya dengan audit investigasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2014. Pada Februari 2014, ia juga diperiksa Bareskrim terkait dengan kasus uninterruptible power supply dan APBD 2014.

Ahok mengaku belum mengetahui secara spesifik pertanyaan yang akan diajukan penyidik KPK. Menurut dia, kasus ini pertama kali muncul saat beberapa lembaga swadaya masyarakat melapor ke KPK. KPK kemudian mengirim surat kepada BPK untuk mengaudit investigasi. Dari hasil audit, Ahok menyebutkan KPK tak menemukan niat jahat.

"Jadi sekarang KPK putuskan (panggil Ahok)," ujar Ahok. "Biasanya KPK minta BPK dari audit investigasi. Nah, ini saya enggak tahu KPK mau minta apa. Apa dia enggak percaya BPK atau dia mau cari sendiri, kami enggak tahu. Kami profesional saja."

Meskipun KPK belum menemukan niat jahat berdasarkan hasil audit dan pemeriksaan, Ahok tak mau melontarkan anggapan apa-apa soal pemanggilannya tersebut. Ahok akan tetap menjalani prosedur hukum yang berlangsung.

"Aku pingin tahu dia mau nanya apa," tutur Ahok. "Kalau saya menuduh, kan, kesannya saya kurang profesional. Di KPK, kan, juga bisa ada oknumnya. Saya enggak tahu."

BPK akhirnya kembali mengaudit ulang atas permintaan KPK. Ahok diperiksa seharian oleh BPK RI pada 23 November 2015. Hasil audit investigasi itu diserahkan kepada KPK pada 7 Desember 2015. Beberapa waktu lalu, KPK sempat menyatakan belum menemukan adanya unsur tindak pidana korupsi dalam proses pembelian lahan RS Sumber Waras. Artinya, kasus dugaan korupsi itu sulit ditingkatkan ke penyidikan lebih lanjut.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras. Ahok mengaku tak mengerti mengapa KPK mengulang kembali pertanyaan auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) saat mengaudit investigasi.

"Sekarang kami pengen tahu KPK mau nanya apa, orang jelas BPK ngaco begitu kok," ujar Ahok sebelum masuk ke gedung KPK, Selasa, 12 April 2016. Ahok, yang dikenal ceplas-ceplos itu, dijadwalkan menjalani pemeriksaan pukul 09.00 WIB. Dia tiba pukul 09.10 WIB mengenakan batik berwarna cokelat, setelah sebelumnya ke gedung Balai Kota.

Ahok menyiapkan sejumlah dokumen untuk pemeriksaan hari ini.
Ahok mengaku siap dengan seluruh pertanyaan yang akan diajukan penyidik kepadanya. "Ya, pokoknya kami tanya aja, dia (penyidik) maunya apa," ucapnya. Ahok enggan menanggapi terlalu jauh perihal dia akan lolos dari jeratan kasus Sumber Waras atau tidak. "Ya, kamu lihat saja."

Dugaan korupsi pembelian sebagian lahan Rumah Sakit Sumber Waras oleh Pemerintah Provinsi DKI mulai diselidiki KPK pada 20 Agustus 2015. Kasus tersebut pertama kali mencuat dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Jakarta atas laporan keuangan Pemprov DKI Jakarta pada 2014.

BPK Jakarta menganggap prosedur pembelian sebagian lahan Rumah Sakit Sumber Waras menyalahi aturan. Soalnya, menurut BPK DKI, harga lahan yang dibeli jauh lebih mahal sehingga merugikan keuangan daerah sebesar Rp 191 miliar.

BPK RI pun mengaudit ulang atas permintaan KPK. Gubernur Basuki Tjahaja Purnama diperiksa seharian oleh BPK RI pada 23 November 2015. Hasil audit investigasi diserahkan kepada KPK pada 7 Desember 2015.


www.lisboa369.com
Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473


Kamis, 25 Februari 2016

Pak Ahok Orang Sakti kata yusril

Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra menyebut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebagai orang yang sakti.

Hal ini disampaikan Yusril terkait dengan rencana pencalonan kedua tokoh itu dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Pak Ahok bilang saya orang hebat. Saya bilang Pak Ahok orang sakti hehe," tulis Yusril dalam akun Twitter-nya, Kamis