slide show

Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" />
Selamat datang di blogspot lisboa369
Tampilkan postingan dengan label susi pudjiastuti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label susi pudjiastuti. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juni 2016

Menteri Susi Larang Asing Tangkap Ikan, Perbolehkan Untuk Jadi Pengelola



Lisboa369.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti melarang perusahaan asing yang beroperasi dalam bentuk Penanaman Modal Asing (PMA) lakukan penangkapan ikan di perairan Indonesia.

Pernyataan itu dia sampaikan terkait Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sudah berlaku di Indonesia. Kata dia, walaupun MEA sudah menyebar ke segala bidang, tetapi untuk bagian kelautan dan perikanan tidak ada pintu untuk pihak asing.

“Kalau soal tangkap-menangkap biarkan kita saja. Biarkan nelayan kita saja,” kata dia, di Tenau, Kupang.

Meski terkesan gagah, namun pernyataan Menteri Susi ternyata tidak berhenti di situ. Karena dia tetap mengizinkan pihak asing tanamkan investasi di bidang perikanan. “Tetapi hanya sebatas pengelolaan,” ujar dia.

Pengelolaan yang dimaksud adalah seperti mendirikan pabrik es, pengolahan ikan, serta sejumlah pengelolaan yang berkaitan dengan Kelautan dan Perikanan.

Tidak hanya itu, Susi juga menuturkan pihaknya justru memberi kemudahan kepada asing untuk terjun 100 persen di sektor tersebut.

Sejauh ini, pemerintah sendiri telah menetapkan perikanan tangkap masuk dalam daftar negatif untuk investasi, sehingga dalam waktu dekat akan ditelusuri sumber uang yang digunakan investor. “Yang pasti kita akan cek. Karena investasinya terlihat sudah abu-abu. KIta akan cek sumber uangnya dari mana,” kata dia.

Semua itu, kata dia, dilakukan demi menjaga sumber daya di laut untuk masa depan. Karena itu dia juga mengimbau nelayan untuk menjaga laut dengan tidak menangkap ikan menggunakan bom, potasium maupun trawl.

Hingga saat ini, lanjutnya sektor kelautan dan perikanan memberikan dampak yang positif bagi PDB sektor perikanan iitu sendiri.

“Untuk sektor KP pada kuartal kedua 2016 perikanan mencapai 8,96 persen di saat kementerian yang lain hanya mencapai 5,4 persen saja. Oleh karena itu saya harapkan nelayan bisa bersama-sama bekerja sama dengan pihak-pihak terkait menjaga laut kita dari pencurian ikan,” tambahnya.



Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473










Selasa, 31 Mei 2016

Disiplinnya Mentri Susi Tentang Ilegal Fishing





Lisboa369.com - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti terkenal sangat tegas dengan kapal asing pencuri ikan yang masuk ke perairan Indonesia. Semenjak diangkat Jokowi jadi menteri, Susi menjadi sorotan karena sangat berani menangkap bahkan menenggelamkan kapal asing yang kedapatan mencuri ikan Indonesia.
                      Pada awal 2016 saja, Menteri Susi tercatat telah menenggelamkan 23 kapal asing yang tertangkap mencuri ikan di Indonesia. Kapal asing ini berasal dari banyak negara seperti Vietnam, Filipina dan Malaysia.

Penenggelaman kapal dilakukan di empat lokasi yakni Pontianak-Kalimantan Barat sebanyak delapan kapal (Vietnam), Bitung-Sulawesi Utara sebanyak tujuh kapal (1 Filipina, 5 indonesia), Batam sebanyak tujuh kapal Malaysia dan Tahuna-Sulawesi Utara sebanyak satu kapal (Filipina).
"Tanggal 22 Februari jumlahnya yang terbaru jadi 23 kapal (akan ditenggelamkan). Ini merupakan penenggelaman kapal illegal fishing yang pertama kali dilakukan pada tahun 2016," ujar Susi di kantornya, Jakarta, Jumat (12/2).
                          Penenggelaman kapal pelaku illegal fishing dilakukan dengan mengacu pada Pasal 76A UU No. 45/2009 tentang Perubahan Atas UU No 31/2004 tentang Perikanan yaitu benda dan/atau alat yang digunakan dalam dan/atau yang dihasilkan dari tindak pidana perikanan dapat dirampas untuk negara atau dimusnahkan setelah mendapat persetujuan ketua pengadilan negeri dan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht) sebagaimana diatur dalam KUHAP.
Susi mengakui, laut Indonesia menjadi sasaran empuk para pencuri ikan.
                     Susi menegaskan sumber daya perikanan di laut Arafuru dan Natuna merupakan milik Republik Indonesia. Oleh karena itu pihaknya bakal menindak tegas pihak asing yang melanggar kedaulatan nasional. "Laut Arafuru dan Natuna bukan milik kapal-kapal Thailand, China, Vietnam, tetapi milik kapal-kapal Indonesia," kata Susi Pudjiastuti seperti ditulis Antara, Kamis (30/3).
                         Menteri Susi mengemukakan, banyak kapal asing yang mengincar perairan Indonesia antara lain karena kayanya sumber daya ikan, seperti sekitar 60 persen tuna dunia datang dari lautan Indonesia.
Selain itu, pihaknya saat ini hanya ingin mengubah penangkapan ikan secara ilegal menjadi penangkapan ikan yang legal, tercatat, dan teregulasi dengan baik sehingga juga bermanfaat bagi negara.
"Saya tidak setuju pandangan yang mengatakan mubazir karena kapal kita tidak bisa ke ZEE (Zona Ekonomi Ekslusif)," ucapnya.
                   Susi mengingatkan bahwa kapal nelayan dari daerah seperti Tegal dan Rembang (Jawa Tengah) juga telah melaut hingga ke perairan Australia dan ada dari mereka yang juga ditangkap oleh aparat negara Kangguru tersebut, karena dinilai telah melanggar teritorial mereka.

Demi memperkuat kedaulatan laut Indonesia, Susi menyiapkan kapal induk Rp 600 miliar.
                       Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana membeli kapal induk atau kapal markas pada tahun ini. Investasi pembangunan kapal tersebut mencapai Rp 600 miliar, diambil dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Susi mengatakan kapal raksasa dibutuhkan untuk memberantas para pencuri ikan. Selama ini, kapal para pencuri kebanyakan berukuran besar.
                  Selain itu, luasnya wilayah laut Indonesia di mana nomor 2 terbesar di dunia, membuat perjalanan menggunakan kapal induk lebih efektif. "Menteri KKP, Dirjen semua mau jalan-jalan, bakti sosial nyari minjam kanan-kiri," ujar Menteri Susi di Kantornya, Jakarta, Jumat (12/2).
Menurutnya, pengadaan kapal tersebut juga menjadi media pemerintah dalam bersosialisasi ke daerah. Menteri Susi mengatakan, di kapal tersebut nantinya ada tempat pelatihan, laboratorium, serta kantor KKP.
"Sosialisasi daerah, mereka melihat dan mengalami training, ada laboratorium," jelas dia.
             Menteri Susi menambahkan, kapal tersebut direncanakan menggunakan program tahun jamak (multiyears) selama dua tahun. "Targetnya satu sampai satu setengah tahun. Kita masih tahap finalisasi spesifikasi apa yang dibutuhkan," ungkapnya.
Susi menegaskan, tak takut dengan kapal asing dari negara manapun, termasuk Amerika Serikat.
             Susi baru-baru ini kembali menunjukkan taringnya dalam menangkap kapal asing pencuri ikan. Susi bahkan tak segan bakal menangkap kapal dari Amerika Serikat jika berani mencuri ikan di lautan Indonesia.
"Kita ke semua kapal yang melakukan pencurian di wilayah Indonesia pasti kita tangkap. Dari China, Thailand, Filipina, Amerika, kalau ada pun kita tangkap. Kalau melanggar dan melakukan pencurian di ZEE (zona ekonomi eksekutif) kita pasti ditangkap," ucap Susi di Kantornya, Jakarta, Senin (30/5).
Baru-baru ini juga, TNI Angkatan Laut menangkap kapal berbendera China di Natuna, Kepulauan Riau. Susi mengaku masih menyelidiki kasus ini. Kapal China tersebut ditangkap oleh KRI Oswald Siahaan-354, TNI Angkatan Laut beberapa hari lalu.
"Yang melakukan penangkapan ada KRI Armada Barat yang dilakukan dua hari lalu. Ini kapalnya cukup besar, " kata Susi.
           Susi menjelaskan, kapal pencuri ikan tersebut ditangkap oleh KRI Oswald Siahaan-354 TNI Angkatan Laut yang berada di bawah kendali operasi (BKO) Gugus Tempur Laut Armada RI Kawasan Barat (Guspulaarmabar) di perairan Natuna pada posisi 05 06' 00" lintang utara dan 110 14' 00" bujur timur.
"Hari ini kita sedang selidiki," kata Susi.



Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Selasa, 19 April 2016

Kapal EKS Asing Tidak Diberi Ijin Untuk Beroprasi


                    Sebanyak 35 kapal eks asing yang dioperasikan oleh PT Minatama Mutiara dalam waktu dekat segera meninggalkan Pelabuhan Paumako Timika,Papua lantaran pemerintah tidak mengizinkan beroperasinya kembali kapal-kapal tersebut.

                    Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan,Kementerian Kelautan dan Perikanan Nilanto Perbowo di Timika, Selasa, mengatakan puluhan kapal eks asing tersebut selama lebih dari satu tahun berhenti beroperasi selama kebijakan penghentian sementara atau moratorium.

                   Selama kurun waktu itu pula, kapal-kapal tersebut berlabuh di kolam bandar Pelabuhan Paumako. Dari 44 kapal eks asing yang dioperasikan PT Minatama Mutiara, sebanyak sembilan kapal kabur dari Pelabuhan Paumako Timika pada 29 Desember 2015.

"Kita akan segera selesaikan proses hukumnya. Sesuai kebijakan moratorium Menteri Kelautan dan Perikanan maka kapal-kapal eks asing tidak diizinkan untuk menangkap ikan di seluruh wilayah perairan Indonesia. Maka kapal-kapal tersebut akan segera dikembalikan ke luar negeri," jelas Nilanto.

                    Nilanto mengakui bahwa Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti telah mengeluarkan kebijakan yang sangat tegas bahwa kapal-kapal asing tidak diperbolehkan lagi menangkap ikan di seluruh wilayah perairan Indonesia.

                     Ke depan, katanya, pengelolaan sumber daya perairan sepenuhnya harus menggunakan investasi dalam negeri baik kapal, sarana dan prasarana tangkap maupun anak buah kapal (ABK).

"Semuanya harus menggunakan investasi dalam negeri," kata Nilonto.

                   Saat ini, Dirjen Kelautan dan Perikanan sedang menjajaki untuk membuka peluang industri pendinginan dan produksi hasil Laut Arafura mengingat potensi sumber daya perikanan dan hasil laut lainnya di wilayah itu sangat besar.


"Potensi perikanan di Kabupaten Mimika sangat besar sehingga harus dipertahankan terus kelangsungannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan kita, bukan dikelola oleh orang asing," jelasnya.

www.lisboa369.com
Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : https://secure.livechatinc.com/licence/7243931/open_chat.cgi
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Kamis, 14 April 2016

Susi Pudjiastuti : Pembangunan Reklamasi Merupakan Pilihan Kedua




                                 Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan pembangunan reklamasi merupakan pilihan kedua, namun bukan sesuatu yang tabu untuk dilakukan.
"Reklamasi pilihan kedua, bukan tabu. Tetapi parameter-parameter lingkungan tidak boleh dikesampingkan," tutur Susi.
Menurut Susi, pembangunan reklamasi sah dan boleh dilakukan. Meski demikian, dia mengingatkan pembangunan reklamasi juga perlu memperhatikan para stake holder, ada local inhabitant atau penduduk lokal, ada mangrove, dan ekosistem air.
Lebih dari itu, pembangunan reklamasi juga haru mempertimbangkan dampaknya, baik keuntungan, atau kerusakan yang ditimbulkannya.
"Itu harus ada antisipasinya. Biasanya dibungkus dengan aturan-aturan," imbuh Susi.
Meskipun kota besar seperti Jakarta memerlukan ekspansi ruang dan penambahan wilayah, sebisa mungkin ruang dan wilayah itu dicari lebih dahulu sebelum melakukan pembangunan reklamasi.
Terkait payung hukum reklamasi Susi mengatakan banyak aturan yang tumpang tindih yang akhirnya membuat semuanya tidak jelas.
Namun, untuk memperbaiki ketidakjelasan itu, pemerintah menderegulasi aturan-aturan yang tidak perlu.
"Aturan yang tidak perlu harus dibuang, aturan yang masih dipakai akan disinkronisasikan," tandas Susi.
Dia juga mengatakan, untuk reklamasi yang sudah kadung dijalankan keputusannya akan dirapatkan dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
Seperti diketahui, beberapa kota dan daerah di Indonesia sedang gencar merencanakan dan mengembangkan lahan reklamasi. Tak hanya di Teluk Jakarta, juga di Teluk Benoa Bali, dan Pantai Losari, Makassar.
Khusus di Teluk Jakarta akan dibangun sebanyak 17 pulau buatan. Menurut data Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) DKI Jakarta hingga saat ini, terdapat sepuluh pulau yang sudah mengantongi izin amdal dan pelaksanaan reklamasi.
Kesepuluh pulau tersebut adalah:
  • Pulau C seluas 276 hektar dikembangkan oleh PT Kapuk Naga Indah
  • Pulau D seluas 312 hektar dikembangkan oleh PT Kapuk Naga Indah
  • Pulau E seluas 284 hektar dikembangkan oleh PT Kapuk Naga Indah
  • Pulau F seluas 190 hektar dikembangkan oleh PT Jakarta Propertindo
  • Pulau G seluas 161 hektar dikembangkan oleh PT Muara Wisesa Samudera
  • Pulau H seluas 63 hektar dikembangkan oleh PT Intiland Development
  • Pulau I seluas 405 hektar dikembangkan oleh PT Jaladri Kartika Ekapaksi
  • Pulau K seluas 32 hektar dikembangkan oleh PT Pembangunan Jaya Ancol
  • Pulau L seluas 481 hektar dikembangkan oleh PT Manggala Krida Yudha
  • Pulau N seluas 411 hektar dikembangkan oleh PT Pelindo II
Sementara tujuh pulau lainnya belum mendapa izin Amdal dan pelaksanaan reklamasi. Ketujuh pulau tersebut adalah:

  • Pulau A seluas 79 hektar dikembangkan oleh PT Kapuk Naga Indah
  • Pulau B seluas 380 hektar dikembangkan oleh PT Kapuk Naga Indah
  • Pulau J seluas 316 hektar dikembangkan oleh PT Pembangunan Jaya Ancol
  • Pulau M seluas 587 hektar dikembangkan oleh PT Manggala Krida Yudha
  • Pulau O seluas 344 hektar dikembangkan oleh PT KEK Marunda
  • Pulau P seluas 463 hektar dikembangkan oleh PT KEK Marunda
  • Pulau Qseluas 369 hektar dikembangkan oleh PT KEK Marunda

www.lisboa369.com
Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473 

Selasa, 05 April 2016

Susi Pudjiastuti memimpin proses penenggelaman 23 Kapal

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti memimpin proses penenggelaman 23 kapal asing pelaku illegal fishing di perairan Indonesia dari kantornya di Jakarta. Proses penenggelaman untuk kapal sitaan sendiri berlangsung di 7 lokasi berbeda namun dalam waktu bersamaan. 

Untuk memudahkan dalam koordinasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuat teleconference. Proses ini dimulai pukul 10.44 WIB di GMB 4, KKP. Saat berada di ruang, Susi langsung memberi perintah lantang kepada setiap pemimpin regu peledakan di setiap lokasi, di antaranya Aceh. Susi menanyakan kesiapan di sana. Selanjutnya, komandan lapangan di sana menjawab siap. Setelah mendengar kesiapan dari lokasi, Susi langsung berteriak: ledakan.

"Aceh, sudah siap? Siap! Saya hitung mundur 5, 4, 3, 2, 1. Ledakan," perintah Susi dari kantornya, Jakarta, Selasa (5/4/2016).

Proses peledakan di setiap lokasi berlangsung hanya sekitar 2 menit. Usai satu lokasi berhasil diledakkan, Susi berpindah ke daerah lain seperti Batam. 

Bila proses peledakan di satu lokasi selesai, seluruh peserta nonton bareng penenggelaman kapal illegal fishing langsung bertepuk tangan. Ruang acara terdengar gemuruh oleh sahutan dan tepuk tangan dari tamu dan petinggi KKP.

Pada acara itu, Hadir juga Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli, Ketua Pelaksana Harian (Kalakhar) Satgas 115 TNI AL Laksamana Muda Arie Sembiring, Wakabaharkam Polri Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo. Sisanya adalah petinggi KKP serta perwira TNI dan Polri. Suasana ruang acara penuh oleh tamu undangan.

Acara ini selesai pada pukul 11.03 WIB. Selanjutnya, Susi menggelar acara jumpa pers. 

Susi mengatakan pemerintah tidak akan berhenti melakukan penenggelaman kapal maling ikan. Alasannya, aksi ini dilakukan untuk mewujudkan laut sebagai masa depan bangsa.

"Pemerintah tidak akan berhenti melakukan penenggelaman kapal dalam rangka mewujudkan laut sebagai masa depan bangsa," kata Susi.



www.lisboa369.com
Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473