slide show

Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" />
Selamat datang di blogspot lisboa369
Tampilkan postingan dengan label kapal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kapal. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Agustus 2016

TNI AL Tangkap Perompak Kapal Singapura

Situs Cashmarket Maxbet , Sbobet Dan casino online terpercaya di indonesia Mitra Resmi Ionclub(Agen khusus Ionclub atau agen ioncasino)

Lisboa369.com - TNI Angkatan Laut (AL) berhasil menangkap perompak Kapal Tanker Ad Matsu di Pulau Belakang Padang, Batam.


Penangkapan tersebut bermula saat unit 1 Western Fleet Quick Respons (WFQR) TNI AL Bidang Kejahatan Kekerasan di Laut Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjung Pinang menerima laporan perompakan terhadap kapal tanker berbendera Singapura beberapa waktu lalu.

Berdasarkan laporan ILO/IFC perompakan tersebut terjadi di 02° 00.93E -104° 52.94E , 34NM SE Pulau Aur, Johor, Malaysia. Pelaku ialah Henry Alfree Bakari bin Hengki.

"Pelaku perompakan berhasil ditangkap oleh unit 1 Jatanrasla WFQR. Pelaku yang tertangkap ternyata merupakan residivis yang sebelumnya telah menjalani hukuman penjara di Lapas Tembesi karena menyimpan amunisi tanpa izin," ujar Kadispenal, Laksma Edi Sucipto, Sabtu (13/8/2016).

LISBOA369 AGEN RESMI SBOBET SERTA AGEN RESMI DAN AGEN KHUSUS IONCLUB ATAU IONCASINO UNTUK LIVE GAME ONLINE, JUGA AGEN RESMI MAXBET YANG TERPERCAYA SAAT INI NO 1 DI INDONESIA.

Edi membeberkan kronologi perompakan yang dilakukan Henry beserta kawanannya terhadap Kapal Tanker MT yang berangkat melalui darat dari Pulau Belakang Padang.

Ia menemui lima orang rekannya di Tanjung Berakit, Bintan menggunakan boat pancung kayu mesin 40 PK. Dari Tanjung Berakit, Bintan, Kepulauan Riau mereka menuju selatan Pulau Mangkai.

Saat ini, TNI AL masih melakukan pengejaran terhadap pelaku perompakan lainnya. "Mereka mendapatkan sasaran Kapal MT AD Matsu di Pulau Aur. Dari tugasnya menjadi juru mudi, Hengky mendapat bagian 100 US dolar dan Rp500 ribu," tegasnya.

Minggu, 29 Mei 2016

KRI Oswald Siahaan Tangkap Kapal Nelayan Cina di Natuna




Lisboa369.com - Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) menangkap kapal nelayan Cina yang melakukan illegal fishing di perairan Natuna, Kepulauan Riau. Penangkapan ini berlangsung dramatis karena dibayang-bayangi oleh kapal Coast Guard Cina.

Dalam siaran pers Koarmabar yang diterima, Minggu (29/5/2016), peristiwa penangkapan berawal pada Jumat (27/5), pukul 13.30 WIB KRI Oswald Siahaan-354 jenis frigate melakukan patroli di Natuna dan melihat ada tindakan mencurigakan di radarnya. Petugas mendekati lokasi yang mencurigakan dan menemukan kapal ikan Cina Gui Bei Yu 27088.
Kapal ikan itu mencoba lari dari kejaran KRI Oswald di bawah komandan Kolonel Laut (P) I Gung Putu Alit Jaya dengan kecepatan 8 knot. KRI Oswald tak mau kalah dengan menambah kecepatan kapal hingga 16 knot. Selama pengejaran, beberapa kali kapal Cina itu diperingatkan sesuai dengan SOP. Bentuk peringatan mulai dari peringatan kontak radio, peringatan melalui pengeras suara, tembakan peringatan ke udara, peringatan tembakan kanan dan kiri haluan juga tidak diindahkan. Bahkan kapal ikan tersebut melakukan gerakan zig zag dan akhirnya tindakan paling keras dilakukan yaitu tembakan di anjungan.

Setelah diberikan tembakan, kapal Cina itu akhirnya menyerah. Dari hasil proses pemeriksaan sementara, kapal ikan tersebut diduga melakukan penangkapan ikan di wilayah Indonesia tanpa dilengkapi dokumen yang sah menurut hukum. Berdasarkan temuan tersebut kapal dan semua ABK yang berjumlah 8 orang dan muatannya ditarik menuju Pangkalan Angkatan Laut Natuna Ranai guna proses pemeriksaan hukum yang berlaku.

Pangarmabar Laksamana Muda TNI A. Taufiq R, menjelaskan kapal tersebut diperiksa saat memasuki wilayah Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI) dan dugaan sementera kapal tersebut melakukan kegiatan illegal fishing. Dia juga menekankan, penangkapan tersebut semata-mata untuk memberikan pengetahuan kepada dunia bahwa Koarmabar secara tegas menindak kapal-kapal yang melakukan pelanggaran di wilayah yurisdiksi Indonesia. Pangarmabar juga mengintruksikan kepada seluruh jajaranya di lapangan agar mematuhi SOP dan ROE (Rule Of Engagements) sebagai pijakan kita dalam melaksanakan tugas di lapangan.

Sementara itu Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Laksamana Pertama TNI S Irawan mengatakan bahwa banyaknya potensi kekayaan laut Natuna yang berlimpah seperti ikan dan lain-lain banyak mengundang kapal nelayan-nelayan asing masuk secara ilegal melakukan kegiatan menguras sumber daya laut yang ada di Natuna. Akibatnya masyarakat nelayan lokal tidak merasakan berlimpahnya sumberdaya ikan tersebut karena habis dikuras nelayan asing. 

"Kenyataannya walaupun setiap saat kita menangkap dan meledakkan kapal-kapal nelayan asing yang melakukan pelanggaran di Natuna namun mereka tidak jera dan masih ada yang melakukan illegal fishing seperti sekarang ini terjadi," kata Irawan.

Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473 

Selasa, 19 April 2016

Kapal EKS Asing Tidak Diberi Ijin Untuk Beroprasi


                    Sebanyak 35 kapal eks asing yang dioperasikan oleh PT Minatama Mutiara dalam waktu dekat segera meninggalkan Pelabuhan Paumako Timika,Papua lantaran pemerintah tidak mengizinkan beroperasinya kembali kapal-kapal tersebut.

                    Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan,Kementerian Kelautan dan Perikanan Nilanto Perbowo di Timika, Selasa, mengatakan puluhan kapal eks asing tersebut selama lebih dari satu tahun berhenti beroperasi selama kebijakan penghentian sementara atau moratorium.

                   Selama kurun waktu itu pula, kapal-kapal tersebut berlabuh di kolam bandar Pelabuhan Paumako. Dari 44 kapal eks asing yang dioperasikan PT Minatama Mutiara, sebanyak sembilan kapal kabur dari Pelabuhan Paumako Timika pada 29 Desember 2015.

"Kita akan segera selesaikan proses hukumnya. Sesuai kebijakan moratorium Menteri Kelautan dan Perikanan maka kapal-kapal eks asing tidak diizinkan untuk menangkap ikan di seluruh wilayah perairan Indonesia. Maka kapal-kapal tersebut akan segera dikembalikan ke luar negeri," jelas Nilanto.

                    Nilanto mengakui bahwa Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti telah mengeluarkan kebijakan yang sangat tegas bahwa kapal-kapal asing tidak diperbolehkan lagi menangkap ikan di seluruh wilayah perairan Indonesia.

                     Ke depan, katanya, pengelolaan sumber daya perairan sepenuhnya harus menggunakan investasi dalam negeri baik kapal, sarana dan prasarana tangkap maupun anak buah kapal (ABK).

"Semuanya harus menggunakan investasi dalam negeri," kata Nilonto.

                   Saat ini, Dirjen Kelautan dan Perikanan sedang menjajaki untuk membuka peluang industri pendinginan dan produksi hasil Laut Arafura mengingat potensi sumber daya perikanan dan hasil laut lainnya di wilayah itu sangat besar.


"Potensi perikanan di Kabupaten Mimika sangat besar sehingga harus dipertahankan terus kelangsungannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan kita, bukan dikelola oleh orang asing," jelasnya.

www.lisboa369.com
Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : https://secure.livechatinc.com/licence/7243931/open_chat.cgi
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473