slide show

Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" />
Selamat datang di blogspot lisboa369
Tampilkan postingan dengan label Persero. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Persero. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Juni 2016

SKK Migas Ngotot Tak Mau Tingkatkan Lifting Blok Cepu




Lisboa369.com - Satuan Kerja Khsusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) ngotot tidak mau meningkatkan lifting pada produksi blok cepu sebagaimana permintaan existing operator, yakni Exxonmobil.

Kepala Bagian Humas SKK Migas, Taslim Z Yunus beralasan pembatasan produksi yang ada saat ini ditetapkan dengan mempertimbangkan faktor keberlangsungan produksi jangka panjang, dan penerimaan negara yang rendah akibat harga jual minyak yang murah

“Memang tidak diproduksi besar karena cadangannya bahaya untuk waktu panjang, selain itu dengan harga minyak yang rendah negara tidak diuntungkan karena bagian yang exxonmobil sebesar 70 persen,” kata Taslim.

Sebelumnya dari pihak SKK Migas hanya mengizinkan produksi di blok Cepu sebanyak 165 ribu bph, padahal exxonmobil mengajukan produksi hingga 200 ribu bph.

Mengamati persoalan ini, Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman melihat kebijakan SKK Migas sarat muatan politis. Terlebih kata Yusri bahwasanya kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi pernah menuding pihak PT Pertamina EP Cepu, anak usaha PT Pertamina (Persero) akan mengekspor hasil peningkatan produksi nantinya.

“Tidak mungkin Pertamina akan mengekspornya. Pertamina saja saat ini susah mencari minyak mentah untuk kebutuhan kilangnya sendiri. Kalau benar minyak itu kemudian diekspor oleh Pertamina, maka saya berani katakan anomali ini kental muatan mafia migasnya. Dan Pertamina sudah membantah tidak akan mengekspornya. Amien jangan berlindung dengan menjelekkan Pertamina,” kata Yusri.

Yusri mengatakan, dirinya mendapat informasi bahwa ada minyak mentah bagian negara yang dijual dengan cara cara diekspor dengan alasan operasional. Belum lagi ditambah penjualan minyak mentah bagian negara ke pihak swasta yang dibawah harga normal alias memperoleh diskon.

“Jika pernyataan Amin benar, berarti dia mengetahu permainan mafia Migas tersebut, Logikanya sederhana, tidak masuk akal minyak yang berasal dari produksi dalam negeri tidak disuplai untuk kepentingan negara melalui Pertamina tapi malah diprioritaskan untuk diekspor,” tekan Yusri.

Kemudian SKK Migas mengemukakan alasan teknis yang kepa ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) yang seakan ‘mengajari ikan berenang’. “Pasti EMCL dalam mengusulkan itu sudah dengan kajian teknis, bukan seperti komentar Amien Sunaryadi yang tidak paham teknis tapi sok lebih tahu. Ingat Amien itu lulusan apa,” tegas dia.

Lebih lanjut menurut yusri, semestinya Amin tidak buru-buru membuat keputusan menolak peningkatan produksi, ada baiknya dilakukan kajian yang mendalam sembari melihat tren harga minyak yang memungkinkan ekonomis bagi negara.

“Karena setiap keputusan setuju atau tidak bukan berarti produksi itu langsung bisa ditingkatkan hari itu juga, harus dipersiapkan semua infrastruktur penunjangnya,” tegasnya.

Kalau kemudian alasannya ekonomis, papar Yusri, akan menjadi pertanyaaan besar, seperti dengan harga minyak di bawah rata-rata USD 40 per barel, untuk apa SKK Migas menebar tawaran insentif yang berlebihan.

“Karena tidak diberikan insentif saja negara sudah tekor. Itu faktanya hasil penerimaan migas versus cost recovery tahun 2015 saja kita tekor. Jadi jangan publik dikecoh terus oleh pejabat-pejabat migas yang akan mendorong aktifitas hulu migas dengan memberikan insentif baru supaya menarik.” Pungkas Yusri.



Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Kamis, 23 Juni 2016

Targetkan Laba Rp5 T Dengan atau Tanpa PMN, DPR: Ngapain Jasa Marga Minta PMN?




Lisboa369.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengusung target bisa mengantongi laba bersih lebih dari Rp5 triliun pada 2024 nanti. Bahkan keuntungan tersebut bisa diraih dengan adanya Penyertaan Modal Negara (PMN) atau tanpa PMN.

Jika ada PMN, laba bersih Jasa Marga bisa mencapai Rp5,42 triliun. Tapi jika tanpa PMN laba bersihnya juga tak beda jauh sebsar Rp5,29 triliun. Kondisi itu memantik penasaran anggota DPR.

Menurut anggota Komisi VI DPR, Primus Yustisio, jika keuntungannya tak jauh beda hanya selisih Rp200-an miliar ngapain Jasa Marga ngotot meminta PMN.

“Mendingan Anda jangan latah ikut-ikutan minta PMN. Toh, tanpa PMN pun sudah bagus kinerja Jasa Marga. Saya adalah anggota DPR yang mendukung Jasa Marga untuk espansi agar tol-tol dikelola oleh Jasa Marga. Jadi ngapain minta PMN?” tegas dia saat raker Panja PMN 2 Komisi VI, di Gedung DPR, Jakarta.

Mestinya, dalam menggenjot pendanaan, Jasa Marga tidak perlu mengincar PMN, toh masih bisa pinjam ke perbankan BUMN. “Jadi tidak membebani kas negara,” kata dia.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Jasa Marga, Adityawarman menyebutkan, PMN ini aakan dijadikan sebagai pendanaan untuk membangun tiga ruas jalan tol, yaitu Semarang-Batang, Pandaan-Malang dan Jakarta-Cikampek II.

Untuk ruas Semarang- Batang sebanyak Rp630 miliar dari PMN dengan total investasi Rp11,04 triliun. Kemudian, ruas Pandaan-Malang sebanyak Rp380 miliar dari PMN dengan total investasi Rp5,97 triliun, dan untuk ruas Jakarta-Cikampek II sebesar Rp250 miliar dari PMN dengan total investasi sebanyak Rp13,13 triliun.

“Jadi, PMN ini menambah kemampuan keuangan kami untuk mendukung pembangunan ruas-ruas jalan tol baru yang menjadi prioritas pemerintah,” kata Adityawarman.

Ketiga proyek tersebut ditargetkan dapat selesai sebelum 2019 nanti. Dan untuk proyek Jakarta-Cikampek II hingga kini memang belum ditenderkan.

Direktur Keuangan Jasa Marga, Anggiasari menambahkan, memang dengan atau tanpa PMN keuntungan perseroan diproyeksikan mencapai lebih dari Rp5 triliun di 2024 nanti.

“Cuma, PMN akan mengurangi benan bunga. Karena yang membedakan adalah financial cost-nya. Jika ada PMN, kami tidak terbebani bunga dan mudah menerbitkan rising cost yang kitabtargetkan hingga 2019 mencapai Rp70 triliun,” jelas dia

Selain itu, perseroan juga akan mudah mendapat pinjaman dengan adanya PMN tersebut. “Karena ruas tol yang kami jaminkan sama, tapi jika ada PMN kami tidak terbebani bunga, sehingga akan lebih mudah pinjam ke perbankan,” papar Anggi.



Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Lisboa369.com
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Jumat, 08 April 2016

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) membagi dividen





 
     PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) membagi dividen sebesar Rp2,2 triliun kepada para pemegang saham sebagaimana disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada hari ini.

Berdasarkan laporan keuangan yang telah disepakati dalam RUPS tersebut menyatakan bahwa pada tahun 2015 PT PGN membukukan laba bersih sebesar USD401,19 juta atau sekitar Rp5,53 triliun (rata-rata kurs di 2015 Rp 13.795).
“Totalnya Rp2,2 triliun mekanisme pembayaran dan besaran dividen per lembar saham akan disampaikan secara resmi setelah ada perhitungan lebih lanjut,” ‎ujar Direktur PGN M Wahid Sutop di Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Jumat (8/4).
Wahid melanjutkan, kinerja PGN sepanjang tahun 2015 membukukan pendapatan bersih sebesar USD3,07 miliar, dengan laba operasi sebesar USD565,49 juta, serta EBITDA sebesar USD941,08 juta.
Selama periode Januari-Desember 2015, PGN menyalurkan gas bumi sebesar 1.591 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), yang terdiri dari volume gas distribusi sebesar 802 MMSCFD, dan volume transmisi sebesar 789 MMSCFD.
Kemudian Wahid juga mengatakan bahwa pada tahun 2015 PGN telah menyelesaikan proyek pipa transmisi gas bumi Kalija I sepanjang lebih dari 200 km, proyek ini menghubungkan sumber gas Lapangan Kepodang di laut utara Jawa ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Tambang Lorok, di Semarang, Jawa Tengah milik PT PLN (Persero).

Sehingga, saat ini PGN telah memiliki dan mengoperasikan pipa gas bumi sepanjang lebih dari 6.900 km. Jumlah pipa emiten berkode PGAS ini merepresentasikan 76% pipa gas bumi hilir yang ada di Indonesia.
Selain itu, PGN telah menyalurkan gas bumi ke industri dan pembangkit listrik sebanyak lebih dari 1.520 pelanggan, komersial (mal, rumah sakit, hotel) dan usaha kecil menengah sebanyak lebih dari 1.850 pelanggan, serta rumah tangga sebanyak lebih dari 107.690 pelanggan.
Pada 2015 PGN juga mendapatkan penugasan dari pemerintah, untuk mengelola dan mengoperasikan jaringan gas bumi untuk rumah tangga di 11 kabupaten/kota di Indonesia sebanyak 43.337 sambungan rumah tangga (SR).
Jaringan gas rumah tangga tersebut dibangun oleh Kementerian ESDM. Rinciannya Blora 4.000 SR, Semarang 4.000 SR, rumah susun Jabodetabek 5.234 SR, Kabupaten Bogor 4.000 SR, Kota Cirebon 4.000 SR, Kota Palembang 3.311 SR, Kota Surabaya 2.900 SR, Kota Depok 4.000 SR, Kota Tarakan 3.366 SR, Kota Bekasi 4.628 SR dan Kabupaten Sorong 3.898 SR.


www.lisboa369.com
Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473