slide show

Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" />
Selamat datang di blogspot lisboa369
Tampilkan postingan dengan label kampanye. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kampanye. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Juni 2016

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo Meminta Masyarakat Mewaspadai Politik Uang



Lisboa369.com - Menjelang Pemilihan, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta masyarakat mewaspadai politik uang yang dilakukan tim sukses (timses) gadungan pada masa kampanya maupun proses pemilihan kepala daerah pada Februari 2017.

“Membedakan timses atau bukan kan sulit, bisa saja dia gadungan. Tim sukses ini harus dibuktikan SK, namanya ada atau tidak, lalu apakah benar ada perintahnya tidak,” kata Tjahjo saat ditemui di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Jum’at (3/6).

Tjahjo menjelaskan, secara prinsip bagi pasangan calon yang terbukti melakukan politik uang akan mendapat hukuman tegas berupa diskualifikasi dari pilkada.

Oleh sebab itu, sehubungan dengan poin revisi UU Pilkada mengenai politik uang, ditegaskan hal tersebut tidak hanya dimaksudkan untuk memperketat namun lebih sebagai kebijakan penegasan dan kepastian hukum agar tidak lagi terjadi salah pemahaman mengenai politik uang.

“Tim sukses ada yang resmi juga ada yang tidak, simpatisan juga bisa jadi tim sukses,” tuturnya.
Sementara itu, terkait dengan kekhawatiran dari ketentuan politik uang yang dinilai bisa merugikan pemilih, Tjahjo berpendapat hal tersebut bisa dipertimbangkan apabila pemilih hanya menerima sembako atau uang transportasi.

“Tapi kalau warga ikut menggerakkan, menjadi bagian dari tim sukses lalu mempengaruhi orang lain untuk memilih calon tertentu dan menerima imbalan, nah itu yang saya rasa perlu diproses. Kata kuncinya disitu,” tuturnya.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473 

Kamis, 10 Maret 2016

Lebih Baik Bangun RPTRA Ketimbang Sumbang Untuk Kampanye

Basuki Tjahaja Purnama berucap, dengan posisinya sebagai Gubernur DKI Jakarta saat ini, mudah bagi dia untuk mencari dana untuk modal kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Jadi gubernur nyari Rp 100-200 miliar minta sumbangan sama pengusaha-pengusaha pasti dapat, gubernur kok," ucap pria yang karib disapa Ahok di Balai Kota, Jakarta, Kamis (10/3/2016).

Tapi ucap Ahok, hal itu akan membuatnya berutang budi kepada para pengusaha tersebut. "Lebih baik saya suruh mereka bikin RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak). Saya enggak jadi pun Jakarta jadi 200 RPTRA," lanjut ucapan dia.

Menurut Ahok, daripada pengusaha itu menyumbang Ahok untuk kampanye calon gubernur DKI Jakarta, lebih baik memberikan uangnya untuk warga Jakarta.

"Daripada saya disumbang Rp 200 miliar saya jadi enggak jadi (gubernur), orang enggak dapat. Lebih baik sumbang orang Jakarta, saya enggak jadi gubernur pun orang Jakarta nikmatin. Nyumbang bus nyumbang apa. Nah patokan saya sih gitu," saran Ahok.

Sejak di Belitung Timur, Ahok menuturkan, hampir tidak pernah kampanye akbar dengan membuka panggung di sana sini. Sebab, dia memang tidak punya dana untuk kampanye.

"Saya sih dulu jadi Bupati karena ketua partainya saya dulu, saya ketua partai. Saya enggak pakai jalur kampanye. Kamu cek aja Belitung Timur tahun 2005 bagaimana Ahok ketua Partai PIB (Perhimpunan Indonesia Baru) anggota DPRD mencalonkan diri sebagai Bupati bergabung enggak dengan partai lain. Dia minta tiap posko-posko ada uang kampanye, saya tidak mau, saya di rumah aja orang datang aja ke rumah, hemat," cerita Ahok.