slide show

Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" />
Selamat datang di blogspot lisboa369
Tampilkan postingan dengan label sandra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sandra. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Juli 2016

Mandat Dari PBB Pasukan TNI bisa masuk Filipina Untuk Membebaskan Sandra


Situs Cashmarket Agen Resmi Maxbet , Agen Resmi Sbobet Dan casino online terpercaya di indonesia Mitra Resmi Ionclub (Agen Khusus Ioncasino atau agen ionclub)

Lisboa369.com - Sejumlah Warga Negara Indonesia masih menjadi korban penyanderaan kelompok militan di perairan Filipina. Sampai saat ini, pemerintah masih berusaha keras agar sandera-sandera itu dapat segera bebas.

Anggota Komisi I DPR, Charles Honoris mengatakan, untuk keselamatan nyawa para sandera, perlu adanya upaya operasi pembebasan (humanitarian intervention). Di mana militer negara asing atau pasukan yang diberikan mandat oleh PBB bisa saja masuk ke wilayah kedaulatan sebuah negara untuk menyelamatkan nyawa manusia dan menghindari terjadinya pembunuhan massal.

"Ini pernah dilakukan Amerika Serikat di Kosovo pada tahun 1990-an. Humanitarian Intervention bisa dijadikan preseden pembebasan WNI yang disandera Abu Sayyaf," ujar Charles, Jakarta.

Politikus PDIP itu menambahkan, untuk menghindari polemik dipilih menggunakan terminologi operasi pembebasan ketimbang operasi militer. UU Filipina memang tidak mengijinkan militer asing untuk beroperasi di wilayah kedaulatannya.

"Namun, saya rasa operasi pembebasan untuk menyelamatkan manusia tidak dilarang. Tidak bedanya dengan operasi-operasi penyelamatan yang melibatkan militer asing dalam hal bencana alam seperti longsor dan gempa bumi," jelasnya.

Charles menegaskan, operasi pembebasan terhadap sandera WNI harus segera dilakukan. Oleh sebab itu, kasus penyanderaan ini jangan dibiarkan terlalu lama. Terlebih Pemerintah RI sudah dengan tegas menyatakan tidak akan membayarkan uang tebusan.

"Sedangkan kita ketahui penculikan-penculikan ini bukan didasarkan oleh faktor ideologis tetapi semata-mata untuk mencari uang. Makin lama sandera ditahan oleh kelompok Abu Sayaf maka makin berbahaya pula nyawa para sandera," kata Charles.

Dia meyakini bila militer Filipina sudah memiliki koordinat lokasi para sandera dan penyanderanya. Apalagi sudah ada komitmen bantuan dari Indonesia dan Malaysia. 

LISBOA369 AGEN RESMI SBOBET SERTA  AGEN RESMI MAXBET  DAN AGEN KHUSUS IONCLUB ATAU IONCASINO UNTUK LIVE GAME ONLINE, YANG TERPERCAYA SAAT INI NO 1 DI INDONESIA.

Jika sumber daya intelijen militer negara-negara di kawasan bisa dimaksimalkan, dia yakin pembebasan sandera bukan hal yang mustahil dilakukan. TNI pun sudah berkali-kali menyatakan kesiapan dan kesanggupan untuk melakukan operasi pembebasan.

"Sebagai negara yang sudah meratifikasi International Convention against the Takings of Hostages (Konvensi Internasional tentang Penyanderaan) Filipina diwajibkan untuk melakukan segala upaya untuk memastikan pembebasan sandera, termasuk melalui upaya multilateral," terang Charles.

"Kami di Komisi I DPR mendukung penuh upaya melakukan operasi pembebasan apapun itu bentuknya. Ini harus dilakukan segera dan tidak lagi bisa menunggu. Penyelamatan nyawa para sandera harus diutamakan di atas kepentingan politik apapun," tandasnya.


Kami melayani pembukaan akun, Maxbet, sbobet, ibcbet, ionclub, poker, tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Senin, 11 Juli 2016

3 WNI Disandera, PAN usul Stafsus Bidang Intelijen Segera Diaktifkan



Lisboa369.com - Sebanyak tiga Warga Negara Indonesia (WNI) kembali disandera kelompok bersenjata. Mereka disandera di Perairan Sabah, Malaysia.

Melihat situasi ini, Wakil Ketua Umum PAN, Mulfachri Harahap, berharap Komjen (Purn) Gories Mere segera diaktifkan menjadi Staf Khusus Bidang Intelijen dan Keamanan.

"Saya rasa iya lah (staf khusus bidang intelejen lekas diaktifkan). Ini kan menyangkut fungsi intelijen kita. Ya boleh jadi pengangkatan staf khusus Presiden bidang intelijen ini juga karena ada semacam ketidakpuasan Presiden terkait soal seperti ini," kata Mulfachri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/7).

Wakil Ketua Komisi III DPR tersebut menilai, penyanderaan ini bukan hal yang luar biasa. Sebab menurutnya Amerika juga kerap menjadi korban.

"Bukan hanya Indonesia, Amerika juga mengalami hal serupa di mana warga negaranya disandera oleh beberapa kelompok separatis di banyak tempat di muka bumi ini. Ini sesuatu yang menurut saya bukan luar biasa," tuturnya.

Dia meminta agar pemerintah lebih cermat dalam mempelajari kasus separatisme yang berujung penyanderaan. Hal tersebut guna mencari cara antisipasi secara permanen.

"Saya kira bagaimana pemerintah mengantisipasi ini. Saya kira pengalaman kemarin membebaskan sekian puluh sandera bisa menjadi rujukan. Semua pihak yang terkait dengan pembebasan sandera yang lalu, harus dilibatkan. Saya kira secara terbuka atau tertutup, pemerintah harus membangun komunikasi dengan kelompok ini. Hal itu agar kepentingan kita sebagai sebuah bangsa tidak diganggu," pungkasnya.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas

silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : https://secure.livechatinc.com/licence/7243931/open_chat.cgi
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Panglima TNI: WNI Disandera Lagi Karena Indonesia Terlalu Tersuasif



Lisboa369.com - Warga Negara Indonesia kembali disandera kelompok bersenjata Filipina. Pada 20 Juni 2016 lalu, tujuh WNI dari 13 ABK kapal TB Charles disandera kelompok bersenjata saat dalam perjalanan di perairan dari Filipina menuju kembali ke Samarinda, Kalimantan Timur.

Tak berselang lama tepatnya 9 Juli 2016, terjadi perompakan terhadap kapal phukat penangkap ikan LLD113/5/F berbendera Malaysia di perairan Malaysia atau tepatnya di sekitar wilayah Felda Sahabat Lahad Datu. Tiga WNI diculik dan saat ini berada di wilayah Filipina.

"Ini adalah kapal berbendera Malaysia. Mencari ikan di wilayah teritorial Malaysia. Tenaga kerja kita legal yang diambil adalah dicek yang paspornya Indonesia," kata Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo di Kantor Kementerian Koordinator bidang Polhukam, Jakarta Pusat, Senin, (11/7).

Dia geram karena WNI selalu jadi sasaran empuk kelompok bersenjata Filipina. Gatot menduga, salah satu penyebabnya karena Indonesia terlalu persuasif menghadapi kelompok perompak bersenjata itu.
"Mungkin kita terlalu persuasif, mungkin alasan ekonomi atau alasan politik yang lain lagi. Ini harus dianalisa dengan benar."

"Persuasif, kita enggak ada operasi militer ke sana dan sebagainya karena mereka tahu ada celah-celah itu. Kalau enggak, enggak akan berani itu," tegasnya.

Jenderal Gatot berpegang pada instruksi Presiden Joko Widodo agar mengutamakan keselamatan sandera dan tak akan memberi uang tebusan.

"Saya tidak tahu kalau di belakangnya perusahaan bayar. Tapi pada saat perusahaan bayar itu ada semua lengkap. Di Kemenlu sudah dikembalikan sejumlah yang diminta," tuturnya.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas

silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : https://secure.livechatinc.com/licence/7243931/open_chat.cgi
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Minggu, 03 Juli 2016

DPR Belum Yakin Militer Indonesia Diizinkan Masuk Filipina



Lisboa369.com - Anggota Komisi I DPR Hanafi Rais belum yakin Pemerintah Filipina mengizinkan militer Indonesia ikut memerangi kelompok militan Abu Sayyaf yang menyandera tujuh Warga Negara Indonesia (WNI).

"Izin untuk TNI kita melakukan operasi militer itu dari Menhan (Menteri Pertahanan) yang lama, bukan menhannya (Presiden Filipina terpilih) Duterte,"‎ kata Hanafi saat dihubungi wartawan, Minggu (3/7/2016).

Menurut Hanafi, Rodrigo Duterte bersama Menhan yang baru akan memiliki jalan lain untuk menumpas‎ kelompok Abu Sayyaf dengan cara negosiasi dan jalan damai.

Namun jika kelompok Abu Sayyaf tetap tidak mau, kata Hanafi, pemimpin baru Filipina dinilai bakal mengajak Front Pembebasan Islam Moro atau MILF untuk memerangi Abu Sayyaf dengan menerapkan darurat militer di Wilayah Basilan dan Sulu.

‎"Kalau TNI kita mau terlibat dalam operasi militer ini mestinya juga sudah diajak bicara‎," ujarnya.

Hal lain yang perlu diperhatikan Pemerintah Indonesia adalah keterlibatan militer Indonesia untuk memerangi kelompok pemberontak di Filipina harus mendapat persetujuan DPR sesuai pasal 11 UUD 1945.

"‎Konstitusi Filipina pun juga melarang keterlibatan pasukan asing kecuali dengan traktat tersendiri yang disetujui parlemen mereka‎," ungkapnya.

Pilihan pahit yang bisa dilakukan Pemerintah Indonesia, kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini dengan mengandalkan operasi intelijen Indonesia tanpa kekerasan atau operasi militer.

"Jika sandera kali ini sudah bisa bebas selamat, entah ditebus atau tidak, maka selanjutnya Menhan/Panglima TNI kita adalah kerja sama dengan Filipina untuk menumpas Abu Sayyaf‎," pungkasnya.

Disisilain Anggota Komisi I DPR Sukamta mengapresiasi langkah Pemerintah Filipina, yang dianggap telah mengizinkan militer Indonesia memerangi kelompok militan Abu Sayyaf.

Meski demikian, Sukamta meminta agar Pemerintah Indonesia khususnya TNI mengedepankan negosisasi dalam membebaskan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tengah disandera kelompok Abu Sayyaf.

‎"Kita musti hati-hati, karena yang kita hadapi ini adalah para pejuang, fighter‎," ujar Sukamta saat dihubungi, Minggu (3/7/2016).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengingatkan supaya militer Indonesia tidak masuk dalam medan perang yang bukan wilayah Indonesia, sekaligus menghargai kedaulatan Filipina sebagai negara ASEAN.

"Kita tidak perlu campur tangan dengan urusan internal Filipina. Jadi prinsipnya,  jangan sampai nanti kita terseret arus konflik ini," tuturnya.

Selain itu, Sukamta mengingatkan Indonesia memiliki sejarah baik dengan Muslim Moro. Karenanya, ia berharap proses dialogis tetap dilakukan.

Hal lain yang menjadi penting dilakukan militer Indonesia adalah memprioritaskan pembebasan para WNI tanpa menimbulkan korban.

"Perlu dilakulan langkah taktis untuk mencegah terjadinya peristiwa tragis ini. Kerjasama antar negara-negara kawasan untuk melakukan pengamanan bersama perlu segera dilakukan‎," pungkasnya.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas

silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Sabtu, 02 Juli 2016

Panglima TNI Deteksi Keberadaan Tujuh WNI Yang Disandera



Lisboa369.com - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak akan membayar uang tebusan untuk membebaskan tujuh WNI anak buah kapal (ABK) yang menjadi sandera kelompok bersenjata di Filipina.

“Saya sangat amat menentang dengan cara pembayaran (tebusan) karena menunjukkan bangsa kita pengecut dan sapi perah. Jangan mau kita bayar,” ujar Gatot, di Kemenkopolhukam, Jakarta.

Menurut dia, pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan pemerintah Filipina yang baru dilantik di bawah kepemimpinan Presiden Rodrigo Dutarte tentang pembebasan sandera.

TNI sendiri menyatakan selalu siap jika diperintahkan untuk bergerak membaskan sandera, termasuk mempersiapkan segala kemungkinan dan pilihan operasi pembebasan.

Namun, konstitusi Filipina melarang militer asing beroperasi di teritorinya.

“Kita punya pesawat, kita terbangkan saja selesai. Mau terjun atau lewat bawah laut bisa. Akan tetapi, kita ini ‘kan bangsa yang bertetangga, punya hukum masing-masing,” kata Gatot.

Ia menegaskan bahwa TNI terus memantau kondisi tujuh WNI ABK kapal Tugboat Charles 001 dan kapal tongkang Robby 152 yang disandera di Kepulauan Sulu, Filipina Selatan, sejak 21 Juni 2016.

Menurut informasi yang Gatot terima, lokasi penyanderaan ketujuh WNI tersebut terus berpindah-pindah, bahkan mereka terpisah.

“Empat orang sama tiga orang lokasinya berbeda. Yang empat sudah terlacak, yang tiga juga. Akan tetapi, kemudian bergeser lagi,” katanya.

Ketujuh WNI yang dimaksud, yakni kapten kapal Ferry Arifin, kepala kamar mesin M. Mahbrur Dahri, serta masinis pertama Edi Suryono.

Selanjutnya, Mualim I Ismail, masinis ketiga M. Nasir, oil man atau pembantu kamar mesin M. Sofyan, serta jurumudi Robin Piter.

Diduga peristiwa penyanderaan ketujuh awak kapal Tugboat Charles 007 itu terjadi karena mereka melanggar larangan pelayaran perdagangan batu bara ke Filipina.

Untuk menghemat waktu dan bahan bakar pelayaran sepanjang 18 mil, Tugboat Charles memotong jalur melingkar yang menghindari perairan rawan Pulau Jolo.

Saat berlayar menarik kembali kapal tongkang Robby ke Indonesia, tujuh awak Tugboat Charles disandera dan diculik kelompok bersenjata setelah kapal dikejar dan dihentikan di tengah laut, sementara enam awak lainnya berhasil mengemudikan kapal kembali ke Tanah Air.



Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas

silahkan hubungi kami melalui:
Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473