slide show

Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" />
Selamat datang di blogspot lisboa369
Tampilkan postingan dengan label menurun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menurun. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Maret 2016

Dolar Melemah Ongkos Haji Turun


Dolar Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan tren melemah terhadap mata uang rupiah, membuat ongkos perjalanan umrah ke tanah suci ikut turun. Catatan Asosiasi Penyelenggara Haji Khusus Umrah dan Inbound Indonesia (Asphurindo), penerbangan ke Jeddah hingga 10 April hampir semuanya telah terisi penuh.

Kendati demikian, Ketua Umum Asphurindo Hafidz Taftazani mengingatkan, agar calon jemaah umrah tidak mudah tergiur paket umrah dengan harga miring atau tak masuk akal. Menurutnya, banyak agen perjalanan umrah nakal menawarkan paket-paket ibadah murah meriah.

"Dolar turun terus itu bagus sekali buat kita. Hotel, pesawat, katering jadi murah di Arab (Saudi). Tapi yang paling kita takutkan saat demand paket umrah tinggi, banyak yang tawarkan paket umrah yang harganya lebih murah lagi, kurang masuk akal buat kita," jelas Hafidz (13/3/2016).

Paket-paket umrah dengan harga miring, menurutnya, sudah sering menipu jemaah haji. Akibatnya, banyak jemaah haji batal berangkat, tertunda, tidak mendapatkan fasilitas hotel dan katering sesuai standar, hingga terlantar di tanah suci dan negara transit.

"Ini yang kita paling takut saat demand lagi bagus. Orang naik umrah kan nggak ngenal dia dari kota atau desa, kaya miskin maunya umrah, nggak perlu mereka liburan ke luar negeri. Salah pilih agen akhirnya banyak terlantar di negara lain, batal berangkat, hotel nggak sesuai dan sebagainya," jelas Hafidz.

Menururt Hafidz, sebagai gambaran, harga paket umrah reguler saat ini dipatok rarta-rata US$ 1.700 per perjalanan, dan harga paket umrah plus US$ 2.400-2.500. Sementara perjalanan umrah kelas eksekutif di kisaran US$ 2.700-3.000.

"Ada tiga kemungkinan paket umrah yang bermasalah, satu karena mereka susah jual jadi banting harga supaya banyak yang daftar. Kemudian kedua karena memang pengelolaannya kurang bagus, ketiga memang mereka niatnya menipu. Artinya kalau harganya jauh di bawah itu yah patut dipertanyakan," ucapnya.

Selasa, 08 Maret 2016

Nilai Tukar Rupiah Ke Dolar (AS) Tumbang


Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menurun pada perdagangan hari ini. Namun meskipun melemah, rupiah masih mampu bertahan di kisaran 13.100 per dolar AS.

Mengutip Bloomberg, Selasa (8/3/2016), rupiah dibuka di angka 13.130 per dolar AS, menurun jika dibandingkan dengan penutupan kemarin yang ada di angka 13.084 per dolar AS.
Sepanjang pagi hingga siang hari ini, rupiah berada di kisaran 13.106 hingga 13.166 per dolar AS. Jika dihitung sejak awal tahun, rupiah menguat 4,65 persen.

Berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah melemah ke 13.128 per dolar AS. Sebelumnya, BI mematok rupiah di angka 13.029 per dolar AS.
Dalam beberapa pekan terakhir, rupiah memang terus menguat hingga mencetak penguatan terbaik dalam enam tahun terakhir. Penguatan yang terjadi kepada rupiah ini karena adanya pelarian dana ke negara-negara berkembang akibat adanya spekulasi bahwa ekonomi China masih tertekan sehingga bisa memengaruhi perekonomian dunia.

Hingga kemarin, rupiah terus menguat selama 13 hari berturut-turut sehingga ikut mendorong penguatan di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Ekonom Mizuho Bank Ltd Singapura, Vishnu Varathan, menjelaskan penguatan tersebut lebih disebabkan spekulasi. Oleh karena itu harus diteliti lebih dalam lagi apakah rupiah memang seusai dengan fundamentalnya. "Harus dilihat apakah penguatan tersebut memang akan terjadi secara jangka panjang atau hanya instan," jelas dia.

Pemerintah Indonesia juga tidak berharap rupiah semakin perkasa karena harga produk dalam negeri kian mahal. Dampaknya, produk dalam negeri tidak bisa bersaing dengan produk negara lain.

"Tentu kita tidak ingin terlalu kuat di atas ‎fundamentalnya," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution.

Meski tak menyebut level fundamental rupiah, Darmin mengaku, penguatan kurs rupiah dipicu derasnya aliran modal masuk (capital inflow) dari para investor yang menilai Indonesia sebagai negara tujuan investasi yang menjanjikan.

"Secara global, kecenderungan negara maju menurunkan tingkat bunga. Rupiah walaupun turun, masih relatif tinggi, tapi pertumbuhan ekonomi kita dianggap tidak turun malah membaik. Sehingga para pemilik dana menganggap investasi di Indonesia menjanjikan, uangnya masuk ke sini dan rupiah menguat," jelas dia. (Gdn/Ahm)