slide show

Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" />
Selamat datang di blogspot lisboa369
Tampilkan postingan dengan label koperasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label koperasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 September 2016

RUU Perkoperasi Ancam Lemahkan Peran Koperasi

Situs Cashmarket Agen Resmi Maxbet , Agen Resmi Sbobet Dan Agen Casino online terpercaya di indonesia Mitra Resmi Ionclub(Agen khusus Ionclub atau agen ioncasino)


Lisboa369 (Agen resmi maxbet, agen resmi sbobet, serta agen resmi ionclub) - Draf Rancangan Undang-Undang Perkoperasi yang segera dibahas di parlemen dinilai bisa melemahkan peran koperasi dalam beberapa pasal yang ada di dalamnya.

Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) Suroto di Jakarta, Jumat (16/9), mengatakan RUU Perkoperasi banyak yang tidak sesuai dengan semangat reformasi.

“Masih banyak hal-hal mendasar yang melemahkan koperasi di RUU tersebut,” katanya.

Menurut dia, pokok-pokok masalah dalam RUU yang ada misalnya koperasi masih tetap dipersepsikan sebagai bentuk usaha kecil yang perlu terus dibina.

LISBOA369 AGEN RESMI SBOBET SERTA AGEN KHUSUS IONCLUB ATAU IONCASINO UNTUK LIVE GAME ONLINE, JUGA AGEN RESMI MAXBET YANG TERPERCAYA SAAT INI NO 1 DI INDONESIA.

Peranan pemerintah kata dia, mestinya cukup dengan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya sistem perkoperasian yang sehat.

“Selain itu, dalam draf RUU tersebut juga disebutkan akan membuat gerakan koperasi yang justru tidak dinamis, karena selama ini Dewan Koperasi Indonesia masih tetap dilegitimasi sebagai wadah tunggal organisasi gerakan dan dikooptasi dengan perintah pembiayaan dari APBN. Ini terlihat dari pasal 82-86,” katanya.

Suroto berpendapat hal itu melanggar prinsip “good governance” dan tidak sesuai dengan jati diri koperasi yang ideal.

“Semestinya tidak ada kooptasi dan monopoli, bebaskan masyarakat untuk menentukan nasibnya sendiri, apalagi koperasi itu organisasi yang berprinsip otonom dan mandiri,” katanya.

Ia menilai, RUU ini juga belum imperatif karena pencegahan terhadap berkeliarannya rentenir yang berbaju koperasi selama ini tidak terlihat diatur secara tegas.

“Usulan kami mengenai sanksi berat bagi penyelewengan koperasi dihapus,” katanya.

Masalah lainya yang cukup krusial kata dia, terkait bahwa RUU ini masih berfokus pada usaha simpan pinjam dan konsumsi.

“Hal ini setidaknya terlihat dari dihapuskanya usulan mengenai pembatasan jumlah keanggotaan koperasi yang mesti berjumlah 20 orang. Padahal menurut International Co-operative Law Guidline, sebuah koperasi itu, terutama yang bergerak di sektor riil produktif dapat saja didirikan oleh 3 orang,” katanya.

Gerakan kewirausahaan juga dianggapnya tidak terintegrasi dengan koperasi sehingga generasi muda justru hanya didorong menjadi pebisnis pemula sampai akhirnya menjadi pengusaha kapitalis.

Akses mendorong agar RUU Perkoperasian hanya mengatur hal-hal pokok saja karena koperasi bersifat “self-regulated”.

Tiga hal penting yang dimaksud yakni pemberian rekognisi (pengakuan), distingsi (pembedaan), dan perlindungan terhadap jati diri koperasi.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
 
silahkan hubungi kami melalui:
Livechat : Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Rabu, 09 Maret 2016

Bantu Nelayan Dengan Membangun Koperasi

Dalam lawatannya ke Padang, Sumatera Barat, Hary Tanoesoedibjo, menyempatkan diri berkunjung ke Pantai Purus. Di sana, Hary Tanoe berdialog dengan para nelayan.
Salah seorang nelayan mengungkapkan kendala yang mereka hadapi.
Salah satu masalah yang kerap dialami para nelayan adalah sulitnya mendapatkan modal untuk mengembangkan usaha mereka.
Terkait persoalan yang dialami nelayan tersebut, Hary Tanoesoedibjo menyatakan siap membantu membangun koperasi untuk para nelayan di Pantai Purus.
“Koperasi harus difungsikan untuk kepentingan aktivitas nelayan agar produktif, jangan untuk aktivitas simpan pinjam yang konsumtif,” kata Hary Tanoesoedibjo di Padang, Rabu.
Ketum Partai Perindo itu berharap dengan adanya koperasi dapat membantu meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Selain akses modal murah dan mudah, Hary Tanoe menilai para nelayan membutuhkan peralatan canggih dan pembinaan agar lebih terampil. Ia mengungkapkan, agar kesejahteraan nelayan meningkat, nelayan perlu menciptakan nilai tambah dari hasil tangkapan.
“Tidak berhenti di penangkapan, tapi prosesnya sampai jadi sesuatu yang sudah jadi sehingga bisa diekspor atau dimanfaatkan untuk kebutuhan dalam negeri,”
“Tugas kita memberdayakan masyarakat ekonomi lemah agar berkembang, tumbuh, dan akhirnya mandiri. Masyarakat ekonomi lemah harus diperjuangkan,” ujar Hary Tanoesoedibjo.