slide show

Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" />
Selamat datang di blogspot lisboa369
Tampilkan postingan dengan label laut cina selatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label laut cina selatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 September 2016

China-Rusia Latihan Bersama di LCS


Situs Cashmarket Agen Resmi Maxbet , Agen Resmi Sbobet Dan Casino online terpercaya di indonesia Mitra Resmi Ionclub(Agen khusus Ionclub atau agen ioncasino)


Lisboa369 (Agen resmi maxbet, agen resmi sbobet, serta agen resmi ionclub) - Angkatan Laut China dan Federasi Rusia mengadakan latihan bersama di wilayah perairan Laut China Selatan (LCS) selama sepekan.

Juru bicara Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAN) Liang Yang dalam keterangan resmi menegaskan latihan bertajuk ‘Join-Sea 2016’, tepatnya digelar di selatan wilayah perairan China di Provinsi Guangdong.

Seluruh personel dari pihak China dalam latihan tersebut berasal dari armada Nanhai PLAN, termasuk pasukan marinir.

Yang digunakan dalam latihan bersama tersebut antara lain kapal permukaan, kapal selam, pesawat terbang sayap tetap (fixed-wing aircraft), kendaraan amfibi, jet-jet tempur, dan helikopter.

Sedangkan materi latihan mencakup operasi anti-kapal selam, penyelamatan, operasi pendaratan, operasi pertahanan, operasi perebutan pulau dan lainnya, kata Liang Yang, menuturkan.

LISBOA369 AGEN RESMI SBOBET SERTA AGEN KHUSUS IONCLUB ATAU IONCASINO UNTUK LIVE GAME ONLINE, JUGA AGEN RESMI MAXBET YANG TERPERCAYA SAAT INI NO 1 DI INDONESIA.

Latihan bersama antara Angkatan Laut China dan Rusia pertama kali dilakukan pada 2012.

China sebelumnya mengumumkan pihaknya akan menggelar latihan perang rutin yang ditujukan untuk memperkuat kerjasama pasukan, dan bukan untuk mengancam negara lain.

China dan Rusia yang memiliki hak veto di DK PBB dan memiliki sejumlah pandangan yang sama dalam percaturan politik dunia, salah satunya masalah krisis Suriah.

Selain itu, Rusia adalah pendukung utama China dalam sengketa Laut China Selatan, khususnya setelah tuntutan Filipina dimenangkan mahkamah arbitrase di Belanda.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
 
silahkan hubungi kami melalui:
Livechat : Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473



Minggu, 26 Juni 2016

Tiongkok Tolak Arbitrase Filipina Soal Laut China Selatan



Lisboa369.com - Konsulat Jenderal Republik Rakyat China di Denpasar Hu Yinquan mengatakan, negaranya menolak cara arbitrase yang diajukan Filipina dalam isu Laut China Selatan (LCS) karena bertentangan dengan Konvensi PBB tentang Hukum Laut.

"United Nation Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) menghendaki penyelesaian sengketa maritim melalui jalur musyawarah dan perundingan antara negara-negara yang berhubungan langsung, sedang arbitrase hanyalah pelengkap dan sekunder," kata Yinquan dalam surat elektroniknya kepada Antara di Kupang, Sabtu sore, 25 Juni.

Ia mengatakan, sebelum mengadakan musyawarah dengan pihak Tiongkok, Filipina secara sepihak dan bersikeras mengajukan tuntutan arbitrase LCS yang jelas-jelas bertentangan dengan UNCLOS (Konvensi PBB tentang Hukum Laut).

Yinquan menambahkan, Filipina memungkiri komitmennya dalam upaya menyelesaikan sengketa LCS antara kedua pihak melalui musyawarah dan perundingan bilateral sebagaimana yang tertuang dalam Deklarasi Perilaku Berbagai Pihak LCS dan beberapa persetujuan yang ditandatangani oleh Tiongkok dan Filipina pada tahun 1999 dan 2011.

Tuntutan arbitrase yang diajukan oleh Filipina, kata dia, pada dasarnya merupakan persoalan kedaulatan, teritorial, dan delimitasi batas maritim, padahal UNCLOS sendiri tidak memiliki yurisdiksi atas sengketa teritorial maupun kedaulatan.

Mengenai delimitasi batas maritim, ia menjelaskan, pada tahun 2006 Tiongkok telah membuat pernyataan untuk mengecualikan sengketa delimitasi batas maritim dari sengketa yang berlaku untuk arbitrase memaksa sesuai dengan ketentuan UNCLOS.

"Pengecualian tersebut mempunyai kekuatan hukum bagi semua negara yang telah menandatangani UNCLOS. Negara lain tidak berhak mengajukan arbitrase terhadap sengketa yang telah dikecualikan oleh suatu negara, dan pengadilan arbitrase pun tidak memiliki yurisdiksi atas sengketa tersebut," katanya.

Atas dasar itu, China tentu saja tidak menerima dan tidak ikut dalam tuntutan arbitrase yang ilegal dan tidak masuk akal. Dan setelah keputusan arbitrase keluar, China takkan mengakui dan menjalani keputusan tersebut. Posisi China ini justru untuk melindungi keseriusan dan keutuhan UNCLOS, dan sepenuhnya mencerminkan sikap penghormatannya kepada fakta dan hukum, Yinquan menambahkan, musyawarah dan perundingan akan tetap menjadi pendirian teguh Pemerintah China untuk menyelesaikan isu LCS, meskipun Negeri Tirai Bambu itu menjadi korban dalam isu tersebut.

Meskipun demikian, ujarnya, China tetap tegas menahan diri, dengan sikap yang bertanggungjawab dan konstruktif menangani isu LCS, menegakkan caranya atas persoalan ini melalui jalur musyawarah dan perundingan.

"China berusaha menyelesaikan masalah kedaulatan teritorial dan delimitasi batas maritim melalui musyawarah. Tiongkok berbatasan dengan 14 negara daratan," ujarnya.

Sejak berdiri, China telah menandatangani perjanjian perbatasan dengan 12 dari 14 negara tetangga tersebut, dengan kurang lebih 20.000 kilometer atau lebih dari 90 persen garis perbatasan telah ditentukan dan dibatasi, selain telah menyelesaikan delimitasi batas maritim di Teluk Beibu (Gulf of Tonkin) dengan negara Vietnam melalui musyawarah.

Ia menambahkan China mengapresiasi dan mendukung "Jalur Ganda" yang dikemukakan oleh negara-negara ASEAN untuk menangani isu LCS, yaitu sengketa-sengketa terkait harus diselesaikan oleh negara-negara yang berhubungan langsung melalui musyawarah dan perundingan, serta berdasarkan hukum internasional dan fakta sejarah.

Perdamaian dan kestabilan LCS harus dijaga bersama China dan negara-negara ASEAN. Hal ini sesuai dengan hukum internasional dan praktik internasional, dan merupakan kesepakatan penting dan komitmen serius antara Tiongkok dan negara-negara ASEAN dalam DOC, juga merupakan jalan yang paling praktis dan efektif untuk menangani isu LCS.

"Kini, sudah hampir 60 negara dengan jelas menyatakan dukungan terhadap posisi Tiongkok mengenai masalah LCS. Hal ini mencerminkan tekad masyarakat internasional untuk mempertahankan keadilan dan kejujuran. Tiongkok adalah negara yang cinta damai dan menjunjung tinggi ide 'hidup rukun dengan negara tetangga, memperlakukan negara tetangga sebagai mitra'," katanya.

Ia menyatakan, China dan Filipina menjalin hubungan yang baik sejak dahulu, kedua negara ini memiliki persahabatan tradisional yang mendalam. Seperti suatu pepatah Tiongkok, "lebih baik tetangga yang dekat daripada saudara yang jauh".

Filipina, dikatakannya, merupakan negara yang akan terus bertetangga dengan Tiongkok.
Oleh karena itu, pintu bermusyawarah China selalu terbuka untuk Filipina, dan hanya dengan jalur musyawarah dan perundingan, Tiongkok dan Filipina baru dapat menyelesaikan masalah sengketa secara damai.

Laut China Selatan merupakan jalur internasional yang penting. Sebanyak 80 persen komoditas perdagangan Tiongkok melewati jalur tersebut.

"China sangat memperhatikan perdamaian dan kestabilan di LCS, dan siap bekerja sama dengan semua pihak, untuk menciptakan LTS menjadi laut damai, laut kerja sama, dan laut makmur," demikian Hu Yinquan.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Sabtu, 11 Juni 2016

Soal LCS, Vietnam Minta Dukungan Dari Indonesia



Lisboa369.com - Pemerintah Vietnam meminta dukungan Indonesia untuk mempersatukan posisi ASEAN terkait penyelesaian masalah Laut China Selatan (LCS).

Hal tersebut disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla usai melakukan pertemuan denga Menteri Keamanan Publik Vietnam To Lam di Kantor Wapres, Jakarta, Jumat (10/6).

“Tadi soal LCS memang diangkat, posisi Indonesia mendorong penyelesaian itu dilakukan sesuai hukum internasional terutama UNCLOS,” kata dia.

Untuk kebulatan posisi terkait LCS di kawasan, JK sepakat dengan Vietnam agar semua negara-negara anggota ASEAN memiliki sikap yang sama.

“Masalah sebenarnya dengan China, itu yang harus jelas apa yang akan dicapai, ASEAN harus memiliki sikap yang sama,” katanya.

Sebelumnya, Deputi Wapres Bidang Dukungan Kebijakan Publik Dewi Fortuna Anwar mengatakan dukungan yang diminta Menteri Keamanan Publik Vietnam tersebut secara khusus ditujukan pada upaya Filipina yang mengajukan tuntutan ke Mahkamah Arbitrasi Internasional (PCA) terkait klaim Tiongkok terhadap LCS.

“Beliau (Menteri To Lam) mengharapkan saat PCA ini mengeluarkan hasil, ASEAN posisinya bulat,” kata dia.

Selain Vietnam dan Filipina, negara ASEAN lain yang merupakan pihak pengklaim LCS adalah Malaysia dan Singapura.

Menteri To Lam juga menyampaikan kepada Wapres JK bahwa Indonesia dan Vietnam memiliki peran penting di ASEAN untuk menjaga kestabilan dan keamanan kawasan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat semua negara anggota ASEAN.

Dalam kunjungannya ke Indonesia, Menteri To Lam juga bertemu dengan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso dan Kepala Polisi RI (Kapolri) Badrodin Haiti untuk membicarakan kerja sama pertukaran intelijen dan bidang keamanan.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473